Roti Bakar Untuk Bapak
Bagian 1: Pagi yang Terlalu Cepat Dewasa Pagi di sudut kota itu selalu datang terlalu cepat bagi seorang anak bernama Rudi. Langit bahkan belum sepenuhnya terang ketika Rudi sudah membuka matanya. At
0
1
Satu Gelas Es, Seribu Keajaiban
Langit di atas kawasan industri itu tampak seperti hamparan kain perca abu-abu yang muram. Sejak pukul tiga sore, mendung sudah menggantung rendah, membawa aroma tanah basah yang tajam tertiup angin.
0
1
Di Bawah Langit SENJA yang Tak Pernah Jingga
Sore itu, di sudut kafe yang temaram, Ana menumpahkan segalanya tentang kegagalan presentasi, ekspektasi orang tua, hingga rasa lelah yang menghimpitnya. Senja mendengarkan dengan punggung tegak, ma
0
2
Bisikan yang Tak Pernah Sampai
Di sebuah kota kecil yang selalu basah oleh hujan sore, ada seorang gadis bernama Aira yang diam-diam menyimpan perasaan yang tak pernah ia ucapkan. Kota itu bukanlah tempat yang istimewa bagi orang l
0
2
Hujan Membawa Namamu
Hujan turun tanpa aba-aba sore itu. Langit yang sejak siang tampak muram akhirnya menyerah, menumpahkan segala yang ditahannya. Rintiknya jatuh pelan di kaca jendela, menciptakan suara yang selalu ber
0
2
Melodi yang Tertunda: Sketsa Dua Zaman
Tahun 1920, Batavia Lantai kayu galeri seni itu berderit pelan saat Adnan melangkah mendekati lukisan terakhirnya. Di sana, seorang wanita dengan selendang sutra biru sedang menatap cakrawala. Model
0
0
Aku Tahu kamu selingkuh : Tapi aku tetap menyiapkan sarapanmu
Aroma telur goreng memenuhi dapur kecil itu. Sedikit gosong di pinggirnya—seperti biasa, karena aku selalu lupa mematikan api tepat waktu. Dulu kamu akan tertawa. Mengambil spatula dari tanganku, lalu
0
1
Satu Langkah Menuju Pulang
Mungkin saat ini semesta memang sedang meminta kita untuk bersabar. Hari-hari kita hanya dipenuhi dengan notifikasi, suara dari balik gawai, dan tatap muka melalui layar yang terkadang terasa dingin.
0
6
Kapur Dan Senar
Pagi itu, sinar matahari menerobos celah ventilasi kelas 6-A, memantul di atas permukaan meja kayu yang sudah mulai memudar warnanya. Aku berdiri di depan papan tulis, masih dengan sisa-sisa aroma kop
0
2
Too Late
Di Sincere Bakery, suasana sore itu terasa padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja. Rere berdiri di depan etalase, menatap cheesecake terakhir yang tersisa. "Tolong satu cheese—" Kalimatnya ter
1
2
Apa manusia bisa dipercaya?
Aku chiharu vaellyn, seorang siswi sma kelas 11, apa manusia bisa dipercaya?, pertanyaan ini selalu terlintas dibenak ku, mengapa? Apa yang membuat ku berpikir seperti itu? Sejak aku kecil aku diting
0
2
Indah Pada Takdir-Nya
Di bawah langit senja yang mulai meremang, Sri Rejeki duduk terpaku di teras rumah orang tuanya. Di tangannya, selembar undangan pernikahan keponakannya menjadi pengingat pahit bahwa waktu terus berja
0
2
Laras Liris
Angin sore berhembus kaku, membawa aroma tanah kering dan debu jalanan yang menyelinap masuk melalui celah-celah pintu kayu yang sudah lapuk. Di dalam ruangan berukuran tiga kali empat itu, Laras dudu
0
2
Mengandung Dan Menyambung Cinta
Udara Bandung pagi itu terasa seperti belati es yang menyayat kulit, namun hawa panas justru mendidih di dalam ruang tamu kediaman Baskara. Aruna Pradiptasari duduk terpaku di antara dua kutub kekuata
2
3
MELODY CINTA SANG PANGERAN FAMPIR
Malam terasa dingin , dan sunyi Rembulan malam bersinar dengan indahnya. Seorang Pemuda tampan tengah berdiri di hadapan ku. " Siapakah pemuda itu...?!" hati ku bergetar melihat wajahnya yang tampan n
0
0
Selasar Jingga Di Gedung Sate
Bandung, 1930. Kota itu masih berselimut kabut saat Johana Margaretta melangkah turun dari mobil Plymouth hitam milik ayahnya di pelataran Gedung Sate. Aroma aspal basah dan wangi pohon kenari menyamb
0
1
Bestienya Aldila
Sinar matahari pagi yang menembus jendela kamar Aldila biasanya disambut dengan keluhan, tapi hari ini berbeda. Gadis itu sudah nyengir sendiri sambil mendekap ponselnya ke dada. Di layar, tertulis na
0
2
Pahlawan Tanpa Nama
Dinding kayu warung itu masih beraroma kopi saset dan tembakau, aroma yang selama dua puluh dua tahun menjadi napas bagi hidupku. Aku duduk di laci kayu kusam tempat Nenek biasa menyimpan uang receh h
0
2
Bayu Dan Bundanya
Jakarta sore itu terasa begitu mencekik bagi Bayu. Di usianya yang ke-35, ia memiliki segalanya yang diimpikan orang: karier mentereng, apartemen mewah, dan kemandirian yang absolut. Namun, di balik s
0
1
Sebuah Janji Di Luar Batas
Rumah itu biasanya menjadi tempat paling tenang bagi Ana. Sebuah hunian minimalis di pinggiran kota yang ia tata dengan telaten bersama Toni selama tujuh tahun pernikahan mereka. Tidak ada suara tangi
0
1