NovelToon NovelToon
Pernikahan Panas Sang Aktor

Pernikahan Panas Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: MissKay

Brian Aditama tidak pernah percaya pada komitmen, apalagi pernikahan. Baginya, janji suci di depan penghulu hanyalah omong kosong yang membuang waktu. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris kedua Imperium Aditama Group, dunia ada di bawah genggamannya sampai sebuah serangan jantung merenggut nyawa kakaknya secara mendadak.

Kini, Brian terjebak dalam wasiat yang gila. Ia dipaksa menikahi Arumi Safa, janda kakaknya sendiri. Wanita itu adalah satu-satunya orang yang tidak pernah gemetar melihat tatapan tajam Brian, dan kenyataan bahwa yang ia benci adalah kutukan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissKay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi

Di dalam kamar hotel, suara lenguhan dan desahan saling bersahutan.

"Ah, Mike... faster!" ucap wanita berambut merah berparas cantik itu. Ia tampak menikmati setiap tumbukan bertubi-tubi yang diterimanya.

​Dia adalah Linda, sekretaris sekaligus penghangat ranjang Mike. Hubungan gelap ini sudah terjalin lama. Tanpa ampun, Mike terus menunggangi Linda dengan kasar hingga wanita itu tampak tak berdaya. Seolah tak ada puasnya. Mike membalik tubuh Linda untuk kembali memuaskan hasratnya.

​Namum, di dalam benaknya bukan Linda yang ia lihat. Mike membayangkan Arumi yang berada di bawah kungkungannya. Amarahnya memuncak setiap kali mengingat Brian. Ia merasa ditipu karena diam-diam pria itu mendekati kakak iparnya sendiri.

​Mike adalah mantan kekasih Arumi. Dulu, ia tak pernah bisa menyentuh wanita itu karena Arumi selalu menolak, hingga akhirnya Mike memilih berselingkuh dan hubungan mereka kandas. Ia sempat jemawa, mengira Arumi akan berlutut memohon padanya untuk kembali. Namun nyatanya, Arumi justru memilih menikah dengan Adrian.

​"Akh! Mike, berhenti... aku tidak sanggup!" jerit Linda saat Mike menghujam nya dengan kecepatan tinggi. Mike tak peduli, hingga akhirnya kesadaran Linda hilang dan ia jatuh pingsan.

​Setelah mencapai puncak, Mike mencabut miliknya. Nama Arumi terlepas dari bibirnya sebagai bentuk pelampiasan hasrat yang tertahan. Setelah selesai, ia meraih sebatang rokok dan menyalakannya. Dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun. Ia melangkah menuju jendela, menatap gemerlap lampu kota Jakarta.

​"Arumi Safa... aku harus memilikimu kembali," gumamnya pelan dengan tatapan tajam.

...***...

"Apa yang sedang kau pikirkan?" suara berat Brian tepat di telinga Arumi. Ia melingkarkan lengannya yang kokoh, mendekap tubuh Arumi dari belakang sementara wanita itu masih sibuk dengan ritual skincare malamnya. Kecupan-kecupan hangat mulai mendarat di bahu putih Arumi, meninggalkan jejak kemerahan yang kontras di kulit mulusnya.

"Tidak ada... aku hanya memikirkan Dona," sahut Arumi pelan, berusaha menjaga napasnya tetap teratur.

​"Kenapa dengannya?" Brian bertanya lagi, namun perhatiannya sudah teralih sepenuhnya. Dengan gerakan halus, ia menurunkan tali lingerie sutra Arumi hingga merosot ke siku. Tanpa peringatan, tangan besarnya menyusup masuk, memberikan remasan lembut pada lekukan indah Arumi yamg mulai menegang di bawah telapak tangannya.

​"Brian..." desis Arumi. Lewat pantulan cermin, ia melihat tatapan gelap suaminya yang mengunci wajahnya yang mulai memerah.

​"Bicaralah, Sayang. Aku mendengarkan," bisik Brian dengan suara serak yang mematikan.

​"Bagaimana aku bisa bicara kalau kau.. ah!" Arumi terpekik saat Brian tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya di atas meja rias. Botol-botol skincare mahal berjatuhan dan berdenting di lantai, namun tak ada yang peduli.

​Brian merunduk, membenamkan wajahnya di antara lekukan indah Arumi. Ia menyesapnya dengan penuh damba, memberikan sensasi yang kuat hingga Arumi melengkungkan punggungnya, memekik keras menyebut nama suaminya. Brian seolah tak dengar, ia turun ke bawah, menyusuri perut Arumi sebelum akhirnya jemarinya menyibak kain tipis yang menghalangi pusat gairah istrinya.

​Brian berlutut di antara kaki Arumi yang terbuka lebar. Ia memberikan sentuhan yang dalam membuat wanita itu gemetar hebat.

"Brian, hentikan... aku... aku bisa gila," erang Arumi dengan tangan meremas rambut Brian.

​Brian mendongak, matanya berkilat penuh gairah. Ia kemudian berdiri dan membebaskan ototnya yang sudah menegang hebat, berdenyut menuntut tuntas.

"Kalau begitu bantu aku juga, Sayang," perintahnya dengan suara rendah yang dominan. "Manjakan dirinya... tunjukkan betapa kau menginginkannya."

​Arumi menatap ketegangan di hadapannya itu dengan napas tersengal. Dengan patuh, ia menarik napas dalam, meraih kebanggaan Brian, dan mulai memberikan kecupan serta memanjakan suaminya dengan gerakan indah yang membuat Brian mengerang rendah, menikmati setiap sensasi yang Arumi berikan.

Kepuasan itu belum cukup bagi Brian. Dengan napas yang masih menderu, ia menyusupkan lengannya di bawah lutut dan punggung Arumi, mengangkat tubuh ringan istrinya itu dengan mudah. Arumi refleks melingkarkan lengannya di leher Brian, menyembunyikan wajahnya yang merah padam di ceruk leher suaminya.

Brian melangkah perlahan menuju tempat tidur besar di tengah ruangan, lalu membaringkan Arumi di atas seprai sutra yang terasa dingin di kulit mereka yang panas. Tanpa membuang waktu, ia kembali mengunci tubuh Arumi di bawah kuasanya.

​"Kau sangat cantik malam ini," bisik Brian seraya menatap dalam ke netra Arumi yang tampak sayu karena gairah.

​Perlahan namun pasti, Brian mulai menyatukan tubuh mereka yang telah menegang sempurna ke dalam pusat kehangatan Arumi. Arumi seketika memejamkan mata erat, bibirnya terbuka sedikit mengeluarkan lenguhan halus saat merasakan sensasi penuh yang memenuhi dirinya.

​Brian tidak terburu-buru. Ia memulai dengan dorongan yang pelan dan lembut, seolah ingin Arumi merasakan setiap inci kehadirannya. Gerakan yang ritmis itu menciptakan gelombang nikmat yang merambat ke seluruh saraf Arumi, membuatnya merasa seolah melayang di atas awan. Setiap sentuhan Brian terasa begitu dalam, membuat pertahanan Arumi luruh sepenuhnya hingga ia hanya bisa pasrah menikmati setiap gerakan yang memabukkan itu.

​Waktu seolah berhenti saat mereka larut dalam tarian gairah yang intens, hingga akhirnya keduanya mencapai puncak pelepasan bersama dalam sebuah pelukan erat yang penuh keringat.

​Beberapa saat kemudian, keheningan menyelimuti kamar itu. Hanya suara napas yang perlahan mulai teratur. Brian menarik tubuh Arumi ke dalam dekapannya, menyelimuti tubuh mereka yang masih polos. Ia membelai lembut rambut Arumi yang sedikit basah karena peluh, lalu mendaratkan kecupan lama di keningnya.

"Tidurlah," ucap Brian dengan suara rendah yang menenangkan, sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Arumi yang masih bersandar di dadanya. "Besok pagi aku akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pesta pernikahan kita kepada publik."

​Arumi hanya mengangguk kecil dalam dekapan hangat itu, perlahan mulai memejamkan mata dengan perasaan yang campur aduk namun tenang dalam lindungan tangan suaminya.

...***...

Keesokan paginya, suasana di hotel tempat jumpa pers berlangsung sudah sangat riuh. Puluhan wartawan dengan kamera yang siap membidik sudah memenuhi aula utama. Di balik panggung, Frans dan Hendra sibuk memastikan semua keamanan terkendali.

"Siap?" tanya Brian singkat sambil merapikan jas mahalnya. Ia menoleh ke arah Arumi yang tampak anggun dalam balutan gaun floral namun berkelas.

​Arumi mengangguk pelan meski jantungnya berdegup kencang. Begitu pintu aula dibuka, rentetan cahaya lampu kilat langsung menyambut mereka. Brian tidak melepaskan genggamannya tangannya pada Arumi sedetik pun, menuntunnya melewati kerumunan menuju meja utama di depan mikrofon yang sudah berjajar.

Brian menarik kursi untuk Arumi mempersilahkan duduk untuknya dengan senyum lembut. Lalu meminta MC memulai acara.

​"Selamat siang rekan-rekan media. Terima kasih sudah hadir. Hari ini, aktor tampan kita Tuan Brian Aditama akan memberikan pernyataan resmi terkait kabar yang beredar. Silahkan, Tuan Brian."

1
Miss Kay
Hi, reader ku tercinta. Terima kasih sudah mengikuti, membaca, dan menyukai cerita ini. Dukung terus cerita ini ya, agar aku semangat update. Berikan like, masukkan ke perpustakaan kalian, dan jangan lupa vote nya. 🤭🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!