NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arkan Mau Mandi

Pemuda yang antusias bagaikan anak kecil yang akan dibawa berbelanja ke supermarket. Matanya menatap ke atas Fransisca penuh harap.

"Bagaimana caranya...kak Fransisca mau mengajari Arkan?" Tanya sang pemuda dengan nada polos.

"Kamu jangan memanfaatkan keadaan adikku yang mengalami cacat mental. Setelah Arkan sembuh dia akan membunuhmu!" Naya menatap nyalang penuh ancaman.

"Karena itu... tidak akan aku biarkan Arkan Zoya untuk sembuh. Selama-lamanya suamiku akan bergantung padaku. Terhanyut akan kesenangan yang aku berikan." Fransisca menyeringai, menarik Arkan ke dalam pelukannya. Gadis yang mengalungkan tangannya pada leher Arkan Zoya. Benar-benar terlihat sensual dan menggoda.

"Fransisca hentikan!" Bentak Doni menarik tangannya.

Plak!

Kali ini Fransisca yang memapar pipi Doni."Kalian menggunakan terlalu banyak pelayan. Selama ini semuanya dibayar dengan uang suamiku. Karena itu keperluan di rumah ini akan dibagi. Butler akan mengatur semuanya. Dan kalian berdua, sebagai pengantin baru sajikan teh untuk kami."

Tubuh Doni gemetar, bagaimana mungkin Fransisca yang begitu mencintainya dapat menamparnya? Memendam semua rasa kesal dalam hatinya.

"Fransisca... Doni---" Kalimat Mira disela.

"Dari dulu aku selalu mengalah karena kamu pernah mendonorkan darahmu untukku. Beasiswa ke luar negeri yang kamu ambil alih, desain buatanku dirampas ayah hanya untukmu, bahkan biaya berobat mendiang ibuku digunakan untuk membeli rumah di luar negeri untukmu. Jika dipikirkan sekali lagi itu sama sekali tidak sepadan... kecuali...kamu adalah anak kandung ayahku." Tebak Fransisca asal mengucapkan asumsinya.

Bagaimana mungkin ada ayah yang lebih mengutamakan keponakannya dibandingkan dengan putrinya sendiri.

"Ibuku tidak begitu! Ayahku meninggal dari kecil, jadi hanya paman yang memang membelaku..." Mira menitikkan air matanya. Tapi jemari tangannya mengepal. Entah kenyataan apa yang disembunyikan olehnya.

"Oh... begitu..." Fransisca tersenyum mengejek.

"Benar! Mira tidak sepertimu. Dia itu lulusan luar negeri! Memiliki adab...dan---" Kalimat Naya disela.

"Dan pencuri?" Tanya Fransisca melirik ke arah meja makan.

"Pelayan! Bawakan sarapan ke kamarku. Mulai sekarang jangan pernah berkata-kata kasar untuk membangunkan suamiku. Jika kalian membantah atau melawan lebih baik minta gaji pada kakak iparku. Karena aku akan merekrut pelayan baru yang lebih kompeten... mengetahui mana majikan sebenarnya." Kata-kata tajam, itulah ciri khas dari Fransisca.

Wanita yang melangkah menuju lantai dua. Mengetahui apa yang akan terjadi. Para pelayan tidak akan menurut perintahnya. Karena itu... tidak akan ada gaji dan bahan makanan lagi untuk selanjutnya.

Senyuman menghilang di wajahnya. Dirinya harus memiliki cara lain untuk menghadapi para lintah ini.

"Kak Fransisca... bagaimana caranya untuk membuat anak?" Tanya Arkan lagi, seakan-akan tidak melupakan kalimat dari Fransisca.

"Nanti aku ajari pelan-pelan..."

Anak memang hal yang penting untuk mengukuhkan posisinya. Dirinya akan merawat dan memanfaatkan Arkan Zoya. Bukan untuk cinta... menjadi baby sitter dari pria cacat mental seumur hidupnya untuk uang dan kekuasaan.

"Arkan mau! Fransisca harus janji mengajari Arkan..." Arkan Zoya memeluknya kemudian melanjutkan kata-katanya."Pelan... pelan..."

***

Sementara itu kembali pada hal yang terjadi di lantai satu. Doni menghela napas kala Mira mengobatinya pelan.

"Agggh..." Ucapnya meringis, memang dasar anak manja yang hidup dalam kemewahan.

"Fransisca sudah keterlaluan. Hanya untuk menarik perhatianmu melakukan ini." Geram Naya mengamati wajah putranya.

"I...ini salahku." Gumam Mira menunduk, ekspresi wajahnya kosong bagaikan tidak bergairah melakukan apapun. Karena gairahnya hanya di ranjang.

"Tidak! Mira sayang...ini bukan salahmu. Hanya saja memang Fransisca yang tidak beradab. Tante malah bersyukur, kamu yang menikah dengan Doni. Bukan wanita kasar, menantu tidak berbakti." Komat-kamit Naya mengomel.

"Ta...tapi..." Kalimat Mira disela.

"Sekarang kamu belanja... shopping keperluan bayi lebih awal." Ucap Naya, mengelus perut Mira. Bagaimana pun pada akhirnya dirinya akan punya seorang cucu. Memberikan kartu debit padanya.

"Benar! Mira sama sekali tidak boleh stress. Dokter sudah mengatakannya..." Doni menghela napas kasar.

"Terimakasih...sudah memberikan hal-hal yang berharga di akhir hidupku ini. Aku mencintaimu." Kalimat pelan terdengar lirih.

"Ibu...apa ibu tidak akan meminta pelayan mengantarkan makanan untuk paman?" Tanya Doni pada Naya.

Mira menghapus air matanya."Fransisca memang sedikit keras. Tapi sebenarnya dia baik, a...aku tidak ingin Fransisca membenarkan apa yang dia lakukan. Lama kelamaan, ibu mertua bisa ditindas olehnya. A...aku hanya ingin Fransisca berubah menjadi lebih baik."

"Benar, apa kata Mira! Biar saja mereka mati kelaparan! Adik pembangkang! Bahkan Fransisca sama saja! Biar mereka membusuk." Cecar Naya.

Kasak-kusuk suara para pelayan yang bergosip terdengar.

"Nona Fransisca sungguh memalukan. Menarik perhatian tuan muda Doni dengan menikahi tuan Arkan yang cacat."

"Benar! Wanita bodoh! Nyonya muda Mira lebih lembut dan menarik. Mana ada yang mau dengan wanita galak sepertinya."

"Ta...tapi bagaimana kalau kita benar-benar akan digantikan? Nyonya muda Fransisca kelihatannya tidak main-main."

"Seluruh keuangan selama tuan Arkan sakit dipegang oleh Nyonya Naya. Tuan Arkan sendiri hanya benalu. Kita perlakukan seperti apapun tidak akan dapat berbuat apapun."

Itulah setiap kalimat yang terdengar. Sementara mata sang butler mengamati. Pria yang melangkah menuju lantai dua.

Perlahan pintu kamar Arkan Zoya diketuk olehnya.

"Siapa?" Suara seorang wanita terdengar dari dalam sana.

"Zedna... butler yang melayani tuan Arkan." Ucapnya pelan, merapikan kacamatanya yang sedikit merosot.

"Masuk!" Perintah Fransisca.

Zedna menunduk memberi hormat. Kemudian bertanya dengan nada pelan."Apa nyonya memiliki perintah?"

Yang ada dalam otaknya mungkin wanita ini akan meminta diambilkan makanan? Atau memecat semua pelayan dan menggantinya dengan yang baru. Itu adalah konsep dasar dari merebut kekuasaan.

Tapi.

"Ada kurir pengantar makanan yang akan datang beberapa menit lagi. Bayar dan antarkan makanannya kemari." Perintah dari Fransisca yang tengah membuka kancing pakaian yang dikenakan Arkan Zoya.

"Bukankah lebih baik memberi peringatan keras?" Tanya sang butler.

"Tempat ini sudah busuk sampai ke akarnya. Pohon yang akan mati, lebih baik menanam pohon lain. Kamu tau bukan Arkan alergi pada sea food? Walaupun efeknya hanya gatal ringan. Tapi para koki berani menghidangkan sea food ke atas meja makan. Para pelayan berani berteriak di depan kamarnya. Mereka...sudah busuk." Jawaban dari Fransisca.

"Jadi... nyonya juga tidak akan memecat mereka?" Tanya Zedna.

"Mulai sekarang aku adalah wali dari Arkan Zoya. Karena itu semua uangnya aku yang mengatur. Gaji semua pelayan dan koki, akan diambil alih oleh kakak ipar (Naya) karena dia adalah majikan sejati mereka. Begitu juga dengan uang untuk konsumsi makanan dan keperluan sehari-hari. Aku hanya akan menggajimu, tukang kebun, dan security. Untuk makanan... lebih baik delivery. Satu lagi, pekerjakan seorang pelayan baru, khusus untuk membersihkan kamar ini dan ruang kerja Arkan. Selain itu, karena tanggung jawab lebih besar, gaji kalian akan ditingkatkan 50%." Perintah dari Fransisca.

"Nyonya ingin membuat para pelayan yang bekerja pada nyonya Naya menyesal?" Tanya sang butler.

"Tidak! Aku ingin melihat mereka dipecat oleh majikan yang mereka percaya, tanpa uang pesangon. Gaji Doni dan Johan tidak akan cukup untuk menggaji pelayan dan koki sebanyak itu."

Tawa Fransisca terdengar nyaring.

"Kak Fransisca... maaf Arkan salah! Yang mulia istri... jadi Arkan ingin mandi dengan yang mulia istri. Nanti kalau cuma Arkan yang dimandikan, Arkan malu." Ucapnya menempel penuh harap, dengan kancing kemeja yang terbuka sempurna. Menampakkan deretan otot-otot yang... sudahlah...

1
Wati Ningsih
bingung kan kamu Sisca , ajari yg bener tuh si Arkan 😁😁😁😁😁😁😁
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!