NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 16

Hutan Kabut Besi – Sebuah Gua Kecil di Balik Air Terjun.

Matahari mulai terbenam, membuat hutan yang sudah gelap menjadi pekat gulita. Babak penyisihan berlangsung satu hari, jadi malam hari adalah waktu paling berbahaya.

Di dalam gua kecil yang lembab, Ye Xing duduk bersila dengan mata terpejam. Napasnya teratur seolah sedang meditasi dalam. Di sampingnya, Lin Xiao sedang menghitung ulang lencana jarahan mereka dengan wajah berseri-seri.

"Dua puluh tiga lencana... Kita kaya, Xing!" bisik Lin Xiao. "Kalau kita jual kelebihan lencananya di pasar gelap, kita bisa beli teknik baru!"

"Tidur," perintah Ye Xing tanpa membuka mata. "Kau jaga kedua."

"Oke, Bos." Lin Xiao bersandar pada dinding gua, memeluk perisainya, dan dalam hitungan menit sudah mendengkur halus. Lelah fisik dan mental membuatnya cepat terlelap.

Gua itu sunyi. Hanya suara tetesan air dan dengkuran Lin Xiao. Api unggun kecil yang dibuat Ye Xing mulai meredup, menyisakan bara merah dan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding gua.

Di salah satu sudut gua yang paling gelap, sebuah bayangan bergerak.

Bukan bayangan batu atau pohon. Bayangan itu memisahkan diri dari dinding.

Sosok itu tidak berwujud padat, melainkan seperti asap hitam tipis yang menyatu dengan kegelapan. Tidak ada detak jantung. Tidak ada aliran Qi yang terdeteksi.

Dia adalah "Si Hantu Tanpa Nama", pembunuh bayaran yang disewa mahal oleh Diaken Ma. Kultivasinya adalah Qi Condensation Tingkat 9, tapi kemampuan membunuhnya setara dengan Foundation Establishment awal. Dia sudah membunuh puluhan jenius muda yang lengah saat tidur.

Si Hantu melayang mendekati Ye Xing. Dia melihat remaja itu masih memejamkan mata, dadanya naik turun dengan tenang.

Terlalu mudah. Bocah sombong ini tidak memasang formasi pelindung.

Si Hantu mengeluarkan belati hitam yang dilapisi racun Ular Kobra Putih. Racun ini membekukan darah dalam sedetik.

Jarak tinggal satu meter. Setengah meter.

Si Hantu mengayunkan belatinya ke leher Ye Xing.

Tepat saat ujung belati itu berjarak satu inchi dari kulit leher Ye Xing, mata remaja itu terbuka.

Matanya tidak mengantuk. Mata kanannya, pupil emas berbentuk bintang, bersinar terang dalam kegelapan gua.

Ye Xing tidak menghindar. Dia hanya mengucapkan satu kata.

"Jatuh."

BRAM!

Tiba-tiba, ruang di sekitar Si Hantu terasa runtuh. Gravitasi di radius dua meter di sekitar Ye Xing mendadak meningkat dua puluh kali lipat.

"UGH!"

Si Hantu yang tadinya berwujud asap dipaksa memadat kembali menjadi wujud manusia karena tekanan udara yang ekstrem. Tubuhnya terbanting keras ke lantai gua. Tulang-tulangnya berderak. Belatinya terlepas dari tangan dan menancap ke tanah, hanya beberapa milimeter dari lutut Ye Xing.

"Ba... Bagaimana?!" Si Hantu terbatuk darah. Dia mencoba bangkit, tapi rasanya seperti ada gajah duduk di punggungnya. Dia bahkan tidak bisa menggerakkan jari kelingkingnya.

Ye Xing berdiri perlahan, menatap pembunuh yang terkapar itu dengan tatapan dingin. Lin Xiao terbangun kaget karena suara hantaman itu, langsung melompat siaga dengan perisainya.

"A-ada apa?! Serangan?!" teriak Lin Xiao.

"Hanya tikus yang masuk perangkap," jawab Ye Xing santai.

Dia berjongkok di depan Si Hantu.

"Teknik Jubah Bayangan," analisis Ye Xing. "Kau menyembunyikan hawa keberadaanmu dengan menyatu pada elemen Yin. Teknik yang bagus. Sayangnya, bayangan pun punya berat jika berada di bawah kekuasaanku."

Si Hantu menatap Ye Xing dengan horor. Informasi yang dia terima salah total. Targetnya bukan hanya kuat fisik, tapi seorang Master Manipulator.

"Siapa yang mengirimmu?" tanya Ye Xing. "Diaken Ma? Atau Fang Que?"

Si Hantu mengertakkan gigi. Sebagai profesional, dia tidak boleh membocorkan klien. "Bunuh saja aku! Kau tidak akan dapat apa-apa!"

"Bunuh?" Ye Xing tersenyum tipis, tapi senyum itu tidak mencapai matanya. "Lin Xiao, ambilkan aku satu butir Pil Tulang Besi sisa kemarin."

Wajah Lin Xiao memucat. Dia tahu betapa sakitnya pil itu. "Xing... kau mau..."

"Buka mulutnya."

Ye Xing memegang rahang si pembunuh, memaksanya terbuka dengan kekuatan fisik murni. Lin Xiao dengan ragu memasukkan pil hitam itu ke mulut si pembunuh.

"Telan," Ye Xing menghentakkan dagu orang itu.

"Uhuk!" Si Hantu menelan pil itu.

"Itu bukan racun," jelas Ye Xing ramah. "Itu obat penguat tulang. Tapi efek sampingnya... rasanya seperti seluruh tulangmu digiling perlahan selama satu jam. Dan karena aku menahanmu dengan gravitasi, kau tidak bisa bergerak untuk meredakan sakitnya. Kau akan merasakan setiap retakan dengan sempurna."

Detik berikutnya, efek obat bekerja.

"AAAAAARRGGGHHHH!!!"

Si Hantu menjerit. Matanya melotot, urat-uratnya menonjol. Rasa sakitnya tak terbayangkan. Dia ingin berguling, ingin mencakar tanah, tapi gravitasi Ye Xing memaku tubuhnya tetap diam. Itu menyiksa jiwanya.

"Ma! Diaken Ma!" teriak Si Hantu histeris dalam hitungan detik. "Dia yang membayarku! 500 Batu Roh! Dia ingin kau mati sebelum babak utama! Tolong hentikan! Bunuh aku! Hentikan!"

Ye Xing menjentikkan jarinya. Gravitasi kembali normal.

Si Hantu langsung pingsan karena syok rasa sakit.

Ye Xing berdiri, wajahnya gelap.

"Diaken Ma," gumam Ye Xing. "Orang tua itu benar-benar bosan hidup."

Lin Xiao menatap tubuh pingsan itu dengan ngeri. "Xing... apa yang akan kita lakukan padanya? Membunuhnya?"

"Tidak," kata Ye Xing. Dia mengambil belati beracun milik si pembunuh, lalu menyelipkannya ke sabuknya sendiri. "Kita akan membawanya keluar."

"Membawanya? Dia berat!"

"Kita bawa dia sebagai 'Oleh-oleh' untuk Diaken Ma di depan umum besok," mata Ye Xing berkilat kejam. "Aku tidak hanya akan memenangkan turnamen ini. Aku akan menyeret Ma turun dari kursinya dan menjadikannya alas kaki."

Ye Xing mengikat tubuh si pembunuh dengan tali rotan seperti mengikat babi buruan.

"Tidur lagi, Lin Xiao," kata Ye Xing sambil menendang tubuh pingsan itu ke sudut. "Besok kita punya pertunjukan besar."

Di luar gua, bulan purnama bersinar terang. Namun di dalam hati Ye Xing, badai baru saja dimulai. Dia menyadari bahwa musuh di sekte ini tidak akan berhenti sampai dia mati. Maka, dia harus menjadi mimpi buruk mereka terlebih dahulu.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink clink 🌌🌠
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💥💥💥Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🫣🫣🫣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🙎🏻😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Nyeeeenk 🐉🌟
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🔥⚔️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Uhuk Uhuk uhuk ⚔️🐉
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu ⚔️🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Naik tingkat 🔥⚔️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌟🐉
Nanik S
Mantap Ooool
Nanik S
Cuuuuuuus
Nanik S
Lin xiao.... cepat keluar
Nanik S
Ye Xing... otaknya hanya harta... padahal mau perang 😍😍😍
Nanik S
Lanjutkan Tor 👍👍👍
Nanik S
Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!