silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Ditya:Sayang.Maaf aku sibuk terus.Malam ini kamu slow kan?.(Mengechat Nita)
Nita:Iya.Emank kenapa?
Ditya:Kok jawabnya ketus sih?😔(Menjawab manja lewat chat)
Nita:Gak apa apa bang
Ditya:Nanti sore,aku jemput ya.I love you❣
Nita:Terserah kamu lah
Dialah Aditya Putra Wijaya salah satu pewaris hartono group.Dia hanya memliki satu orang kekasih bernama Nita.Renita Diaz Putri,entah dia serius atau tidak
Ditya:Sayang aku sudah sampai depan rumah kamu.(mengechat Nita)
Nita:Iya bentar aku turun(Membalas chat)
Dengan dress pink sedengkul Nita turun ke teras rumahnya.malam itu Nita tampak begitu anggun mengunakan dress.Ditya sangat terpesona melihat Nita yang begitu cantik jalan menghampirinya.

"Aku aneh ya?Sampai abang liatin aku dari atas sampai bawah?"
"Gak kok cantik banget.Ayo masuk."Membuka pintu mobil Camrynya.

"Kita mau kemana?"
"Ada deh yang penting kamu pasti suka."Sambil memanaskan mobilnya.
"Ya udah."
"Kangen kamu."Memeluk dan mengecup pipi Nita.
"Udah bang aku gak mood dicium kamu."Mendorong tubuh Ditya.
"Kok gitu si.Kamu marah sama aku?"
"Gak kok."
"Aku masih kangen kamu."Memeluk dan mencium bibir Nita dengan memaksa.
"Gak mau bang aku lagi gak mood dicium."Mendorong tubuh Ditya.
"Aku rindu kamu."
"Apaan sih.Sekali lagi ngomong gitu aku tampar ya kamu."
"Kok gitu.Galak banget sih."Memandang wajah Nita.
Mereka berdua pergi ke sebuah restoran yang berada didalam hotel sheraton.

"Silahkan duduk nyonya Aditya Wijaya."Menyiapkan kursi.
"Thanks bang."
"Aku kesana bentar ya."
"Okey."
Ditya pergi menghampiri salah satu pelayan dan berbisik kepadanya lalu memberi serbuk yang membangkitkan hasrat pada pelayan itu.
Non Yu:Ada apa tuan?
Ditya:Kemarikan telingamu aku ingin membisikan sesuatu.(Mendekatkan tangannya ke telinga pelayan)
Non Yu:Gimana tuan?
Ditya:Tolong campurkan serbuk ini ke minunan pacar saya ya.Ambilkan minuman anggur lalu beri serbuk ini didalamnya.
Non Yu:Baik tuan.
Ditya menghampiri Nita.Ditya membawakan minuman anggur kesukaan Nita.
"Ini buat kamu sayang."Menuangkan air dari botol anggur ke gelas wanitanya.
"Makasih ya bang."
"Cheers..Ayo diminum."
"Iya bang."Meminum anggur sedikit demi sedikit tanpa ada kecurigaan apapun dan memakan makanan yang disiapkan ditya.
Nita merasa panas.Tidak seperti biasanya keringatnya bercucuran dan Ditya membawa kekasihnya itu ke kamar yang telah dia siapkan.
"Kenapa yang?"
"Panas banget bang.Hareudang,hareudang bang."Muka Nita memerah bak kepiting rebus akibat keringat yang berlebih.
Ditya memapah Nita kedalam lift.Dan mulai bermain dengan bibir Nita sampai dia merasa lebih panas dari biasanya.
"Sabar yank, kok kamu banyak banget keringatnya?"Pura pura bodoh dan mengelap keringat Nita.
"Ehmmm.."Nafas desah keluar dari bibir Nita karena obat yang diberikan bereaksi.
"Terusin,sayang suka banget kamu kaya gini."Merangkulkan tangan Nita ke pinggangnya.
Ditya mengecup seluruh bagian wajah Nita dan memojokan Nita ke sebelah pintu kamar yang dia pesan.Ditya memeluk pinggang Nita dan menciumnya tanpa henti.Dasyat sekali reaksi obat yang tadi dituangkan ke minuman Nita.Otak Ditya seakan ingin meledak karena pikirannya travelling kemana mana.
"Unch...Kangen.."Sambil mengecup leher putih Nita dan mencium rambut panjangnya yang terikat dijarinya.
"Apaan sih?"Sempoyongan mendorong tubuh kekar ditya.
"Rindu yank."
Seketika muka Nita merona merah karena malu dan bibirnya seakan akan membeku.Dia hanya bisa terdiam karena lemas dan kepanasan.Masuklah mereka ke room yang dipesan.
"Panas bang."Muka Nita merah dan kepalanya panas.
Ditya yang tidak bisa mengerem penglihatannya akan nita.Langsung memojokan Nita.Sambil terus memandangnya dengan pandangan yang berbeda.

"Apa sih bang?."Memandang Ditya sambil separo ngefly dan menahan tubuh Ditya dengan kedua tangannya.
"Kangen semua yang ada di kamu."Menatap mata Nita.
"Aku gak mau kaya gitu dulu."Memegang kepala Ditya dengan tangannya.
"Udahlah,sayang Nikmati aja setiap sentuhanku."Berbisik ke telinga Nita.
Nita yang malas melihat ditya.Langsung loncat kekasur dan berusaha memejamkan matanya.Untuk mengalihkan situasi dirinya yang terpojokan oleh sosok Ditya.
"Ayang..."Ditya berbisik manja.
"Apa?diem deh!berisik.."Sambil memejamkan mata dan berguling ke kanan kasur.
Ditya yang penuh perasaan yang tidak bisa terucapkan terus memandang dan memeluk Nita erat dari belakang.Nita yang tidak bisa bernafas mencekram tangan ditya yang merangkul pinggangnya.
"Dahlah bang,aku lagi gak mau ngelakuin ini."Berbisik pada ditya.
"Tapi aku mau yank..."Membelai rambut Nita dan mencium Nita lagi.
"Lepasin, gak bisa nafas."Memukul punggung Ditya dan mencekramnya.
"Maaf yank,kelepasan."
Dengan sekuat tenaga Nita mendorong tubuh Ditya.Dan berusaha beranjak dari kasur dengan keadaan kepala yang sangat pusing.
"Uwekkk...Uwekkk..Uwekkk.."Nita muntah kerena terlalu pusing.
"Kenapa yank?"Memijat leher Nita.
"Udah...Apaan sih?..Gak usah sok perhatian sama aku yang lagi lemah ya kamu."Menepis tangan Ditya.
"Maaf,yank aku gak bisa tahan kalau liat kamu sakit,Liat kamu kaya gini."Mengelap bibir Nita yang terkena muntahan.
"Lepasin tanganmu dari jangkauan wajahku.Kepalaku pusing."Menepis tangan Ditya lagi.
"Gak akan aku lepasin sebelum kamu maafin aku.Yank aku tu sayang kamu."Berusaha menjelaskan sambil menyeka air mata,keringat dan mulut nita yang kotor karena muntah berkali kali.
"B*lls*i* Semua cowok sama aja.Aku tahu pikiran kamu.Kamu cuma mau tidur sama aku kan?"Mengampar Ditya dan membuang tissue yang dia pegang.
"Auch..Sakit yank..Maafin aku."Mengengam pergelangan tangan Nita.
"Kemana aja kamu?..Disaat orang tuaku cerai aku sendirian kemana aja kamu?"Marah,emosi menangis sambil menunjuk sosok Ditya.
"Maafin aku..Aku sibuk kerja..Ini semua untuk masa depan kita nanti..Kamu tau kan kuliahku berantakan karena mama tiba tiba langsung menyuruhku untuk meneruskan rapat pada hari sidang cerai orang tua kamu?"
"Alasan terus..aku memang udah gak ada dihati kamu adit..Urus aja kerjaan kamu..Kamu emank gak punya hati dit..Kamu kaya robot!..Aku udah sering bilang apa susahnya perhatian sama aku!..Apa dit apa susahnya?..Aku capek selalu aku yang perhatian sedangkan kamu kaya gini terus..Aku mau pulang."Menunjuk dengan sempoyongan Ditya dan mengambil tasnya untuk lekas pergi.
"Maafin aku yang..Aku gak bisa hidup tanpa kamu."Memeluk dari belakang pinggang Nita lagi.
"Lepasinnn..Lepasin aku..Gak usah munafik kamu bang.Kamu sama aja kaya kakak aku.Cuma mau tidur sama cewek terus udah puas ditinggalin gitu aja!."Menepis tangan ditya yang memeluknya kencang.
"Ayolah yank,percaya sama aku..Aku gak pernah bawa cewek lain ke rumah selain kamu.."membalikan posisi tubuh nita sambil memeluknya erat dan satu tangannya membersihkan bekas muntahan Nita.
"Gak akan percaya..Bisa gak udah..stop it..Aku gak mau denger penjelasan kamu lagi."Sambil menangis.
Ditya berusaha mendorong Nita ke kasur lagi.Nita yang sudah muak melihat kelakuan adit.Sekuat tenaga mendorongnya.
"Lepasin..lepasin aku..Aku lagi gak mau kaya gitu."
"Aku kangen kamu."Menatap lekang mata Nita.
"Aku udah bilang stop kan."Tangan Nita menyanggah tubuh ditya.
Ditya masih terus mencium bibir Nita dan Nita terus menghindar."Stopppppp.Please Stopppp."Nita menjerit sambil menangis.Ditya bak kesetanan terus menatap Nita.
"Udah bang jangan."Menangis dan mencengkram punggung Ditya.
"Kamu, kenapa gak biasanya nangis.Biasany kamu suka semua yang kulakukan."Tersadar dan menatap Nita pekat.
"Kamu yang gak ngerti aku.Kamu jahat banget.Aku kaya gak diangap siapa siapa kamu.Mana kamu disaat sidang papa mamaku cerai..Mana?"Menatap intimidasi dan Menangis.
"Maaf aku sibuk."
"Maaf hah,cuma itu aja?.Maaf,semudah itu kamu mengatakannya.Kamu emank gak sayang full sama aku.Kamu lebih sayang uang daripada aku."Marah sambil menunjuk.
"Maafin aku yang."Mengengam kedua tangan Niya.
"Aku mau pulang.Plak....plakk..plakk."Menampar Ditya lagi.
"Auch..yank sakit.."Memegang pipinya.
Ditya yang merenungi kesalahan marah marah tanpa sebab didalam kamar hotel.Ditya memegang kepalanya sambil terus merenung.
"S*h*t..Ini semua salahku.."Sambil merenung dan memegang kepalanya dengan tangannya...
"Aku benci kalau penyakitku kambuh..Pikiran otaku cuma ingin melakukan hubungan itu saja.Aku sungguh munafik..Aku gak bisa memahami perasaa perempuan..Bodoh bodoh bodoh.."
Nita pulang dengan kekecewaan yang mendalam sambil menangis.Dia memanggil taksi untuk mengantarnya pulang.
Didalam taksi dia masih terus menangis.Beberapa hari setelah peristiwa itu Nita memutuskan tidak menghubungi Ditya.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*