NovelToon NovelToon
Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: Yukipoki

Demi membalas kehancuran masa depan putranya oleh Ratu Komunitas yang tak tersentuh, seorang mantan konsultan branding melakukan balas dendam sosial dan intelektual dengan meruntuhkan reputasi musuhnya di mata para ibu elit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yukipoki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan di Pondasi

Serangan pengalihan perhatian Nadia telah berhasil mendarat. Kirana, yang sedang terdesak dari isu dana yayasan, legalitas lelang, dan kecurigaan suaminya tentang "proyek Ciledug," pasti akan bereaksi berlebihan terhadap ancaman skandal sekecil apa pun terkait beasiswa.

Nadia tahu, citra Kirana sebagai Kurator Kebaikan di Komite adalah aset yang sangat rapuh. Ia pasti akan mengorbankan Rizky, anak yatim piatu tak bersalah itu, demi melindungi citra institusionalnya.

Pagi itu, Nadia sudah memprediksi bahwa Kirana akan melancarkan serangan balik yang keras dan terarah, mencari target yang paling mudah dihancurkan. Target itu bukan Rina yang sudah cuti dan mendapatkan simpati publik, melainkan Ibu Siska, yang sudah terisolasi dan dicurigai.

...****************...

Rina mengirimkan pesan suara kepada Nadia, nadanya menunjukkan ketakutan yang nyata. "Bu Nadia, Ibu Siska menelepon saya sambil menangis semalam. Dia resmi mengundurkan diri dari Komite. Kirana memaksanya memilih: Komite atau persahabatan mereka. Siska memilih persahabatan, tapi sekarang dia sendirian. Dia merasa dikhianati oleh Kirana dan dicurigai oleh ibu-ibu lain. Kirana benar-benar menghancurkannya."

Nadia merasa sedikit bersalah, tetapi ia segera menyingkirkan emosi itu. Ibu Siska adalah bagian dari sistem yang menghancurkan Aksa. Kehancuran Siska adalah biaya tak terhindarkan dalam perang ini. Kirana telah berhasil mengisolasi dirinya dari sekutu yang paling vokal, dan itu adalah kerugian strategis yang besar.

Nadia kemudian memberikan instruksi kepada Rina: "Anda harus melakukan kontak rahasia dengan Ibu Siska. Anda harus membuatnya percaya bahwa Kirana telah mengkhianati persahabatan mereka karena paranoia. Jangan sebut-sebut nama saya. Katakan padanya: 'Lihatlah bagaimana Kirana menghancurkan kita berdua saat kita sedang dalam kesulitan. Kita harus bersatu melawan rasa tidak adil Kirana.'"

Nadia tahu, Ibu Siska yang marah adalah aset yang jauh lebih berharga daripada Ibu Siska yang loyal.

Sementara itu, Nadia menunggu konfirmasi Kirana tentang pengorbanan Rizky.

Sore harinya, Kirana akhirnya muncul di Grup WA Elite Moms, memposting pengumuman formal yang dingin:

[Kirana Widjaja]: "Setelah meninjau kembali shortlist beasiswa tahun depan, Komite memutuskan untuk menggugurkan satu nama demi menjaga standar etika dan moral yang tinggi di The Golden Bridge. Prioritas kita adalah integritas, bukan hanya prestasi."

Nadia menyandarkan punggung ke kursinya, menarik napas panjang. Rizky telah gugur. Kirana memilih untuk mengorbankan Rizky, anak yatim piatu tak bersalah yang bahkan tidak tahu apa-apa, hanya demi menghindari skandal di e-mail anonim.

Ini adalah bukti yang Nadia butuhkan: Kirana akan mengorbankan siapa pun—bahkan anak yatim—demi melindungi ilusi kesempurnaannya. Pengorbanan Rizky adalah kejahatan moral yang akan Nadia gunakan untuk menyerang Kirana di hadapan publik yang lebih luas.

Malam itu, Nadia kembali ke file Kirana, mencari sesuatu yang akan menghancurkan Kirana di mata suaminya.

Nadia menemukan folder Kirana yang berisi korespondensi dengan agen real estat di Bali. Korespondensi ini sangat rahasia. Kirana sedang dalam proses membeli sebuah vila mewah di Uluwatu atas nama yayasan yang berbeda, yang tidak terdaftar di Yayasan Tangan Emas.

Vila itu akan dibayar dengan dana yang ditarik Kirana dari "dana operasional Komite" yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun, termasuk dari mark-up venue yang baru saja ia batalkan. Ini adalah skema penggelapan jangka panjang yang melibatkan aset fisik.

Nadia menyadari betapa parahnya kebobrokan moral Kirana. Kirana sedang membangun "rumah aman" finansial pribadinya menggunakan dana amal dan operasional Komite, sambil secara publik mengklaim dirinya adalah angel amal yang paling transparan.

Nadia memutuskan bahwa bukti ini harus dibawa ke permukaan dengan cara yang akan membuat Bapak Wijaya sendiri yang melakukan interogasi.

Nadia merancang e-mail anonim, ditujukan ke Pengacara Keuangan Bapak Wijaya, yang Kirana percaya sepenuhnya.

Isi pesan itu sangat teknis dan merujuk pada undang-undang pajak properti:

—'Yth. Bapak Pengacara, mohon konfirmasi status kepemilikan Vila Mutiara Uluwatu yang dibeli atas nama Yayasan Cendana Biru. Kami menemukan keanehan pada tax deduction yayasan tersebut. Kami menduga ada pengalihan dana operasional Komite dari Jakarta untuk pembelian aset pribadi. Mohon segera dicek. Ini bisa merugikan reputasi Bapak Wijaya dan klien Anda.'—

Yayasan Cendana Biru adalah dummy corporation yang Kirana gunakan. Nadia sengaja tidak menyebut nama Kirana. Ia menargetkan fondasi hukum dan reputasi Bapak Wijaya. Bapak Wijaya tidak akan peduli pada moral, tetapi ia akan sangat peduli jika reputasi keuangannya terancam oleh investigasi pajak.

Nadia telah berhasil menciptakan serangan berlapis yang menargetkan Kirana dari semua sisi:

Sisi Moral: Pengorbanan Rizky (bukti kekejaman Kirana).

Sisi Sosial: Kehancuran Siska (bukti tirani Kirana).

Sisi Finansial Internal: Vila Uluwatu (bukti penggelapan Kirana, yang akan diketahui suaminya sendiri).

Dua hari kemudian, Nadia menghadiri rapat Komite yang sangat tegang. Kirana ada di sana, tetapi ia terlihat seperti patung porselen yang retak. Riasannya tebal, tetapi matanya menunjukkan malam tanpa tidur. Ia tampak curiga terhadap setiap gerakan orang.

Saat rapat akan dimulai, ponsel Kirana bergetar keras. Itu adalah panggilan dari Pengacara Keuangan suaminya. Kirana meminta izin untuk keluar ruangan, sekali lagi.

Ketika Kirana keluar, Nadia memperhatikan interaksi antara ibu-ibu lain. Mereka berbisik.

"Lihatlah Kirana. Dia pasti punya masalah besar," bisik salah satu ibu.

"Sepertinya Ibu Nina serius dengan masalah legalitas lelangnya. Uang dan legalitas selalu menghancurkan amal," balas yang lain.

Nadia melihat Rina. Rina membalas tatapan Nadia dengan ekspresi penuh makna. Bayangan di balik Gerbang Mahoni semakin gelap.

Kirana kembali setelah lima belas menit, wajahnya putih. Dia memaksa rapat dilanjutkan, tetapi tangannya gemetar.

Nadia memutuskan sudah waktunya untuk menyerang dengan kebenaran yang akan membuat semua orang bertanya-tanya: mengapa Kirana begitu berkuasa?

"Bu Kirana," kata Nadia, suaranya pelan dan penuh hormat. "Saya ingin mengusulkan sesuatu yang penting untuk Gala Dinner. Kita harus membuat video profile singkat yang menceritakan sejarah keberhasilan The Golden Bridge."

Nadia melanjutkan, "Video ini akan berfokus pada para pendiri, sosok yang jarang muncul di publik. Kita harus menunjukkan pada donatur bahwa fondasi kita kokoh dan bukan hanya Kirana yang menjadi wajah sekolah."

Usulan ini adalah jebakan sejarah. Nadia tahu dari data curiannya bahwa sejarah The Golden Bridge memiliki noda hitam. Sekolah itu didirikan oleh seorang pengusaha yang kemudian dipenjara karena kasus penipuan besar-besaran, dan Kirana dan suaminya membeli saham mayoritas dengan harga murah saat krisis.

Jika Kirana menolak ide video sejarah ini, ia akan terlihat egois dan ingin menghapus sejarah sekolah. Jika ia setuju, Nadia akan menggali kembali aib masa lalu yang Kirana kubur.

"Ide yang sangat baik, Bu Nadia," kata Kirana, matanya menyipit penuh kecurigaan. Kirana tahu, ini adalah serangan yang sangat cerdas. "Namun, itu terlalu mahal dan memakan waktu. Video profile kita harus fokus pada masa depan, bukan masa lalu yang sudah tidak relevan."

Nadia mengangguk patuh. "Tentu, Bu Kirana. Masa depan adalah prioritas. Tapi saya rasa, menceritakan kembali bagaimana sekolah ini diselamatkan dari krisis adalah kisah yang lebih heroik. Itu akan menunjukkan keberanian Anda dan suami saat mengambil alih kepemimpinan. Ini akan menjadi branding yang sangat kuat."

Nadia telah memojokkan Kirana: mengakui Kirana telah menyelamatkan sekolah dari kehancuran masa lalu.

Kirana tersenyum kaku. "Baiklah, Bu Nadia. Anda yang akan mengurus timeline video sejarah itu. Anda harus membuktikan bahwa video ini tidak akan memicu drama baru."

Nadia telah mendapatkan izinnya. Gerbang Sejarah telah terbuka. Nadia tahu, menggali masa lalu The Golden Bridge akan mengungkap koneksi Kirana dengan pengusaha korup, yang akan menjadi titik lemah baru untuk dieksploitasi di Babak II.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!