seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Dua Ayam Hutan
Suasana hutan di zaman kuno terasa begitu sejuk dan juga angin bertiup pelan, namun yang membuat kurang lengkap adlah hewan-hewan di hutan itu sudah habis bukan karena punah tapi karena di buru oleh para warga desa, alasan nya sederhana mereka harus mencari sumber daya untuk bertahan hidup bagaimanapun cara nya.
Yuda sendiri merasa bingung karena hutan ini sudah kosong, paling hanya ada beberapa hewan kecil dan yang paling sulit di buru seperti macam harimau dan babi hutan yang ada di kedalaman hutan.
Makanya ia memutuskan untuk mengobrol dan mencari tahu tentang sistem yang ia dapatkan, walau Yuda pernah melihat hal ini di TV, tapi ia masih belum paham bagaimana sistem ini bekerja.
“**jam pelintas zaman akan aktif saat tuan sudah mengisi sumber energi nya**,”
“Bagaimana aku mengisi energi nya?” tanya Yuda sambil menggegam jam yang membawa nya sampai ke jaman kuno.
Alih-alih membuat nya menjadi orang kaya, tapi di dunia ini justru ia malah menderita kembali dan yang paling parah, di sini Yuda harus membiayai istri nya.
“**Tuan di zaman kuno ini semua orang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, jadi tuan harus segera memiliki kekuatan untuk bisa melindungi diri**.”
Yuda mengerti karena mengobrol dengan sistem tanpa sadar Yuda sudah masuk ke dalam hutan yang sudah lumayan, sampai di sana Yuda bertemu dua orang yang membawa panah seperti nya mereka adlah pemburu yang juga sedang mencari makan.
“Heh, Yuda! Kamu mau kemana? Biasanya jam segini kamu masih main judi bersama di brengsek Bagas,”
“Hahaha.., iya betul, kenapa kamu malah ke hutan.”
“Eh, paham Halim, paman Rasmin, saya ingin mencoba keberuntungan berburu seperti kalian,” jawab Yuda dengan sopan, Yuda tidak marah saat di ledek karena ia juga tahu pemilik tubuh ini memang se brengsek itu.
Deghh.!!,
dua pria setengah baya itu terkejut melihat sikap sopan Yuda, bahkan Halim langsung mencubit Rasmin. “Aww..!, kau ini sedang apa,” ucap nya kesal karena tiba-tiba di cubit.
“Maaf-maaf aku kira aku sedang bermimpi, Yuda, dia sopan sekali, tidak seperti biasa nya arogan dan angkuh kalau ketemu kita,” bisik Halim pelan agar tidak terdengar oleh Yuda.
Rasmin menoleh ke arah Yuda yang membalas dengan senyuman. “Betul juga! Apa jangan-jangan dia sedang kesurupan.”
heheh!!,
karena ucapan itu terlalu keras sehingga Yuda bisa mendengar nya. “Paman bisa saja, aku baik-baik saja, ohya kalau tidak ada lagi aku pamit mau mencari ayam hutan untuk istri ku.”
dan untuk kedua kali nya Halim dan Rasmin di buat terkejut, untuk istri, bahkan dulu Yuda tidak mau mengakui istri nya sekarang terang-terangan mengakui nya di depan mereka.
“Iya..! tapi kamu sebaiknya putar balik saja, kami sudah dari pagi, tapi sama sekali tidak mendapatkan apapun, hutan kita sudah tidak ada hewan untuk di tangkap, bahkan seekor semut pun seperti nya sudah punah,” Tutur Rasmin memperingati, awal nya dia ingin membiarkan saja, tapi melihat perubahan sikap pemuda itu ia menjadi tidak tega.
“Paman tenang saja, aku punya cara agar pulang tidak hanya membawa rasa lelah.”
akhirnya Yuda benar-benar pergi masuk ke dalam hutan dia sudah memutuskan kalau malam nanti istri nya bisa makan daging, bagaimana pun cara nya.
“Aku heran kenapa dia masuk hutan tanpa membawa busur atau alat berburu, mau ngapain?”
“ entah lah, yang pasti Dia seperti nya berbeda, aku sangat kagum melihat perubahan pemuda itu,” ujar Halim.
Rasmin pun mengangguk setuju, mereka adalah tetangga Yuda yang sangat tahu, setiap hari tidak pernah lupa Yuda pasti akan memukul istri nya, dan mencaci maki.
“Ahh, sudahlah mari kita pulang dan memasak rumput yang kita temui tadi,” ucap Halim, mereka dari pagi hanya bisa membawa rumput liar untuk di makan oleh keluarga nya.
“Iya-iya ayo,”
Yuda setelah berjalan beberapa meter menjauh dari dua pria itu berpikir memang selayak nya ia memperbaiki nama pemuda ini dulu.
“**Cring..! Selamat kepada Tuan membuat dua orang kampung memandang lebih baik, hadiah: Dua ekor ayam hutan 40 koin F**.”
Yuda terdiam melihat layar hologram yang kembali muncul dan mengucapkan kalau Yuda mendapatkan hadiah kembali. “Liar biasa, itu bagus sekali.”
Dua ayam hutan utuh langsung muncul di bawah kaki Yuda dalam keadaan terikat, sedangkan koin F sudah masih ke saldo sistem.
“**Apakah tuan ingin membelanjakan koin F sekarang**?”
“ya, tukarkan beras, simpan dulu sampai rumah.”
“**Baik, di tukarkan satu karung beras di simpan di ruang penyimpanan, tuan bisa mengambil nya kapan pun tuan mau**.”
kemudian menghilang menyisakan Yuda yang tengah tersenyum bahagia, ia mendapatkan beras dan dua ayam hutan, jika para warga desa tahu pasti mereka iri, di saat semua nya sangat sulit berburu, tapi Yuda justru langsung mendapatkan nya.
“Baiklah memang hari ini, adalah hari baikku,“ Yuda langsung mengambil ayam hutan itu kemudian menenteng nya pergi bukan masuk ke dalam hutan, namun Yuda memutus untuk kembali pulang, lagian Yuda bingung ia mau berburu seperti apa tanpa peralatan.
Di perjalanan pulang setiba nya di gerbang desa, banyak orang yang menatap heran dan juga iri kepada Yuda yang menenteng ayam hutan yang sangat gemuk.
“Liat Yuda, dia baru masuk hutan tapi sudah membawa dua ekor ayam hutan, suami ku dari tadi pagi malah gak dapat apa-apa,” clutuk seorang warga desa yang merasa Yuda sangat beruntung.
“Eh, Yuda bagaimana kamu bisa mendapatkan ayam hutan,” tanya salah satu warga.
“Tentu saja aku berburu bi, di hutan tadi aku beruntung menemukan dua ekor,” jawab Yuda dengan ramah dan para warga pun percaya karena memang bisa jadi keberuntungan pemuda itu hari ini.
Yuda tersenyum kepada warga yang menatap ke arah nya.
“Heh..!! Yuda berhenti, berikan ayam hutan itu kepada ku,” tiba-tiba saja Bagas datang dengan dua teman nya, mereka menatap dengan tatapan ingin merebut ayam yang di bawa oleh Yuda.
Yuda tersenyum tidak menyangka kalau Bagas akan berani muncul lagi, setelah baru tadi ia beri pelajaran. “Apa hak kalian meminta nya, aku mendapatkan ini dengan susah payah kenapa harus di berikan kepada kalian.”
Deghh.!!,
Bagas dan dua teman nya terkejut melihat Yuda yang begitu berani menolak, namun para warga juga kaget karena biasanya Yuda akan sangat menurut kepada Bagas apapun yang ia punya akan di berikan asal tidak di kucilkan.
“Aku tak menyangka kalau Yuda menolak nya,”
“Iya! Biasanya dia selalu menurut kepada Bagas.”