NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:629
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Ratna Menur memandang Jaka Utama dan tersenyum tipis.

"Gusti Jaka, tidak perlu terburu-buru soal hari pernikahan. Belum terlambat untuk menunggu sampai Gusti benar-benar mengurus Padepokan Tanpa Beban dengan baik."

Hah? Apa-apaan ini?

Kenapa aku malah disuruh fokus mengurus padepokan?

Harusnya pada titik ini, kamu berkata dengan lantang dan menantang: 'Aku tidak menyukaimu! Aku tidak sudi menikah denganmu!'. Ke mana perginya sifat pemberontakmu yang ada di naskah asli?

Jaka buru-buru memancing, "Menur, apa tidak ada hal lain yang ingin kamu sampaikan padaku?"

"Tidak ada."

"Coba kamu pikirkan lagi baik-baik?"

"Yah... Kado-kado ini sangat mahal, sebaiknya Gusti simpan saja uangnya. Jangan boros."

Benar-benar buang-buang uang! maki Jaka dalam hati.

Sialan, mungkinkah karakter Ratna Menur juga ikut melenceng? Persetan, abaikan saja dulu dan teruskan aktingnya.

"Bagiku, Menur, aku bersedia melakukan apa pun demi kamu. Ayo, kita tentukan tanggal pernikahan kita sekarang!"

"Gusti Jaka, Anda harus fokus membangkitkan kembali kejayaan padepokan, bukan malah terjebak cinta kekanak-kanakan begini."

"Menur! Selama kamu jadi istriku, seluruh aset Padepokan Tanpa Beban adalah milikmu. Kenapa kita tidak menikah hari ini saja?!"

Gila, kurang nekat apa aku? pikir Jaka. Mana ada cowok 'pemuja rahasia' yang berani menyerahkan seluruh warisan keluarga cuma buat cari muka? Tidak ada, kan?

"Gusti Jaka bercanda," jawab Ratna tenang. "Padepokan Tanpa Beban adalah pahlawan yang menghalau serangan siluman berkali-kali. Tempat itu sangat dihormati dan merupakan jerih payah orang tua Gusti. Menur tidak berani dan tidak seharusnya mencampuri urusan padepokan."

"Aku izinkan! Aku malah mohon kamu mencampurinya! Ayo nikah!"

"Gusti Jaka bercanda."

"Ini serius, aku cinta padamu, ayo nikah!"

"Gusti Jaka bercanda."

"Ayo!"

"Gusti Jaka bercanda."

Bercanda matamu!

Sial, amarah Jaka mulai membara karena rencananya tidak jalan. Dia berhenti membual dan langsung maju, memegang wajah cantik Ratna Menur dengan kedua tangannya. Dan kemudian, di depan mata semua tamu undangan, Jaka membuat gerakan seolah-olah akan mencium bibir Ratna.

Cup! (Hampir kena!)

Aula pendopo itu langsung gempar. Tidak ada yang percaya dengan apa yang mereka lihat. Pemimpin sebuah padepokan besar bertindak seperti bajingan di depan umum? Apa hukum sudah tidak berlaku?!

Ratna Menur juga tercengang oleh tindakan Jaka. Dia sempat terpaku sejenak, hanya menatap kosong pada bibir Jaka yang mendekat.

Ayo, dorong aku! Bilang kalau kamu membatalkan pernikahan kita! Cepat! batin Jaka cemas.

Tepat ketika jarak wajah mereka hanya setebal kertas, terdengar teriakan menggelegar dari belakang.

"Hentikan!!!"

Siapa lagi kalau bukan sang pahlawan utama. Jaka melepaskan Ratna dan berbalik. Sialan, hampir saja aku lupa soal si protagonis ini. Datangnya tepat waktu juga. Meskipun dia bingung kenapa Ratna tidak mengikuti plot, setidaknya Langgeng Sakti sudah muncul.

"Siapa kamu?" Jaka seketika masuk ke peran antagonisnya dan bertanya dengan mata menyipit sombong.

"Namaku Langgeng Sakti!" Langgeng maju selangkah, auranya tampak gagah dan tak tergoyahkan.

Jaka melipat tangan di dada dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

"Langgeng Sakti? Dari mana asal orang dusun ini? Oh, tunggu dulu... sepertinya aku ingat."

"Beberapa hari yang lalu, Menur tersesat di Hutan Larangan dan bertemu pemuda berbaju hitam. Seingatku namanya Langgeng Sapa-Gitu-Sakti. Jadi kamu yang namanya Langgeng Sakti?"

Nada suaranya penuh penghinaan, wajahnya menunjukkan rasa jijik yang luar biasa.

"Benar, itu aku. Lalu kenapa?" jawab Langgeng dingin.

Jaka menunjuknya dengan keras. "Menur adalah tunangan pemimpin padepokan ini! Orang kampung sepertimu berani mendekatinya? Aku akan membuatmu menyesal telah lahir ke dunia!"

Langgeng mendengus. "Tunangan? Apa kamu sudah tanya apakah Menur setuju menikah denganmu? Jangan konyol."

Jaka membentak, "Siapa kamu berani bicara begitu?!"

Langgeng mencibir jahat. "Menur adalah wanita milikku. Menurutmu aku ini siapa?"

"Benar-benar cari mati!!!"

Jaka seketika mengamuk. Matanya melotot seolah ingin mengeluarkan api. Langgeng Sakti hanya menyipitkan mata menatap Jaka yang sedang marah sambil berkata:

"Hanya seorang pemimpin padepokan pesolek dari tempat yang hampir bangkrut. Tingkat kesaktianmu juga cuma di tingkat 'Pengumpul Tenaga Dalam', itu pun hasil karbitan dari pil-pil obat. Bagaimana pecundang sepertimu bisa membahagiakan Menur?"

"Hari ini, kamu harus membatalkan pernikahanmu dengan Menur! Hanya aku, Langgeng Sakti, yang bisa memberikan segalanya untuknya! Dan kamu, Jaka Utama, TIDAK LAYAK!"

Setelah sesumbar, Langgeng mengambil posisi kuda-kuda bertarung dan mengacungkan jarinya ke arah Jaka. Provokasi yang sangat telak.

"Ahhhhhh!!! Aku akan membunuhmu!!!"

Jaka meraung seperti orang gila yang kehilangan akal dan menerjang Langgeng dengan kalap. Langgeng tidak tinggal diam dan mengerahkan tenaga dalamnya untuk menyambut serangan itu secara langsung.

Boom! Boom! Boom!

Keduanya saling hantam dengan sengit. Mereka nyaris tidak bertahan, hanya menyerang dengan kepalan tangan sampai lantai pendopo bergetar. Para tamu mulai berbisik-bisik. Ada yang ingin melerai, ada yang menonton sambil asyik makan jajanan pasar, ada juga yang kagum melihat pertarungan itu.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Negeri Langit Biru ini, kesaktian dibagi menjadi enam tingkat:

Pengumpul Tenaga Dalam (Spirit Gathering)

Lautan Qi (Qi Sea)

Penyatuan Asal (Returning Origin)

Pemurnian Hampa (Void Refining)

Meditasi Kosong (Empty Meditation)

Dewa Pendekar (Martial God)

Para tamu bisa melihat bahwa tingkat kesaktian Langgeng Sakti sama dengan Jaka, yaitu masih di tingkat 'Pengumpul Tenaga Dalam'. Bedanya, Jaka dikenal sebagai pemimpin yang lemah karena kekuatannya didapat dari obat-obatan, sedangkan Langgeng Sakti terlihat berbeda. Kekuatan Langgeng bahkan terasa sudah menyamai tingkat 'Lautan Qi'.

Jadi, tidak ada keraguan. Pasti Langgeng Sakti yang akan menghajar Jaka habis-habis...

Eh?

Tunggu sebentar!

Orang-orang mulai menyadari ada yang salah.

1
_Khayy☕
Semangat thor bagus banget nih novel🤣🤭🤭😍😍
_Khayy☕
Katanya dua,banyak bener tambahannya 🤣
_Khayy☕
Wkwkw Belajar Fiqih nih🤣
_Khayy☕
Semangat min🤭 gacor nih Novel
_Khayy☕
Juozz😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!