NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ziarah dan Rahasia Pernikahan: Liburan, Ujian, dan Takdir di Pesantren

Saatnya waktunya ujian akhir semester ganjil dimulai baik pondok maupun sekolah, dan sebentar lagi sebelum liburan perpulangan mereka, ada ziarah lagi tp terkhusus untuk santri asrama putra dan putri untuk santri asrama tahfidz Tidak ada mereka hanya pulang sesuai dgn jadwal kls sekolah masing masing. dan ujian akhir semester ganjil diberlakukan selama 1 Minggu, setelah ujian selesai para santri tahfidz putri bisa menikmati waktu liburan mereka kembali kecuali santri putra dan putri mereka harus melakukan ziarah terlebih dahulu sebelum liburan perpulangan.

- (Para santri sedang mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester.)

- Santri 16: "Ujian akhir semester udah deket nih. Harus belajar lebih giat lagi."

- Santri 17: "Iya nih. Semoga soalnya nggak susah-susah amat."

(Setelah ujian selesai, para santri putra dan putri bersiap-siap untuk ziarah.)

- Pengurus: "Ayo semuanya, kumpul di lapangan. Kita akan segera berangkat ziarah."

- Santri 18: "Siap, Kang!"

- Santri 19: "Semoga ziarah kita lancar dan membawa berkah."

Saat liburan para santri putri tahfidz, Ning Hana tidak pulang ke ndalem melainkan membantu mbak mbak pengurus untuk ro'an asrama juga rolling karena sudah 1 semester dan Ning Hana juga akan pindah kamar ke lantai 2 dan ia akan menjadi ketua kamar lantai 1 dan 2 karena lantai 3 nanti akan diketuai kamar oleh Mbak Rere(salah satu pengurus keamanan) dan mbak Rere memegang anak asuh dari kelas 12 MA, berhubung karena Ning Hana masih kelas X Ma, maka tugas dialihkan ke lainnya dan Ning Hana meminta mengurus kelas X,dan XI saja. hari hari berlalu Ning Hana tetap riwa riwi mondar mandir dari kegiatan pondok, keluar dari pondok entah membeli apapun itu, dan kembali ke asrama lagi, ia tidak pernah sekali sekarang semenjak libur ke ndalem tidak tau mengapa. Malah justru di ndalem hari ini bertepatan hari Sabtu malam ada sahabat karib akung yang bernama Pak Kyai Haji Ammar dan Bu nyai hajjah Rodiah, juga anak, dan 2 cucunya. Anaknya bernama Agus Mohammad Ilham Taufiqurrahman dipanggil Gus Ilham anak dari pak kyai haji ammar dan istrinya bernama Ning Laura Nur Acizia dipanggil Ning Laura. 2 anaknya yg bernama Gus Galih Okta Arkanio yg dipanggil Gus Galih dan Gus Rachelino Okta Bagus Firmansyah yg dipanggil Gus Rasel dan kedua anak ini Gus Galih juga Gus Rasel anak dari Gus Ilham dan Ning Laura juga cucu dari Pak kyai haji ammar dan Bu nyai hajjah Rodiah. seperti rencana mereka dari dulu kalau Ning Hana dan Gus Rasel akan dijodohkan dan perjodohan ini dimulai dari sejak Gus Rasel Usia 6 tahun dan Ning Hana masih di dalam kandungan, usia Gus Rasel dan Ning Hana memang terpaut Selisih kurang lebih 5 tahun karena sekarang Ning Hana yg masih berusia 16 Tahun kelas X dan Gus Rasel yg berusia 20 tahun.

- (Ning Hana membantu mbak-mbak pengurus untuk ro'an asrama.)

- Ning Hana: "Semoga asrama kita jadi semakin bersih dan nyaman ya, Mbak."

- Mbak Pengurus 1: "Iya, Ning. Biar kita semua betah tinggal di sini."

- Mbak Pengurus 2: "Terima kasih ya, Ning, sudah mau bantu kita."

(Di ndalem, keluarga Kyai Haji Ammar dan Bu Nyai Hajjah Rodiah datang berkunjung.)

- Abah Yai: "Wah, sudah lama kita tidak bertemu, Kyai Ammar."

- Kyai Haji Ammar: "Iya, Yai. Alhamdulillah, hari ini bisa bersilaturahmi lagi."

- Abi : "Selamat datang, Gus Ilham, Ning Laura."

- Gus Ilham: "Terima kasih, Gus."

Akung menyuruh tamu untuk duduk dan pak kyai haji ammar membuka obrolan dg menyampaikan niat dan tujuan yaitu mengkhitbah anak dari Gus Haikal sekaligus cucu dari Pak kyai haji Ahmad Muzammil untuk cucu mereka yaitu Gus Rachelino Okta Bagus Firmansyah dan khitbah mereka di terima oleh keluarga kyai haji Ahmad Muzammil, dan malam itu juga setelah khitbah diterima dan juga langsung dilaksanakan Pernikahan. akung menghadirkan beberapa saksi seperti pengurus keamanan baik putra, putri maupun keamanan putri tahfidz asrama cucunya dan beberapa saksi lainnya ustadz dan ustadzah dan tentunya semua keluarga ndalem dan semuanya yg ada di pondok sudah mengetahui bahwa Ning Hana sudah menikah malam itu juga mereka yg menjadi saksi tentu kaget. tp Abah yai Ahmad Muzammil meminta kpd para saksi mulai pengurus siapapun, para ustadz dan para ustadzah yg diminta hadir malam ini sebagai saksi agar tidak berbicara terlebih dahulu karena pernikahan ini akan dirahasiakan sampai Ning Hana lulus baik itu sekolah maupun pondoknya dan semua saksi juga semua keluarga Gus Rasel mengerti akan hal itu dan malam ini Gus Rasel sudah sah menjadi suami dari Ning Hana. Gus Rasel beserta keluarga langsung pulang dan Gus Rasel akan mengurus semua surat perpindahannya 3 bulan kemudian, dan setelah Ning Hana kelas 11 semester akhir ganjil Gus Rasel akan berpindah dan membantu mengajar di pondok milik mertuanya karena dipondoknya masih ada juga Kakaknya yaitu Gus Galih

(Di ruang ndalem, Kyai Haji Ammar menyampaikan maksud kedatangannya.)

- Kyai Haji Ammar: "Kyai, maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk melamar cucu panjenengan, Ning Hana, untuk cucu kami, Gus Rasel."

- Abah Yai: "Masya Allah, Kyai. Sebenarnya, kami juga sudah lama memikirkan hal ini. Kami sekeluarga menerima lamaran panjenengan."

(Malam itu juga, pernikahan antara Ning Hana dan Gus Rasel dilangsungkan secara sederhana.)

Abah Yai Ahmad Muzammil mulai membacakan ijab dengan khidmat, menggunakan bahasa Arab yang fasih.

(Abah Yai menatap Gus Rasel dengan tatapan penuh harapan dan kasih sayang.)

- Abah Yai Ahmad Muzammil (mengucapkan ijab): "Ya Rachelino Okta Bagus Firmansyah Ibnu Agus Mohammad Ilham Taufiqurrahman, ankahtuka wa zawwajtuka ibnati Haikal Ahmad Muzammil, Ailaninia Hana Muzammilah alal mahril madzkur haalan."

(Gus Rasel menjawab dengan lantang dan penuh keyakinan.)

- Gus Rasel: "Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan."

(Setelah Gus Rasel mengucapkan qobiltu, para saksi serentak mengucapkan "Sah!" Suasana haru dan bahagia menyelimuti ruangan ndalem malam itu.)

(Abah Yai berpesan kepada para saksi agar merahasiakan pernikahan ini sampai Ning Hana lulus.)

- Abah Yai: "Saya mohon kepada semua yang hadir di sini untuk menjaga rahasia pernikahan ini sampai Ning Hana lulus sekolah dan pondok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!