NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melakukan Penawaran

*****

Tok

Tok

Tok

" Masuk." Titah Rocky.

Marvin membuka pintu dan masuk ke ruangan Rocky.

" Selamat pagi pak Rocky." Sapa Marvin menunduk sekali.

" Selamat pagi. Ada apa Marvin?" Jawab Rocky.

" Ini ada pengajuan pinjaman karyawan pak."

" Silahkan duduk." Perintah Rocky.

Marvin kemudian duduk di kursi yang ada di depan Rocky dan meletakkan map yang berisis pengajuan pinjaman karyawan untuk di tanda tangani Rocky.

" Pinjaman karyawan? Berapa orang?" Tanya Rocky.

" Ada 3 orang, Pak. Dua orang dari lapangan dan satu orang lagi dari menegemen periklanan." Jawab Marvin.

Rocky menghentikan aktifitas nya dan mengambil map yang di letakkan Marvin di atas meja.

" Apa mereka sudah tahu aturan nya?" Tanya Rocky.

" Sudah pak. Dua dari mereka sudah pernah melakukan pinjaman." Jawab Marvin.

Mata Rocky langsung melotot saat dia mulai menanda tangani pengajuan karyawan. Dia melihat nama Ariana di daftar peminjam yang terakhir. Dan bukan tanggung - tanggung. Ariana mengajukan pinjaman sebanyak 50 juta.

" Ini Ariana mau pinjaman?" Tanya Rocky memastikan.

" Iya, pak. Dia butuh biaya untuk membayar biaya koas adik nya untuk bulan depan." Jawab Marvin membenar kan nya.

Hati Rocku serasa di sayat pisau tajam. Saat orang yang dia sayangi mengajukan pinjaman pada kantir milik nya. Padahal Rocky bisa memberikan lebih dari yang Ariana butuhkan.

" Ini terlalu besar." Tolak Rocky.

" Tadi nya saya juga berfikir begitu pak. Tidak mungkin perusahaan menyetujui pinjaman besar untuk karyawan. Tapi dia benar - benar butuh uang itu pak. Selama ini Ariana tidak pernah mengajukan pinjaman ke kantor."

" Apa dia tidak punya keluarga untuk memberikan pinjaman pada nya?"

" Tidak pak. Ariaan tidak punya keluarga di Jakarta."

" Soal Ariana, saya akan pikirkan dulu." Ucap Rocky.

" Baik pak. Kalau begitu saya permisi dulu."

" Iya. "

Marvin mengambil map itu dan meninggalkan ruangan Rocky.

Rocky memejamkan mata dan mendesah berat, tubuhnya terkulai di kursi kebesaran. Pikirannya berkecamuk tak karuan, seolah berusaha mencerna penderitaan Ariana yang tak terperikan selama ini untuk membiayai studi Amelia.

Setiap nafasnya bagai berat seolah membawa beban dunia. Ketidakmampuannya menembus kenyataan pahit itu mengiris hatinya dalam-dalam.

*

*

*

" Ariana." Panggil Marvin.

" Iya pak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ariana.

" Tidak ada. Hanya saja saya mau menyampaikan soal pinjaman kamu."

" Iya pak. Bagaimana pak? Di terima nggak pak?" Tanya Ariana penuh rasa penasaran.

" Jumlah pinjaman kamu terlalu besar. Pak Rocky bilang dia perlu memikirkan nya terlebih dahulu sebelum menyetujui nya. Apa lagi kamu hanya dari bagian periklanan." Jawab Marvin menjelaskan nya.

Senyum di wajah Ariana tiba-tiba lenyap, digantikan dengan kerut-kerut kekecewaan yang mencuri ekspresinya.

Penolakan pinjaman nya membuat dia seprti berhenti bernafas sesaat.

" Ariana. Jika kamu izinkan, saya bisa membantu kamu membayar biaya kuliah Amelia sampai dia koas. Dan kamu tidak perlu memikirkan membayar nya." Tawar Marvin dengan tulus.

" Nggak usah, pak. Terima kasih. Saya nggak suka meminta pada orang selagi saya mampu untuk berusaha." Tolak Ariana.

" Siaoa bilang kamu meminta? Saya yang menawarkan nya Ariana. Kamu bisa anggap ini bantuan saya untuk Amelia. Yang terpenting Amelia bisa koas bulan depan." Bujuk Marvin msmberikam pengertian.

" Maaf pak. Tapi saya nggak bisa menerima bantuan dari bapak ini." Tolak Ariana lagi.

Marvin membuang nafas nya panjang sebelum dia kembali membuka suara.

" Ariana. Kamu tahu kenapa saya melakukan nya makanya kamu menolak nya kan? Kamu takut kamu menjadi hutang budi dan terpaksa menerima saya? Iya kan?" Ucap Marvin lagi.

Ariana diam tak mampu menjawab. Apa yang di katakan Marvin adalah sebagain dari pikiran nya saat ini. Karena dia rahu Marvin yang menaruh hati pada nya.

" Saya tidak pernah memaksa kamu untuk menerima saya. Kamu tahu dengan perasaan saya saja, sudah cukup untuk saya. Setidak nya saya bisa menunggi kesempatan untyk mendapatkan hati kamu. Tapi bantuan saya kali ini murni untuk membantu Amelia. Tidak ada alasan yang lain." Kata Marvin.

Yah ... Ariana kenal betul dengan Marvin. Bahkan bukan hanya pada Ariana. Marvin juga sering membantu karyaaan yang lain.

" Tapi maaf pak. Saya nggak bisa menerima bantuan bapak."

" Tapi Ariana..."

" Biarkan saya berusaha dulu pak. Nanti, kalau saya tidak juga mendapatkan uang nya, saya akan menerima bantuan bapak." Potong Ariana sebelum Marvin sempat melanjutkan ucapan nya.

" Baik lah Ariana. Kamu bisa berusaha dulu. Tapi jangan lupa. Kamu nggak sendiri, ada saya yang selalu siap bersama kamu dalam keadaan apa pun." Ucap Marvin.

" Terima kasih pak. Kalau begitu saya permisi ke meja saya dulu pak." Pamit Ariana.

Marvin hanya bisa pasrah saat Ariana menolak bantuan dari nya.

Di balik dinding, Rocky mencondongkan telinganya, menangkap setiap pembicaraan antara Ariana dan Marvin.

Seketika, rasa marah membuncah dalam dadanya, menjalar ke setiap saraf. Tangannya menggenggam erat, hampir memutih, seolah ingin menghancurkan segala yang ada di dekatnya. Rasa cemburu yang menyala membuatnya geram ketika Marvin mencoba mendekati wanita yang selama ini menjadi obor dalam kegelapan hidupnya.

*

*

*

" Ari. Di panggil pak Rocky tuh di ruangan nya." Kata Lily saat Ariana kembali ke meja kerja nya.

" Di panggil pak Rocky? Ada apa ya kira - kira?" Tanya Ariana heran.

" Ya mana gue tahu Ari. Mau ngajak loe meeried mungkin?" Jawab Lily dengan santai nya.

Ariana mengerutkan kan kening nya menatap Lily.

" Apa?"

" Nggak usah ngegas gitu juga kali. Biasa aja. Gue ya nggak tahu lah. Kan yang di panggil loe. Makanya buruan loe kesana. Biar loe tahu." Jawab Lily.

Ariana melangkah gontai menuju ruangan Rocky, setiap detik terasa semakin berat. Degup jantungnya semakin kencang, seolah memompa ketakutan yang menggelayut di benaknya. Pikirannya terbayang-bayang bahwa panggilan dari bosnya kali ini hanyalah untuk sekali lagi melampiaskan amarah dan kekecewaan kepadanya.

Tangan-tangannya basah oleh keringat dingin, bergetar tak terkendali saat ia berdiri di ambang pintu ruangan Rocky.

Jantungnya berdebar kencang, dilanda kebimbangan yang menyiksa antara langkah maju mengetuk atau melangkah mundur menjauh.

Tok

Tok

Tok

" Masuk." Titah Rocky dari dalam ruangan nya.

Ariana pun. Melangkah masuk ke dalam ruangan Rocky.

" Bapak manggil saya?"

" Duduk." Perintah Rocky.

Dengan ragu Ariana duduk di kursi di hadapan Rocky.

" Sampai segitu nya kamu nggak menganggap aku sampai kamu nggak mau meminta bantuan padaku?" Tanya Rocky menaikan nada suara nya.

Ariana mengaitkan kedua alis nya. Merasa bingung dengan ucapan Rocky pada nya.

" Maksud bapak apa?" Tanya nya heran.

" Kenapa malah mengajukan pinjaman padahal kamu bisa minta bantuan aku kan untuk bayar uang kuliah nya Amelia?" Tanya Rocky lagi.

" Sudah lah. Aku malas membicarakan yang bukan urusan kantor." Kata Ariana.

" Sekarang tarik kembali pengajuan pinjaman kamu itu dari HRD. Aku akan membayar semua biaya kuliah Amelia sampai dia lulus." Pinta Rocky dengan paksa.

" Nggak usah. Kalau memang kamu nggak mau menyetujui pengajuan pinjaman aku, aku bisa cari pinjaman dari orang lain." Tolak Ariana.

" Ini perintah."

" Kamu nggak berhak memerintah aku."

" Kamu lupa kamu sedang berada dimana sekarang? Ini kantor ku. Dan kamu bekerja dengan ku. Jadi aku berhak memerintah kamu sesuka hati ku." Paksa Rocky.

" Ini bukan perintah untuk pekerjaan kita, Rocky. Ini sudah urusan pribadi. Jangan egois."

Rocky mulai kesal dan bangkit dari duduk nya.

" Kamu yang egois." Tunjuk Rocky pada Ariana.

Ariana ikut bangkit dari duduk nya. Dia berjalan mendekati Rocky dan menurunkan tangan Rocky yang menunjuk nya.

" Aku egois? Kamu bilang aku egois? Aku sedang berusaha mencari uang untuk membayar biaya kuliah Amelia, kamu bilang aku egois?" Tanya Ariana. Mata nya menyala menunjukkan sebuah emosi yang menggumpal.

" Kamu egois karena kamu malah menyusahkan diri kamu sendiri. Itu masalah kamu." Jawab Rocky.

" Terus aku harus bagaimana? Mengemis bantuan dari kamu? Begitu?" Tanya Ariana.

Rocky mendesah. Lalu berjalan menjauh dari Ariana.

" Baiklah. Aku tidak akan memaksa kamu mengemis bantuan pada ku. Aku akan bayar biaya kuliah Amelia sampai dia lulus. Termasuk biaya koas nya."

" Aku nggak butuh bantuan dari kamu." Kata Ariana berjalan akan keluar dari ruangan Rocky.

Dalam sekejap, Rocky menangkap tangan Ariana dengan kuat, menghentikan langkahnya yang tergesa-gesa.

" Kita bisa buat perjanjian untuk ganti biaya kuliah Amelia." Kata Rocky.

" Aku nggak butuh belas kasihan dari kamu. Lepaskan." Ariana mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Rocky.

" Kantor akan mengadakan acara ulang tahu perusahaan. Aku mau kamu yang menghendle acara nya sampai selesai. Sebagai ganti biaya kuliah Amelia." Tawar Rocky.

" Aku nggak mau." Tolak Ariana dengan tegas.

" Kamu nggak punya pilihan lain lagi, Ariana." Bisik Rocky saat dia melepaskan genggaman nya.

Ariana menatap Rocky dengan tajam. Sebuah keputusan yang dia ambil Rocky terpaksa dia setujui demi biaya kuliah sang adik.

" Aaggkkk." Geram Ariana lalu melangkah keluar dari ruangan Rocky.

*

*

*

Rizal terdiam di ruang kerjanya, mata terfokus pada layar laptop yang menyala. Pintu terbuka pelan dan Yusnita masuk, membawa secangkir kopi yang mengepul. Dengan gerakan lembut, dia meletakkan cangkir itu di meja Rizal.

"Masih banyak kerjaan, Mas?" tanya Yusnita dengan suara lembut, menatap Rizal yang tampak lelah.

" Sebentar lagi juga selesai, sayang. Bulan depan kan acara ulang tahun perusahaan. Beberapa klien dari luar negeri akan datang. Ini kesempatan emas buat Rocky menarik investor yang banyak. Jadi saya harus mempersiapkan nya dari sekarang." Jawab Rizal.

" Jangan terlalu banyak memberi pekerjaan pada Rocky, Mas. Dia jadi terlalu sibuk sampai mengabaikan Nelly." Pinta Yusnita.

Rizal menghela napas, matanya masih tertuju pada layar sebelum akhirnya menoleh ke Yusnita.

"Yusnita, duduk sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan," ujarnya, menggeser beberapa berkas untuk memberi tempat.

Yusnita menarik kursi dan duduk di depan Rizal, matanya penuh tanya.

"Ada apa, Mas?"

Rizal mengambil secangkir kopi, menyesapnya sebelum mulai berbicara.

"Ini tentang pertunangan Rocky dan Nelly. Saya rasa kita perlu menundanya dulu," kata Rizal dengan nada serius.

Wajah Yusnita berubah, kedua alisnya bertaut.

"Menunda? Tapi kenapa? Semua persiapan sudah kita bicarakan baik - baik, dan mereka berdua tampak bahagia."

Rizal meletakkan cangkirnya, matanya menatap Yusnita dengan intens.

" Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan lagi. Terutama soal Rocky. Dia tidak bahagia bersama dengan Nelly."

Yusnita menggeleng, kekecewaan tergambar jelas di wajahnya.

" Tidak bisa, Mas. Kita harus segera melangsungkan pertunangan mereka. Ingat mas, kita sudah berjanji dengan kedua orang tua Nelly untuk menikah kan Nelly dengan Rocky. Kamu yang hutang Budi dengan papa nya Nelly. Tapi sekarang malah kamu yang ingin menunda pertunangan mereka." Tolak Yusnita.

Rizal mencoba menenangkan situasi.

" Saya hanya ingin yang terbaik untuk mereka, Yusnita. Saya tidak bermaksud menghalangi. Saya tahu saya berhutang Budi pada papa nya Nelly. Tapi situasi sekarang belum tepat. Rocky belum matang dengan hati nya."

" Rocky sudah sangat matang dan siap dengan pertunangan nya. Jika kamu tidak setuju aku mempercepat pertunangan mereka, silahkan kamu diam saja. Aku tidak akan minta bantuan dari kamu. Aku juga bisa menyiapkan semua nya sendiri."

" Jangan memaksa Rocky. Dia itu anak kita satu - satu nya. Kebahagiaan Rocky adalah prioritas bagi kita."

Namun, Yusnita sudah berdiri, matanya tajam menatap Rizal.

"Pertunangan ini akan terus berlangsung, Rizal. Aku tidak bisa membiarkanmu mengubah rencana yang sudah disetujui semua pihak."

Dengan langkah tegap, Yusnita meninggalkan ruangan, meninggalkan Rizal yang masih duduk, merenung dalam kebingungan dan kekhawatiran yang mendera pikirannya.

*

*

*

Amelia berjalan pelan mendatangi Ariana yang tengah sibuk dengan tumpukan kerja nya di atas meja kamar kost.

" Kak." Panggil Amelia.

" Hum..."

"Amel udah di tanya kak, kapan uang koas nya mau di bayar?"

" Nanti kak Rocky yang bayar. Sekalian bayar uang kuliah kamu sampai lunas." Ujar Ariana tanpa mengalihkan fokus nya dari layar di depan nya.

Amelia terkejut mendengar ucapan Ariana. Dengan mata yang membesar karena penasaran, dia duduk di sebelah Ariana, menunggu setiap kata yang akan terlontar selanjutnya.

" Kok bisa kak Rocky yang bayar? Kakak balikan lagi ya sama kak Rocky?" Tanya Amelia penasaran.

" Nggak usah bahas itu aja ya, Mel. Nggak ada kata balikan sama kakak dan Rocky. Dia sudah punya calon tunangan. Nggak mungkin balikan sama kakak lagi." Jawab Ariana.

" Terus kok kak Rocky mau bayarin uang koas Amel? Uang kuliah juga, sampai Amel lulus lagi. Itu kan uang nya banyak kak?" Tanya Amelia lagi.

Ariana memejamkan mata nya dan mendesah pelan.

" Itu karena kak Rocky sayang sama kamu. Dia tahu kakak nggak bakal mampu bayar uang kuliah kamu sampai kamu lulus. Makanya dia sekarang berubah menjadi seorang malaikat buat bantuin kamu." Jawab Ariana pada Amelia.

" Masak sih cuma itu saja?" Curiga Amelia.

" Terus kamu berharap apa?" Tanya Ariana heran.

Amelia tak menjawab tapi mata nya mengecil menatap Ariana.

" Jangan mikir yang macem - macem Amel. Nggak kan ada yang terjadi antara kakak dan Rocky." Ucap Ariana agar menjauh kan Amelia dari rasa penasaran dan curiga nya soal Rocky.

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!