NovelToon NovelToon
Istri Shalihah Athalla

Istri Shalihah Athalla

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Seharusnya pernikahan dilangsungkan bersama pria matang yang sedari kecil digadang-gadang menjadi jodoh Khadijah.

Namun, takdir berkenan lain hingga masa lajang Khadijah harus berakhir dengan pemuda asing yang menabraknya hingga lumpuh.

Kedatangan Athalla di Kalimantan Barat untuk memenuhi panggilan balap liar, justru disambut dengan jodoh tidak terduga-duga.

Pasalnya, kecelakaan malam itu membuat calon suami Khadijah lebih memilih menikahi adik kandungnya; Nayya.

Khadijah dibuat remuk oleh pengkhianatan calon suami dan adiknya. Lantas, di waktu yang sama, Athalla menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Romantis/Komedi/Sangat mendekati keseharian. Thanks buat yg sudah mampir ya💋❤️🫂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTALLA TIGA BELAS

Dari Gantara sang ayah yang juga seorang Ustadz, Dosen, dan lulusan Al-Azhar, sedikit banyak Athalla tahu bahwa tugas seorang suami, salah satunya menyenangkan istri.

Athalla dibelenggu oleh otaknya sendiri bahwa dia sudah milik Khadijah. Bersama Khadijah, ia sudah dipayungi pernikahan.

Athalla memang selalu mengatakan kata gombal, tapi, itu bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Kalau pada gadis yang bukan mahram saja, Athalla bisa mengatakan kalimat syahdu, lalu kenapa tidak dengan Khadijah?

Yah, Athalla ingin mengembalikan senyum yang sempat raib dari bibir Khadijah. Raib dan lenyap karena ulahnya.

Malam saat dia pulang dari balap liar, Athalla benar-benar khilaf dan sempat merayakannya dengan meneguk minuman beralkohol.

Rasa bersalah itu sering kali menggeliat dan meronta-ronta. Andai saja Athalla menolak meminum wine di malam itu, mungkin Khadijah tidak akan berakhir di kursi roda.

Hari ini Athalla gagal mengatakan kebenaran pada orang tuanya. Tapi, Athalla akan mencobanya kembali, esok atau esoknya lagi sampai dia berhasil mengungkap rahasia ini.

Kening Khadijah yang Athalla kecup sebagai tanda bahwa Athalla bersama wanita itu. Dan di saat yang sama, Khadijah tertegun lama.

Entah rasa apa yang mengalungi hatinya, tapi, sejak Athalla menikahinya, Khadijah merasa hari-harinya kembali ceria.

Perlakuan Athalla benar-benar memabukkan, selain humoris, pria itu penuh tanggung jawab, sejujurnya Khadijah mulai takut, takut jika dia serakah dan ingin memiliki pria itu.

Sedikitnya, Khadijah sadar diri, ia dinikahi hanya karena iba, bukan karena cinta, yah, keduanya bersatu begitu saja, seolah inilah takdir yang harus dilalui bersama tanpa adanya sebuah rencana.

Athalla menyengir untuk penawaran diri Khadijah. Yah, jelas Khadijah sudah istri sah baginya, halal sudah wanita itu disentuhnya.

Hanya saja, Athalla masih belum berpikir untuk memadu kasih. Tapi, kalau memang Khadijah menuntut hak, Athalla tak menolak.

"Kamu mau minta nafkah batin dariku?"

Khadijah tertawa, nafkah batin? Menuntut? Yang benar saja! Bukannya yang menatap begitu lekat, Athalla? "Enggak kok, Dijah cuma menawarkan diri karena itu kewajiban, Dijah."

Athalla ikut tertawa. Yah, barusan dia terbawa suasana hingga mengusap bibir itu. Ah, entahlah, mungkin karena bibir Khadijah mempesona makanya dia terpana sejenak.

"Nggak perlu dipaksakan dulu. Kamu harus sembuh dulu, mulai besok, kaki kamu akan ditangani dokter ortopedi yang paling bagus."

Khadijah tersenyum. "Semoga kebaikan dan tanggung jawab Mas Athalla mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Ta'ala."

"Aamiin."

..."**"--__--"**"...

      Satu bulan telah berlalu, Khadijah telah mengikuti serangkaian perawatan kulit, juga tahapan-tahapan penyembuhan kakinya.

Seolah hari demi hari dan waktu-waktu yang dilalui Khadijah tak ada yang sia-sia. Athalla benar-benar memenuhi janjinya, memberikan segala yang terbaik bagi Khadijah seorang.

Sedikit-sedikit, Khadijah sudah bisa menggerakkan kaki kirinya. Bahkan berlatih memakai satu tongkat di kaki kanannya.

Namun, bukan itu yang membuat Athalla terpaku cukup lama siang ini. Di dalam mobil taksi ini, Athalla dibuat diam seakan-akan tersihir oleh kealamian wajah cantik istrinya.

Athalla sampai membelai lembut wajah itu dengan punggung tangan. "Luka yang kemarin benar-benar sudah hilang."

Khadijah mengangguk bahagia. Satu bulan lebih perawatan yang dia rutini, kulit yang terluka dan menghitam sudah mengering dan terkelupas seiring berjalannya waktu.

Siang ini, ada jadwal chek up ke Rumah Sakit, dan Khadijah sudah mengenakan pashmina berwarna persik berbahan lembut nan jatuh bersama wajah yang sudah kembali normal.

Tak lupa, Khadijah memoleskan riasan tipis-tipis, sapuan lipstik nude, menebalkan sedikit alis yang sudah bagus. Dan yah, Dijah ber-make up untuk memanjakan suaminya.

Athalla sangat tampan, walau memang tidak sebanding, setidaknya ada kemauan Khadijah untuk merias dirinya. Lagi pun, make up yang kemarin Athalla beli, tidak sampai mubazir.

"Cantiknya istriku." Lihat, usaha Khadijah tidak sia-sia, Athalla langsung memuji dan tampak menyukai penampilannya kini.

"Mas Athalla, suka?"

Athalla tersenyum manis, lalu mengecup sekilas pipi itu. Kalau bagi Athalla mungkin biasa saja, tidak dengan Khadijah yang cukup tersentak, terutama di bagian jantungnya.

Perjalanan taksi masih berlanjut, mereka diturunkan tepat di depan lobby Rumah Sakit, tempat di mana biasanya Khadijah melalui pertemuan demi pertemuan dengan dokter.

Lorong koridor mereka telusuri, Khadijah masih berada di kursi roda. Tak ada satu jam konsultasi, mereka sudah keluar kembali.

Semua berjalan dengan baik. Dan karena sudah ada janji terlebih dahulu, Athalla dan Khadijah langsung bisa dipertemukan dengan dokter ortopedi andalan mereka.

Dokter bilang, kaki yang patah sudah lebih baik kondisinya, sejauh ini sambungan di kakinya tidak ada masalah yang serius.

Athalla lega, sekaligus bahagia, barusan dokter sempat mengatakan bahwa tidak akan sampai satu tahun, kaki Khadijah sudah bisa dibawa bergerak kembali.

"Bertahan, Sayang!!" Athalla bergegas menoleh, di sudut koridor sana, tampak seorang pasien tengah didorong para medis.

"Opa--" Athalla mendelik.

Yah, benar, tidak salah lagi, memang Opa King Miller lah yang barusan saja membawa Oma masuk ke dalam ruangan suite room.

"Ada apa Mas?"

Khadijah sempat bingung, ia ikut celingukan sampai matanya mengikuti arah pandangan mata suaminya. Sebuah ruangan yang dimasuki pasien wanita berusia senja.

"Mas Atha kenal sama mereka?"

Athalla lantas berjongkok tepat di depan kursi roda istrinya. "Yang tadi itu, Oma mertua mu."

"Ya Tuhan." Khadijah mendadak ikut-ikutan panik setelah tahu hal itu. "Lalu gimana?"

"Kamu tunggu di sini dulu, berani kan? Aku harus pastikan Oma baik-baik saja. Tidak akan lama, aku cuma sebentar."

"Iya, Dijah tunggu di sini." Khadijah setuju mengangguk kemudian menatap berlari tergesa-gesa nya sang suami.

Memakai tangan manual, Khadijah menepikan kursi rodanya. Dia akan tunggu di lorong, sambil membaca buku cerita romantis yang Athalla belikan satu hari sebelumnya.

"Astaghfirullah!"

Naas, baru saja membuka buku tersebut, Khadijah harus terjatuh dari kursi roda oleh tabrakan seseorang. Khadijah bersimpuh di lantai dengan memekik desahnya.

"M-maaf-- Ya Tuhan!!"

Gadis dengan pashmina hitam segera meraihnya. Bahkan mereka harus dibantu beberapa suster agar supaya bisa mengembalikan Khadijah ke kursi roda lagi.

"Maafkan aku, Mbak!!"

"Nggak apa-apa." Khadijah sudah lebih baik setelah kakinya diluruskan kembali. Sebelumnya, kaki yang patah memang sempat terasa sakit oleh benturan keras.

"Maafkan aku, aku kurang fokus." Gadis itu menyatakan penyesalan lewat matanya.

"Nggak apa-apa." Khadijah justru lebih fokus pada tangisan gadis itu. "Kakak kenapa sampai menangis begitu?"

Sontak, ia mengusap air mata, lantas menghela napas dalam-dalam. "Nggak apa-apa. Ini masalah pribadi yang nggak akan aku ceritakan ke siapa-siapa," lirihnya.

Khadijah terenyuh. Mungkin karena dia juga sama-sama perempuan. "Semoga cepat teratasi masalahnya."

"Aamiin." Gadis itu lalu membuka tas selempang miliknya, meraih sebuah kartu untuk kemudian disodorkan pada Khadijah.

"Aku harus pergi sekarang juga, dan ini kartu nama saya ... tolong hubungi saya lagi kalau kakak memang mengalami kerugian yang disebabkan oleh tabrakan saya tadi."

"Baiklah." Khadijah mengangguk. Lantas, membiarkan gadis itu pergi.

Tak selang berapa lama, mata Khadijah tertuju pada selembar kertas berstempel legalisir, kertas resmi yang khas. Seperti surat keterangan dokter yang Khadijah yakini benar bahwa kertas itu milik gadis yang barusan.

"Kita pulang, Dijah." Sebelum didorong, Khadijah menyentuh tangan Athalla. Lalu menunjukkan kertas di bawah kakinya.

"Tolong ambilkan kertas itu, Mas." Tak ada basa-basi, Athalla segera meraihkannya untuk diberikan pada sang istri. "Terima kasih."

"Kita pulang, ya."

"Gimana, Oma?"

"Darah tingginya kambuh lagi."

1
Matchamatcha
queen size itu uk 160 bukan sih,, aku loh dipake berempat🤣🤣🤣
sultan emang beda yaa🤣🤣🤣
Matchamatcha
baru ngeh,, ternyata mas atha dapet perawan kalimantan ya mas😄😄😄
Matchamatcha
ibu mulutnya kek petasan banting ya buuu
Sugianti Bhe
Bagus
Sulianty Uyat
sukakkk
It's me💓💓
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
It's me💓💓
pal tarno prok prok jadi ap🤣🤣🤣
Cak Alfi
apa GK ada kelanjutannya ya thor soalnya sdah di tunggu" dari kemarin kok blm muncul"
HIATUS: Sudah tamat di KBM akak
total 1 replies
Cak Alfi
sangat bagus dan luar biasa, seakan bisa menghipnotis pembaca
Ratna Tiara
bagus bangettttttt,,,
q suka bacax ndak bertele2 ceritanya,
ada komedix juga, suka suka suka🥰🥰🥰
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟 𝑠𝑎𝑦𝑛𝑔 𝑏𝑛𝑒𝑟 𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑙𝑒 𝑑𝑖 𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑎2𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑡𝑢 𝑎𝑗ℎ𝑎 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑜𝑘 𝑗𝑑 𝑖𝑘𝑙𝑎𝑛 𝑜𝑟𝑒𝑜 𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑙𝑒 𝑛𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑝𝑜𝑣 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟 : ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙𝑖𝑛 𝑎𝑑𝑘 𝑑𝑜𝑛𝑘 𝑏𝑛𝑔 🤣🤣🤣
𝑝𝑜𝑣 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 : 🤒🤒🤒
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑦𝑔 𝑢𝑛𝑦𝑢2 𝑘𝑎𝑦𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑟𝑚𝑢𝑡 🤣🤣🤣 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢 𝑏𝑖𝑛𝑖𝑘 𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑗𝑖2𝑎𝑛😂😂😂
Eli Elieboy Eboy
𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑑𝑖 𝑗𝑜𝑑𝑜ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑜𝑘2𝑎𝑛 𝑛𝑜𝑙𝑎𝑘 🤣 𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑑ℎ 𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑛𝑔𝑒𝑛 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑚𝑜𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑘𝑟𝑛𝑎 𝑑𝑜𝑎 𝑚𝑢 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑎𝑏𝑢𝑙 𝑦𝑔 𝑚𝑎𝑢 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 2 𝑏𝑙𝑛 𝑙𝑔 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑒𝑙𝑎 𝑎𝑛𝑘 𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑎𝑘 𝑚𝑜𝑛𝑡𝑖𝑟 𝑚𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑘 𝑔𝑡𝑢....
𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ 𝑙𝑔 𝑢𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑖𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑜𝑚𝑏𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 ℎ𝑟𝑢𝑠 𝑑𝑖 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑒𝑠𝑎ℎ 𝑝𝑢𝑙𝑎 𝑖𝑡𝑢 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑒𝑏ℎ 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑠𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑎𝑖𝑛𝑦𝑎 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑔 𝑠𝑎𝑏𝑎𝑟 𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑠𝑜𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎 𝑗𝑜𝑑𝑜ℎ𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑑𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑜𝑡ℎ𝑜𝑟 😂
Eli Elieboy Eboy
𝑠𝑘𝑚𝑎𝑘𝑚𝑎𝑡 𝑔𝑎𝑘 𝑔𝑢 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!