Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Sinar matahari masuk di sela-sela jendela apartemen milik Keyvandi. Lelaki itu mengerjapkwn matanya berulang kali. Keyvandi beranjak dari sofa ruang tamunya kemudian lelaki itu menuju kamarnya. Ia berniat mengecek kondisi dari kekasihnya, Despina.
Keyvandi membuka pintu kamarnya, tempat Despina tidur. Kamar di apartemen milik Keyvandi sebenarnya ada dua kamar, hanya saja kamar yang satunya lagi belum dibersihkan, sehingga Keyvandi terpaksa harus tidur di sofa ruang tamu terlebih dahulu.
Keyvandi mengecek suhu tubuh Despina, "Aww, panas sekali," Ujar lelaki itu, semalam Despina sempat tertidur tapi ia mengigau, Keyvandi saat itu benar-benar khawatir. Lelaki itu bahkan semalam sudah mengompres Despina karena Despina demam tinggi, dan akhirnya turun, tapi Keyvandi tidak menyangka jika suhu tubuh Despina akan kembali naik.
Keyvandi kembali mengambil komoredan di dapur, lelaki itu juga membuat bubur untuk Despina. Ditengah-tengah kesibukannya itu, ponsel Keyvandi berbunyi.
"Hmm, halo."
"Kau ini di mana? Sudah siang tapi belum datang ke kantor."
Keyvandi menepuk jidatnya pelan, "Asataga aku lupa, maafkan aku Lia, aku benar-benar minta maaf, aku minta tolong padamu untuk hari ini saja aku izin, mami sedang sakit, jadi aku harus merawat mami."
Di seberang sana Lia menghela napasnya pelan, kalau sudah berhubungan dengan keluarga sepertinya Lia akan angkat tangan.
"Baiklah, salam untuk Tante Keana, aku akan membicarakannya dengan pihak manajemen, jika semuanya sudah membaik tolong segera kabari kami."
"Iya, aku pasti akan mengabarimu, sudah dulu ya, mami memanggilku," Ucap Keyvandi, lelaki itu langsung mematikan teleponnya sepihak.
"Dasar aku, sangat pandai berakting, pantas saja aku menjadi seorang artis, tapi, mami kemana yang cantik, maafkan anakmu ini ya sudah memakai mami sebagai alasan," Ucap Keyvandi, lelaki itu meminta maaf kepada sang ibu meskipun sang ibu tidak ada di sana.
"Oh, sepertinya buburnya sudah matang." Keyvandi mematikan kompornya, lelaki itu menuangkan bubur yang sudah ia masak itu ke dalam mangkuk, tidak lupa ia juga menuangkan air putih juga membawa baskom untuk mengompres Despina.
"Sayang, bangun sebentar yuk, kau harus makan lalu minum obatmu." Lelaki itu menepuk lembut pipi Despina.
Despina membuka matanya perlahan, gadis itu meringis kesakitan, kepalanya begitu berat seperti ada beban yang menumpunya.
"Kak, kepalaku pusing sekali," Ujar gadis itu dengan nada yang sangat lemah.
Keyvandi membantu Despina untuk bersandar di kepala ranjang, lelaki itu kemudian perlahan menyuapi gadis itu, Despina hanya bisa membuka mulutnya.
"Kak, sudah, perutku sangat mual."
Keyvandi menghentikan suapannya pada Despina, kemudian lelaki itu memberi Despina minum.
"Sudah?"
Despina menganggukkan kepalanya pelan, "Terimakasih kak."
Keyvandi berdehem sebagai balasannya, kemudian lelaki itu mengambil obat Despina yang ada di atas nakas. Lelaki itu langsung membantu Despina untuk meminumnya
"Minumlah."
Despina hanya menurut saja, ia tidak ingin sakit seperti ini, ia tidak ingin merepotkan Keyvandi, lelaki itu terlalu baik padanya.
"Sekarang kau harus istirahat lagi sayang." Kemudian Keyvandi kembali membantu Despina untuk membaringkan tubuhnya lagi.
Keyvandi mengambil baskom kompresan tadi, lalu memeras handuk kecil yang ada di dalam baskom, lalu ia gunakan untuk mengompres Despina.
Despina hanya memejamkan matanya, kepalanya benar-benar berat, sehingga sebenarnya untuk membuka mata saja sangat sulit baginya.
"Cepatlah sembuh sayang, aku mengkhawatirkanmu, aku sedih melihatmu seperti ini, aku tidak bisa melihatmu kesakitan. Aku berjanji jika kau sembuh akan menuruti apapun yang kau minta dariku."
Despina mendengar samar-samar apa yang dikatakan oleh Keyvandi, tapi untuk bangunoun gadis itu sangat susah.
Keyvandi keluar dari kamar sebentar, lelaki itu mengambil ponselnya yang tertinggal di dapur, lalu lelaki itu menghubungi seseorang.
"Halo," Sapa orang yang ada di seberang sana.
"Halo, Erlan, bisakah kau datang ke apartemenku?"
"Tumben sekali jam segini, ada apa? Biasanya kau sedang sibuk dengan kegiatanmu sebagai selebritis itu."
Keyvandi menghela napasnya perlahan, "Aku membutuhkan pertolonganmu."
"Baiklah, aku akan segera ke sana, tunggu saja lima belas menit lagi."
"Aku menunggunya."
Keyvandi kembali ke kamarnya, lelaki itu melihat Despina yang menggigil, lelaki itu menjadi panik sendiri. Keyavndi akhirnya mengambil selimut beberapa dari lemarinya dan memasangkannya pada tubuh gadis itu.
"Semoga berpengaruh." Keyvandi sangat panik, ia benar-benar bingung harus melakukan apa lagi.
"Kak Vandi, dingin, dingin." Ucapan itu terus keluar dari mulut Despina, tubuh gadis itu semakin menggigil kencang.
Keyvandi membuka ponselnya, ia mencari cara di mesin pencari internet tentang bagaimana mengatasi orang yang demam atau menggigil kedinginan.
Mata Keyvandi terbelalak, "Bagaimana ini, apa aku harus melakukannya?" Lelaki itu tampak kebingungan, kemudian ia melihat lagi ke arah Despina yang semakin kedinginan.
"Ah, sudahlah, aku terpaksa, maafkan aku Despina."
Keyvandi langsung melepas semua pakaiannya, ia juga melepas pakaian Despina dan menyisakan baju dalam gadis itu saja. Kemudian Keyvandi memeluk tubuh gadis itu, menyalurkan kehangatan yang ada di tubuhnya kepada Despina. Beberapa menit berlalu, Despina sudah mulai tenang, gadis itu tidak terlalu menggigil seperti tadi.
Ceklek
"ASTAGA! APA YANG KAU LAKUKAN!?"
Keyvandi membuka matanya lebar, ia menatap sinis kearah Erlando, lelaki itu baru datang di apartemen Keyvandi dan sekarang ia masuk dengan seenaknya di kamar lelaki itu.
"Sttt, Diamlah, dia sedang sakit." Keyvandi berkata dengan gerakan mulut kepada Erlando.
Erlando mendekat kearah Keyvandi, "Baiklah, nanti kau harus menjelaskannya kepadaku."
"CK, aku tau, sekarang kau keluar dulu, aku juga akan keluar."
Erlando menuruti permintaan sahabatnya itu, lelaki tadi keluar dari kamar tidur Keyvandi, kemudian ia duduk di sofa ruang tamu apartemen Keyvandi.
Tidak lama kemudian Keyvandi datang, lelaki itu sudah mengenakan bajunya dengan lengkap.
"Huh, aku terpaksa melakukannya, deoaina sedang sakit, aku tidak tau tadinharus melakukan apa, tiba-tiba suhu badan gadis itu meningkat, dan ia mengigil hebat."
Erlando menatap Keyvandi, "Kenapa gadis itu bisa ada di apartemenmu?"
"Despina kekasihku, wajar dia berada di apartemenku."
Erlando menganggukkan kepalanya saja, hal itu sudah cukup paham baginya, ia tidak ingin banyak bertanya tentang masalah percintaan Keyvandi, asal sahabatnya itu bahagia, ia juga akan merasa bahagia.
"Lalu apa yang membuatmu menghubungiku tadi? Mengapa kau menyuruhku kesini?"
"Aku meminta bantuanmu Er, bisakah kau membantuku membawa Despina ke rumah sakit? Aku terlalu khawatir terjadi hal buruk padanya, maka dari itu aku menghubungimu."
Erlando mengerti maksud sahabatnya itu, "Baiklah, ayo kita segera bawa Despina ke rumah sakit."
Tanpa basa basi lagi, Keyvandi langsung ke kamarnya dan menggendong Despina Ala brydal style, gadis itu sama sekali tidak terganggu, atau membuka matanya, gadis itu benar-benar lemah. Sdsnagkan Erlando, lelaki itu langsung ke mobilnya untu mempersiapkan. Untung saja saatbitu suasana apartemen sedang tidak ramai, jadi Keyvandi tidak perlu terlalu khawatir jika ada yang melihatnya. Jam sekarang adalah jam kerja, sehingga jarang ada orang yang masih di apartemen.
Keyvandi menaiki lift untuk turun ke basemen tempat mobil diparkirkan, lelaki itu langsung menekan lantai dasar, sebenarnya Keyvandi sedikit kesusahan, karena kedua tangannya bdigunakan untuk mengangkat Despina, tapi ia berusaha semaksimal mungkin.
"ER, bantu aku, bukakan pintu."
Erlando langsung bergegas membukakan pintu mobil untuk Keyvandi, dengan hati-hati Keyvandi masuk dan membaringkan tubuh Despina, kepala gadis itu ia letakkan di pangkuannya agar Despina merasa nyaman.
Setelahnya Erlando juga langsung menutup pintunya dan kemudian lelaki itu juga masuk ke dalam mobil.
"ER, ayo, kita segera ke rumah sakit keluargaku saja, jika di rumah sakit lain aku takut akan banyak orang yang mengganggu privacyku."
Erlando mengiyakan Ucapan Keyvandi, ia sendiri juga sangat tau jika menjadi Keyvandi bukanlah hal yang mudah. Lelaki itu berprofesi sebagai seorang musisi dan juga selebritis yang saat ini banyak di mgandrungi oleh berbagai kalangan, jadi ia harus benar-benar menjaga citra di depan publik.
Untuk menuju ke rumah sakit milik keluarga Keyvandi dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, selama itu juga Keyvandi tidak henti-hentinya mengusap kepala Despina, lelaki itu sangatlah khawatir.
Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Keyvandi, Despina dan juga Erlando telah sampai di rumah sakit milik keluarga Keyvandi. Lelaki itu langsung menggendong kembali Despina ala bridal style. Sedangkan Erlando, lelaki itu memanggil suster dan dokter rumah sakit untuk segera menangani Despina.
"Dok, tolong teman sahnya sedang sakit."
Dokter dan suster di sana langsung mengambil brankar kemudian menghampiri Keyvandi bersama Erlando. Keyvandi langsung meletakkan tubuh Despina di brankar itu, "Secepatnya tolong dia sus, dok, saya tidak ingin jika sampai hal buruk terjadi padanya."
Brankar terus di dorong, kemudian memasuki ruangan UGD. "Mohon maaf tuan, anda tidak boleh ikut masuk ke dalam."
"Tap---"
"Candi, sudahlah, biarkan suster dan dokter yang mengurus Despina, aku yakin Despina akan baik-baik saja."
Keyvandi mengacak rambutnya frustasi, kemudian lelaki itu duduk di ruang tunggu, lelaki itu duduk di sebelah Erlando. Berulang kali Keyvandi melihat ke arah pintu ruang gawat darurat itu.
Sedangkan Erlando, lelaki itu benar-benar tidak menyangka jika seorang Keyvandi, sahabatnya itu yang sedari SMA sangat humble kepada siapapun, dan tidak pernah ada kejelasan dekat dengan wanita yang mana, tapi sekarang, sahabatnya itu justru langsung menyukai seorang gadis yang sekarang malah menjadi kekasihnya. Padahal, Keyvandi tipe orang yang tidak mudah meski humble, lelaki itu terlalu friendly sehingga banyak gadis yang jatuh hati padanya, hanya saja memang Keyvandi menganggap mereka semua sebatas teman. Tapi Despina, gadis yang masih berumur 18 tahun itu dalam waktu beberapa hari mampu membuat Keyvandi seperti sekarang, gadis itu berhasil memporak porandakan hati sahabatnya
"Kau tenang saja, Despina pasti akan baik-baik saja." Erlando berusaha menenangkan sahabatnya itu.
Keyvandi menatap Erlando, mata lelaki itu terlihat tidak tenang, tergambar kecemasan di matanya. "Tapi Er, aku takut, aku gagal menjaganya dengan baik."
Erlando menepuk pundak Keyvandi pelan, "Van, kau sudah melakukan yang terbaik, ini bukan salahmu, Tuhan memang berkehendak Despina untuk sakit, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, tenanglah bro."
Ceklek
Pintu UGD terbuka, menampilkan seorang dokter yang tadi menangani Despina. Keyvandi reflek berdiri dan menghampiri dokter itu, sedangkan Erlando, lelaki itu setia menemani sahabatnya.
"Bagaimana dok keadaan Despina?"
Keyvandi sengaja tidak menyebut Despina dengan sebutan "pacar saya" ia tidak ingin mencari masalah, mungkin untuk dalam waktu dekat ini.
"Nona Despina sepertinya dmharus di rawat beberapa hari di sini Tuan Vandi, karena Nona Despina terkena Typus, sepertinya karena Nona Desoina terlalu lelah, stress dan kurang tidur, ditambah Nona Despina sepertinya jarang makan."
"Apa!? Baik dok, apapun itu tolong pindahkan Despina ke ruangan VVIP di rumah sakit ini, aku ingin dia mendapatkan yang terbaik."
"Baik Tuan."
"Oh ya dok, apa aku boleh melihatnya sebentar sebelum dipindahkan?"
"Tentu Tuan, tapi Nona Despina belum sadar, karena masih terpengaruh obat."
Setelahnya Keyvandi maupun Erlando masuk ke dalam UGD. Di dalam UGD itu bukan hanya ada Despina, tapi juga ada beberapa pasien lainnya yang baru saja datang dengan penyakit atau kecelakaan.
"Dok, sus, segera pindahkan ruangan Despina sekarang, aku ingin dia merasa nyaman dan tidaj terganggu dengan pasien lainnya!" Perintah Keyvandi.
Suster maupun dokter itu segera melaksanakan perintah dari Keyvandi, mereka tau siapa Keyvandi, Keyvandi adalah anak dari pemilik rumah sakit ini, selain itu mereka juga tidak ingin jika tidak mengikuti perintah Keyvandi akan banyak pemggemar lelaki itu yang menyerang mereka, meskipun belum tentu.
Ruangan dengan nuansa coklat dan fasilitas lengkap itu sekarang adalah tempat di mana Despina dirawatm gadis itu masih terlalu nyaman dengan tidurnya, belum ada keinginan untuk Despina membuka matanya.
Erlando lagi dan lagi datang mendekat kearah Keyvandi yang masih setia ada di samping Despina. Lelaki itu tidak pernah melepas tangan Despina dari tangannya. Erlando menepuk pundak Keyvandi pelan, "Bro, sepertinya aku harus pulang sekarang, Aruna sudah menghubungiku, kau tau kan jika dia suka sekali overthinking, jika aku tidak segera menemuinya akan ada keributan nantinya diantara kami, aku tidak ingin hal itu terjadi."
Keyvandi menganggukkan kepalanya, ia tau Aruna, kekasih Erlando yang memiliki kelakuan ajaib, gadis itu terpaut 5 tahun lebih muda dari Erlando yang berumur 25 tahun, gadis itu sekarang duduk universitas dan kuliah jurusan kedokteran. Aruna afalah gadis cantik yang entah mengapa bisa nyangkut dengan Erlando, karena Erlando ini dikenal dengan sifat playboynya dulu, tapi entah mengapa dengan seorang Aruna laki-laki itu takluk begitu saja. Hanya saja memang Aruna adalah gadis yang mudah curiga dan overthinkingan, karena keluarga gadis itu memang tidak lengkap, Aruna gadis yang lahir di tengah keluarga yang berantakan atau broken home.
"Kau juga harus menjaga kesehatanmu Bro, jika kaubtidak menjaga kesehatanmu kau juga akan jatuh sakit seperti Despina, jika itu terjadi siapa yang akan menjaga Despina. Aku mengkhawatirkanmu, dan semoga desoina segera sembuh."
Setelahnya Erlando pergi dari sana meninggalkan Keyvandi seorang diri. Keyvandi hanya diam, lelaki itu terus saja menggenggam tangan Despina yang lemah itu, lelaki itu menatap tubuh Despina yang terbaring tidak berdaya di brankar itu dengan tatapan sendu. "Sayang, bangunlah, aku ingin kau segera bangun."
"Sayang, dokter, dokter, tolong dok!"
.
.
.
TBC