NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi

Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Putri asli/palsu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Dulu Salma Tanudjaja hidup dalam kebodohan bernama kepercayaan. Kini, ia kembali dengan ingatan utuh dan tekad mutlak. Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi adalah kisah kesempatan kedua, kecerdasan yang bangkit, dan balas dendam tanpa cela. Kali ini, Salma tak akan jatuh di lubang yang sama, ia yang akan menggali lubang itu untuk orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skandal Besar Sedang Berlangsung

Manda Tanudjaja terperangah, sementara Farel Barata hanya mengernyitkan dahi.

"Semangat ya, Kak!" Salma Tanudjaja menepuk pundak Manda, mengedipkan sebelah matanya, lalu melenggang santai melewati Farel menuju aula pesta.

Begitu punggung Salma menjauh, topeng ramah Farel runtuh seketika. "Ada apa?" tanyanya dingin.

Manda menelan ludah.

Farel sudah membuka percakapan, ini kesempatannya. Namun, saat hendak mengutarakan isi hati, lidahnya terasa kelu.

"Gue sibuk. Kalau nggak penting, lo masuk aja dulu," potong Farel tak sabar, langsung berbalik badan hendak pergi.

"Farel!" Manda refleks berteriak.

Farel berhenti, tapi tidak menoleh. Wajahnya menyiratkan kejenuhan luar biasa. "Besok aja di sekolah."

Manda panik. Entah keberanian dari mana, ia berlari kecil menghadang langkah cowok itu.

"Bisa minta waktunya lima menit aja? Gue... gue tahu gue pernah bikin salah soal ujian itu, tapi gue punya alasan!"

"Apapun alasannya, gue nggak peduli."

"Farel, masa lo bener-bener nggak ngerasain?" Manda menatap manik mata Farel dengan putus asa.

"Gue suka sama lo! Dari hari pertama sekolah, gue mati-matian masuk OSIS, ngelakuin segalanya biar lo notice gue. Gue cuma berharap di mata lo ada bayangan gue!"

Tangan Manda terkepal erat, menunggu vonis.

Namun, Farel hanya mengerutkan kening, diam seribu bahasa. Harapan Manda perlahan membeku menjadi bongkahan es.

Tidak ada senyum.

Tidak ada kebahagiaan.

Farel menghela napas panjang, lalu menatap Manda datar. "Makasih udah dateng.

Gue permisi, banyak tamu."

Hanya itu. Tanpa emosi, tanpa penolakan yang dramatis, Farel melenggang pergi seolah pengakuan cinta Manda barusan hanyalah angin lalu.

Manda mematung di jalan setapak berbatu. Diabaikan. Dia benar-benar dianggap tidak ada.

Di balik pilar teras, Salma yang sedari tadi menguping nyaris tertawa lepas.

Karma is real, Sis.

Di kehidupan lalu, Farel tertipu topeng polos Manda. Di kehidupan ini? Cinta mati Manda bertepuk sebelah tangan dengan tragis.

Yoga Baskara yang berdiri di samping Salma bergidik melihat senyum miring gadis itu. "Sal, muka lo horor banget.

Lo lagi ngerencanain tumbal?"

"Iya, lo tumbalnya," sahut Salma asal. Matanya kembali menyisir kerumunan, mencari sosok Aksa Abhimana. Katanya mau datang, tapi batang hidungnya pun tak tampak.

Tak lama, Surya datang membawa Manda yang terlihat seperti mayat hidup.

Meski sudah tahu hasilnya, Salma tetap memasang wajah polos antusias.

"Kak, gimana? Diterima dong? Farel pasti seneng banget ditembak cewek secantik Kakak. Congrats ya!"

Manda menatap Salma tajam, napasnya memburu.

"Lo ngeledek gue?"

"Lho? Kok ngeledek? Kakak kan dewi sekolah, masa sih ditolak?"

"Dia nolak gue, puas lo?!" desis Manda, menyambar gelas jus dan meminumnya sekali teguk.

Rasa manis jus itu gagal menyamarkan pahitnya penolakan Farel. Harga dirinya hancur lebur.

Tepat pukul enam, pesta resmi dimulai.

Setelah basa-basi sambutan dari Ayah Farel, suasana pesta berubah menjadi ajang lobi sosialita.

Salma sendiri lebih tertarik pada canape udang di meja prasmanan daripada mendengarkan pidato.

Namun, ketenangannya terusik saat sepasang sepatu pantofel mengkilap berhenti tepat di depannya.

"Salma, bolehkah aku mengundangmu untuk berdansa?"

Salma mendongak dengan pipi masih menggembung penuh makanan.

Hening.

Seluruh tamu menatap ke arah mereka. Bisik-bisik mulai terdengar, memuji kecantikan natural Salma yang kontras dengan dandanan heboh gadis lain.

Fakta bahwa Farel, tuan muda Barata, mengajaknya dansa pertama kali, membuat banyak orang berspekulasi tentang perjodohan dua keluarga besar itu.

Manda yang berdiri tak jauh dari situ menatap dengan nyalang. Dia baru saja mengemis cinta dan diabaikan, sementara Salma?

Tanpa usaha sedikitpun, Farel justru memohon padanya. Rasa iri membakar habis kewarasan Manda.

Satu menit berlalu.

Salma tak bergeming, malah asyik mengunyah.

Farel mulai merasa kaku.

Ditolak di depan umum akan sangat memalukan.

Dia menarik napas, mencoba lebih gentleman. "Salma, izinkan aku mendapat kehormatan untuk dansa pertama ini."

Salma menelan makanannya, lalu tersenyum manis, senyum yang membuat para gadis lain merasa kalah telak.

"Makasih Kak Farel. Tapi..." Salma memberi jeda dramatis.

"Pacar aku tuh cemburuan banget orangnya. Dia nggak suka aku dansa sama cowok lain. Kuharap Kakak ngerti. Lagian, Kak Manda jago banget dansa loh."

Tanpa babibu, Salma menarik Manda yang sedang terbakar cemburu dan mendorongnya tepat ke pelukan Farel.

"Maaf ya, Kak!" bisik Salma cepat.

Farel tertegun. Wajahnya memanas. Ditolak mentah-mentah di depan semua orang, dan sekarang disodori Manda?

Farel yakin ini skenario licik Manda untuk memojokkannya. Rasa jijiknya pada Manda semakin menjadi-jadi.

Manda melihat tatapan jijik itu. Hatinya serasa ditusuk ribuan jarum.

"Ya sudah," Farel akhirnya bersuara, terpaksa menyelamatkan wajah Keluarga Barata.

Senyumnya kaku dan dingin.

"Nona Manda, mau berdansa?"

Manda gemetar, mengira salah dengar.

Salma mendorong punggungnya pelan.

"Buruan, Kak! Kesempatan tuh!"

Dengan ragu, Manda meletakkan tangannya di telapak tangan Farel.

Salma bertepuk tangan heboh, memancing riuh tepuk tangan tamu lain.

Musik mengalun.

Manda mengira ini akan romantis, tapi dia salah besar.

Farel tidak berdansa; dia menyeret Manda.

Cengkeramannya kuat dan kasar, gerakannya kaku seolah sedang memegang sampah.

Tidak ada kehangatan.

Hanya tatapan dingin yang menusuk tulang.

Manda merasa dirinya perlahan hancur. Farel benar-benar membencinya.

Dari pinggir lantai dansa, Salma kembali mengunyah kue sus sambil tersenyum penuh arti.

Semakin Farel benci sama lo, semakin nekat lo jalanin rencana gila lo, Manda.

Musik berhenti.

Farel langsung melepaskan Manda tanpa pamit dan berjalan cepat keluar aula.

Manda, dengan wajah pucat dan harga diri yang sudah diinjak-injak, mengejarnya.

"Kak Yoga, gue ke toilet bentar," pamit Salma, langsung menyelinap mengikuti drama itu.

Farel berjalan menuju gudang penyimpanan wine bawah tanah di sayap belakang rumah.

Tempat itu sepi.

Dia butuh alkohol untuk meredam emosi dan rasa malunya.

Manda mengikutinya.

Salma mengendap-endap di balik pilar. Tiba-tiba, sebuah tangan menepuk bahunya.

"Seru tontonannya?"

Salma nyaris melompat, tapi suara berat yang familiar itu langsung menenangkannya.

Dia berbalik dan melihat Aksa.

Cowok itu menyamar dengan kacamata dan gaya rambut culun, tapi aura dan ketampanannya tetap tak bisa disembunyikan.

"Lo dari mana aja sih?" bisik Salma.

"Aku ada terus kok," Aksa merapikan anak rambut Salma, tersenyum lembut.

"Aku liat kamu nolak Farel tadi. Pengakuan soal 'pacar cemburuan' itu... bikin aku seneng banget."

Salma mencubit lengan Aksa gemas. "Udah, jangan geer dulu. Ikut gue, ada drama live."

Aksa terkekeh dan menggenggam tangan Salma, mengikuti arah perginya Farel.

Di dalam gudang wine yang remang, Farel duduk merosot di lantai, menuang anggur merah ke gelas dan menenggaknya kasar.

"Farel, jangan minum terus," Manda masuk, suaranya bergetar.

Farel tertawa hambar, matanya sudah merah.

"Kenapa? Lo mau nemenin gue minum?"

"Iya, kalau itu bikin kamu tenang."

Farel menyodorkan gelas.

Mereka minum dalam diam.

Farel minum untuk melupakan Salma, sementara Manda minum untuk mengumpulkan nyali.

Saat Farel melamun menatap botol kosong, Manda menggeser duduknya mendekat.

Dia memegang gelas Farel, berpura-pura ingin menuangkan lagi.

Jarinya menekan mekanisme kecil di balik cincinnya.

Serbuk halus jatuh ke dalam cairan merah pekat itu.

Jantung Manda berpacu gila-gilaan. Ini jalan satu-satunya.

Jika dia tidak bisa mendapatkan hati Farel, dia harus mendapatkan tubuhnya.

Mengikat Farel adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan Salma di masa depan.

"Minumlah, biar lega," bujuk Manda lembut.

Farel yang sudah setengah mabuk tidak curiga. Dia merebut gelas itu dan menghabiskannya dalam sekali teguk.

Salma yang mengintip dari celah rak kayu menggeleng pelan. Bodohnya Farel, masuk perangkap murahan.

Tak butuh waktu lama, obat itu bekerja. Napas Farel memberat. Wajahnya memerah tidak wajar, tubuhnya terasa seperti terbakar api dari dalam.

Halusinasi mulai mengambil alih kesadarannya.

"Panas..." erang Farel, menarik kerah kemejanya.

"Farel, kamu sakit?" Manda mendekat, menempelkan tubuhnya.

Aroma parfum Manda dan sentuhan kulitnya menjadi pemicu terakhir bagi akal sehat Farel yang sudah runtuh.

Di mata Farel yang kabur, wajah Manda perlahan berubah menjadi wajah Salma. Gadis yang dia inginkan.

"Salma..." bisiknya parau.

Farel menarik Manda dalam pelukannya, menciumnya kasar, menuntut pelepasan dari rasa panas yang menyiksanya.

Manda tidak menolak, justru melingkarkan lengannya erat.

Adegan "live show" dewasa yang mendadak terjadi di depan mata membuat wajah Salma memerah padam sampai ke telinga.

Aksa yang berdiri di belakangnya langsung menutup mata Salma dengan telapak tangannya.

Wajah cowok itu juga tak kalah merahnya.

"Jangan diliat," bisik Aksa kaku.

"A-ayo pergi," Salma tergagap, jantungnya mau copot.

Aksa menarik Salma keluar dari gudang anggur itu secepat kilat.

Sesampainya di taman belakang, angin malam yang sejuk sedikit mendinginkan wajah mereka yang panas.

Salma mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan.

Sial, mata suci gue ternoda.

Aksa berdeham, berusaha menetralkan suasana.

Dia menatap Salma serius.

"Sekarang kamu ke depan. Cari orang buat mancing keramaian ke sini.

Aku bakal jagain di sini, pastiin nggak ada yang ganggu 'momen bahagia' mereka sampai penonton datang."

Salma mengangguk mantap, senyum liciknya kembali.

"Oke. Tunggu tanggal mainnya, Manda."

Salma berlari kecil kembali ke aula pesta. Dia langsung memasang wajah panik yang sangat meyakinkan, lalu menghampiri Nyonya Barata yang sedang berbincang dengan para sosialita.

"Tante! Tante liat kakak saya nggak?" suara Salma terdengar cemas dan sedikit bergetar.

"Manda nggak ada di mana-mana, dihubungi juga nggak bisa. Saya takut dia kenapa-napa di tempat asing. Tante, tolong bantu cari Manda..."

Nyonya Barata, yang tidak menaruh curiga pada "calon menantu idaman" ini, langsung mengangguk prihatin. "Jangan panik sayang, ayo Tante bantu cari.

Dia pasti nggak jauh dari sini."

Nyonya Barata mengajak beberapa teman dan pelayan, mengikuti langkah Salma menuju area belakang, menuju gudang wine di mana skandal besar sedang berlangsung.

1
sahabat pena
aksa terlalu lambat.. sdh tau ada barang bukti bukan di serahkan ke kantor polisi atau di viral kan. jd di manfaat kan sama rival nya pak rahmat kan? untuk menjatuhkan pak rahmat
mom SRA
pagi thoor
INeeTha: Pagi kaksk🙏🙏🙏
total 1 replies
kriwil
harusnya manda yang kejebak sama laki laki lain atau sama riko sekalian biar hancur nya tambah seru
Kembae e Kucir
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kriwil
apa di sekolahan ini ga ada guru dan kepala sekolah ,sampai tentang soal ujian di bobol maling yang maju hanya sosok ketua osis 😄
mom SRA
pagi thor
kriwil
seno itu dapat anak pungut sezan dari mana ya😄
kriwil
awal mula seno mungut siluman ular itu knp ya
mom SRA
mpm thor
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Diah Susanti
thor, buat tanudjaja, kalo si manda cuma anak pungut, biar dia merasakan dibully 1 sekolahan.
mom SRA
malem thor
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Pawon Ana
ealah moduse kang Aksa, lancar kayak jalan tol bebas hambatan
penampilan cupu ternyata suhu 😂
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Diah Susanti
ini apa hubungannya dengan rahasia manda? apa karena cucu orang hebat makanya mudah dapat info? 🤔🤔🤔🤔
Diah Susanti
padahal bolu pisang enak lho, aq suka tak bisa bikinnya/Grin//Grin//Grin/
mom SRA
seru critanya.... semangat thoor
tutiana
hadirrrr, suka huruf s ya Thor,
darin sinta,salsa,ini salma
semangat Thor ⚘️⚘️⚘️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!