NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Wawancara Live dan Strategi Ninja Asean

Pagi yang cerah di SMA Dirgantara menjadi saksi ujian terbesar dalam sandiwara Arazka dan Maura: wawancara live untuk majalah sekolah, yang akan disiarkan di platform media sosial. Seluruh siswa dan penggemar ALVEGAR menantikan momen ini.

🎤 Ujian Akting di Bawah Sorotan

Ruangan Studio Media sekolah disulap menjadi tempat wawancara yang elegan. Arazka dan Maura duduk berdampingan di sofa, terlihat perfect dan serasi—Arazka dengan jaket varsity ALVEGAR dan Maura dengan blazer yang elegan.

Di belakang kamera, The Queens (kecuali Keysha) dan anggota ALVEGAR (kecuali Danis) menunggu dengan tegang.

"Gila, mereka kayak beneran jadian!" bisik Miko kepada Fanila.

"Diem, Ko! Loe bikin gue deg-degan!" balas Fanila, meskipun ia juga penasaran.

Wawancara dimulai. Sang pewawancara langsung menanyakan tentang chemistry tak terduga mereka.

"Arazka, banyak yang penasaran. Anda dikenal dingin dan profesional. Bagaimana Anda bisa jatuh cinta pada Maura, yang notabene adalah rival akademis Anda?" tanya pewawancara.

Arazka menoleh ke Maura, matanya yang tajam menatap Maura dalam-dalam.

"Cinta itu aneh," ujar Arazka, suaranya pelan dan berwibawa, membuat semua orang terdiam. "Awalnya, saya benci cara dia menantang. Dia terlalu keras kepala, terlalu pintar. Tapi saya menyadari, dia adalah satu-satunya orang yang tidak pernah takut pada saya. Dan itu membuat saya tertarik. Saya benci image yang sempurna, tapi saya mencintai Maura yang asli."

Maura, yang mendengarkan, merasa jantungnya berdebar kencang. Meskipun ia tahu ini akting, kata-kata Arazka terasa sangat tulus dan pribadi.

Kini giliran Maura. "Maura, apakah Anda terintimidasi dengan dominasi Arazka?"

Maura tersenyum sinis, senyum yang hanya bisa dipahami oleh Arazka. "Tentu tidak. Arazka memang dominan, tapi dia juga cowok paling protektif yang pernah saya kenal. Dia mungkin dingin di depan umum, tapi dia selalu memastikan saya aman dan tidak ada yang mengganggu pekerjaan saya. Dia adalah tantangan terbesar saya, dan saya menyukai tantangan."

Arazka menyeringai tipis, puas dengan jawaban Maura.

Pewawancara mengajukan pertanyaan terakhir, paling berbahaya. "Sebagai pasangan yang kuat, bisakah kalian menunjukkan sweet moment kecil yang membuktikan bahwa hubungan kalian nyata?"

Maura langsung panik. Sweet moment apa?! Sentuhan aja udah dibatasin di perjanjian!

Tiba-tiba, Arazka bergerak cepat. Ia mengulurkan tangan ke wajah Maura, mengusap lembut sudut bibirnya, persis seperti yang dilakukan Miko kepada Fanila.

"Ada sisa lipstik," bisik Arazka, suaranya hanya terdengar oleh Maura. Gerakan itu intim, lembut, namun tetap dominan.

Maura memejamkan mata sesaat, merasakan sentuhan dingin Arazka. Sial, kenapa dia harus melakukan ini?!

Arazka lalu mencondongkan tubuhnya ke telinga Maura. "Loe lupa clause di perjanjian? Loe harus nurutin gue. Dan gue mau, loe balas senyum gue," bisik Arazka.

Maura membuka mata, menatap Arazka dengan tatapan yang bercampur antara marah dan terpana, lalu ia memaksakan senyum manis yang sangat meyakinkan di depan kamera.

Semua orang di ruangan itu langsung bersorak, yakin bahwa chemistry mereka adalah nyata.

🥋 Strategi Ninja Asean

Sementara drama itu berlangsung, Asean Mahardika menjalankan strategi barunya. Ia tidak lagi mengejar Keysha dengan flirting murahan.

Asean menunggu Keysha di gerbang. Kali ini, ia tidak menyapa dengan smirk andalannya. Ia hanya berdiri di sana, diam, memegang dua botol air mineral.

Keysha keluar dan melihat Asean. Ia tampak terkejut karena Asean tidak mengganggunya.

"gue sudah dijemput," kata Keysha singkat, menghindari tatapan Asean.

Asean mengangguk. "Gue tahu. Gue gak mau ngegombal. Gue cuma mau nanya. Btw, loe skill bela diri loe gila banget. Respect."

Keysha berhenti berjalan. Ia menatap Asean. "Terima kasih."

"Tadi... pas loe jatuhin gue, itu jurus apa? Itu gak ada di Taekwondo," tanya Asean, suaranya benar-benar penasaran, bukan menggoda.

Keysha melihat Asean. Wajahnya yang pendiam tiba-tiba terlihat sedikit tertarik. "Itu Judo-Kyokushin mix. Counter cepat."

Asean terkejut. "Kyokushin? Gila! Keren banget. Loe belajar di mana? Gue harus coba latihannya!"

Keysha melihat Asean dengan pandangan baru. Asean tidak lagi tebar pesona; dia terlihat seperti seorang atlet yang serius. Untuk pertama kalinya, Keysha bicara sedikit lebih panjang.

"Di akademi ayah gue. Tapi latihannya keras," jawab Keysha.

Asean menyeringai, ganteng dan penuh semangat. "Gue gak takut keras. Please, Keysha. Ajarin gue. Gue mau tahu semua trik counter cepat loe."

Keysha berpikir sejenak, lalu mengangguk pelan. "Baiklah. Tapi jangan harap gue bisa bicara banyak saat latihan. gue nggak suka keramaian."

"Gak masalah. Gue janji gak akan flirting saat latihan. Cuma jurus!" Asean berseru gembira. Ia lalu memberikan salah satu botol airnya. "Ini. Minum. Biar besok loe gak dehidrasi."

Keysha menerima botol air itu. Asean akhirnya mendapatkan nomor ponsel Keysha (demi janji jadwal latihan) dan ia merasa lebih puas daripada saat ia berhasil mendapatkan nomor siswi paling cantik di sekolah dengan rayuan maut. Keysha adalah tantangan baru, dan Asean siap menjadi murid yang baik.

Setelah wawancara selesai, Maura langsung menarik Arazka menjauh dari kerumunan.

"Loe gila ya?! Pake nyentuh bibir gue segala?! Itu gak ada di perjanjian! Lo melanggar batas!" tuntut Maura, wajahnya masih memerah.

Arazka menyandarkan tubuhnya di dinding, terlihat tenang dan berkuasa. "Gue melanggar? Loe lupa poin satu? Kita harus tampil serasi dan meyakinkan. Gimana mau meyakinkan kalau kita gak ada sweet moment?"

"Tapi itu kissing!"

"Bukan kissing. Itu cuma touch up lipstik. Loe berlebihan. Atau... loe baper?" goda Arazka, seringainya kembali muncul.

"Gak akan! Loe itu cuma partner kontrak gue!"

Arazka melangkah maju, menjebak Maura di antara dia dan dinding. Wajahnya hanya berjarak beberapa inci.

"Loe akan terus ngomong itu, sampai suatu hari loe gak sadar, kalau loe udah jatuh cinta sama gue, Maura," bisik Arazka, suaranya serak dan menggoda.

"Gak akan pernah!" Maura keras kepala.

"Kita lihat saja. Btw, penampilan loe tadi luar biasa. Lo terlihat sangat mencintai gue," puji Arazka, lalu ia mencium kening Maura dengan cepat dan lembut, sebelum Maura sempat bereaksi.

"Sampai jumpa besok, pacar. Good job hari ini."

Arazka pergi, meninggalkan Maura yang sekali lagi mematung, keningnya terasa panas. Kenapa dia bisa selembut dan sedingin ini dalam waktu bersamaan?.

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!