[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]
Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.
Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.
Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Lebih memahami
Lidya ikut menimpali sambil tersenyum bangga. "Ya baguslah, Sayang. Daripada dia diam di kamar dan terus tiduran atau main game. Mungkin dia ingin terlihat keren di depan teman baru Rio-nya itu."
Mereka semua tertawa menertawakan Luis yang kini menjadi pusat perhatian.
"Ah, sudahlah. Kalian berlebihan. Aku mau ke kamar dulu, mau istirahat," ujar Luis sambil beranjak pergi, mencoba menyembunyikan rasa kikuknya karena rahasia fisiknya mulai tercium.
"Tuh, kan! Dia marah! Dasar Kakak sensitif!" teriak Luna dari dalam kamar mandi, diikuti suara tawa Hendri dan Lidya.
Luis masuk ke dalam kamarnya dan segera mengunci pintu rapat-rapat. Ia menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang kokoh itu. Di dalam kegelapan kamar, ia segera memanggil layar sistemnya.
DING!
Layar biru transparan itu muncul, memancarkan cahaya redup yang menyinari wajah Luis.
"Seharusnya sebentar lagi... penyebab keluargaku mati di masa lalu akan segera datang," gumam Luis. Sorot matanya berubah menjadi sangat tajam dan dingin.
Luis tidak akan membiarkan Orang-orang ini menyakiti keluarganya dan akan menghukum mereka semua. Karena menurut ia, Jika hukum tidak dapat berlaku adil.
Maka ia yang akan menegakkan keadilan dengan caranya sendiri, walaupun dengan cara yang melanggar moral sekalipun.
Luis mulai menganalisis semua informasi yang telah ia pelajari tentang sistem selama beberapa waktu terakhir.
"Sepertinya untuk mengambil hadiah maksimal, aku harus mengeksekusi target secara langsung atau memberikan hantaman fisik. Tapi sistem ini juga memberikan hadiah atas efek domino dari tindakanku. Kasus Zora membuktikannya, aku mendapatkan uang karena hidupnya hancur akibat eksekusiku pada Kenzo dan ayahnya, tanpa aku perlu menyentuhnya sedikit pun."
Luis mengetuk-ngetuk dagunya, berpikir keras.
"Target utama harus dihabisi dengan tanganku sendiri. Itu yang memberikan bonus paling besar."
Namun, Luis menyadari satu kelemahan. Meskipun tubuhnya sudah mulai terbentuk dan ia memiliki bantuan sistem, ia masih kurang dalam hal teknik bertarung yang nyata.
Melawan preman sekolah seperti Kenzo atau orang tua seperti Wijaya mungkin mudah, tapi melawan pembunuh bayaran atau pengawal profesional yang mungkin dikirim oleh musuh berikutnya akan sangat berbeda.
Ia mengambil ponselnya, jarinya bergerak lincah di atas layar sentuh.
"Aku butuh tempat latihan yang tidak resmi. Tempat yang tidak mencatat identitas dan mengajarkan cara membunuh, bukan sekadar bela diri untuk olahraga," pikirnya.
Ia mulai mencari informasi tentang sasana tinju bawah tanah atau tempat latihan Muay Thai dan Krav Maga di pinggiran kota yang punya reputasi keras.
Luis tahu, dengan saldo miliaran rupiah yang ia miliki, ia bisa membeli instruktur terbaik atau bahkan menyewa tempat latihan pribadi yang tertutup.
"Waktunya semakin sempit," bisik Luis sambil menatap tanggal di layar ponselnya. "Aku harus siap sebelum mereka datang membakar rumah ini."
Di tengah kesunyian kamar, Luis mulai menyusun rencana latihan intensifnya. Ia tidak akan membiarkan sejarah berulang.
Kali ini, api tidak akan membakar keluarganya, melainkan akan membakar siapa pun yang berani melangkah masuk ke halaman rumahnya dengan niat buruk.
Luis kemudian meletakkan ponselnya, Ia berjalan ke arah jendela dan tersenyum.
"Ha, Kekuatan uang benar-benar luar biasa. Pantas saja banyak orang-orang yang tega melakukan kejahatan untuk benda ini. Benar-benar menarik."