NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Di tampar

"Pakde." Rahman datang menemui Pakde Parto.

"Ada apa, Nak? apa uang jajan nya sudah habis." Pakde Parto menatap sang keponakan.

"Em enggak, a..aku mau ngomong soal yang di gunung itu." Rahman gugup karena takut.

"Ha?!" Pakde Parto juga nampak kaget karena mendadak saja Rahman ingin bicara soal itu sekarang.

"Ada sesuatu yang mau aku tanyakan, boleh tidak kalau aku ngomong sekarang." pinta Rahman kembali.

Pakde Parto nampak menatap ke sana kemarin untuk memastikan terlebih dahulu apa tidak ada orang yang mendengar percakapan di antara mereka berdua, sebab sang istri juga tidak tahu akan masalah yang dia pergi menuju gunung kawi bersama dengan Rahman saat itu.

Jadi memang hanya menjadi rahasia berdua milik mereka dan tidak ada orang lain yang mengetahui tentang hal itu lagi, jadi sekarang ketika akan berbicara maka mereka harus mencari momen yang pas agar tidak di ketahui oleh orang lain dan termasuk juga oleh Bu Kades karena dia memang tidak tahu.

Rahman juga tidak sembarangan ketika akan mengajak berbicara karena dia tahu konsekuensi bila berbicara sembarangan di hadapan semua orang, ancaman dari Mbah Bedu masih saja ternyang di pikiran pemuda ini sehingga dia tidak berani untuk membuka mulut untuk mengatakan apa yang telah terjadi tentang ritual Gunung Kawi itu.

Bahkan Rahman juga di larang memberitahu Pakde Parto tentang makanan yang dia makan di Gunung Kawi itu, jadi sampai sekarang Pakde Parto sama sekali tidak mengetahui bahwa yang ia makan saat sedang melakukan ritual adalah daging tikus mentah karena memang Rahman di larang memberitahu dia oleh Mbah Bedu.

Pemuda ini harus menyimpan banyak rahasia dan sekarang dia juga ingin mempertanyakan lebih jelas kepada Pakde Parto tentang ritual tersebut, kematian Arman begitu mengganggu pikiran Rahman sehingga dia mau tidak mau harus bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan karena Rahman memang merasa curiga bahwa kematian Arman ada sesuatu yang telah tersimpan.

Jadi dengan keberanian yang hanya sepenggal maka Rahman datang menemui Pakde Parto untuk membicarakan tentang masalah itu berdua, padahal untuk duduk saja Dia sangat gelisah karena takut bila orang tua ini nanti justru akan marah karena dia telah berbicara sembarangan atau bahkan kesan nya menuduh Pakde Parto adalah pelaku.

"Kenapa to, ada apa?" Pakde Parto juga terlihat sangat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Rahman.

"Maaf bila sebelumnya aku lancang karena mengajak Pakde berbicara tentang masalah ini, tapi kematian Arman sangat mengganggu aku." Rahman meremas tangan dia sendiri karena gugup.

"Loh kalau masalah kematian Arman kenapa kamu mengatakan tentang ritual gunung?" Pakde Parto seolah memasang wajah bingung.

"Ak..aku, begini aku takut bila ternyata Arman adalah tumbal yang di butuhkan untuk ritual itu." jelas Rahman.

PLAAAAAAK.

"Kang!" Bu Kades tersentak kaget ketika dia tidak sengaja melihat sang suami menampar wajah Rahman.

Pakde Parto juga tersentak kaget dan dia mundur sesaat karena sadar sudah menampar Rahman sampai sekeras itu, Rahman sendiri hanya tertunduk karena dia tahu Pakde Parto sudah marah karena dia berbicara sembarangan tentang ritual gunung yang di lakoni oleh orang tua tersebut sehingga sampai dia terkena tamparan sangat kencang dan sudut bibir mengeluarkan darah segar.

"Kenapa ini, kenapa kamu tampar Rahman?" Bu Kades terlihat marah dan juga bingung.

"Ini..anu ini loh, aku baru saja membelikan dia motor tapi dia malah ingin ganti dengan yang lain." Pakde Parto cepat mencari alasan.

"Loh Rahman, kok begitu?" Bu Kades percaya saja dengan ucapan sang suami.

"Sudah lah tidak usah di bahas lagi, kamu cepat berangkat sekolah sekarang!" Pakde Parto berkata tegas.

"Assalamualaikum." Rahman mengambil tangan Bu Kades dan menyalami lalu segera pergi.

"Hati hati, jangan ngebut di jalanan ya." pesan Bu Kades lembut.

"Dasar anak nakal, ada saja masalah dia." kesal Pakde Parto merutuk sendirian karena memang membuat dia marah.

"Kamu kalau marah jangan cepat turun tangan seperti itu to, Pak." nasihat Bu Kades secara lembut.

"Rahman kalau tidak di beri penegasan maka dia akan semakin kurang ajar, apa kata orang bila dia semakin tidak bisa menjaga sikap." sengit Pakde Parto.

"Ya tapi jangan main tampar begitu, kasihan dia." Bu Kades tetap iba.

Pakde Parto membuang muka Karena dia sudah tidak ingin membahas akan masalah itu lagi, sebab masalah yang terjadi bukan seperti yang dia katakan dan bu Kade sama sekali tidak tahu tentang masalah yang telah mereka buat di Gunung Kawi itu sehingga dia sama sekali tidak menduga bahwa sang suami itu memuja iblis.

...****************...

"Kenapa dengan wajah mu ini, Man?" Azka melihat wajah Rahman yang merah dan juga bengkak.

"Tidak apa apa." Rahman menggeleng tapi wajah dia begitu suram sehingga Azka merasa memang ada sesuatu.

"Kau kalau ada masalah cerita saja, jangan di pendam sendirian nanti malah mati muda loh kau." gurau Azka.

Rahman tertunduk dan dia tidak bisa menjawab ucapan Azka yang lebih tua dari pada dia, sebenarnya rasa ingin bercerita di dalam hati begitu bergejolak tapi Rahman tidak berani karena dia takut nanti Mbah berdua akan marah kepada dia dan sesuai dengan ancaman maka dia akan di hantui berbagai macam iblis.

"Kena marah sama Pakde mu?" tebak Maulana yang baru datang.

"Paling iya, nih kau bolos sekolah juga." Azka juga menebak demikian.

"Jangan terlalu nakal, Pakde mu itu sudah baik sekali pada mu." nasihat Maulana.

"Kau kalau memang ada yang mengganjal di dalam hati maka ceritakan saja kepada kami sekarang." pinta Azka.

"Aku hanya rindu dengan kedua orang tua ku." dusta Rahman.

Azka dan Maulana saling pandang karena mereka sekarang baru mengetahui bahwa Rahmat sedang rindu kepada orang tua dia, mereka percaya saja karena memang Rahman di tinggal ketika dia masih kecil dan kemungkinan besar rasa rindu di dalam hati telah membuncah.

"Sabar ya, banyak berdoa agar mereka di terima Allah." Azka merangkul pundak pemuda ini.

"Eh biar tidak semakin larut sedih, ayo jalan jalan ajak yang lain saja." Maulana ingin mengubah topik.

"Jalan kemana?" tanya Azka.

"Naik gunung kek atau apa kek gitu yang lain." ujar Maulana.

Rahman cepat menggeleng karena dia tidak akan mau lagi datang ke gunung walau itu gunung yang berbeda, sudah cukup satu kali saja dan itu membuat trauma yang cukup besar di hati pemuda ini karena sampai sekarang dia masih tidak bisa melupakan ketika Pakde Parto memakan daging tikus secara hidup-hidup.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!