NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Lonceng Kematian

​Tiga dentangan lonceng perunggu raksasa bergema di seluruh penjuru Puncak Bukit Sabit, menyapu lautan kabut pagi dan menggetarkan gendang telinga puluhan ribu murid luar. Hari yang paling dinantikan, sekaligus paling berdarah dalam kalender Sekte Awan Azure, akhirnya tiba.

​Turnamen Murid Luar.

​Di pusat arena yang terbuat dari susunan batu pualam hitam raksasa, sembilan arena pertarungan telah didirikan. Para tetua sekte luar duduk di atas paviliun melayang yang ditopang oleh formasi susunan angin, menatap ribuan murid yang berkumpul di bawah dengan ekspresi datar. Bagi mereka, ini hanyalah proses menyaring emas dari tumpukan pasir; yang lemah akan menjadi ampas, yang kuat akan masuk ke Sekte Dalam.

​"Aturan turnamen tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya!" Suara Tetua Gu, tetua berjenggot panjang yang pernah mengamati Lin Tian dari kejauhan, menggelegar mengalahkan suara riuh ribuan orang. "Pertarungan di atas panggung tidak membatasi senjata, namun dilarang menggunakan racun mematikan atau jimat tingkat tinggi. Menyerah atau terlempar dari panggung berarti kalah. Sepuluh besar akan masuk ke Sekte Dalam dan mendapatkan sepotong Fragmen Pil Pembentuk Pondasi!"

​Mendengar kata 'Fragmen Pil Pembentuk Pondasi', mata para murid langsung memerah karena hasrat. Itu adalah kunci untuk memperpanjang usia dan menembus ranah kehidupan yang lebih tinggi!

​Di sudut kerumunan, sosok berjubah abu-abu bersih berdiri dengan tenang, kedua tangannya terlipat di dalam lengan jubah. Lin Tian menatap panggung dengan sorot mata sedingin danau beku.

​Kehadirannya segera menarik perhatian murid-murid di sekitarnya. Kerumunan secara otomatis membelah, menciptakan jarak aman sejauh dua meter darinya.

​"Itu Lin Tian... Dia benar-benar berani muncul," bisik seorang murid dengan nada ngeri. "Sebulan lalu dia menghancurkan meridian Kakak Senior Zhao Meng hanya dengan satu pukulan. Kudengar sejak saat itu dia menghilang ke Hutan Binatang Buas."

​"Hmph, kebetulan macam apa itu? Mungkin dia menemukan pil penambah kekuatan sementara," cemooh seorang murid bertubuh kekar dari faksi lain yang berada di Tahap 5. "Lihat saja fluktuasi Qi-nya, dia menyembunyikannya dengan sangat rapat. Paling-paling dia hanya beruntung menembus Tahap 4. Di turnamen ini, murid Tahap 4 hanyalah umpan meriam."

​Lin Tian tidak memedulikan bisikan-bisikan itu. Pikirannya melayang pada tujuan utamanya: bukan hanya masuk ke Sekte Dalam, tetapi mencari akses ke Perpustakaan Kuno untuk menelusuri sejarah Lin Chen.

​Pengundian plat nama kayu segera dimulai. Ratusan pertarungan penyisihan berlangsung dengan cepat dan brutal. Darah membasahi pualam hitam, dan jeritan kesakitan menjadi musik latar turnamen.

​"Arena Nomor Empat! Lin Tian melawan Ma Bo!" teriak wasit dari atas panggung.

​Mendengar nama itu, sebagian besar penonton langsung mengalihkan pandangan ke Arena Nomor Empat.

​Ma Bo, seorang pemuda bertubuh besar dengan otot yang menonjol seperti batu, melompat ke atas panggung hingga membuat pualam itu bergetar. Ia mendarat dengan senyum buas. Fluktuasi energi Tahap 5 Pengumpulan Qi meledak dari tubuhnya, disertai aura elemen tanah yang kental.

​Di sisi lain, Lin Tian berjalan perlahan menaiki tangga panggung, seolah sedang berjalan-jalan di taman belakangnya.

​"Lin Tian, aku harus berterima kasih padamu," Ma Bo menyeringai sambil meretakkan buku-buku jarinya. "Kakak Senior Wang Jian dari Sekte Dalam telah mengeluarkan sayembara rahasia pagi ini. Siapa pun yang bisa mematahkan kedua kakimu dan membawamu berlutut ke hadapannya, akan diberikan Pil Pengumpul Qi Kualitas Tinggi dan perlindungan faksi Wang di masa depan."

​Mata Lin Tian menyipit. Wang Jian rupanya mulai curiga, atau dia sekadar ingin melampiaskan amarahnya atas kematian adiknya pada orang-orang yang pernah berkonflik dengan Wang Lei di sekte luar. "Begitukah?" Lin Tian menjawab pelan, suaranya sangat tenang. "Kalau begitu, majulah. Ambil hadiahmu."

​Sikap Lin Tian yang meremehkan membuat darah Ma Bo mendidih. "Mati kau, keparat sombong!"

​BOOM!

​Ma Bo menghentakkan kakinya. Qi atribut tanah mengalir ke tangan kanannya, membentuk lapisan batu keras yang menutupi seluruh lengannya. Teknik Tinju Penghancur Karang—teknik andalan Ma Bo yang pernah menghancurkan dada seekor beruang spiritual.

​Tubuh besar Ma Bo menerjang maju bagaikan banteng gila. Udara di sekitarnya tertekan, menciptakan angin puyuh kecil. Murid-murid di bawah panggung menahan napas; kecepatan dan kekuatan Ma Bo di Tahap 5 jelas bukan sesuatu yang bisa diremehkan.

​Tinju batu itu meluncur ganas ke arah dada Lin Tian.

​Satu meter... setengah meter... sepuluh sentimeter.

​Tepat ketika tinju itu hampir menyentuh pakaiannya, Lin Tian akhirnya bergerak. Ia tidak mencabut belati di pinggangnya, tidak pula menggunakan Qi murni keemasannya. Ia hanya mengangkat tangan kanannya dengan santai, telapak tangannya terbuka.

​Pakk!

​Suara benturan yang aneh terdengar. Waktu di Arena Nomor Empat seolah berhenti.

​Tinju batu Ma Bo, yang membawa momentum mengerikan dan kekuatan Tahap 5, terhenti seketika. Telapak tangan Lin Tian yang terlihat rapuh menahan tinju raksasa itu dengan mudah, seolah ia hanya menangkap sebuah daun kering yang jatuh dari pohon.

​"A... apa?!" Mata Ma Bo membelalak lebar, dipenuhi ketidakpercayaan. Ia mencoba menarik tangannya, tetapi jari-jari Lin Tian mencengkeram kepalan batunya seperti catok baja yang tidak bisa digerakkan.

​"Tinju yang terlalu banyak ampas," gumam Lin Tian.

​Sistem di kepalanya bahkan tidak bereaksi; serangan ini terlalu lemah dan dipenuhi celah untuk diekstrak analisisnya. Fisik Lin Tian yang telah ditempa oleh Esensi Api Jantung Bumi dan Qi Darah Serigala Angin kini memiliki ketahanan seperti monster.

​Lin Tian memutar pergelangan tangannya sedikit.

​KRAK!

​Lapisan batu di lengan Ma Bo hancur berkeping-keping, diikuti oleh suara patahan tulang yang mengerikan dari lengan aslinya.

​"ARGHHH!" Ma Bo menjerit histeris.

​Tanpa ekspresi, Lin Tian melepaskan cengkeramannya dan mengangkat kaki kanannya. Sebuah tendangan lurus, sederhana tanpa teknik apa pun, meluncur ke perut Ma Bo.

​DUAAR!

​Tubuh raksasa Ma Bo melesat ke udara layaknya bola meriam yang ditembakkan. Ia terlempar keluar dari arena, terbang melewati kepala kerumunan sejauh dua puluh meter, sebelum akhirnya menabrak pilar batu penyangga paviliun tetua hingga pingsan seketika sambil memuntahkan darah segar.

​Keheningan mutlak mencekik area di sekitar Arena Nomor Empat. Ribuan murid yang bersiap melihat Lin Tian dihancurkan kini berdiri terpaku bak patung es.

​Wasit di atas panggung menelan ludahnya yang terasa keras. "L-Lin Tian... menang!"

​Di atas paviliun melayang, Tetua Gu yang sedang meminum tehnya menghentikan gerakannya. Matanya yang tua namun tajam menatap Lin Tian dengan kilatan terkejut.

​"Fisik yang sangat menakutkan," gumam Tetua Gu pelan. "Dia bahkan tidak menggunakan seuntai Qi pun. Hanya mengandalkan kekuatan murni dari daging dan tulangnya. Anak ini... dia menyembunyikan kultivasinya. Dia bukan lagi pemuda berakar spiritual cacat."

​Sementara itu, Lin Tian membalikkan badannya dan menuruni panggung dengan langkah tenang. Pandangannya menyapu deretan murid luar yang kini menatapnya dengan campuran rasa takut dan segan. Tidak ada lagi yang berani menyebutnya sampah.

​Namun, indra spiritual Lin Tian yang tajam menangkap sebuah tatapan yang sangat berbisa dari arah area VVIP khusus murid dalam.

​Di sana, berdiri seorang pemuda berjubah putih dengan lambang awan perak di dadanya. Pemuda itu mengelus dagunya, menatap Lin Tian dengan senyum yang kejam dan mematikan. Ia bukan Wang Jian, melainkan salah satu anjing suruhan Wang Jian dari Sekte Dalam.

​Lin Tian membalas tatapan itu tanpa gentar sedikit pun.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!