NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Kasar-kasar

Hari terus berlalu, akhirnya hari yang tidak ditunggu Kayla pun tiba, hari ini ia akan menikah dengan pria yang baru ia kenal satu bulan lalu. Pernikahan yang begitu mendadak dan terburu-buru, padahal Kayla tengah fokus pda pendidikannya.

Pernikahan Kayla dan Arthur dilaksanakan di gereja yang tak jauh dari apartemen Kayla, tidak ada resepsi, tidak ada acara besar, hanya makan-makan sederhana yang dilakukan kedua keluarga di apartemen Kayla, di mana apartemen Kayla memang terbilang cukup besar.

Skip...

Janji suci antara Kayla dan Arthur pun berjalan lancar, saat ini keduanya sudah sah menjadi suami istri. Setelah pemberkatan Arthur hanya diam, tidak ada obrolan diantara keduanya, Arthur hanya akan bicara jika Papa Bastian dan Mama Emma mengajakanya bicara, selebihnya ia hanya diam.

Saat ini, Arthur, Kayla dan seluruh keluarga keduanya sudah berada di apartemen Kayla. "Apartemennya bagus ya, luas juga," ucap Mama Emma.

"Aku suruh Kayla cari apartemen yang besar biar dia enak tinggalnya disini," ucap Ayah Demian.

Acara pun terus berlanjut, Arthur dan Kayla duduk berdampingan di sofa ruang tamu, mereka hanya diam ketika orang-orang asik mengobrol hingga Mama Emma pun menghampiri mereka.

"Arthur, jangan diam aja. itu Kayla diajak ngobrol," ucap Mama Emma.

"Iya," jawab Arthur.

Setelah itu, Arthur menoleh Kayla. "A-ada apa?" tanya Kayla yang begitu gugup karena Arthur menatapnya dengan tatapan tajam seolah ingin menguliti Kayla.

"Mau makan?" tanya Arthur.

"Gak, a-aku kenyang," jawab Kayla.

"Kenyang? Kapan makannya?" tanya Arthur.

"Tadi pagi sebelum ke gereja," jawab Kayla asal.

"Yasudah," ucap Arthur lalu berdiri dan pergi ke meja makan.

Di meja makan, Mama Emma melihat Arthur yang menghampirinya dan mengambil makanan yang disediakan di meja tersebut.

"Mana Kayla?" tanya Mama Emma.

"Di ruang tamu, gak amu makan katanya udah kenyang," jawab Arthur.

"Harusnya kamu paksa lagi, perempuan itu mainya di paksa," ucap Mama Emma dan pergi ke runag tamu untuk menemani Kayla.

Disisi lain, Kayla melihat Arthur yang berjalan menjauh menuju meja makan hanya bisa menghela napas panjang. Rasanya oksigen di sekitarnya baru saja kembali setelah pria itu beranjak. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama karena Mama Emma justru mendekat dan duduk di samping Kayla, menggantikan posisi anaknya tadi.

​"Kayla sayang, Arthur memang begitu. Dia kaku dan tidak pandai berbasa-basi, tapi dia perhatian dengan caranya sendiri," ucap Mama Emma sambil mengelus tangan Kayla lembut.

​Kayla hanya tersenyum tipis, tidak berani menyanggah. 'Perhatian? Dia bahkan tidak bertanya kenapa aku takut padanya,' batin Kayla.

"Iya, Ma," jawab Kayla.

​Sedangkan, di meja makan Arthur terlihat tenang menyantap makanannya. Gerakannya sangat rapi dan efisien, mencerminkan kedisiplinannya sebagai seorang Dokter. Meskipun sedang makan, auranya tetap mendominasi ruangan dan sesekali ia menjawab pertanyaan Ayah Demian dengan anggukan dan memberikan jawaban singkat satu atau dua kata.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam dan semua keluarga pun memutuskan untuk menginap di hotel, mereka ingin memberikan waktu untuk Kayla dan Arthur saling mengenal, karena itu tidak ada yang menginap di apartemen Kayla.

"Ingat Arthur, jangan kasar-kasar, kasihan Kayla," ucap Mama Emma.

Kayla yang mendengarnya pun wajahnya terasa panas, sedangkan Arthur tampak biasa saja bahkan Arthur membalas perkataan Mama Emma. "Iya, nanti Arthur pelan-pelan," jawab Arthur.

"Bunda gak sabar pengen punya cucu," ucap Bunda Anya.

"Iya, sama ya Jeng," ucap mama Emma.

"Pa, bawa Mama pergi," ucap Arthur pada Papa Bastian.

"Hahaha, iya. Kita pergi dulu ya," pamit Papa Bastian.

"Ingat, yang nurut sama suami ya," ucap Ayah Demian.

"Iya, Yah. Ayah sehat-sehat ya, jangan lupain Kayla," ucap Kayla.

"Gak akan, mana bisa Ayah lupain putri kesayangan Ayah ini, Ayah pergi dulu ya. Arthur, jagain anak Ayah, awas kalau sampai anak Ayah terluka," ucap Ayah demian.

"Iya, Yah. Arthur gak akan pernah lukai Kayla," ucap Arthur.

"Bagus, Ayah pegang janji kamu," ucap ayah Demian lalu pergi dari apartemen Kayla.

Apartemen yang tadi ramai kini mendadak sunyi senyap, hanya ada Kayla dan Arthur yang berdiri di ruang tengah.

​"A-aku mau bersih-bersih dulu," ucap Kayla yang memecah keheningan.

Kayla segera masuk ke kamarnya, yang kini juga menjadi kamar Arthur. ​Di dalam kamar, Kayla melihat koper Arthur yang sudah diletakkan di sudut ruangan. Rasanya aneh melihat barang milik pria asing di ruang pribadinya, setelah mandi dan berganti pakaian dengan piyama panjang yang tertutup rapat, Kayla keluar dan mendapati Arthur sedang duduk di tepi ranjang, baru saja selesai melepas kemejanya.

​Kayla mematung di ambang pintu kamar mandi, punggung tegak Arthur dengan otot yang kokoh terlihat sangat jelas dan Kayla refleks membuang muka.

​"Sudah selesai?" tanya Arthur tanpa menoleh.

​"Sudah," jawab Kayla pelan.

​Arthur berdiri dan mengambil handuk lalu berjalan melewati Kayla untuk masuk ke kamar mandi. Saat pria itu lewat, aroma parfum woody bercampur aroma maskulin yang kuat tercium oleh Kayla, membuat jantungnya berdegup tak karuan.

​Tak lama kemudian, Arthur keluar hanya dengan mengenakan celana panjang kaos, ia naik ke atas ranjang dan bersandar pada kepala tempat tidur. Kayla masih berdiri kaku di sisi lain tempat tidur.

"Tidurlah, aku tidak akan memintanya. Aku terlalu capek hari ini," ucap Arthur.

Kayla pun naik ke ranjang dengan sangat hati-hati, ia tidur di posisi paling pinggir, bahkan hampir jatuh dari ranjang karena terlalu takut bersentuhan dengan Arthur.

​"Jangan tidur terlalu pinggir, nanti kamu jatuh," suara bariton Arthur tiba-tiba terdengar di kegelapan dan membuat Kayla tersentak.

​"I-iya," jawab Kayla singkat, namun ia tetap tidak bergeser.

Melihat Kayla yang masih berada di posisinya Arthur pun kesal, "Geser kesini, aku tidak akan meminta apa-apa darimu," ucap Arthur.

"Iya, ini sudah pas kok," ucap Kayla.

'Pas apanya, udah mau jatuh gitu,' batin Arthur.

Karena merasa gemas dengan Kayla, Arthur mendekati Kayla dan memeluk Kayla dari belakang lalu menariknya hingga posisi mereka saat ini berada di tengah kasur.

Kayla yang terkejut pun masih mencerna apa yang baru saja terjadi, ketika ia sadar dan ingin menjauh dari Arthur, Arthur sudah menahan pinggangnya.

"Sudah jangan bergerak, hari ini adalah hari yang melelahkan, jadi cepat tidur," ucap Arthur yang masih memeluk Kayla dari belakang.

Kayla yang tidak bisa menjauh dari Arthur pun hanya pasrah dan memejamkan matanya hingga ia terlelap di pelukan sang suami yang baru saja ia nikahi hari ini.

.

.

.

Bersambung.....

1
Marina Tarigan
tempat mu di jeruji besi sari kau salah alamat orang terganggu tidurny gara ibumu kau menampar dr yg merawat ibumu tanpa uang sesenpun semoga anak didunia ini hanya kamu keturunan. iblis
Marina Tarigan
berdua kalian sangat tersiksa Kaila doakan suamimu agar pd waktunya pulang dgn baik
Marina Tarigan
dr hsryd dtand buy 24 jam kalau tdk mau berhenti saja nyawa pasien dipundakmu selain Tuhan
Marina Tarigan
istri anak paling kesepian adalah keluarga dr apanila dr itu kompeten pergi pagi pulang larut malam anak sdh tidur baru bpnya sampai dirumah itu panggilan tugas mulia sabar zkai
Marina Tarigan
tugas kemanusiaan Kaila seorang dr harus rela ditempatkan di manapun banyak berdoa jaga kesehatan cari kesibukan
Marina Tarigan
belajar serius celini jgn laki2 terus kamu bahas🤭 dr apa kamu itu kalau sdh saatnya nanti Kaila yerus bilang dr Arthur suaminya jgn2 kamu nanti mati berdiri
Marina Tarigan
ini semua teman Kaila para dr 2 imi gak ada akhlak kok diuruzin hal pribadi orsng apalagi dr celine keparat kali mau tahu aja urusan orang kamu tdk psrnah dilirik pria ya tdk laku kali
Marina Tarigan
rmh sakit ini tdk punya etika dr 2nya tukang gosip yg tdk penting arogan kebanyakan suka sekali urusan orang lain dp urusan rs agar lebih maju dan berguna kpd masyarakat
Marina Tarigan
wah ini cocok disandingkan dgn dr karin yg satu pecicilan dr penggoda dan satu dr arogan sok benar
Marina Tarigan
didikan keras dan kadang menyakitkan dari suamimu berbuah manis sehingga para dr kagum odmu terlebih dr julid menilaimu hingga kagum apalagi dr Arthur suamimu tdk mau dinilai sejawatmu karena backing dr arthur
Marina Tarigan
hai Karin luar biasa kesalahanmu sangat fatal jgn bawa cinta ke ruang opetasi nyawa pasien ditangan dr dimana harga dirimu kamu congkak bertemu dgn dr yg mementingkan pekerjaan dan nyawa pasien jgn 2 nanti mau pindah lebih baik dp kegatelan
Marina Tarigan
mknya jgn pecicilan Karin seorang yg berkelas kamu lecehlan nama baikmys didepan semua balik sm mu deh
Marina Tarigan
jaga martabatmu dr sia2 gelarmu itu mumgkin ditempat lainpun kamu ngejar laki2 juga
Marina Tarigan
paramedis2 ini kok kayak ibu 2pasar sayur ngerumpi terus soal atasannya aneh
Marina Tarigan
dr Karin dr abal2 ini karema keluarganya orang berpengaruh kok ngejar 2 teman dejawat terus sia2 kami cantik sukanya ngejar laki2🙏
Marina Tarigan
karin ini dr atau sektetaris perusahaan kan biasanya wanita xi perusahaan yg sering menggoda laki2 yh mempunyai keduduksndan kaya kalau dr biasanya bukan begitu katena mereka sama2 berkelas dan sams pintar
Marina Tarigan
pantas saja jihan dikeluarkan berarti masuk ke rd medika bukan karena kepintsrannya
Marina Tarigan
lok aneh kamu jihan gara2 laki2 lamu nisa membunuh patien gonlok jgn main menangani pasien nyawa taruhannya
Marina Tarigan
kamu jgn bawa perasaan di tempat kerja kamu dr yg harus menyelamatkan nyawa orang ditempat kerja Artur bukan suamimu tapi guru pembimbingmu dlm pekerjaanmu mk bersikap lpropersisiolnal kerjaamu nyawa tantangannya
Marina Tarigan
ada tujuan Arthur begitu karena kamu sdg prakter menimba ilmu yg terbaik biarkan saja kalau nanti sdh selesai pun begigu perlu dipertanyakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!