Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ADIK MANTAN
Ternyata pernyataan tegas Kya sangat berpengaruh, wajahnya menghiasi berbagai media sosial, mendadak jadi artis saja. Padahal ia hanya ingin menghentikan pemberitaan yang tak penting itu. Kya pun iseng mengecek komentar para netizen, ya biasa ada yang mendukung Lovy sebagai istri sah, ada yang mendukungnya karena tak peduli dengan hubungan mereka, ada yang biasa saja menanggapi berita pernikahan dua rising star itu.
Yang jelas teman dekat Kya sudah paham kalau hubungan mereka sudah tutup buku, dan tak perlu diungkit lagi. Kya pun melanjutkan aktivitas kuliahnya, lebih baik mengejar pendidikan daripada meratapi patah hati. Memang sulit, tapi harus dipaksa. Bahkan Kya yakin Bagas pun sudah sepenuhnya melupakan dirinya. Tampak pemain voli itu sudah terbang ke Bangkok untuk menjalani pertandingan. Kya memang masih mengikuti IG Bagas, hanya ingin tahu saja tapi tak pernah mengomentari aktivitasnya.
Bagi Kya, salah satu cara untuk move on adalah melihat kebahagiaannya, dengan begitu hati ini lebih leluasa untuk melepasnya secara perlahan. Tak perlu iri, karena suatu saat Kya akan mendapat pengganti Bagas yang lebih baik.
"Dek, antar mama perawatan yuk!" ajak mama, seperti biasa kalau papa lagi sibuk dengan dinasnya, mama akan mengajak Kya untuk sekedar belanja atau pun perawatan.
"Boleh, Ma. Aku juga ingin potong rambut!" ujar Kya langsung meletakkan ponselnya dan berlari ke kamar untuk ganti baju. Mama hanya menghela nafas pelan, menatap sang putri yang berusaha kuat, tapi pasti masih rapuh bahkan sampai potong rambut segala.
Sejak remaja, Kya sangat menyayangi rambutnya, hitam panjang dan tebal, paling dirapikan saja, tak pernah dipotong pendek. Mama berharap sang putri hanya merapikan, tidak memangkas berlebihan. Mereka menuju ke salon langganan mama. Mama perawatan full body, tapi Kya hanya memilih perawatan rambut saja. Setelah keramas ia langsung potong rambut. Kya mengabaikan peringatan mama untuk tidak memotong rambut pendek, tapi nyatanya Kya memotong rambut itu seperti model Tiffany SNSD, mushroom style.
Tampak sangat fresh, dan wajah Kya semakin imut dengan potongan rambut baru ini. Kya mengirim pesan pada sang mama, dia berniat beli coffe di outlet seberang salon. "Ice palm sugar satu kak, dan waffle ice cream!" ucap Kya yang sengaja dine in, karena ia paham sang mama pasti lama sekali.
Tak lupa setelah orderannya hadir, Kya memotret lalu mengunggahnya ke instagramnya, dengan caption be sweety girl. Tentu saja postingan terbaru Kya menarik perhatian pengikutnya. Setelah dia memberikan pernyataan kemarin, ternyata followersnya naik. Mendadak otaknya curiga kalau setelah ini ia akan menjadi selebgram seperti Lovy.
"Kalau gue jadi selebgram beneran, semoga gue jadi selebgram yang cantik, dan baik hati, dan pola tingkahku tidak sampai menyakiti orang lain, amiin!" gumam Kya sembari menyuapkan waffle ice cream ke dalam mulut. Ia pun scroll media sosial, sekedar melihat kabar sembari menikmati makanan. Mendadak ada seseorang yang menyapa. Sedikit kaget juga sampai sendok waffle masih di mulut Kya.
"Davina!" lirih Kya melihat adik Bagas yang sudah berdiri di samping meja Kya. Kebetulan dia bersama teman-temannya, mungkin sedang jalan. Tak dipungkiri, karir Bagas juga berpengaruh pada strata sosial keluarganya, termasuk sang adik.
"Boleh aku duduk, Mbak?" tanya Davina sembari tersenyum ramah. Kya yang masih kaget dengan kedatangan gadis remaja ini hanya mengangguk saja. Berusaha tenang dan bersikap santai. Ia tak mau bersikap buruk pada keluarga Bagas, mau bagaimana pun mereka kenal dekat juga.
"Gimana kabar Mbak Kya?" tanya Davina sembari menatap Kya dengan tatapan iba. Ah, Kya tak suka tatapan itu. Memang apa yang terjadi kemarin menyakitkan, tapi Kya sudah berusaha berdamai dengan keadaan, ya meski pun sakit hati terlihat jelas lewat potongan rambutnya sekarang.
"Alhamdulillah, baik!" jawab Kya sembari tersenyum, memang terlihat canggung tapi Kya tak mau dikasihani.
"Maaf ya, Mbak. Mas Bagas mungkin tega sekali sama Mbak!"
"Oh, enggak pa-pa kok, Dav! Anggap saja kita gak berjodoh."
"Padahal, Mas Bagas sangat sayang sama Mbak. Aku dan Ibu pun kaget saat Mas Bagas mengutarakan pernikahan itu."
Kya hanya tersenyum saja, dia tak butuh penjelasan dari sang adik, justru ia berharap bertemu Bagas dan segera menempeleng kepalanya sekalian. "Sebelum nikah pun aku juga sempat menasehati, sudah yakin kah. Bagaimana dengan Mbak Kya, tapi Mas Bagas hanya diam. Aku yakin sih ada hal yang disembunyikan Mas Bagas, mungkin ada ancaman yang mempengaruhi karirnya!" Kya hanya tersenyum mendengar penjelasan Davina. Kalau boleh Kya akan bilang gak peduli. Hanya saja Kya tak mau dianggap perempuan tanpa tata krama sehingga Kya hanya tersenyum sembari mengangguk.
"Udah gak usah diperpanjang, Dav. Doakan saja kakak kamu bahagia, begitu juga dengan aku meski jalan kami berbeda."
"Padahal aku lebih suka Mas Bagas sama Mbak Kya! Lovy sombong," cetus remaja labil itu. Aku tertawa saja, karena ekspresinya terlihat kalau dia masih belum menerima kakak iparnya.
"Gak boleh gitu, gitu-gitu juga kakak ipar kamu!"
"Mbak, Mbak sampai potong begitu karena terlalu sakit kah?" tanya Davina penasaran, tatapan ibanya masih melekat di bola mata remaja itu.
"Hem, enggak juga kok. Potong rambut itu penanda kalau Mbak sudah move on, butuh suasana baru. Apa yang terjadi kemarin selama berambut panjang, segera dibuang juga!"
"Mbak!" Davina mendadak menangis, mungkin dia merasa kehilangan calon ipar yang dekat dengannya. Kya pun memegang tangan Davina dan meyakinkan bahwa semua sudah jalan hidup yang tak bisa ditolak.
Mereka berpisah setelah Davina minta berfoto dengan Kya, namun ditolak, karena Kya tak mau ada media atau penggemar Lovy yang membuat berita lagi. Kya paham pasti Davina akan post di status WA atau IG, bisa-bisa pihak sebelah menuduh Kya mendekati adik Bagas untuk menarik perhatian Bagas kembali. Ah Kya tak mau terjebak dalam situasi ribet begitu.
Davina pun menghormati penolakan Kya, tapi ia tetap memotret Kya saat membuka pintu outlet. Dia segera mengunggah foto candid itu ke status WA dengan caption tak sengaja bertemu, meski sebentar tapi menunjukkan sebuah pemikiran dewasa. Sehat selalu Mbak Kya.
Itu Kya, Dav? Sang kakak langsung mengomentari statusnya, padahal lelaki itu sedang di negara seberang.
Iya.
Rambutnya?
Paham kan kenapa dia sampai potong sependek itu?
Iya aku paham.
Gimana dia?
Terlihat santai si Mas, cuma aku yakin sakit banget. Berdoa saja aku tak punya takdir seperti dia.
Kalau bertemu dia lagi, salam dari aku, Dav. Aku sayang sama dia.
🤣🤣🤣 yakin? Gak takut si paling seleb?
Dia juga kakak ipar kamu, Dav.
Ya semoga dia menganggap aku adik iparnya juga ya Mas.