NovelToon NovelToon
Janji CINTA

Janji CINTA

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Menikah Karena Anak / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: syitahfadilah

Memiliki anak tanpa suami membuat nama Cinta tercoret dari hak waris. Saudara tirinya lah yang menggantikan dirinya mengelola perusahaan sang papa. Namun, cinta tidak peduli. Ia beralih menjadi seorang barista demi memenuhi kebutuhan Laura, putri kecilnya.

"Menikahlah denganku. Aku pastikan tidak akan ada lagi yang berani menyebut Laura anak haram." ~ Stev.

Yang tidak diketahui Cinta. Stev adalah seorang Direktur Utama di sebuah perusahaan besar yang menyamar menjadi barista demi mendekatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!

Menjelang siang, Vano pun berangkat ke rumah sakit setelah sebelumnya mengganti setelan kantornya dengan pakaian santai. Kali ini ia tidak menggunakan motor melainkan membawa mobilnya sendiri untuk menjemput Cinta dan Laura. Nanti dia akan bilang pada Cinta jika itu mobil rentalan.

Sesampainya di rumah sakit, ia langsung menuju ruang perawatan Laura. Cinta sedang membereskan barang bawaannya saat ia masuk.

Cinta menyambut kedatangan temannya itu dengan senyuman. Tak menyangka jika Stev akan benar-benar datang menjemputnya.

Vano pun membalas senyuman itu lalu berpindah menatap Laura yang duduk di atas bed. "Hei anak cantik, udah mau pulang ya? Duh senengnya mau ketemu Opa dan Oma di rumah." Ia mencolek gemas pipi gembul anak itu. Laura langsung bereaksi menangkap jari telunjuknya sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang baru dua itu.

Cinta tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan Stev. Papanya bahkan tidak pernah menggendong Laura. Apa lagi mama Ratih, mama tirinya itu selalu menarp putrinya dengan tatapan jijik.

Setelah mendapat surat rujukan pulang, mereka pun segera meninggalkan rumah sakit. Benar saja, Cinta menanyakan soal mobil yang dibawa Stev, pria itupun harus berbohong dengan mengatakan itu adalah mobil rentalan.

Sebelum mengantarkan pulang, Vano terlebih dahulu mengajak Cinta untuk makan siang bersama di sebuah rumah makan sederhana yang terletak di pinggir jalan. Ini adalah pertama kalinya bagi Vano makan di tempat seperti itu, sebab tak mungkin dalam penyamarannya ini ia mengajak Cinta ke restoran bintang lima tempat ia biasa makan.

"Van, aku benar-benar gak enak loh. Kamu udah bela-belain jemput kami berdua sampai rental mobil segala. Dan sekarang kamu malah traktir aku makan," ucap Cinta. Makanan yang terhidang di depannya terlihat lezat, tapi tak mengunggah seleranya karena merasa tak enak hati pada Stev.

"Santai aja kali, Cin. Gak usah sungkan begitu. Kita kan teman, jadi sudah sewajarnya saling membantu," ucap Vano. Ia sudah lebih dulu makan, ternyata hidangan di rumah makan sederhana tak kalah lezat dengan makanan restoran bintang lima.

"Ayo makan, jangan dilihatin aja makanannya."

Cinta mengangguk, ia pun mulai menyendok makanannya. Vano yang melihatnya sedikit kesusahan makan dengan sambil memangku Laura, mengambil alih sendok di tangan wanita itu dan ganti menyuapinya.

"Stev, gak usah. Biar aku makan sendiri," tolak Cinta ketika Stev hendak menyuapinya.

"Gak apa-apa, biar aku suapin. Kamu repot sambil mangku Laura. Ayo buka mulutnya," pinta Vano.

Mau tak mau Cinta pun membuka mulut, ia memang sudah merasa lapar. Belum sempat makan dan tiba-tiba saja Stev sudah datang menjemputnya.

Jika Cinta merasa sungkan pada teman baristanya itu, lain lagi dengan Vano yang justru merasa momen ini sangat spesial. Kapan lagi ia bisa seperti ini, makan bersama Cinta juga Laura yang ada diantara mereka. Membuatnya merasa sudah terlihat seperti satu keluarga kecil.

Setelah selesai makan. Vano pun langsung mengantar dua wanitanya itu pulang. Kurang dari lima belas menit berkendara, mobil yang dikemudikannya pun tiba di depan gerbang rumah Cinta.

Vano segera mengambil masker dan memakainya, lalu keluar dari mobil lebih dulu Kemi membuka pintu di samping Cinta. Mengambil alih menggendong Laura agar Cinta lebih mudah turun dari mobil.

Meski heran melihat Stev tiba-tiba memakai masker, tapi Cinta tidak bertanya. "Terima kasih ya, Stev. Aku benar-benar merepotkan kamu hari ini," ucapnya masih merasa sungkan.

"Sama-sama. Aku senang kok direpotkan sama kamu. Kapan pun kamu butuh aku, langsung telpon saja," kata Vano.

Cinta menanggapinya dengan senyuman. Ingin sekali ia mengajak Stev untuk singgah sebentar, tapi kondisinya sekarang tidak memungkinkan ia membawa laki-laki masuk ke rumah. Bisa-bisanya ia akan semakin dipandang hina dan dianggap wanita murahan.

Pak Amin pun datang membukakan pagar. Tak berselang lama dari itu, Indri pun keluar untuk melihat siapa yang bersama Cinta. Ia sedang bersantai di balkon kamarnya saat sebuah mobil singgah di depan gerbang dan melihat Cinta turun dari mobil itu bersama seorang laki-laki. Terlalu sayang melewatkan apapun berita tentang saudari tirinya itu.

"Wah wah, sekarang kamu sama siapa lagi, Cinta? Sudah bosan ya sama laki-laki yang tempo hari bawa motor butut?" Indri tersenyum sinis menatap Cinta, lalu berpindah menatap pria bermasker di samping saudari tirinya itu. Tatapannya meneliti penampilan pria itu dari atas hingga bawah.

"Mobilnya sih keren, tapi orangnya enggak banget. Yakin deh, itu cuma mobil rentalan." Ia terkekeh geli menatap penampilan pria itu yang biasa-biasa saja. Tidak sinkron dengan mobil yang dikendarainya.

"Tapi mau-maunya aja sih, kamu sama perempuan yang punya anak haram seperti dia!" Indri kembali menatap Cinta dengan remeh.

Vano mengepalkan sebelah tangannya dengan erat, rahangnya tampak mengeras. "Jaga mulut kamu!" teriaknya penuh emosi.

Indri tersentak, ia menatap pria bermasker itu dengan kening mengkerut. Kenapa suaranya terdengar familiar.

Sadar telah bertindak gegabah, Vano menarik nafas dalam-dalam untuk mengurai emosi yang mengepung di dada. Tapi sungguh, ia benar-benar tidak terima mendengar Laura dikatai anak haram. Ingin sekali ia robek mulut Indri.

"Jaga bicaramu, gak ada yang namanya anak haram di dunia ini. Semua bayi itu terlahir suci tanpa dosa!" ucapnya kemudian dengan suara yang disamarkan.

Indri menatap pria bermasker itu dengan lekat. "Kenapa jadi kamu yang marah? Hah, aku tahu. Atau jangan-jangan kamu itu adalah ... Ayahnya Laura?" Sudut bibirnya tertarik membentuk seringai tipis kala melihat mata pria itu bergerak gelisah.

Vano melirik Cinta yang sejak tadi hanya diam. Sama sekali tidak ada reaksi yang ditunjukkan wanita itu atas perkataan Indri barusan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Cinta, kenapa tidak mengenalinya sebagai laki-laki yang telah merenggut kesuciannya saat itu.

"Diam gak membantah itu artinya benar ya, kamu itu Ayahnya Laura?" Indri terkekeh. Maju selangkah mendekati pria bermasker itu. "Nikahi dong ibunya, jangan mau enaknya aja!" ucapnya sambil mendorong pelan bahu pria itu.

Indri pun mundur kembali lalu menatap Cinta. "Mantan anak kesayangan Papa ini ternyata benar-benar wanita murahan!" ucapnya lalu bergegas pergi. Entah pria itu benar ayah kandungnya Laura atau bukan, yang jelas ia merasa puas memaki Cinta dihadapan pria asing itu. Jika perlu didepan orang banyak agar semua orang tahu keburukan saudari tirinya itu. Sekarang ia tinggal mempersiapkan diri untuk tampil menarik menyambut kedatangan Vano dan orang tuanya malam ini. Akan akan ia tunjukkan pada Cinta, seberapa sayangnya papa Haris padanya yang sudah mau memenuhi keinginannya untuk menjamu keluarga Vano dengan spesial malam ini khusus untuknya.

"Non Cinta yang sabar, ya. Non Indri memang sangat keterlaluan." ucap pak Amin yang sejak tadi juga diam. Ia pun merasa geram atas semua cacian Indri terhadap Cinta.

Cinta mengangguk pelan dan tersenyum. Di rumahnya sendiri ia diperlakukan dengan semena-mena, tapi setidaknya ada pak Amin dan Mbok Darmi yang berpihak padanya.

"Stev, terima kasih ya sudah mengantar kami pulang. Dan aku benar-benar minta maaf atas kejadian tadi, aku benar-benar gak enak sama kamu," ucap Cinta.

"Kenapa sih, kamu diam aja? Seharusnya kamu balas semua cacian dia. Kalau perlu, sumpel mulutnya pake cabe setan!" geram Vano.

"Setuju!" Pak Amin malah mengacungkan jempolnya.

Cinta terkekeh, Stev dan pak Amin ada-ada saja.

"Ya udah, aku pamit dulu, ya." Vano mencolek hidung Laura. "Sehat-sehat ya cantik," ucapnya kemudian masuk ke mobil.

"Lihat saja, Indri. Aku akan mempermalukan kamu!" Vano mencengkram kuat stir mobilnya. Sebelum pak Haris yang akan ia buat menyesal telah menyia-nyiakan Cinta dan Laura. Ada Indri yang lebih dahulu harus ia permalukan di depan publik karena telah menghina dua wanitanya.

1
Manggar Manggar
👍👍
Omah Tien
lm2 jd bosen syg cm anak yg lain
Omah Tien
g tegas ko jd suami.pingplang
Lina Herlina
kalo cinta bukan korban tapi kenapa dia trauma ya?
Qaisaa Nazarudin
ALASAN konyol,Bilang aja hanya demi Nafsu mu,kebanyakan Drama...Udah tentu2 ada bibik dirumah yg bisa jagain Cinta.. Alasan..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
ANAK TIRI OK..BUKAN ANAK SENDIRI,ANAK SENDIRI AJA DIA RELA MENGUSIR DAN MEMBUANGNYA TANPA USUL PERIKSA..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya RATIH juga dilaporkan karena sudah berkerjasama dengan INDRI..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk YAKIN KAMU YANG PERTAMA BAGI VANO?? YANG BENAR NYA VANO YG PERTAMA BAGI KAMU.. KASIAN DEH LHO,DAPAT BARANG BEKAS..KAN BEKASNYA LAURA TUH,UDAH PASTI JUGA YG LAINNYA,KAN SEBELUM SAMA LAURA DIA JUGA HAMPIR NYURUH MAURA UNTUK MENCARIKANNYA WANITA PANGGILAN...CKCK...
Qaisaa Nazarudin
Coba aja kalo dari dulu kamu Tegas dan gak jadi LELAKI PENCUNDANG,semua ini gak akan berlaku.. Sekarang Sadarkan kamu..???
Qaisaa Nazarudin
Noh Anak yg kamu bela-belain mati matian,Gimana Haris ?? 😏😏
Qaisaa Nazarudin
Pulang sana ntar gak dapat JATAH kamu..kan itu yg kamu TAKUTKAN selama ini,makanya kamu selalu BELAIN DIA DAN ANAKNYA, Tampa kamu mau mendengar Alasan anak kandung mu sendiri,kenapa dia bisa pulang membawa anak kecil bersamanya..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kalo aku jadi Cinta Tinggal aku usir dia,gimana dia dulu yg mengusir kamu,Jangan bilang SEJAHAT2 NYA DIA TETAP AYAH KANDUNG KAMU,CKKK ALASAN YANG BASIII...🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
BODOH gak tuh, nyamar kerja Housekeeping tapi pake Heels...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Laura meninggal saat melahirkan..
Qaisaa Nazarudin
Nah disaat ini KTP nya Cinta tercecer dan ditemukan oleh Vano..
Qaisaa Nazarudin
Aku pasti ini juga kerjaannya Indri kan,Kan dia bilang tadi udah berapa kali MENJEBAK Vano tapi selalu aja berhasil lepas dari JEBAKAN nya..
Qaisaa Nazarudin
Kamar Vano,Saat ini Vano pasti dlm keadaan Mabok..dan memperkokos Laura..
Qaisaa Nazarudin
Nah ini dia KTP Cinta masih ditangan Laura dan terjatuh saat Laura keluar dari kamar Vano, Jadi Vano yg menemukan KTP itu, Terjadi lah salah paham..
Qaisaa Nazarudin
LAURA?? ini pasti mama kandungnya LAURA,Jadi nama LAURA diambil sempena nama SAHABATnya/ Mama kandung LAURA,Terus dimana LAURA sekarang?? MENINGGAL saat lahiran ya..
Qaisaa Nazarudin
DASAR JALANG...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!