Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Bab 13 – Uji Bakat Alami!
"Setiap orang ambil satu kristal dan harus menjaganya dengan baik. Sebelum kekuatan jiwa kalian mencapai 500, kristal ini belum dapat dipergunakan. Jika kalian telah mencapai 500, kalian akan membutuhkan kristal dengan tingkatan selanjutnya!" kata Arya sambil membagikan ke setiap orang.
Melihat Arya membagikan kristal tersebut, Bambang, Candra dan Joni terlihat ketakutan.
"Bagaimana kami dapat menerima barang semahal itu?" kata Bambang. Satu kristal seharga seribu koin. Bahkan uang hidup mereka selama 2 tahun takkan sebanyak itu dan Arya memberikan mereka sebuah kristal sebagai hadiah.
"Ya, Kami tak dapat menerimanya!" Candra menambahkan.
Joni juga melakukan hal yang sama. Mereka hanyalah murid biasa, yang tak pernah memiliki barang mahal sebelumnya?
"Ini diberikan oleh Arya, ambillah! Jika tidak, kau tak menganggap kami sebagai saudara?" Kata Darma dengan suara yang dalam sambil mengangkat keningnya.
Walaupun Darma hanyalah murid biasa, ia memiliki harga diri. ketiga murid tersebut saling bertatapan dan mengangguk. Hati mereka penuh kebanggaan saat Mengambil kristal dari tangan Arya.
"Arya, terima kasih, mulai sekarang kau adalah pemimpin kami. Jika perlu sesuatu perintahkanlah kami untuk melakukannya," kata murid tersebut. Mereka telah menganggap Arya sebagai bos dan memutuskan untuk mengikutinya.
Mendengar perkataan mereka, Arya tersenyum kecil. Memiliki mereka dalam kelompok ini, akan mengurangi setengah beban kerja mereka!
"Darma, kau yang pertama!" Arya melihat Darma "Lakukan seperti saat megikuti tes masuk sekolah!"
"Baiklah," angguk Darma. Ia mengangkat kristal tersebut dan perlahan-lahan memasukkan kekuatannya. Kristal tiba-tiba mulai bersinar. Semakin terang dan bercahaya, bersinar lembut menerpa wajah Darma yang terlihat dewasa, bintik-bintik cahaya mulai terlihat menari dalam kristal. Melihat dari kecerahan, masih cukup jauh untuk mencapai iblis petarung perunggu bintang 1.
Yang lainnya menatap ke arah kristal dan menghitung jumlah titik-titik cahaya, setiap titik cahaya menggambarkan satu kekuatan jiwa.
"Darma, kau meningkat pesat. Kau telah memilik 52 kekuatan jiwa!" Bagas terkesan, dengan jumlah itu, Darma mungkin menjadi yang pertama di antara mereka meraih 100, menjadi iblis petarung bintang 1.
Darma melihat Arya yang berkonsentrasi menatap kristal jiwa.
Dalam pandangan Arya, jumlah bukanlah masalah, 10 atau 100 tak berarti apapun, yang penting adalah bentuk dan atribut.
Dalam kristal terdapat beberapa titik putih terang, berkilauan dengan cahaya abu-abu kemerahan yang sesekali berkumpul membentuk berbagai bentuk, seperti awan.
Arya terkejut melihat kristal Darma, "Ini adalah atribut Api Petir dan bentuk Awan Guntur Surgawi," tak heran jika latihan pencapaiannya begitu cepat. Dengan bentuk Awan Guntur Surgawi dan atribut Api Petir merupakan pasangan yang cocok. Sangat disayangkan di masa lalu Darma melatih pola Inscription Keluarga Keraton, sehingga mencapai iblis petarung emas bintang 1 merupakan batas maksimal. Namun saat ini, Darma mempunyai kesempatan yang besar bersama Arya.
"Atribut Api Petir, bentuk Awan Guntur Surgawi?" mereka semua terlihat bingung dengan perkataan Arya.
"Di dunia ini, tak ada alam jiwa yang lemah. Merah, Jingga, kuning, hijau, cyan, biru, dan nila adalah 7 warna jiwa. Setiap warna menggambarkan kepribadian unik seseorang dan bakatnya. Berdasarkan beberapa alasan, beberapa alam jiwa lebih mudah dilatih, namun bukan berarti bahwa jiwa merah lemah. Jika kau mendapatkan tehnik cultivation yang tepat untuk dilatih bersama, bahkan dengan jiwa merah, kau akan memiliki kekuatan tak tertandingi. Bagi mereka yang mengelompokkan alam jiwa ke dalam tingkatan berbeda, dalam hal pencapaian kekuatan, mereka amatir!" senyum sinis Arya saat mengatakannya.
Mendengar ucapan Arya, Darma, Bagas dan lainnya bagaikan tersambar petir. Ini terlalu mengejutkan, sejak awal kota Kemuliaan, para legenda ahli menjelaskan bahwa alam jiwa bertingkat. Jingga yang terkuat, kuning lebih kuat dibanding jingga … apakah mereka hanya kumpulan amatir?
Dalam pemahaman alam jiwa, bahkan para legenda ahli tak memiliki level yang sama dengan Arya, Arya dapat bertanding dalam hal ilmu pengetahuan dengan mereka. Karena di masa lalu, Arya mencapai level di atas tingkat legenda sebuah tingkatan yang tak terpikirkan oleh mereka.
Arya melanjutkan, "Saat kau mendapatkan tehnik cultivation yang cocok, setiap warna dapat mencapai tingkat legenda! Darma memiliki jiwa kuning dengan atribut Api Petir dan bentuk Awan Guntur Surgawi. Dengan tehnik yang sesuai, pola inscription dan hewan iblis Guntur Surgawi untuk atributnya, hasilnya pasti akan mengejutkan. Sebaliknya, kekuatannya akan menurun jika ia berlatih hal lain, pencapaiannya akan menurun."
Darma terlihat terkejut, "Sayangnya, tehnik cultivation Api Petir di kota Kemuliaan tak sempurna. Bahkan jika mereka mencatat dari buku kuno, bahasanya akan sulit dimengerti" Darma tiba-tiba berpikir. Arya dapat melakukannya. Ia melihat Arya dengan penuh pengharapan.
Saat ini, Arya tersenyum senyum seolah-olah dia memiliki semua yang dibutuhkan. Ia berkata, "Ada aku di sini, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tehnik cultivation Api Petir bukan hal sulit bagiku. Aku mengetahui 64 tehnik Api Petir yang paling kuat, tehnik yang mana yang ingin kau gunakan?"
Tehnik Heavenly Scarlet Lightning? Tidak, tehnik ini terlalu berbahaya, terutama saat orang tersebut telah mencapai puncak kekuatan, dapat merusak meridian. Tehnik Heavenly Qilin? Tehnik ini mungkin cocok dengan fisik Darma. Tak ada masalah dengan tehnik ini namun tak pernah ada yang mencoba sebelumnya, bahkan penciptanya. Namun sepengetahuan Arya, 4 tahap awal sangat aman, dan hanya 3 tahap terakhir yang memiliki beberapa kesulitan.
Kekuatan tehnik ini tak perlu diragukan lagi. Melatih 4 tahap awal sudah cukup mengejutkan dan menakjubkan. Sedangkan 3 tahap terakhir tergantung pada nasib Darma.
"Kau akan berlatih tehnik Heavenly Qilin, salah satu dari 3 tehnik cultivation Api Petir terkuat. Aku akan memberikan penjelasan tehnik itu dan membuat salinan dari beberapa ilmu bela diri untuk di masa depan!" Arya segera menjelaskannya. Tehnik ini sangat tak sulit dan jelas, sehingga Darma cepat mengingatnya.
Pelan-pelan ia merenungi penjelasan tersebut, Darma sangat terkejut. Tehnik ini pastilah sangat kuat dibanding yang lain yang telah ia lihat sebelumnya! Hanya melalui penjelasan, Darma merasakan jiwanya terasa bergelombang, jiwanya merasakan tanda-tanda kekuatan itu. Ia belum memulai latihan dan kekuatannya telah bertambah!
Dapat dipastikan setelah latihan dengan tehnik ini, Darma akan memiliki seluruh loncatan dan ikatan pada jiwanya!
Sepanjang waktu, Darma bertahan dengan nasib hampa keluarganya. Mimpinya dapat merubah nasib orang tua dan keluarganya, namun ia sadar bahwa semua itu tak akan mudah. Namun saat ini, Darma berpikir bahwa dengan latihan tehnik yang rajin, semua itu akan mungkin terjadi! Semuanya berkat Arya!
"Aku akan mencatat semua keterangan mengenai tehnik ini dalam beberapa hari!" kata Arya dengan senyuman.
Darma sangat bersukur pada Arya, matanya memerah, nada suaranya terdengar serius, "Kebaikanmu mengajarkanku tehnik ini, aku sangat menghargainya. Jika kau memerlukan bantuanku di masa depan, maka aku, Darma tak akan ragu melakukannya. Aku dengan senang hati mati oleh kutukan langit!"
"Jangan seperti itu, kita adalah saudara! Itu hanyalah tehnik cultivation!" tawa Arya sambil menepuk belakang Darma.
Bagi Arya, ini hanyalah hal kecil, namun bagi Darma ini adalah hal yang penting!
Saat itu, Bagas dengan penuh kegembiraan berkata, "Kalian pria lembek, sebagai saudara kita harus saling berbagi dalam suka dan duka bersama! Arya, aku memiliki jiwa merah, apakah aku juga dapat melatih kekuatan jiwa?"
"Tentu saja, setiap orang akan melakukannya, bahkan jika itu adalah jiwa mereka, kecuali ada perbedaan dalam tehnik cultivation yang sesuai dengan alam jiwa!" kata Arya, tersenyum.
Bagas mulai memasukkan kekuatannya ke dalam kristal. Kristal jiwa mulai berkilau. Lusinan titik cahaya merah berputar dalam kristal. Tingkat kecerahannya lebih rendah dibanding milik Darma! Melihat ini, wajah Bagas berubah merah. Kekuatan jiwanya sangat rendah.
"Jiwa merah, dengan atribut Chaos dan bentuk Scarlet Sun!" Arya mengerutkan alisnya sesaat. "Bentuk Scarlet Sun merupakan hal yang umum, namun atribut Chaos sangatlah jarang. Hanya ada satu di antara ratusan ribu orang. Mengapa tidak berlatih tehnik Holy Primal Chaos?"
"Holy Primal Chaos? Apakah itu kuat?" tanya Bagas penasaran, terdengar sangat kuat dari penyebutannya.
"Tentu saja, tehnik ini tidak kalah dengan tehnik Heavenly Qilin. Tak membutuhkan banyak latihan, hanya dibutuhkan untuk menumbuhkan aura Chaos di tubuhmu, sesuai denganmu," kata Arya, tertawa, "Itu tergantung keberuntungan agar dapat melatihnya hingga ke level tertinggi."
Mendengar hal itu, mata Bagas tiba-tiba bersinar. Tehnik cultivation ini sangat sesuai dengannya. Ia tertawa dan berkata, "Aku tak perlu