Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 5 - PERJANJIAN DI PASAR GELAP
Matahari mulai terbenam, menyisakan warna jingga yang perlahan tertelan oleh kegelapan di balik pegunungan Sekte Xiao. Xiao Nan, dengan jubah hitam panjang yang menutupi seluruh tubuh hingga wajahnya, melangkah pelan keluar dari wilayah pemukiman murid luar. Di belakangnya, Ling’er mengikuti dengan langkah ragu, tangannya menggenggam erat ujung jubah Xiao Nan.
"Tuan Muda, apakah kita benar-benar harus pergi ke sana?" bisik Ling’er ketakutan. "Pasar Gelap di Kota Terbuang Sepuluh Ribu Ras bukan tempat untuk manusia biasa, apalagi murid sekte seperti kita."
"Ketakutan adalah komoditas yang paling mahal di dunia bawah, Ling’er," jawab Xiao Nan tanpa menoleh. Suaranya dingin dan berat. "Jika kau menunjukkan ketakutan, mereka akan memakanmu. Tapi jika kau menunjukkan kekuatan, mereka akan melayanimu."
Setelah menempuh perjalanan melalui jalan setapak yang tersembunyi, mereka tiba di sebuah lembah yang dikenal sebagai pintu masuk menuju pasar gelap. Udara di sini terasa berbeda; ada bau belerang yang menyengat dan hawa panas yang memancar dari dalam tanah. Inilah wilayah di mana ras Kurcaci mendirikan bengkel-bengkel rahasia mereka.
Mereka tiba di depan sebuah bangunan batu besar yang tampak seperti gua. Di atas pintunya, tergantung sebuah papan kayu tua dengan simbol palu dan petir. Dua penjaga bertubuh pendek namun kekar dengan janggut panjang yang dikepang menghalangi jalan mereka.
"Berhenti, manusia!" salah satu Kurcaci menggertak, suaranya seperti deru mesin. "Tempat ini bukan untuk anak kecil yang tersesat. Pergi sebelum aku mematahkan kakimu!! Xiao Nan tidak bergerak. Ia perlahan mengangkat tangannya dan melempar sebuah koin tembaga kecil. Namun, koin itu tidak jatuh ke lantai; koin itu berputar di udara dengan energi hitam tipis yang menahannya sisa energi dari Sutra Bayangan Naga.
"Aku tidak datang untuk membeli besi rongsokan," suara Xiao Nan terdengar berwibawa di balik tudung jubahnya. "Aku datang untuk bertemu dengan Master Penempa kalian. Katakan padanya, aku membawa metode untuk menstabilkan Kayu Petir Ungu tanpa menghancurkan esensinya."
Kedua penjaga Kurcaci itu saling pandang. Kayu Petir Ungu adalah bahan tingkat tinggi yang sangat sulit diolah; sedikit kesalahan dalam penempaan bisa menyebabkan ledakan besar. Bagaimana mungkin seorang pemuda manusia tahu tentang ini?
"Masuklah," salah satu penjaga mendengus, membuka pintu batu yang berat itu.
Di dalam, suasananya sangat riuh. Suara dentuman palu yang menghantam logam panas bergema di mana-mana. Di sudut-sudut ruangan, terlihat berbagai senjata yang memancarkan aura luar biasa. Xiao Nan melirik sekilas, matanya yang tajam segera mengenali beberapa item luar biasa, sebuah pedang hitam yang memancarkan hawa dingin Pedang Jurang Langit, dan sebuah tombak yang dikelilingi kabut Es Tombak Kegelapan Es.
Mereka dibawa ke sebuah ruangan yang lebih tenang di bagian belakang. Di sana, seorang Kurcaci tua dengan mata satu sedang menatap sebuah fragmen batu yang bercahaya Jantung Batu Iblis.
"Kau yang mengklaim tahu cara mengolah Kayu Petir Ungu?" Kurcaci tua itu bertanya tanpa menoleh. "Jika kau berbohong, aku akan melemparmu ke dalam Gunung Api Iblis." Gunung Api Iblis merupakan tanah larang yang sangat berbahaya.
Xiao Nan melangkah maju, duduk di kursi batu di depan Kurcaci itu dengan sikap seorang penguasa yang setara. "Namaku tidak penting. Yang penting adalah apa yang bisa kuberikan padamu, Master Kurcaci. Aku tahu kalian sedang mencoba menempa Pisau Haus Darah, tapi kalian gagal karena energi darahnya tidak bisa menyatu dengan Kristal Kayu Suci, bukan?"
Kurcaci tua itu akhirnya menoleh, matanya yang satu menatap Xiao Nan dengan kaget. "Bagaimana kau bisa tahu?"
"Karena kalian menggunakan metode kuno yang salah," jawab Xiao Nan tenang. "Di duniaku... maksudku, di tempat asalku, kami menggunakan 'Pendinginan Jiwa'. Kau butuh Api Dingin Bulan Yin untuk menyeimbangkan hawa panas dari darah, lalu segel menggunakan Formasi Sembilan Istana"
Xiao Nan kemudian menjelaskan detail teknis yang ia gabungkan dari memori Qing Zhao (sang jenius dunia atas) dan logika strategi Lin Ye. Kurcaci itu mendengarkan dengan mulut terbuka. Apa yang dikatakan Xiao Nan masuk akal secara teori, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh ras Kurcaci di Pulau Bulan Surga.
"Apa yang kau inginkan sebagai bayaran?" tanya sang Kurcaci tua, suaranya kini lebih penuh hormat.
"Tiga hal," Xiao Nan mengangkat tiga jarinya. "Pertama, aku butuh sebilah belati yang terbuat dari sisa Pedang Jurang Langit. Kedua, aku butuh akses ke informasi tentang Reruntuhan Dewa & Iblis. Dan ketiga..."
Xiao Nan menjeda kalimatnya, matanya berkilat. "Aku butuh kau menjadi penyokong logistik bagi organisasiku. Aku akan membangun sebuah sindikat di Sekte Xiao, dan aku butuh senjata terbaik yang tidak bisa dilacak oleh tetua sekte."
Kurcaci tua itu tertawa terbahak-bahak. "Seorang manusia tanpa kultivasi ingin membangun sindikat? Kau gila, Nak! Tapi aku suka kegilaanmu. Jika metode Kayu Petir Ungu ini berhasil, aku, Master Thorin, akan menjadikannya kenyataan."
Thorin mengambil sebuah botol kecil dari laci mejanya. "Sebagai tanda kerja sama awal, ambillah ini. Pil Api Peningkat Darah. Ini akan membantu memperbaiki sirkulasi darah di tubuhmu yang payah itu."
Xiao Nan menerima botol itu. Ia tahu pil ini sangat berharga bagi murid luar sekte lainnya, bahkan Xiao Han mungkin akan membunuh untuk mendapatkannya. Tapi baginya, ini hanyalah langkah awal.
"Satu hal lagi, Master Thorin," Xiao Nan berdiri. "Apakah kau pernah mendengar tentang Ganoderma Sembilan Daun yang tumbuh di Lembah Ratapan Arwah?"
"Itu tempat kematian, Nak. Tidak ada yang kembali dari sana," jawab Thorin serius.
"Aku akan kembali," ujar Xiao Nan datar. "Dan saat aku kembali, aku akan membawa bahan untuk membuat Pil Pemurni Jiwa. Pastikan bengkelmu siap saat itu."
Xiao Nan keluar dari bengkel Kurcaci itu dengan langkah mantap. Di tangannya kini ia memiliki sekutu pertama dan sebuah pil yang akan mempercepat pemulihan fisiknya. Di kegelapan malam, ia menatap ke arah pusat Sekte Xiao.
'Xiao Yi, Xiao Han... kalian sibuk berlatih Pedang Pemecah Langit di bawah terbitnya matahari. Sementara aku... aku sedang membangun neraka di bawah kaki kalian.’
Malam itu, Xiao Nan mengonsumsi Pil Api Peningkat Darah tersebut. Energi panas meledak di dalam perutnya, memicu Sutra Bayangan Naga untuk berputar lebih cepat. Bayangan naga di dalam dirinya tampak membesar, melahap energi pil tersebut dan mulai memperkuat fondasi tulangnya ke tingkat yang baru.