NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Penampakan

"Anak ku, kenapa anak ku harus mati seperti ini." Pak Kamil misterius dan menjerit di samping mayat Arman.

"Pak, jangan seperti menangis dan meratap karena akan memberatkan mayat." nasihat Pak Wandi.

"Ya Allah bagian leher sampai biru seperti ini pasti karena terkena jerat tali." Pak RT memperhatikan bekas jerat tali di leher Arman.

"Apa sebelumnya ada masalah di antara kalian sehingga Arman sampai bertindak seperti ini?" Pak kades Parto bertanya kepada mereka.

"Tidak ada, Pak! Arman berangkat sekolah dengan hati riang dan sama sekali tidak ada pertengkaran." Bu Narti menjawab pertanyaan Pak kades.

"Lalu apa yang membuat dia jadi mengambil keputusan nekat seperti ini?" bisik semua warga.

Mungkin bila yang gantung diri adalah orang dewasa maka mereka beranggapan bahwa orang tersebut tidak kuat menanggung beban derita yang begitu besar, tapi ini yang gantung diri masih remaja sehingga timbul tanda tanya yang sangat banyak di dalam hati mereka semua karena memang Arman masih remaja.

Bisa di bilang bahwa masalah yang di hadapi Arman tidak terlalu serius, jadi jelas rasanya agak aneh bila dia sampai memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri seperti ini dan sebagian warga ada yang tidak percaya karena mereka beranggapan Arman tidak mungkin sampai nekat untuk gantung diri di kebun karet.

Tapi mereka juga tidak bisa menuduh orang lain karena selama ini desa di anggap aman dan tidak ada musuh dalam keluarga Pak Kamil, mungkin bila Pak Kamil memiliki musuh maka mereka bisa saja curiga kepada musuhnya itu tapi Pak Kamil memang tidak memiliki musuh di desa ini sehingga mereka semua tidak bisa untuk curiga.

Teman teman Arman juga mengatakan bahwa Arman tidak ada masalah ketika sekolah tadi, dia hanya pergi begitu saja dari sekolahan ketika usai berpamitan dari toilet saat sedang jam sekolah, bahkan para teman juga tidak tahu kenapa Arman langsung pergi begitu saja tanpa ada pamitan kepada mereka semua.

Para warga mulai turun tangan untuk membereskan mayat Arman ini dan mereka akan segera memandikan mayat Arman, malam ini juga mayat Arman akan segera di kuburkan karena mereka takut bila menyimpan mayat Arman terlalu lama sampai menunggu besok pagi karena bisa dikatakan Arman meninggal bukan dengan cara yang benar.

Sebagian orang sudah takut bila Arman nanti akan jadi arwah gentayangan karena mereka percaya bahwa orang yang meninggal karena bunuh diri pasti tidak akan di terima bumi, jadi memang di desa ini bila ada manusia yang gantung diri atau melakukan bunuh diri dengan cara lain maka langsung akan di kuburkan begitu saja.

"Ada surat di kantong celana Arman." Pak Wandi yang akan membuka celana menemukan secarik surat.

"Coba baca dulu Pak Kamil siapa tahu itu salah satu petunjuk." suruh Pak RT kepada Pak Kamil.

"Iya, baca dengan seksama siapa tahu bisa menunjuk tentang kematian Arman." Pak kades juga membuka suara.

"Baik, akan saya baca dengan benar." Pak Kamil mengambil surat itu.

Bu Narti yang mendengar ada surat maka dia juga mendekat untuk melihat apa isi surat tersebut karena pasti di tulis oleh Arman, kedua orang tua ini segera membaca isi surat itu karena mereka penasaran apa yang telah terjadi.

"pak ini aku Arman, aku tidak bahagia menjadi anak kalian karena kalian adalah orang miskin. aku ingin punya barang seperti teman yang lain, Rahman punya motor walau dia tidak punya orang tua!

Aku malu punya orang tua seperti kalian, semoga dengan kematian ku ini kalian di landa penyesalan karena tidak bisa membahagiakan anak."

Pak Kamil yang membaca surat itu hanya bisa terperangah tidak percaya bahwa Arman melakukan tindakan bunuh diri hanya karena dia tidak ingin menjadi anak orang miskin, Bu Narti yang ikut membaca surat itu jadi semakin menangis pilu karena dia merasa gagal jadi orang tua tidak bisa memberikan apa yang anak inginkan.

"Dia pasti iri karena Rahman memiliki motor." bisik Joko kepada Edo.

"Kau ingat tidak saat dia mengatakan kalau Rahman di belikan motor karena hasil korupsi." Joko kembali berbisik kepada Arya.

"Heh kau tidak boleh langsung menyimpulkan seperti itu." Arya tidak ingin Joko berbicara sembarangan.

"Lah itu isi surat juga benar, Arman pasti sangat iri dan dia memang sudah lama ingin motor seperti itu." Joko sangat yakin dengan tebakan dia.

"Sudah lah, kita tidak tahu pasti jadi jangan bicara sembarangan." Arya tetap tidak ingin di ajak berbicara akan hal itu.

Sementara orang yang ada di sana hanya bisa terdiam dan menatap iba kepada Pak Kamil dan juga Bu Narti karena mereka memiliki anak yang sangat tidak tahu diri seperti itu, hanya Bu Laras yang terdiam karena dia merasa ini sangat berbeda dengan kenyataan namun dia tidak ingin mengatakan sekarang karena tidak ada bukti juga di tangan.

...****************...

"Pak, kenapa tidak cuci kaki dulu pas masuk rumah." tegur Joko ketika dia melihat sepasang kaki berlumuran lumpur dari bawah gorden.

Jelas sekali mata Joko melihat kaki itu penuh dengan lumpur dan dia merasa bahwa itu adalah kaki dari Pak Rustam, jadi Joko langsung menegur begitu saja tanpa melihat jelas siapa sosok tersebut karena dia merasa mungkin saja Pak Rustam baru pulang dari kuburan usai mengurus pemakaman Arman.

"Nanti kena marah Ibu baru tahu rasa." rutuk Joko segera bangun.

"Nah kan bekas nya banyak, ih mana bau amis lagi." keluh Joko yang sudah keluar dari kamar.

"Mana Bapak tadi?!" Joko mengejar ke bagian dapur untuk melihat Pak Rustam.

Tapi setelah sampai dapur dia tak juga melihat keberadaan Pak Rustam, Joko mencari ke sana kemari karena jelas tadi langkah itu menuju dapur dan dapat Joko lihat sendiri bahwa kaki yang berlumuran lumpur itu memang menuju ke arah sini tapi sekarang malah tidak ada.

"Kok tidak ada!" batin Joko dan melihat kearah pintu belakang.

Wuussssh.

"Dingin sekali, mendadak saja aku merasa merinding." Joko tidak nyaman dan ingin segera masuk kembali ke dalam kamar.

Jreeeeeeng.

"AAAAAAAGHHHH!"

Joko berteriak keras karena di perbatasan pintu antara ruang depan dan ruang belakang justru dia melihat pemandangan yang begitu mengerikan, sosok Arman tergantung di sana dengan lidah terjulur keluar dan juga wajah yang sangat pucat lengkap dengan tali nilon berwarna biru sehingga posisinya sama seperti ketika masih ada di kebun karet milik Pakde Parto itu, sontak Joko yang melihat pemandangan itu seorang diri langsung pingsan di tempat karena tidak sanggup menahan rasa takut yang ada di dalam hati.

Selamat sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!