NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Cemburu Buta Sang Tuan Muda

Kondisi tubuh yang sangat bersimbah darah membuat pria muda tersebut ambruk tepat di depan pintu ruang perawatan rahasia dengan suara debuman yang sangat memilukan. Gwenola menjerit tertahan sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangan yang kini sudah basah oleh keringat dingin yang terus mengucur deras. Xavier segera bergerak maju tanpa memedulikan luka di bahunya sendiri yang kembali terbuka dan mengeluarkan cairan merah pekat ke atas lantai marmer.

"Bawa dia ke meja operasi darurat dan pastikan semua pintu baja terkunci dengan sangat rapat!" teriak Xavier dengan suara yang menggelegar di seluruh ruangan.

Suasana menjadi sangat kacau saat tim medis pribadi mulai bekerja dengan sangat cepat untuk menyelamatkan nyawa pengawal yang terluka tersebut di bawah lampu yang sangat terang. Gwenola meringkuk di sudut ruangan dengan tubuh yang terus bergetar hebat saat ia menyadari bahwa dunia Xavier jauh lebih mengerikan daripada bayangan paling buruk sekalipun. Di tengah kepanikan itu, ia melihat Xavier menatapnya dengan pandangan yang sangat tajam seolah sedang mencari sesuatu yang salah di dalam diri gadis itu.

"Kenapa kau terus menggenggam benda itu dengan begitu erat, Gwenola?" tanya Xavier dengan nada yang tiba-tiba menjadi sangat rendah dan penuh dengan kecurigaan.

Gwenola tersentak dan baru menyadari bahwa ia sedang mendekap sebuah kotak susu kecil yang nampaknya terjatuh dari dalam tas sekolah barunya saat keributan terjadi tadi. Kotak susu itu adalah pemberian dari seorang teman pria di sekolahnya yang merasa kasihan melihat Gwenola nampak sangat kuyu selama jam pelajaran berlangsung. Ia tidak menyangka bahwa benda kecil tersebut akan memancing amarah besar dari pria yang sedang berdiri di hadapannya dengan wajah yang beringas.

"Ini hanya susu pemberian teman sekelasku karena dia melihat wajahku sangat pucat pagi tadi," jawab Gwenola dengan suara yang sangat tercekat di tenggorokan.

Xavier melangkah mendekati Gwenola dengan gerakan yang sangat pelan namun terasa sangat menindas bagi mental gadis sekolah menengah atas yang sedang ketakutan itu. Ia menyambar kotak susu tersebut dari tangan Gwenola lalu meremasnya hingga isinya memuncrat keluar membasahi lantai dan seragam pelayan yang dikenakan Gwenola. Kilatan api cemburu yang sangat buta nampak jelas terpancar dari kedua mata hitam pria pimpinan perusahaan yang sangat gila akan kendali tersebut.

"Siapa pria yang berani memberikan perhatian murahan seperti ini kepada milikku?" tanya Xavier sambil mencengkeram rahang Gwenola dengan kekuatan yang sangat besar.

Gwenola meringis kesakitan karena kuku-kuku jari Xavier menekan kulit wajahnya hingga meninggalkan bekas kemerahan yang sangat nyata dan sangat terasa perih. Ia mencoba melepaskan diri namun kekuatan Xavier jauh lebih besar meskipun pria itu sedang dalam kondisi tubuh yang tidak sepenuhnya pulih akibat luka tembak. Rasa takut yang mendalam kini bercampur dengan rasa marah karena Xavier nampak sangat tidak menghargai sedikit pun kebebasan yang ia miliki di sekolah.

"Dia hanya teman biasa yang peduli, tidak seperti dirimu yang hanya tahu cara mengancam dan menyakitiku!" teriak Gwenola dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.

Xavier tertawa dengan suara yang sangat sinis seolah baru saja mendengar sebuah lelucon yang sangat menghina harga dirinya sebagai penguasa tunggal di rumah ini. Ia mendorong tubuh Gwenola hingga punggung gadis itu membentur lemari obat-obatan yang terbuat dari besi dengan suara dentuman yang sangat nyaring dan keras. Kediaman mewah yang tadinya terasa seperti tempat perlindungan kini kembali menjadi penjara yang sangat gelap dan sangat menyesakkan bagi jiwa Gwenola.

"Kau tidak diizinkan menerima apa pun dari pria lain, bahkan jika itu hanya setetes air yang bisa menyelamatkan nyawamu," bisik Xavier tepat di depan telinga Gwenola.

Gwenola hanya bisa terisak sambil menundukkan kepalanya, menyadari bahwa cemburu buta sang tuan muda adalah kutukan baru yang harus ia tanggung setiap harinya. Ia merasa seolah setiap langkahnya di sekolah menengah atas akan selalu diawasi oleh mata-mata yang dikirim oleh Xavier untuk memastikan tidak ada pria lain yang mendekat. Hatinya terasa sangat perih karena ia menyadari bahwa kontrak sepuluh miliar itu benar-benar telah merenggut seluruh sisa martabat yang ia miliki sebagai manusia.

Xavier kemudian memanggil salah satu pengawal yang masih berdiri sigap di depan pintu baja untuk mendekat dan memberikan instruksi baru yang sangat mendadak. Ia memerintahkan agar identitas pria yang memberikan susu tersebut segera dicari tahu dan diberikan pelajaran yang sangat berat agar tidak lagi berurusan dengan Gwenola. Gadis itu ingin memohon agar Xavier menghentikan kegilaannya, namun tatapan dingin sang pimpinan perusahaan tersebut seketika membungkam semua kata-kata di bibirnya.

"Besok kau tidak akan berangkat ke sekolah menggunakan mobil biasa, aku sendiri yang akan memastikan kau sampai di dalam kelas tanpa gangguan pria mana pun," ucap Xavier dengan nada yang sangat mutlak.

Tiba-tiba, suara ledakan kedua terdengar dari arah gerbang luar yang kini nampak sudah berhasil ditembus oleh kendaraan musuh yang sangat nekat tersebut. Lampu ruangan sempat padam selama beberapa detik sebelum akhirnya sistem listrik darurat menyala dengan cahaya merah yang sangat mencekam dan sangat menakutkan. Xavier segera menarik Gwenola ke balik sebuah dinding beton yang sangat tebal sambil menyiapkan senjata api miliknya dengan gerakan yang sangat sigap dan cepat.

"Diam di sini dan jangan mengeluarkan suara sedikit pun jika kau masih ingin melihat ayahmu dalam keadaan hidup!" perintah Xavier dengan wajah yang sangat serius.

Gwenola memejamkan matanya dengan sangat rapat, mencoba meredam suara detak jantungnya yang terasa seperti ingin melompat keluar dari dalam rongga dadanya yang sesak. Di tengah kegelapan yang dihiasi cahaya merah itu, ia mendengar suara langkah kaki yang sangat banyak mulai memasuki lorong rahasia menuju ruang perawatan mereka. Pintu baja yang tadinya sangat kokoh kini mulai dihantam menggunakan alat penghancur berat dari arah luar hingga menimbulkan getaran yang sangat hebat.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!