NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

[Mas, jangan lupa antarkan aku dan Ara ke Timezone]

Kirana membeku membaca pesan yang terlihat sekilas, tetapi sebaris kalimat berhasil dibaca.

Ponsel itu masih berada di tangannya terasa hangat, seolah baru saja berpindah dari genggaman pemiliknya. Nama pengirimnya terpampang jelas di layar tertulis Kinanti. Kakaknya sendiri.

Namun, bukan nama itu yang membuat jantung Kirana mendadak berdegup lebih cepat. Melainkan satu kata di awal pesan itu.

Mas.

Kirana mengerutkan kening. Alisnya saling bertaut, menciptakan garis kecil di dahi yang jarang muncul. Ia membaca ulang pesan itu, memastikan matanya tidak salah menangkap huruf demi huruf.

Mas, jangan lupa antarkan aku dan Ara ke Timezone.

“Sejak kapan Kinanti memanggil seseorang dengan sebutan itu?”

Sejak Dipta—suami Kinanti—meninggal tiga tahun lalu karena kecelakaan kerja, kakaknya itu menutup diri rapat-rapat. Ia menolak semua upaya orang tua yang ingin menjodohkannya kembali. Bahkan ketika keluarga besar mulai khawatir karena Kinanti terlalu larut dalam duka, perempuan itu hanya tersenyum tipis dan berkata, “Aku masih punya Ara. Itu cukup.”

Kinanti tidak pernah terlihat dekat dengan pria mana pun.

“Lalu, Mas itu ditujukan kepada siapa?”

Kirana menelan ludah. Matanya turun ke ponsel yang masih terbuka di tangannya. Sebuah dorongan kecil muncul yang membuatnya ingin mengetuk layar dan membuka pesan itu lebih jauh.

Sebelum sempat ia lakukan, suara langkah kaki terdengar dari arah pintu kamar.

“Yang.”

Kirana terperanjat kecil. Ia refleks mematikan layar ponsel dan meletakkannya kembali di atas meja rias.

Rafka masuk ke dalam kamar dengan rambut masih sedikit basah, kaus rumah berwarna abu-abu menempel di tubuhnya. Wajah pria itu masih sama dengan yang selalu ia tatap setiap hari selama enam tahun terakhir. Orang yang tersenyum santai, tanpa beban.

“Gita minta sarapan nasi goreng,” ucap Rafka.

“I-iya, Mas,” jawab Kirana, sedikit terlambat.

Rafka melangkah mendekat, meraih tangan Kirana yang masih dingin. “Sayang, kamu kenapa? Mukamu pucat.”

“Enggak apa-apa,” Kirana tersenyum tipis. “Cuma kurang tidur saja semalam.”

Rafka mengangguk, tampak menerima jawaban itu tanpa curiga. “Oh iya, nanti jangan lupa. Siang kita ke rumah Ibu.”

“Iya. Aku ingat,” jawab Kirana cepat.

Rafka lalu mengecup kening istrinya, lembut dan singkat. Kebiasaan kecil yang selalu membuat hati Kirana terasa hangat.

“Segera mandi, Mas,” ucap Kirana, berusaha terdengar normal.

“Kita mandi bareng, nih?” Rafka menaik-turunkan alisnya, senyum nakal tersungging di bibir.

Kirana menepuk dadanya pelan, gemas. “Aku harus masak, Mas.”

Belum sempat Rafka membalas, suara kecil terdengar dari ambang pintu.

“Papa… Mama… jangan pacaran terus. Aku lapar!”

Gita berdiri di sana dengan tangan bersedekap dan wajah cemberut. Gadis kecil itu mewarisi mata tajam ayahnya dan rambut bergelombang milik Kirana. Setiap kali melihat orang tuanya bermesraan, kecemburuan polos itu selalu muncul.

Kirana dan Rafka saling berpandangan, lalu tertawa kecil.

“Ya ampun, kamu cemburu lagi?” Kirana mendekati putrinya, menggendong tubuh kecil itu.

“Aku mau nasi goreng,” rengek Gita.

“Ayo, kita buat bareng,” ajak Kirana.

“Boleh, Ma?” mata Gita berbinar.

“Iya.”

“Asyik!”

Rafka tertawa melihat interaksi itu. Pemandangan yang selalu membuatnya merasa cukup. Sebuah keluarga kecil yang hangat, sederhana, dan penuh tawa.

Pagi itu berjalan seperti biasa. Nasi goreng spesial buatan Kirana tersaji di meja makan. Irisan mentimun, tomat, dan telur mata sapi menghias piring Gita dan Rafka. Tidak ada yang terasa janggal, kecuali satu hal yang terus mengendap di benak Kirana.

Pesan dari kakaknya tadi.

Ketika mereka bersiap pergi ke rumah orang tua Rafka, Kirana sempat melirik ponsel suaminya yang terselip di saku celana. Namun, ia segera mengalihkan pandangan. Ia tidak ingin menjadi istri yang mencurigai tanpa alasan.

Perjalanan ke rumah Pak Andi hanya memakan waktu beberapa menit. Karena desa mereka bersebelahan, membuat hubungan keluarga mereka terasa dekat, secara jarak, maupun ikatan.

“Kakek!” teriak Gita begitu motor berhenti.

Gadis kecil itu berlari kecil menghampiri Pak Andi yang sedang duduk di teras, memperbaiki jala ikan.

“Wah, cucu kakek cantik sekali hari ini,” ujar Pak Andi sambil mengangkat tubuh Gita.

Kirana dan Rafka menyusul, mencium tangan ayah Rafka dengan sopan.

Dari dalam rumah, Bu Ratih keluar sambil mengelap tangan dengan kain.

“Kirana, kebetulan kamu datang. Bantu ibu masak, ya. Kita bikin pepes ikan dan piritan—jeroan ikan yang dicampur nasi, dibumbui banyak rempah, lalu dibungkus daun pisang. Masaknya di kukus,” ujar Bu Ratih.

“Tentu, Bu.”

Masakan Kirana memang enak dan sudah diakui banyak orang. Sering dia diminta memasak oleh mertuanya jika datang berkunjung.

“Gita mana, Mbak?” tanya Rembulan, atau lebih sering dipanggil Bulan, adiknya Rafka.

“Di depan sama Ayah,” balas Kirana yang berpapasan dengan adik iparnya.

Kirana masuk ke dapur bersama mertuanya. Tangannya cekatan, terbiasa. Ia menikmati perannya sebagai istri, menantu, dan ibu.

Di luar, Rafka duduk di samping ayahnya. Angin berembus pelan. Suasana desa terasa damai.

Namun, ketika Rafka membuka ponselnya, dahi pria itu mengernyit.

Tujuh panggilan tak terjawab. Belasan pesan masuk. Semua dari nama yang sama. Yaitu, Kinanti.

Rafka menghela napas. Tangannya sedikit bergetar ketika membuka pesan-pesan itu.

[Mas, kenapa nggak dibalas?]

[Ara nunggu dari tadi.]

[Mas, kamu janji, kan?]

Rafka menutup ponsel itu kembali. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia menoleh ke arah dapur, tempat Kirana sedang tertawa kecil bersama ibunya. Rasa bersalah itu datang seperti gelombang.

“Gita,” ucap Rafka tiba-tiba.

“Iya, Pa?” Gita menoleh.

“Papa mau beli bensin sebentar.”

“Aku ikut!” Gita langsung berdiri.

“Enggak. Kamu di sini aja main sama Tante dan Kakek.”

Wajah Gita langsung berubah. Bibirnya mengerucut. Dia kesal karena papanya tidak mengajaknya jalan-jalan, belakangan ini. 

“Papa bohong, kan,” gumam gadis kecil itu.

Rafka tidak mendengar atau memilih tidak mendengar. Ia berdiri, mengambil helm, lalu memacu motornya pergi. Dia yakin kakak iparnya pasti marah karena tidak membalas pesannya.

Tangisan Gita pecah beberapa menit kemudian. Rembulan dan Pak Andi berusaha memenangkannya, namun tetap tidak bisa.

Kirana berlari keluar dapur begitu mendengar suara itu.

“Kenapa, Gita?” Kirana berjongkok, mengusap pipi putrinya yang basah air mata.

"Mas Rafka mau beli bensin, Mbak," ucap Rembulan.

“Papa pergi, Ma,” isak Gita. “Dia bohong.”

“Bohong gimana?”

“Kemarin Ara bilang mau pergi ke Timezone sama Papa. Katanya aku nggak diajak.”

Kata-kata itu menghantam Kirana tepat di dada.

Timezone. Pesan pagi tadi.

[Mas, jangan lupa antarkan aku dan Ara ke Timezone.]

Kirana memeluk Gita erat-erat. Dadanya terasa sesak, seolah ada tangan tak kasatmata yang meremas jantungnya perlahan.

Di kepalanya, potongan-potongan kecil mulai tersusun. Sebuah bukti perselingkuhan? Belum pasti. Namun, cukup untuk menimbulkan retakan pertama.

Kirana tahu, retakan sekecil apa pun, jika dibiarkan, bisa menghancurkan segalanya.

1
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
Nor Azlin
semoga kecelakaan nanti saat pulang baru tau rasa biar Rafka cacat yah apa dengan itu Kinati mau lagi sama Rafka nya 😏😏😏beci bangat dengan alasan anak yatim juga janda ...pantasan orang-orang benci yang namanya janda ada di lingkungan orang-orang yang berkeluarga yah nahh ini sebab nya kerana segelintir jandanya yang seperti Kinati ini lah nama janda yang betul2 menjanda jadi rusak yah 😂😂😂 lanjutkan thor
Nor Azlin
pasti kalau sudah ketahuan selingkuh nya pasti Rafka akan menyalahkan kirana kerana tidak pernah ambil tau tentang dia lagi kan ...bodoh amat lah mau ambil tau lagi kalau burung mu itu sudah kecelup pada lubang kakak ipar mu sendiri ...kalau aku jadi kirana pun tidak akan bersama lagi dengan laki2 yang sudah kecelup lubang kakak nya sendiri atau wanita lain nya kerana aku merasa jijik deh mau bersentuhan pun rasa enggak mau yah sama kayak nya kirana yah ...kalau itu yang di persoal kan nanti kamu tinggal bicara aja kamu sudah tau sejak awal tapi kamu tidak mendapatkan bukti yang kukuh lagi kerana kakak mu itu ratu kering nya tinggi yah ...saat itu tiba nanti kamu luahkan kesemua nya aja biar dia tau rasa jangan beri ampun mereka berdua yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
betul tu jadi jangan pernah menyakiti hati kedua nya kalau kamu banget sama apam kinati ceraikan aja kirana senangkan ...katakan aja sama keluarga mu berterus-terang aja sama keluarga mu jangan membebani kirana seorang diri ...kirana sesudah kamu menemukan bukti kukuh tolong bagi tau keluarga mertua mu biar mereka yang memberi ceramah pada Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
saran aku deh buka Restoran aja tu gunakan uwang tabungan kalian deh bukan nya kamu boleh merasakan hasil nya pun yang menggunakan uwang itu kakak kamu yang gatel itu 😏😏😏kalau aku jadi kamu aku pergi aja ke bank untuk mengeluarkan sehabis mungkin biar kinati tidak bisa seenak nya menggunakan hasil simpanan kalian itu deh ...bukan nya boleh belikan rumah impian kamu malah habis di jadikan uwang untuk membelikan kangkang kakak mu yang gatal itu 😂😂😂katanya uwang simpanan bersama kan harusnya kamu gunakan lah untuk diri mu nanti nya yah kamu keluarkan aja dari simpanan itu masukan ke simpanan peribadi mu aja demi masa depan mu sama Gita nanti nya sekurang nya hasil simpanan mu tidak sia2 deh ..ayo lah thor tolong ni kirana nya dia bisa masak kan jadi gunakan kelebihan nya itu untuk membuka Restoran aja dari minta kerja di mana2 ...atau kamu minta aja teman mu yang kamu temui dulu deh 😂😂😂lanjutkan thor
personal taste
aaa nangis
Nor Azlin
kamu bisa masak kan apa kata kamu buka aja kedai makan gunakan aja uwang yang kalian kumpul kan itu dari pada habis di makan Kinatinya juga Ara dasar suami enggak becus dayus sekali kamu itu yah kalau kamu maunya kinati lepaskan kirana biar dia hidup bahagia bersama orang lain deh ... lanjutkan thor
Nor Azlin
jangan jadi bodoh lah kirana bukti sudah di depan mata mu masih mau membiarkan nya yah ...kalau aku jadi kamu aku cek aja saldo bersama di bank baru kamu tau kegunaan apa uwang yang kalian hemat itu ...katanya simpanan bersama jadi kamu bebas mengecek nya di bank juga tu biar kamu tau pergi kemana uwang masa depan kalian rencanakan itu yah ...stop berpura-pura tidak tau deh lagi satu buat apa kamu harus ambil jemput anak nya kinati itu ibu mu itu masih ada kan jangan selalu dibodohkan deh tinggalkan keluarga mu itu hanya fokus aja dengan diri mu ...kalau perlu kamu cari lah pekerjaan yang membuat diri mu bahagia jangan mengurus lagi makan minum suami mu itu lagian dia juga tidak pernah mengurus kalian berdua ...thor boleh tidak peranan nya di Karina itu dibagi cerdas dikit atau cerdas banyak deh biar dia bisa kerja mencari uwang tidak perlu masak memas ngepel & mengurus si Rafka lagi dia mau bebaskan biar dia bebas melakukan dosa bersama ipar nya itu 😂😂tapi bebaskan kirana ceraikan dulu baru tau rasa kamu nya Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
aku jadi tidak suka sama ibu nya kirana yah masa anak buntut nya di jadikan babu sudah tu selalu ngalah aja sama kakak nya apa kirana itu bukan anak nya yah thor ...semoga perselingkuhan mereka di ketahui banyak orang deh terutama kirana yah ...kasihan geram banget sama suami nya itu sok perihatin banget sudah ngadon sama kakak ipar nya mau pegang2 kirana najis tu orang ...thor kebuka aib mereka di kelayakan aja deh biar tau rasa atau kasih nikah aja deh mereka biar kirana jadian sama orang lain yang lebih menyayangi nya & kalau perlu lebih kaya biar tau rasa si Rafka itu ...lanjutkan thor
Bundo yenti
Takkan pernah berobat anjing makan tahi selamanya akan tetap sepert itu
Gadis misterius
Merasa jd korban pdahal dia pelaku
cinta semu
bagus Thor ..q suka ...love sekebon untuk u♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
cinta semu
rafka lihat anak nikah langsung berasa banget kalo kebahagiaan anak adalah segalanya ...hemmm jadi ingat pas rafka khianati Kirana dgn kakak kandungnya ..tapi sudahlah yg penting sekarang Gita udah ada yg bertanggung jawab di hidup ny
guntur 1609
begitulah. kalain harus saling terbuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!