NovelToon NovelToon
TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Era Kolonial
Popularitas:937
Nilai: 5
Nama Author: pecinta timur10

Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5 percakapan malam yang hangat

Setelah menyelesaikan pembuatan atap dari daun aren , ia kemudian turun untuk mandi .

Karena malam sudah mulai datang merayap , ia hanya bisa berjalan pelan saat naik ke atas , matanya yang tajam hanya bisa melihat kegelapan malam yang intens .

" aku harus membuat penerangan , tapi di sini sangat langka minyak tanah, harganya juga mahal , " gumamnya bersiap untuk masuk ke dalam rumah .

" mas kamu sudah selesai mandi ?" Suara gadis muda terdengar pelan, penuh kehati hatian. Yasir mengenal suara tersebut " Imah kamu ada di mana ?" Tanyanya meraba raba sekitar dinding rumah .

" aku ada di sebelah kamu mas , !" Jawabnya pelan .

" ouh ... " Yasir menangkap badan gadis muda yang tampak dingin itu , ada getaran pelan di tubuhnya saat ia menangkap badan gadis muda yang ada di sebelahnya.

" kenapa tidak ada penerangan ... ?"

" sebentar. .. umi sedang membuat api di dapur .." kata wanita paruh baya dari arah depan.

Dan seketika suasana menjadi sedikit terang, Yasir melihat bahwa kedua gadis tampak sedang duduk di tanah .

" ehh kenapa kalian duduk di tanah , itu basah ..." kata Yasir penasaran .

" umhh kami berdua lupa tidak mengambil pasir di sungai , jadi ya begini " gadis muda itu terlihat tersenyum tipis .

" baiklah , coba berdiri... " Yasir berjalan menuju abu bekas pembakaran yang kering, ia lalu menyebarkannya di tempat basah, seketika tanah menjadi kering dengan pemandangan putih di seluruh tanah yang menjadi tempat mereka berdiri.

" sekarang kita semua bisa duduk .. tapi jangan langsung duduk, aku akan buat bangku kecil dulu.."secara kebetulan ia menyisakan batang aren dan mulai membuat lantai yang terbuat dari batang aren yang sudah tidak ada lagi daunnya.

" sekarang semuanya bisa duduk , bagaimana hangat tidak , "

" ya mas , ini sangat bagus .. !"

" kalau begitu, ayo kita semua makan malam "

" tunggu nak ..!"

Dengan cekatan ketiganya mempersiapkan nasi dan lauk pauk untuk makan, dalam waktu singkat semuanya sudah siap.

Yasir melihat bahwa gorengan yang dibeli dari pasar masih utuh , belum terjamah sedikitpun, matanya menatap ke arah dua gadis yang tampak menunggu dirinya untuk makan.

" kenapa ini belum di makan ?"

" masih menunggu mas selesai bekerja, dan Tari lupa untuk memanaskannya " ucap Lestari menunduk .

" tidak perlu di panaskan , kalau ada makanan yang sudah di masak , sebaiknya langsung saja di makan , tidak baik kalau harus sampai keras dan dingin " ujar Yasir tersenyum mengingatkan.

" baik mas kami mengerti.. "

" sudah jangan sedih. .. ayo Umi segera ambil nasi .." Yasir melihat wanita paruh baya di depannya terlihat diam belum bergerak .

" kamu duluan nak ..!"

" tidak umi... yang lebih tua dahulu , kata ayah ibu ,tidak baik bila yang muda mendahului yang lebih tua , " ucapnya menggali sesendok besar nasi ,lalu meletakannya di piring kayu sang wanita paruh baya .

" lauknya ..!"

Yasir kemudian mengambil ikan goreng yang sudah dingin , lalu ia memberikan dua potong untuk wanita paruh baya yang tampak menahan diri itu.

" umi jangan canggung atau takut, aku sebelumnya memang sangat bajingan , tapi setelah aku menikah dan masuk ke keluarga ini ,rasa tanggung jawab muncul dan membuat aku merasa bersemangat untuk bekerja yang halal " katanya tersenyum.

" nak , kenapa kamu sangat baik pada kami ?"

" karena kita semua sudah menjadi keluarga, aku sebagai pria harus bertanggung jawab dan bekerja keras , juga aku sangat mencintai kedua putri umi ,mereka sangat patuh dan juga baik " kata Yasir menyusun kalimat dengan benar .

" kalau begitu, umi bisa tenang... "

Yasir mulai makan ,ia melihat bahwa nasi kedua gadis di samping kanan kirinya tampak sangat sedikit, ia lalu mengambil tambahan nasi di tempat anyaman bambu yang berbentuk piring besar ( aku tidak tahu kalau bahasa Indonesianya apa ,tapi kalau masyarakat umum mengatakan tampah atau nyiru).

" makan yang banyak, agar tumbuh besar ..!" Kata Yasir memberikan tambahan nasi untuk keduanya .

" terimakasih mas ..!" Keduanya dengan pelan berkata dan mulai merapatkan diri di dekat Yasir .

Suasana makan terlihat sangat harmonis , sesekali ada percakapan hangat , dan juga mulai ada tanda tanda keakraban di masing masing anggota keluarga.

Setelah makan , kedua gadis bersiap untuk membersihkan tempat nasi, namun dihentikan oleh Yasir.

" apakah kalian berdua mau ke bawah ?"

" ya , mas ..!"

" bagus, aku ikut. .. !"

Segera ketiganya keluar dengan membawa piring kayu dan juga tampah yang sudah tidak ada nasinya.

Sampai di sana, Yasir hanya diam , berdiri menatap ke arah kegelapan malam yang mulai cerah.

" mas apakah kamu mau mandi ..?"

" aku sudah mandi tadi ... menangnya kenapa?"

" tidak ada apa apa mas , hanya saja kami merasa bahwa ini semua tidak adil "

" tidak adil bagaimana tari ..?"

" mas yang bekerja keras dan menghasilkan uang , tapi kami semua yang makan tanpa bekerja , kami berdua merasa tidak berguna "

Yasir hanya bisa menghela nafas pelan , matanya seakan bisa melihat ada air mata di pelupuk kedua gadis yang sudah selesai membersihkan tempat makan .

" jangan tertekan , kalian berdua sebagai wanita sudah seharusnya mendapatkan perhatian itu , Tari , Imah , jangan katakan tentang hal ini lagi , bukan mas marah , tapi mas sayang pada kalian berdua " ucapnya memeluk kedua gadis dengan erat .

" aku bahagia memiliki kalian berdua, "

Yasir perlahan menghapus air mata kedua gadis muda itu , lalu ia membimbingnya naik ke atas.

Sampai di halaman, Yasir mengajak keduanya untuk melihat bulan purnama.

" aku sebelumnya meminta maaf pada kalian berdua , yang semua orang ketahui ,bahwa aku adalah preman desa yang terkenal ,tapi sebenarnya aku melakukan hal itu agar aku bisa melihat siapa yang baik dan siapa yang jahat, saat aku jatuh, aku pernah mendengar dua orang gadis berkata kepada yang lain dan mengatakan, sepertinya dia sangat kesepian, andai saja dia berubah, kami berdua rela untuk menjadi pendamping hidupnya "

Kedua gadis muda itu tampak bingung lalu dengan memberanikan diri menatap wajah tangguh pemuda yang ada di tengah tengah mereka berdua .

" tapi sepertinya kami berdua tidak pernah berkata begitu mas ?"

" ya memang ... itu adalah mimpi panjang yang kelam dan sekarang mimpi itu menjadi kenyataan, kalian berdua sekarang sudah menjadi pendamping hidupku .." katanya tersenyum penuh arti .

" umhh ... begitu ya, tapi cerita mas sangat bagus ... kalau jadi guru desa mungkin bisa.. ya kak .." kata Halimah dengan polosnya .

" hahaha ada ada saja ... !"

" hishh kamu Imah jangan sembarangan berkata , itu tidak baik " gerutu Lestari dengan memukul pelan telapak tangan adiknya itu .

" oke jangan berkelahi.. kalau bisa besok kalian berdua akan aku ajak ke pasar , setelah itu melihat ladang yang belum sempat aku kunjungi " ucap Yasir tersenyum.

" baik mas , !"

" kak Tari, apakah di pasar sangat ramai ?"

" tentu , banyak orang berjualan , untung saja ada mas Yasir di dekatku kalau tidak, aku bisa tersesat " kata Lestari dengan mata bangga .

" kalau begitu aku ikut , tapi bagaimana dengan umi..?" Halimah merasa bingung, ia ingin ikut tapi khawatir dengan keadaan ibunya yang sudah tua .

" umi baik baik saja nak , tenang saja !"

1
Syahrian
Lanjut👍
Syahrian
💪🙏
Syahrian
🙏
Syahrian
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!