NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Cuaca Mendung

Cuaca pagi hari itu mendung suara petir menggelegar di angkasa . Hujan turun dengan deras disertai angin kencang .

Seorang perempuan berjalan sendirian pulang dari tempat kerja , karena ia tidak mempunyai kendaraan . Tidak lama kemudian ia sampai di rumahnya yang terbilang sederhana .

Hidup di kampung membuatnya harus bekerja keras demi keluarganya . Suaminya bekerja serabutan yang gajinya tidak dipastikan kapan waktunya . Sedangkan ketiga anaknya masih sekolah di bangku sekolah menengah pertama . Jarak antara anak pertama selisih satu tahun begitu juga anak kedua dan anak ketiga .

"Kenapa hari ini hujan ya , padahal semalam cuaca terang banget ," kata Samsuri melihat suasana di depan rumah . "Namanya juga cuaca tidak bisa diprediksi , Pak ," sahut Alif anak pertama yang duduk di kelas tiga .

"Hari ini libur saja sekolahnya kan hujan ," kata Manaf anak ketiga sambil sarapan padahal ia sudah memakai seragam sekolah . "Terus kenapa kamu pakai seragam kalau libur ?" tanya Abdul anak kedua .

“Kalian mau libur nanti tidak dapat nilai kalau libur?" tanya Murni mendengar perkataan kedua anaknya , ia baru saja pulang kerja karena hari ini ia masuk malam .

Murni bekerja di pabrik dengan pergantian tiga shift pulang pergi diantar jemput oleh mobil dari pabrik hanya sampai jalan utama sedangkan ia berjalan kaki dari rumah kurang lebih sepuluh menit .

Murni langsung membuat sarapan begitu sampai rumah lalu membersihkan diri dan bergabung bersama suami dan anaknya di ruang makan .

Hujan berhenti ketika waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi . Anak-anaknya langsung bersemangat berangkat ke sekolah .

"Ayah , ibu , kami berangkat sekolah dulu ya ," ketiga anaknya berpamitan kepada Samsuri dan Murni mencium tangan mereka lalu berjalan kaki menuju jalan utama .

"Bapak tidak bekerja ?" tanya Murni merapikan meja makan . Samsuri melihat wajah istrinya merasa bersalah , ia tidak bekerja karena tidak ada yang menyuruh atau mengajaknya bekerja sedangkan kebutuhan rumah tangga kian bertambah .

“Tidak ada panggilan kerja ,' jawab Samsuri dengan wajah santai duduk di ruang tamu sambil memandang keluar jendela . Murni menatap suaminya jengah pergi ke dapur mencuci peralatan bekas makan .

Siang harinya Murni menyambung pekerjaan di rumah yaitu membuat kue untuk di titipkan di warung untuk menambah pemasukan . Ia sudah tidak peduli dengan suaminya yang hanya duduk saja di rumah .

Seseorang datang dengan wajah serius melihat Samsuri sedang duduk di teras sendirian . “Sam , kenapa wajahmu sedih begitu ?" tanya Iwan duduk di sampingnya . "Aku sedih karena tidak ada kerjaan ," jawab Samsuri .

Iwan mengangguk paham dengan keadaan Samsuri . "Aku tahu apa yang ada dipikiranmu , ada tawaran pekerjaan itu sih kalau kamu berminat ," kata Iwan dengan yakin .

Samsuri menatap tajam Iwan ."Serius , Wan ... Apa pekerjaannya ?" tanya Samsuri penasaran . "Kerja menjaga rumah orang ,lumayan gajinya besar ," jawab Iwan .

Samsuri merasa ada angin segar ia bersemangat ingin kerja tapi seketika membuatnya ragu . "Apa kamu bilang aku harus tinggal di sana , terus bagaimana dengan istri dan anakku ?" tanya Samsuri .

"Kamu kerja demi istri dan anakmu tidak usah khawatir tinggal kamu kirim uang beres kan !' Iwan memberi saran . “Aku pikir-pikir dulu ,“ kata Samsuri perasannya tidak enak akhir-akhir ini .

"Kalau begitu aku pulang dulu , nanti kalau kamu berubah pikiran ngomong sama aku ," kata Iwan pergi meninggalkan rumah Samsuri .

             ______________

Menjelang petang rumah penduduk tertutup rapat tidak ada seorangpun terlihat di jalanan atau hanya di teras , semua masuk ke dalam rumah . Samsuri dan keluarga berkumpul di ruang tengah seperti biasa .

“Bu , Iwan menawarkan pekerjaan yaitu menjaga rumah orang tapi harus tinggal di sana ," kata Samsuri sambil merokok . Murni melihat suaminya lalu beralih pada ketiga anaknya .

"Maksudnya bapak jadi satpam begitu ?' Murni balik bertanya . "Mungkin tapi Iwan tidak bilang begitu cuma bilang jaga rumah gitu doang ," jawab Samsuri ,ia menyadari sesuatu .

"Besok aku tanyakan lagi sama Iwan lagi pula kasih kerjaan tidak jelas begitu ,“ Samsuri merasa heran . "Kalau pekerjaannya baik dan halal terima saja yang penting majikannya baik ," sahut Murni .

"Ibu , besok ambil raport kelulusan ," kata Alif . Murni terkejut setahu dia masih satu semester lagi ternyata anak pertamanya akan lulus ia menghembuskan napas pelan . "Iya biar bapakmu yang ambil raport , besok ibu masih masuk pagi ," balas Murni .

"Ternyata kamu sudah besar ya , bapak pikir masih anak-anak, yang pinter sekolahnya agar kelak bisa mencari pekerjaan yang layak ," sahut Samsuri . " Siap bos ," jawab Alif mengangkat tangannya memberi hormat kepada bapaknya .

Begitu juga dengan Abdul dan Manaf , mereka mengambil raport kenaikan kelas . “Bapak ambil raport kami juga loh ,“ kata Abdul menunjuk dirinya dan adiknya Manaf . Manaf mengangguk mengiyakan kata kakaknya .

"Iya besok bapak ambil raport kalian semua ," sahut Samsuri melihat ketiga anak laki-lakinya . Murni terharu melihat ketiga anaknya sudah beranjak remaja sebentar lagi yang satu lulus dan melanjutkan sekolah SMA sedangkan yang dua kenaikan kelas .

"Kalian saling menjaga ya kalau di sekolah jangan sampai adik kalian di buly sama temannya ,“ pesan Murni kepada ketiga anaknya ."Iya ,Bu ," jawab ketiganya serempak .

"Kalian kompak sekali seperti paduan suara ," kata Samsuri tertawa melihat ketiga anaknya .

Malam semakin larut suasana semakin sepi , Murni mematikan lampu di semua ruangan kecuali kamar mandi sementara kamarnya dan kamar ketiga anaknya di ganti dengan lampu yang sedikit cahaya .

Semua masuk ke dalam kamar masing-masing dan mengunci . "Apa ibu merasakan sesuatu hal aneh di rumah ini ?' tanya Samsuri merebahkan tubuhnya di tempat tidur . Murni terkejut mendengar perkataan suaminya . "Aneh bagaimana maksudnya ?" tanya Murni heran .

"Setiap malam aku mendengar orang berjalan dan menggedor sebuah pintu tapi aku tidak tahu dimana ," jawab Samsuri . "Aku tidak mendengar apa-apa selama tinggal di rumah ini , kamu ada-ada saja ,sudah malam tidur , besok katanya mau berangkat kerja ," Murni mengingatkan .

“Iya nanti juga tidur tapi ini mata belum mau tidur ," sahut Samsuri berpindah posisi menghadap istrinya sambil memegangi dagu istrinya yang lancip . Murni memeluk suaminya sampai terdengar suara halus dari mulutnya , Samsuri tersenyum senang tapi hatinya kasihan pada istrinya , ia ikut memejamkan matanya .

Di ruang bawah tanah sesosok makhluk keluar melalui celah di antara papan dengan pelan menuju luar untuk berburu . ia melihat seorang anak kecil tidur dengan nyenyak mengamati wajah m begitu dalam dan memberi sentuhan melalui hembusan angin menerpa wajah anak itu

Sosok makhluk itu merasa heran dengan tempat itu karena dulu tempat itu bukan sebuah rumah besar tapi sebuah rumah kecil yang ia huni namun sekarang berubah di huni oleh seorang manusia .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!