Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bantuan Sistem
"Violetta, jika ini cara untuk merebut perhatianku, maka tidak akan berhasil. Aku membenci wanita kasar sepertimu. Belasan tahun ini merupakan waktu yang paling memuakan bagiku!" Ucap Sebastian penuh penekanan.
Violetta mengejarnya selama bertahun-tahun. Memberikan hadiah, mengirimkan bayak pesan bagaikan teror tawaran pinjaman online. Tidak mungkin tiba-tiba tidak menyukainya. Ini pasti hanya trik agar menarik perhatiannya.
"Wajahmu begitu menyebalkan." Senyuman menghina menyungging di bibir Violetta. Entah kenapa semenjak melihat pemuda yang berdiri di belakangnya, wajah tampan Sebastian kini benar-benar bagaikan cumi-cumi kering dimatanya.
"Kakak! Aku tau kakak marah karena kami tadi tidak sengaja berciuman. Tapi itu benar-benar tidak sengaja, tidak mungkin aku merebut kak Sebastian dari kakak." Ucap Chantika menangis, bergelayut manja di lengan Sebastian.
Violetta memutar bola matanya malas. Gila saja pasangan pengkhianat ini.
"Violetta! Kamu keterlaluan. Kami hanya tidak sengaja berciuman, tapi kamu malah membuat Chantika menangis seperti ini. Lagipula kita sudah putus, tidak perlu ada rasa menyesal dan rasa bersalah." Geram Sebastian, berusaha menenangkan Chantika.
Sementara Violetta tidak dapat berkata-kata. Bukankah dirinya sudah mengatakan ikhlas jika mereka bersama. Dua orang ini punya telinga atau tidak sebenarnya?
"Pangeran ubur-ubur! Putri anemon laut! Aku nikahkan kalian, kalian sah menjadi pasangan sehidup semati." Tegasnya agar mereka mengerti.
"Kakak! Kalian sudah menjalin hubungan begitu lama. Karena aku kalian bertengkar hebat seperti ini. Maafkan aku kakak." Chantika mendekat, ingin berlutut, bagaimana membuat protagonis pria iba. Dan membuat protagonis wanita tidak waspada padanya.
Tapi.
Brug!
Tubuhnya ditendang dengan keras. Menggunakan seluruh tenaga oleh Violetta.
"Selamat, menyebabkan rasa sakit pada penjelajah dimensi. Mendapatkan tambahan 8 poin." Ucap sang pemuda tersenyum. Bersamaan dengan itu papan transparan terlihat, menunjukkan penambahan 8 poin.
Jujur saja Violetta tidak peduli sama sekali. Jikapun poin ditukarkan dengan uang, akan banyak tanda tanya dan gosip tentang asal muasal uang tersebut. Tapi begitu menyenangkan menghajar pengkhianat.
"Violetta!" Bentak Sebastian mendorongnya.
"Rasa suka protagonis pria menurun 8%, kini rasa suka protagonis pria hanya 2%. Poin akan dipotong 32 poin. Mohon host untuk meningkatkan kembali rasa suka protagonis pria." Ucap sang pemuda yang berdiri di belakangnya.
Violetta mengernyitkan keningnya, baru saja berfikir untuk menggunakan poinnya membuat pria ini dapat terlihat oleh orang lain seharian. Tapi poin malah kembali dipotong dalam jumlah besar. Dasar sistem sial!
"Kenapa aku harus bergantung pada rasa suka si pengkhianat!?" Gumamnya.
"Nona ingin mendekati protagonis pria? Saya akan membantu." Kalimat dari sang pemuda mengulurkan tangannya, tepat berada di hadapan Violetta yang tersungkur di lantai. Wajah rupawan itu begitu menyilaukan. Membuatnya mual melihat cumi-cumi bernama Sebastian.
Karena itu.
"Tidak! Aku tidak akan mengumpulkan poin dengan menyentuh pecundang menjijikkan." Batinnya ingin berteriak.
Karena itu Violetta bangkit sendiri. Sekalian agar rasa suka menjadi 0%.
"Dengar! Daging cumi-cumi kering lebih baik daripada kulit wajahmu yang menjijikkan. Aku menendangnya karena dia menangis membuat telingaku sakit. Jika kalian saling mencintai menikah saja. Apa hubungannya denganku? Aku tidak peduli sama sekali! Mulai sekarang aku akan menjadi pengangguran, kemudian menikah dengan pria tampan." Tekadnya hendak melangkah pergi.
"Violetta! Jangan menyesal dan menangis berlutut minta maaf di hadapanku. Karena apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan pernah memaafkan mu!" Teriak Sebastian.
"Kesalahan terbesarku adalah pernah menyukai cumi-cumi." Violetta mengedipkan sebelah matanya, melangkah pergi.
Bersamaan dengan itu jendela sistem terlihat. Pemuda yang berada di belakangnya berucap."Selamat host, rasa suka protagonis pria bertambah menjadi 15% secara permanen. Poin anda akan bertambah 60 poin."
"Secara permanen?" Tanya Violetta masih melangkah.
"Ada yang namanya rasa suka secara permanen dan rasa suka yang dapat berubah. Rasa suka secara permanen itu artinya tidak akan dapat menurun. Poin yang nona dapatkan juga tidak dapat berkurang. Rasa suka tiba-tiba dapat berubah seperti tadi bertambah tapi sepersekian detik berkurang." Jelas sang pemuda.
"Seperti cinta abadi dan hanya rasa tertarik biasa?" Tanya Violetta menyimpulkan.
"Benar! Mungkin itulah bahasa manusianya." Jawaban dari sang pemuda. Membuat Violetta tersenyum, melihat jumlah poinnya.
Entahlah, tapi dirinya tidak akan kembali pada sang cumi-cumi meskipun sistem memaksanya. Dirinya akan menempel pada kaki pria tampan.
Wanita yang melangkah menggunakan kacamata hitamnya. Menaiki mobil murah miliknya.
***
Sementara di dalam rumah _
"Sebastian, aku salah ..." Gumam Chantika menangis sesenggukan.
"Ini bukan salahmu. Ini salah Violetta." Sebastian menghela napas memeluk tubuh Chantika.
Tapi ada satu hal yang mengganjal fikirannya. Sejak semalam tidak ada satupun pesan dari Violetta. Bahkan teleponnya tidak diangkat.
Begitu aneh, benar-benar aneh. Apa benar Violetta yang mengejarnya dari kecil akan melupakannya? Masih teringat di benak Sebastian, bagaimana Violetta berenang di rawa, membiarkan gaun kesayangannya basah. Hanya untuk mengambil bola milik Sebastian.
Gadis kecil yang tersenyum menunjukkan giginya yang tanggal, menyodorkan bola pada Sebastian.
"Sebastian, sakit..." Gumam Chantika.
"Aku antar ke kamar ya?" Sebastian menghela napas. Membimbing Chantika memasuki kamar.
Matanya melirik, entah kenapa sejak berhubungan secara tidak sengaja dengan Chantika, segalanya terbayang. Sensasi nikmatnya kala menembus selaput dara gadis ini. Bagaimana Chantika menjerit di bawah tubuhnya. Ciuman tadi cukup memberikan dorongan baginya. Tidak ada penolakan dari Chantika. Apa Chantika juga menginginkannya?
Chantika lebih cantik, lebih mandiri dari Violetta. Wanita yang begitu sempurna, dapat meninggalkannya kapan saja. Berbeda dengan Violetta yang manja, tidak jujur, bahkan plagiator.
Dirinya duduk, memijat kaki Chantika yang katanya sakit, akibat jatuh kala Violetta menendangnya.
Menelan ludah, kala menyentuh paha itu. Jakunnya bergerak naik turun menjaga kewarasannya.
"Apa sakitnya disini?" Tanya Sebastian.
"Tidak! Lebih ke atas lagi." Jawab Chantika.
Kembali tangan itu bergerak naik. Tidak! Ini gila, dirinya tidak dapat menahan diri. Terlebih mengingat malam panas yang dilaluinya dengan Chantika beberapa bulan lalu.
Tangannya bergerak cepat, memasuki minidress Chantika. Sedangkan bibirnya membungkam bibir Chantika dengan ciuman. Tidak ada perlawanan, maka segalanya berlanjut. Tubuh wanita ini bagaikan candu untuknya. Helai demi helai pakaian terlepas.
Hanya sekali, tapi begitu ketagihan pada wanita hebat ini. Wanita berprestasi yang cerdas, bintang keberuntungan.
Sementara Chantika diam-diam tersenyum, kala Sebastian tengah berpacu dalam napsu.
Semua isi dalam novel benar, Sebastian akan ketagihan sekali berhubungan. Dirinya telah merebut protagonis pria. Masa depan cerah akan menunggunya.
Tinggal mencari cara membuka bisnis restauran. Dimana lokasi yang akan ditentukan oleh Violetta. Merebut semua yang seharusnya dimiliki protagonis wanita.
***
Sementara Violetta melangkah setelah turun dari mobilnya. Dirinya memang tertarik membuka bisnis restauran, bahkan lokasi dan konsepnya sudah terfikirkan.
Tapi tidak boleh! Harus menahan diri.
Tangannya terulur menatap jumlah poin miliknya. Dapat ditukarkan dengan item apa saja."70 poin... lumayan." Gumamnya.
"Apa host ingin menukarkan nya dengan uang tunai?" Tanya sang pemuda.
Tapi tanpa diduga, wanita itu menekan tombol bantuan sistem. Yang menguras 25 poin miliknya.
Sang pemuda menunduk memberi hormat."Siap melayani anda nona."
Wujud sang pemuda kini dapat dilihat oleh orang lain. Benar saja, seorang cleaning service yang melintasi lorong bahkan menabrak pintu, saking terpesonanya pada sang pemuda.
"Orang lain sekarang dapat melihatmu? Kamu dapat melindungiku?" Tanya Violetta menyakinkan.
"Benar, itulah fungsi penukaran bantuan sistem. Bagaimana saya dapat melayani anda nona?" Tanyanya.
"Akhirnya! Aku bisa mengaktifkan bantuan sistem! Tidak percuma bertemu dengan cumi-cumi itu!" Teriak Violetta, memeluk pemuda yang hanya diam sedikit terlihat kaku.
Pemuda yang mungkin berfikir dalam benaknya. Hostnya kali ini, benar-benar unik, terlalu unik...
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih