NovelToon NovelToon
Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Mafia / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: King Nan

Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.

Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 2 - TERBANGUN DI DASAR JURANG

Rasa sakit adalah hal pertama yang menyambut kesadaran barunya.

Bukan rasa sakit tajam seperti peluru Marco di Bumi, bukan pula rasa sakit terbakar seperti saat akarnya dicabut oleh Lin Xuelan di Pulau Matahari Abadi. Ini adalah rasa sakit yang tumpul, dingin, dan terus menerus seolah olah setiap inci ototnya telah digantikan oleh timah panas yang berat.

Kelopak matanya bergerak perlahan, terasa sangat lengket dan berat. Saat mata itu akhirnya terbuka, yang ia lihat bukanlah langit-langit kristal atau puncak gunung yang megah, melainkan atap kayu yang sudah lapuk, dipenuhi lubang-lubang kecil yang membiarkan cahaya bulan yang pucat menyelinap masuk ke dalam ruangan.

"Tuan Muda... Anda bergerak? Tuan Muda!"

Suara itu serak, seperti suara seseorang yang telah menangis selama berjam-jam. Qing Zhao atau yang kini harus menerima identitas sebagai Xiao Nan mencoba menolehkan kepalanya. Saraf di lehernya memprotes dengan rasa kaku yang luar biasa. Di samping tempat tidur kayu yang keras dan tanpa kasur itu, seorang gadis remaja duduk bersimpuh.

Wajah gadis itu layu, matanya sembab karna tangis, dan pakaiannya hanya berupa kain tipis yang penuh tambalan. Namun, tatapannya saat melihat Xiao Nan membuka mata adalah tatapan yang belum pernah ia temui di dua kehidupan sebelumnya sebuah ketulusan murni tanpa pamrih.

"Minum... air..." suara Xiao Nan keluar seperti gesekan amplas pada kayu kering.

Gadis itu, Ling’er, dengan terburu-buru mengambil sebuah cangkir tanah liat yang retak. Ia membantu mengangkat kepala Xiao Nan dengan sangat hati-hati. Air dingin mengalir melewati tenggorokannya yang meradang, memberi sedikit nyawa pada tubuh yang hampir mati itu.

"Tuan Muda, syukurlah... Saya pikir... saya pikir Anda tidak akan bangun lagi," Ling’er terisak pelan sambil meletakkan kembali cangkirnya. "Tuan Muda Kedua dan para pengikutnya... mereka benar-benar keterlaluan. Bagaimana mereka tega memukuli seseorang yang bahkan tidak memiliki basis kultivasi sampai seperti ini?"

Xiao Nan tidak menjawab. Ia sedang sibuk melakukan sesuatu yang jauh lebih penting, diam dan memahami semua hal yang sudah terjadi pada hidupnya selama ini .

Sebagai Lin Ye, ia adalah ahli taktik yang selalu memeriksa sumber dayanya sebelum berperang. Sebagai Qing Zhao, ia adalah jenius yang mengenal setiap denyut nadi energi. Namun sekarang, saat ia mencoba memindai tubuhnya sendiri, ia ingin tertawa jika saja tertawa tidak membuat dadanya sesak.

Tubuh ini benar-benar hancur.

Bukan hanya Akar Naga Surgawi nya yang hilang dicuri di dunia atas, tetapi fondasi tubuh ini di Pulau Bulan Surga sejak awal memang adalah sebuah kegagalan. Jalur-jalur meridiannya tersumbat, tulang-tulangnya rapuh karena gizi buruk, dan ada jejak racun parah yang tampaknya telah diberikan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun oleh seseorang yang menginginkannya mati perlahan.

'Benar-benar permulaan yang menjijikkan,’ batin Xiao Nan dingin.

Dikhianati oleh tunangan di dua dunia, dan sekarang dibuang ke dalam tubuh yang bahkan tidak layak disebut sebagai manusia. Di Sekte Xiao, ia hanyalah target latihan bagi murid-murid rendahan lainnya, sebuah samsak hidup yang mereka panggil Tuan Muda hanya untuk mengejek statusnya sebagai putra sah yang terbuang.

"Ling’er," panggilnya setelah beberapa menit terdiam.

​"Iya, Tuan Muda?"

​"Cermin. Bawakan aku cermin."

Ling’er ragu sejenak. Ia takut Tuan Mudanya akan semakin depresi melihat wajahnya yang penuh luka lebam. Namun, ada sesuatu dalam nada bicara Xiao Nan yang membuatnya tidak berani membantah. Itu bukan nada bicara pemuda lemah yang ia kenal sebelumnya itu adalah nada perintah seorang pria yang terbiasa ditaati.

Gadis itu mengambil sepotong perunggu mengkilap yang berfungsi sebagai cermin.

Xiao Nan menatap pantulan dirinya. Wajah di dalam perunggu itu masih sangat muda, mungkin sekitar tujuh belas atau delapan belas tahun. Meski penuh memar dan kotor, wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa ketampanan seorang bangsawan. Namun, yang paling menarik bagi Xiao Nan adalah matanya.

Mata Xiao Nan yang dulu mungkin penuh dengan kesedihan dan keputusasaan. Tapi sekarang, mata itu memancarkan aura Lin Ye yang dingin dan aura dendam Qing Zhao yang membara.

"Dengarkan aku, Ling’er," Xiao Nan berkata sambil menurunkan cermin itu. "Mulai hari ini, kau tidak perlu menangis lagi. Setiap tetes air mata yang kau keluarkan untukku... aku akan memastikannya dibayar dengan setetes darah dari mereka yang menyakiti kita."

Ling’er terpaku. Ia merasakan bulu kuduknya berdiri. "Tuan Muda... Anda... Anda terasa berbeda."

"Tentu saja," Xiao Nan tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak mencapai matanya. "Pemuda yang kau kenal telah mati di gerbang sekte itu. Yang tersisa sekarang adalah seseorang yang akan memastikan bahwa pengkhianatan... adalah kesalahan terakhir yang pernah mereka lakukan."

Tiba-tiba, saat Xiao Nan mencoba mengatur napasnya, sebuah sensasi panas muncul di dalam dadanya. Di ruang kosong di mana seharusnya ada akar kultivasi, sebuah cahaya hitam legam mulai berputar.

[Sutra Bayangan Naga: Tahap Pembentukan Qi Dasar]

Buku kuno yang ia temukan di Bumi yang dia gunakan sebagai pajangan yang ternyata merupakan kunci kultivasi di dunia ini, buku itu mulai bereaksi. Teknik ini tidak membutuhkan akar kultivasi normal yang dicuri oleh Lin Xuelan. Teknik ini justru membutuhkan sesuatu yang dimiliki Xiao Nan dalam jumlah melimpah saat ini, Kegelapan dan Rasa Sakit.

Kau ingin aku menjadi sampah, Fang Wei? Kau ingin aku merangkak di debu, Lin Xuelan?’

Xiao Nan menutup matanya, mulai mengikuti instruksi pertama dari Sutra Bayangan Naga. Energi hitam mulai merayap keluar dari sumsum tulangnya, mulai mengonsumsi rasa sakitnya dan mengubahnya menjadi kekuatan.

Aku akan merangkak keluar dari jurang ini. Dan ketika aku kembali ke Pulau Matahari Abadi, aku tidak akan datang sebagai Qing Zhao sang jenius... Aku akan datang sebagai Xiao Nan, penguasa dari kegelapan yang kalian ciptakan sendiri.’

Malam itu, di gubuk kotor di pinggiran Sekte Xiao, sebuah perubahan besar dimulai. Tanpa pil obat, tanpa bantuan tabib, Xiao Nan memulai langkah pertamanya untuk membangun kembali kekaisarannya. Bukan sebagai kultivator biasa, melainkan sebagai seorang bos mafia yang tahu bahwa untuk menguasai dunia, seseorang harus terlebih dahulu menguasai rasa sakitnya sendiri.

1
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
no komen thor yg penting gak hiatus thor
Pecinta Gratisan
ok thor semangat updatenya sampai tamat thor⚡🔨
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor cerita nya💞
hahaahaha
Luar biasa
Andi Heryadi
jgn cm buat diri sendiri,bikin juga anak buahnya tambah kuat
Andi Heryadi
ganti panggilan bos dgn tuan muda thor
Andi Heryadi
keren....terus bertambah kuat Xiao nan
Andi Heryadi
semoga gak berhenti ditengah jalan Thor, ceritanya lumayan bagus
I'm Alone❄️: insyaallah nggk berhenti ditengah jalan, saya usahain selesai Sampek season 3
total 1 replies
Andi Heryadi
bantai jgn ksh ampun ....
Andi Heryadi
mantap thor
Andi Heryadi
ttp semangat thor
Andi Heryadi
masih menyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!