NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Red Milkshake

Aku mencoba melempar bulu mata palsu itu ke punggungnya sekuat tenaga, tapi malah jatuh menyedihkan di lantai, tepat di depan sepatu bot merahku yang terbuka tanpa tali. Aku pun termanyun, lalu menghentakkan kaki sambil mengikuti dia sebelum dia keburu menghilang.

Kami keluar dari koridor dan masuk ke ruangan yang kelihatannya area utama. Sekitar dua puluh pasien sedang duduk bermeditasi. Begitu kami masuk, mata-mata mereka langsung menengok ke arahku. Beberapa lubang hidung mereka kembang-kempis seperti sedang mencium bau daging segar. Kebanyakan kelihatan teler, mata mereka berkedip lambat satu-satu, air liur menetes ke dagu.

Anehnya, aku sama sekali enggak merasa buruk tentang betapa mengerikannya penampilanku di sebelah segerombolan orang bejat itu.

Tapi aku juga enggak nyaman sama pakaian ini. Aku bahkan enggak yakin rok pendekku kelihatan atau enggak, di bawah kemeja yang baunya enak banget ini. Jadi bisa saja kelihatannya aku cuma pakai celana dalam sama kemeja cowok, kayak habis ngeseks, yang jelas bakal bikin para idiot mesum yang menatapku itu makin terangsang.

Aku hampir tersandung kaki sendiri saat melihat seorang cowok di pojok ruangan pakai sesuatu yang mirip topeng Venom. Topeng itu dari kulit ular hitam, menempel di kepalanya. Ada desain mulut palsu yang terbuka lebar, menunjukan deretan gigi tajam dan lidah merah panjang dengan ujung runcing dan bercabang.

“Apaan itu?” gumamku waktu kami lewat.

Kepala bertopeng itu mengikutiku saat kami menyebrang ruangan, tanda kalau dia lagi mengawasiku.

Dia condong ke depan di atas meja tempat dia duduk, taruh kepala bertopengnya di tangan bersarung kulit. Enggak ada seujung kulit pun yang kelihatan. Bulu kudukku langsung merinding.

“Gila, itu serem,” gumamku ke perawat itu.

Dia melirik ke arah yang aku lihat.

“Dia bukan predator terkuat di sini,” katanya. “Ini ruang perawatan. Kita punya buku dan permainan.”

Dia tunjuk ke rak buku, isinya buku-buku compang-camping dan kotak permainan papan yang rusak. Beberapa buku halamannya bernoda cokelat tua yang jelas-jelas darah kering.

“Menyenangkan,” jawabku datar.

“Kamu enggak diwajibkan buat bersosialisasi. Bahkan, kami enggak nyaranin. Tapi kamu boleh bebas di kamar kamu dan di sini. Kamar mandi ada di ujung koridor itu, tapi lebih baik pakai kamar mandi di kamar kamu.”

“Terus kamar orang lain gimana?”

“Ka—kamu enggak diizinin masuk,” katanya terbata, “Dan kami bakal ngawasin. Enggak ada waktu berduaan sama siapa pun. Selamanya.”

Aku menatap dinding belakang yang sama sekali enggak punya jendela.

“Kalau mau keluar?”

“Enggak.”

“Olahraga?” tanyaku.

“Kami enggak menganjurkannya,” jawabnya.

Aku tertawa. Mereka bahkan enggak menyarankan kesehatan jantung dan vitamin D?

Serius?

Perawat Agnes lari kecil ke meja panjang dan memanggil seseorang. Wanita penjaga kantin keluar dengan langkah terhuyung, rambut disanggul, wajahnya manyun galak.

“Jenny, yang ini harus makan!” kata Agnes.

Ibu kantin memutar mata, terus dia menatapku dengan ekspresi cemberut.

“Jenis apa?”

Mataku melirik ke balik meja, enggak ada apa-apa selain stainless. Memangnya aku bisa memesan apa?

“Kasih dia milkshake merah,” instruksi Agnes.

“Wah, kedengerannya lezat tuuuch,” gumamku. Tingkat kekesalan aku naik lagi. Tempat ini jelas bukan rumah sakit jiwa biasa. Lebih mirip penjara buat ... Penjahat gila.

Aku berusaha keras untuk enggak menatap si cowok Venom itu, tapi aku bisa merasakan tatapan matanya yang seram di balik topeng itu. Bikin merinding.

“Kamu harus makan di sini tiap jam makan,” ketusnya sambil menusuk dadaku dengan jarinya.

“Aku enggak nafsu makan,” jawabku. Dan itu benar. Aku hampir enggak pernah makan. Mungkin itu sebabnya aku kurus, pucat, dan gampang lemas. Tapi aku memang enggak bisa memaksa diriku buat makan.

Agnes mencibir dan memutar mata, menjadi salah satu orang paling enggak sopan yang pernah aku temui. Padahal dia cuma perawat.

“Kita enggak bakal main-main sama delusi kamu di sini. Paham?” katanya dingin. “Kamu mungkin mikir kamu enggak bisa makan. Kamu mungkin mikir kamu perlu minum ‘darah’ buat bertahan hidup. Tapi itu seratus persen salah!”

“Maaf ... apa?” Aku melongo.

Siapa sih yang gila di sini?

Minum darah buat bertahan hidup?

“Persis kayak yang aku bilang. Vampir itu enggak ada. Kamu cuma perempuan dengan pikiran kacau. Minum obat kamu, makan, dan jangan pernah ngomongin vampir, darah atau omong kosongmu itu. Fasilitas ini khusus buat orang-orang kayak kamu, yang udah terlalu lepas dari kenyataan sampai percaya diri kalau mereka makhluk ajaib.”

BRAKKKKK

Sebuah gelas plastik dibanting ke meja, nyaris mengenai jariku.

1
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Dirgantara
Beuhh!
Rainn Dirgantara
Pelit kali 👀
Atelier
hi Rowenaaa
Atelier
🤭 memang mempesona
Adellia❤
karna pak dokter juga sama kayak km rowena 👻👻👻
Adellia❤: itu lho kak rowena sama pak dokter di kasih bodrex ..
total 6 replies
Dewi kunti
kok ngeri siiiiich🙈🙈🙈
Adellia❤: wlee😋😋😋
total 14 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!