NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Ibu Muda Yang Tangguh

Transmigrasi Menjadi Ibu Muda Yang Tangguh

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Penyesalan Suami / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Model / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aida

Isabelle Madelein, seorang model yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 27 tahun mengalami kecelakaan saat akan pulang. Ia dinyatakan meninggal oleh kepolisian tidak lama setelah kejadian.

Tiba-tiba Isabelle terbangun dan merasakan tubuhnya sakit semua. Tapi yang mengejutkan adalah ia terbangun bukan ditubuhnya. Melainkan tubuh orang lain.

Seorang wanita cantik tapi lemah yang mempunyai dua orang anak. Ia bernama Adelle Josephine.

Adelle hidup tersisih dalam keluarga suaminya. Ia diperlakukan semena-mena bahkan suaminya sendiri tidak terlalu memperdulikannya.

Suami Adelle lebih memperhatikan Kakak Ipar dan anak-anaknya dari pada istri dan anak-anaknya sendiri.

Isabelle bertekad akan merubah jalan hidup Adelle dan kedua anaknya.

Ia juga akan mencari tau tentang kecelakaan yang menimpanya. Apa ada seseorang yang dengan sengaja ingin melenyapkannya.

Bisakah Isabelle menjalankan rencananya ?


Othor minta tolong support nya banyak-banyak ya teman-teman 🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi Pelajaran

Pelayan itu pergi memberitahukan keinginan Adelle pada chef yang bertugas membuat hidangan di mansion ini.

Sebenarnya Adelle tidak suka merepotkan orang lain. Apalagi menunggu seperti ini. Ia lebih senang untuk berkutat sendiri membuat hidangan dengan kedua tangannya.

Tapi mulai sekarang, ia harus bisa menahan dirinya untuk melakukan pekerjaan rumah yang biasa ia lakukan di rumah lamanya. Ia harus biasa menikmati hari sebagai Nyonya muda Alain setelah sepuluh tahun lamanya.

Tiba-tiba ia merasa tenggorokan nya kering. Ia butuh air. Tanpa memanggil pelayan yang berlalu lalang, ia menuju dapur untuk mengambil air dingin.

Tapi langkah nya terhenti saat ia mendengar perdebatan dua orang di dapur. Hanya ada mereka berdua. Tidak ada orang lain.

"Ini perintah Nyonya besar dan Nyonya Nichole. Kau berani membantah nya ?" Kata seseorang berseragam pelayan.

"Tapi aku tidak berani. Kita tidak tau itu obat apa. Jika Nyonya Adelle kenapa-napa maka Tuan Dimitri akan menyalahkan ku". Balas seorang chef wanita yang masih muda.

"Jadi kau berani melawan perintah Nyonya ? Baiklah, aku akan melaporkan mu". Kata si pelayan tadi.

"Jangan. Jangan Nana. Kalau Nyonya besar marah, aku bisa kehilangan pekerjaan ku". Kata chef itu dengan ketakutan.

"Itu kau tau. Kau butuh banyak uang untuk pengobatan putrimu kan ? Makanya ikuti saja perintah ku. Berikan obat ini di puding yang kau buat. Mumpung masih hangat obat ini bisa larut".

Akhirnya dengan segala bujuk rayu, chef muda itu memberikan beberapa tetes pada puding yang akan dimakan Adelle.

Melihat itu pelayan disebelahnya merasa tidak gemas. Ia segera menuang semua cairan bening dalam botol kecil itu.

"Kenapa dituang semua ?" Tanya chef itu benar-benar merasa takut. Ia tidak mau membahayakan Adelle walaupun mereka tidak saling mengenal.

"Sudah diam saja. Kau terlalu lama".

Semua itu tidak luput dari penglihatan Adelle. Ia menatap dua orang itu dengan tatapan tidak bisa ditebak.

Lalu Adelle kembali ke minibar tanpa berniat untuk minum. Sepertinya ia harus mulai bertindak lebih cepat.

"Nyonya ini salad yang anda minta. Puding nya masih hangat. Chef masih meletakkannya di freezer agar cepat dingin. Mungkin lima menit lagi baru bisa dimakan".

"Tidak apa-apa. Aku bisa menunggu. Oh iya siapa namamu ?" Tanya Adelle yang merasa tertarik dengan pelayan yang ia temui tadi.

"Nama saya Esme, Nyonya".

"Kau pelayan pribadi seseorang ?"

"Tidak Nyonya. Saya pelayan yang bertugas menyajikan makanan dan membereskan nya jika sudah selesai ".

Adelle diam sebentar. Seperti ada sesuatu yang ia pikirkan.

"Siapa nama pelayan pribadi Marline dan Nichole ?"

Esme terkejut mendengar Adelle memanggil majikan mereka langsung menggunakan nama tanpa embel-embel.

"Kalau pelayan Nyonya besar namanya Nana. Kalau pelayan Nyonya Nichole namanya Ines".

"Baiklah mulai sekarang kau akan jadi pelayan pribadi ku. Aku akan bicara pada Bibi Selin". Kata Adelle sambil memakan salad buahnya.

Esme terkejut tapi ia hanya mengangguk. Tidak berani membantah istri dari tuan mudanya.

Adelle menikmati makanan nya dengan tenang sambil otaknya terus berputar.

"Dimana Bibi Selin di jam begini ?"Adelle menanyakan kepala pelayan yang bertugas mengurus segala keperluan di mansion besar ini.

"Bibi Selin sedang keluar menemani Nyonya besar".

Adelle manggut-manggut. "Tolong ambilkan aku air minum".

Esme mengangguk kemudian menuju dapur. Sedangkan Adelle masih memakan salad buahnya.

"Nyonya, ini puding anda sudah bisa dimakan. Silahkan". Kata Esme menyerahkan sekotak puding berisi empat puding yang sudah dicetak.

"Aku akan memakannya di kamar. Nanti kau temani aku menjemput Eloise dan Darrel". Adelle pergi menuju kamar nya dengan membawa pudingnya.

Tapi tidak seperti yang dikatakan oleh Adelle jika ia ingin pergi ke kamarnya. Ia berbelok menuju kamar Nyonya Marline.

Siapa sangka kalau pintu kamarnya tidak dikunci. Mungkin karena ada pelayan pribadi nya yang akan atau sudah membersihkan kamarnya

Adelle masuk dengan mudah. Kemudian dia meletakkan puding itu diatas meja kecil di samping meja rias.

Sebenarnya ia tidak yakin kalau Nyonya Marline akan memakannya, atau bisa juga Nana si pelayan pribadinya akan membuangnya saat masuk kesini nanti.

Tapi tidak masalah, jika pun tidak dimakan oleh Nyonya Marline tidak apa-apa. Ia tidak memakannya saja sudah merasa beruntung. Jadi ia akan merasa beruntung lagi jika tau obat apa yang di berikan Nana tadi.

Ia tidak lama berada di kamar itu. Segera ia keluar setelah meletakkan puding.

Adelle pergi ke taman belakang untuk memikirkan langkah apa yang akan ia ambil untuk membongkar perselingkuhan Dimitri dan Nichole. Ia saja tidak tau berapa lama kedua manusia laknat itu pergi.

"Kalau saja aku masih jadi Isabelle, pasti Alice bisa membantu ku". Katanya memikirkan Asisten pribadi nya yang sangat bisa diandalkan.

"Aku juga tiba-tiba sangat rindu pada David. Semoga kau baik-baik, David".

Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. Jika mau membuktikan perselingkuhan Dimitri dan Nichole, maka ia harus pergi ke kota dimana mereka berada.

Mencari informasi nya tidak lah sulit. Tapi jika ia pergi artinya ia harus meninggalkan anak-anaknya. Apa bisa ?

Selama ini mereka bertiga kemana-mana selalu bersama. Dan lagipula apa Eloise dan Darrel akan mengizinkan.

"Tidak apa. Akan aku coba bicara pada mereka berdua". Kemudian Adelle masuk ke dalam saat sinar matahari semakin terik.

Di dalam ia melihat Bibi Selin, si kepala pelayan sedang bicara pada tiga orang pelayan. Mungkin ia sedang menegur ketiganya.

"Bibi Selin.." Panggil Adelle. Mereka tidak terlalu kenal dekat. Tapi selama yang Adelle ingat, wanita paruh baya ini cukup baik padanya meskipun pendiam.

Tapi ia tetap harus berhati-hati, tidak ada yang tau arti dibalik kediaman seseorang.

"Iya Nyonya.." Bibi Selin menundukkan kepalanya.

"Aku ingin meminta izin untuk menjadikan Esme sebagai pelayan pribadi ku". Kata Adelle.

"Esme ?"

"Iya. Apakah boleh ?"

"Tentu, Nyonya. Nanti saya akan mendisiplinkan nya".

"Tidak usah. Biar aku saja yang memberitahukan tugasnya". Kata Adelle.

Bibi Selin hanya mengangguk dengan sedikit senyum. Bagi Adelle raut seperti itu menggambarkan sebuah rahasia. Dan Adelle harus berhati-hati.

"Nana, dimana Nana". Teriak Nyonya Marline berjalan tertatih-tatih sambil memegangi perutnya. Ia nampak lemas.

"Ada apa, Nyonya ?" Tanya Bibi Selin meninggalkan Adelle dan menghampiri Nyonya Marline.

Adelle hanya bersedekap dan memandang mereka dari kejauhan.

"Panggil Nana kemari. Aku sakit perut setelah memakan puding. Sudah tiga kali aku pergi ke toilet. Aduh, perutku sakit sekali". Kata Nyonya Marline.

Adelle tertawa tertahan mendengar nya. Jadi obat yang dicampur dalam puding tadi adalah obat pencahar.

"Nikmatilah ulahmu sendiri, ibu mertua. Dan untuk Nana, kau tunggu gilirannya". Kata Adelle pelan kemudian meninggalkan mereka.

Ia masih mendengar teriakkan Nyonya Marline yang memaki-maki Nana. Dan Nana dibuat kebingungan kenapa puding itu bisa ada di kamar Nyonya Marline.

Semuanya menjadi pertunjukan yang cukup menghibur hari ini.

1
Plo Iss
suka visualnya. nyambung sama ceritanya. kereeen 😍
Soeryono Tangerang
dasar bodoh bikin masalah ga mau menghindar..... apa autgor ga nyambung ya
Soeryono Tangerang
dasar Adeĺle di bikin bego sama Author ...
Soeryono Tangerang
Adelle perempuan bodoh ....
Kanjeng Ribet
wa'alaikumsalam.. drumah ajah sambil baca karya mu mak otor🤭
Manggar Manggar
👍👍👍
Wulan Dari
sedikit lucu, kenapa dia langsung seperti menerima kehidupan nya,yg aku liat cerita transmigrasi, bahkan yg pindah jiwa berbeda dimensi aja masih berusaha nyari kehidupan lalu nya,ini malah dia nyaman" aja, seharusnya sayang sih sayang sama tu anak, tapi cepat bergerak lah, pikiran kok singkat padahal dia model, seharusnya udh dapat uang gitu pergilah dari situ nyari tau tentang kehidupan aslinya, walaupun sambil berusaha, kalau sayang sama tu dua anak bisa di bawa.
Wulan Dari
baru awal udh nangis sesegukan wkwk
Ayana🇮🇩🇯🇵
Padahal cocok elsa sama isaac krna sudah merawat selama koma
yuqana
keereenn̈🤩🤩🤩
Moertini
terimakasih Thor mantap asyiiik ceritanya sudah tamat berakhir bahagia meskipun banyak cobaan kehidupan bisa menjadi contoh yang baik diambil yang jelek dibuang tidak ditiru dilanjutin terus berkarya semangat dan selalu sehat
Aida: Terima kasih kembali kak. Kakak bisa baca karya othor yang lain. Othor tunggu dukungannya 🙏😍
total 1 replies
Moertini
selamat Adella sudah hamil semoga selalu sehat dan lancar ,selamat sampai melahirkan dilanjutin Thor semangat dan selalu sehat bisa berkarya terus👍👍💪💪
Moertini
lucunya Arthur tapi setia banget jaga adiknya Adella dan David pastinya😄😄🤭👍
Evy
Kenapa Esme tidak berjodoh dengan Isaac saja.bukankah Esme pelayan pribadi nya..yang sudah begitu saling mengenal...
Aida: Esme pelayan pribadi Adelle, kak. Yg perawat pribadi Isaac itu Elsa
total 1 replies
Liana Simon
bagus ceritanya
Evy
Bisa bisa tidak dapat dipakai lagi tuh barang karena sudah diinjak oleh istri sahnya...
imoe nawar
👍👍
Evy
Ketiga anak Tuan Raphael itu pastilah...Isabelle,Adellle dan Arthur...tiga orang yang adik beradik yang terpisahkan oleh waktu...
Dewi Kasinji
nyonya Alba ini definisi ibu yang terlalu sayang anak kali ya ... jadi menyalahkan org lain atas keadaan anaknya. gak mau melihat sudut pandang org lain
🦋⃞⃟𝓬🧸 Muffin🧚🏻‍♀️: ✨ Halo Sahabat Pembaca! ✨
Aku baru saja merilis cerita terbaru berjudul “SCARLET MEMORIES” 🖤

Kisah tentang Diana Rosemary Falika— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang dia anggap tulus.

lelaki dari masa lalunya kembali, membawa rahasia yang bisa membuat Diana hancur dan memilih pergi jauh membawa bayinya .

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa❤️
total 1 replies
Evy
David langsung bikin pagar dirumah kekasihnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!