Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kali Pertama
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, jantung Arkana terus saja berdegup kencang Entah apa yang akan terjadi nantinya. Tapi yang pasti dia berusaha untuk tetap tenang. Bahkan ketika sampai di rumahnya pun, dia merasa bahwa akan ada sesuatu hal besar yang akan terjadi.
Apalagi jika sampai penguasa daratan Eropa itu sudah turun. Itu artinya ini pasti bukan masalah kecil.
"Hadapi apapun, karena itu pasti yang terbaik." ucap Hussein yang seakan tau akan kegugupan laki-laki di sampingnya.
"Doain gue tad. Kali aja habis ini gue meninggoy, tolong doakan gue!" Hussein hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat sikap teman baiknya ini.
"Assalamualaikum, Arkana pulang." ucapnya ketika memasuki rumah.
Dari posisinya saat ini, Arkana sudah bisa melihat sosok menyeramkan itu hanya dari belakangnya saja.
"Pi, Mi, Uncle?" sapanya ketika sampai di tempat keluarganya.
"Katakan apa maksudnya ini Arkana?" untuk pertama kalinya Satria menunjukkan sikap tegasnya terhadap Arkana.
"Maksudnya gimana Pi?" tanya Arkana yang tidak mengerti maksud dari papinya.
"Lama tidak bertemu, janggut mu sudah panjang saja anak tuhan!" gumam Sky melihat Hussein teman Arkana.
Sebagai gantinya, Hussein mencium tangan Sky, karena bagaimana pun usianya jauh lebih tua dan dia menghormatinya.
"Putar saja!" jawab Satria tegas.
Dengan tangan bergetar, Arkana memutar vidio yang ada di ponsel milik teman papinya, sampai dia melihat apa isi vidio tersebut.
"Pi, ini-"
Bugh...
"Arkana!" seru Sarah melihat putranya tersungkur di lantai.
Arkana terjatuh di lantai saat mendapatkan satu buah pukulan keras dari papinya. "Biarkan dia!" seru Satria saat melihat istrinya ingin membantu putra mereka.
"Tapi, Satria. Arkana terluka!"
"Aku bilang biarkan dia Sarah!" suaranya sudah menggelegar dan itu membuat Sarah tidak berani menjawab lagi.
"Selama ini papi selalu membebaskan kamu untuk melakukan apapun termasuk membuang banyak yang di luar sana walau papi tau kerja kamu di perusahaan bagus. Tapi kali ini kamu benar-benar keterlaluan Arkana!" cecar Satria.
"Sekarang katakan, kenapa kamu bisa terlihat begitu santai di saat ada seorang gadis yang hidupnya sudah kamu hancurkan Arkana! kamu bisa terlihat santai kesana kemari sedangkan kejadian ini sudah hampir seminggu. Dimana otak kamu hah? Papi tidak pernah mengajarkan kamu hal seperti ini Arkana!" lanjut Satria lagi.
Dia benar-benar merasa kecewa akan sikap putranya. Entah apa salahnya, hingga dia bisa mendapatkan masalah seperti ini.
"Pi, Arkana bukan santai. Arkana masih cari jalan keluarnya! Arkana juga gak tau harus berbuat apa!'" jawabnya karena memang itu yang sedang dia lakukan saat ini.
"Seharusnya kamu bicara dengan papi! Dan kamu Hussain, kenapa kamu ikut menyembunyikan hal seperti ini dari saya?" Satria juga terlihat kecewa pada anak itu. Karena selama ini dia percaya dengan Hussein.
"Maafkan kesalahan saya, Om." ungkapnya penuh sesak. Karena bagaimana pun dia juga ikut bersalah di sini.
"Papi benar-benar kecewa sama kamu Arkana!" Satria pergi meninggalkan mereka semua.
"Satria!" panggil Sarah ketika melihat suaminya pergi.
"Biar aku!" ucap Sky, yang membuat Sarah percaya dengan laki-laki itu.
Sky langsung berlari mengejar Satria. Bahkan ketika laki-laki itu sudah hendak masuk ke dalam mobilnya, Sky yang lebih dulu duduk di kursi kemudinya.
"Sky?"
"Untuk pertama kalinya aku menjadi supir untuk orang lain! Jadi ayo kita lihat seberapa kencang kecepatan mobil murah mu ini!" ucap Sky setelah duduk di kursi kemudi milik Satria.
Dua sahabat itu pergi dengan mobil yang sama, di mana di belakangnya ada mobil anak buah Sky yang juga mengikuti mereka.
"Let's go Satria!" gumam Sky setelah mereka keluar dari kompleks perumahan di mana Satria dan keluarganya tinggal.
***
next my