NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Jadi selama ini suami Erika merupakan anak buah dari Galang, jadi wajar Galang tau kelakuan suaminya Erika.

"Kok abang gak pernah cerita kalau suaminya Erika merupakan anak buah abang? " tanya ku setelah kami masuk kamar.

"Awalnya aku juga gak tau, cuman lihat wajahnya kok gak asing, apa lagi saat dia menatapku seolah-olah dia tau siapa aku, " jawab Galang.

"Em.. jadi abang suruh orang buat cari tau? " tanya ku lagi sambil mendekati Galang dan berdiri di belakang Galang.

"Iya aku suruh orang buat cari informasinya, " jawab nya lalu berbalik membuat aku kaget dan hampir saja jatuh kalau saja Galang gak langsung tangkap aku.

"Kamu ngapain berdiri di belakang ku? " tanya Galang setelah melepaskan tangannya dari pinggang ku.

"Gak apa-apa, aku cuman penasaran aja abang lagi apa, " jawab ku sambil berjalan ke arah tempat tidur.

"Kamu yakin mau balik besok? " tanya Galang saat duduk di samping ku.

"Aku udah gak nyaman disini, jadi lebih baik aku pulang, " jawab ku.

"Ya sudah kalau kamu sudah yakin aku bereskan bajunya, " ucap Galang dan dia pun langsung membereskan baju dan barang.

Sebenarnya aku masih ingin disini hanya saja dengan suasana seperti ini malah membuat aku kepikiran dan sedih saja.

Tiba-tiba ibu mengetuk pintu kamar dan Galang langsung membukanya.

"Bu, " ucap Galang.

"Ibu mau bicara sama Alika, " beritahu ibu.

Galang melihat ke arah ku lalu berkata, "ibu masuk aja, aku keluar dulu, " Galang pun langsung keluar kamar sekarang tinggal aku dan ibu.

Ibu mendekati ku lalu duduk di samping ku.

"Ibu tau ibu salah selama ini sama kamu, " ucap ibu.

"Ibu gak salah, hanya saja kenapa ibu menyembunyikan ini semua dan membuat ibu sakit? " tanya ku.

"Ibu gak mau semakin sedih lebih baik kami disini yang menanggung malu atas ucapan para tetangga, " balas itu.

"Bu, ibu tau kalau semua itu bohong. Kalau aku tau mungkin aku bakal kasih tau mereka lalu nenek nya Galang gak akan sebenci itu sama aku, " ucap ku.

"Maksud kamu? " tanya ibu kaget.

"Asal ibu tau, neneknya Doni yang dulu sayang dan baik sama aku sekarang dia benci banget sama aku bahkan dia bilang, dia nyesel udah bujuk Galang buat gantikan Doni, " beritahu ku membuat ibu kaget.

"Bu, asal ibu tau selama ini aku juga menderita bu, apa lagi awal-awal bang Galang jutek sama aku bahkan dia benar-benar gak anggap aku. Aku terus berusaha agar bang Galang bisa Terima aku jadi istrinya dan sekarang akhirnya dia bisa Terima aku, " lanjut ku membuat ibu kaget.

"Besok aku pulang bu, " beritahu ku membuat ibu kaget.

"Aku lelah bu, mungkin emang lebih baik aku gak pernah datang lagi ke seni toh kalian sepertinya sudah tidak menganggap aku sebagai anak, " ucap ku.

"Al, ibu gak pernah punya pikiran seperti itu, " ucap ibu.

"Sebenarnya ibu lebih sayang Erika dari pada aku, selama ini aku hanya diam saja karena aku pikir karena Erika anak bungsu, tapi sekarang aku tau bahkan ibu gak peduli dengan pikiran orang tentang ku karena ibu gak pernah membantah tentang gosip aku di luar sana, "lirih ku karena aku benar-benar kecewa.

" Al, "panggil ibu.

" Aku capek bu, aku mau istirahat, "ucap ku dan ibu pun langsung keluar.

Tak terasa aku meneteskan air mata karena mengingat kejadian kejadian yang telah lalu dimana saat ibu dan bapak lebih mementingkan Erika dari pada ku. Ibu dan bapak selalu mengutamakan Erika dari pada aku. Saat aku sedang butuh uang buat bayar kuliah mereka tidak pernah peduli dan malah memberikan uang itu buat Erika beli baju baru karena dia akan jalan bareng Arman. Bahkan tidak hanya itu, uang hasil kerja kerasku mereka pakai buat pernikahan Erika karena saat itu Erika ingin pernikahannya meriah padahal bapak baru saja berhenti kerja.

"Alika, " panggil kang Arfan yang tiba-tiba nongol dari pintu.

Aku pun segera menghapus air mata ku dan memasang senyum manis.

"Akang boleh masuk? " tanya nya dan aku pun mengangguk.

Kang Arfan duduk di samping ku lalu dia mengeluarkan sebuah amplop coklat lalu memberikannya pada ku.

"Apa ini kang? " tanya ku.

"Ini uang yang di kasih Galang saat kalian menikah, akang sengaja menyimpan sebagian uang itu buat kamu karena ini hak kamu, " jawab kang Arfan menjelaskan.

Aku ingat orang tua Galang memberi ibu uang sebanyak dua puluh lima juta.

"Walau cuman segini setidaknya kamu kebagian karena uangnya ibu pakai buat Erika karena Erika sempat ke lilit hutang, " beritahu bang Galang membuat aku kaget.

"Kang, uangnya akang ambil aja, " ucap Galang tiba-tiba masuk.

"Iya kang, uangnya akang pakai saja, " tambah ku sambil memberikan uang itu.

"Tapi ini hak kamu Al, " tolak kang Arfan.

"Akang jangan khawatir, Alika gak akan pernah kekurangan uang karena ada aku, " ucap Galang.

"Iya kang, benar kata bang Galang, " tambah ku.

"Ya sudah kalau gitu akang Terima, akan akan simpan buat biaya sekolah Putri karena dia ingin masuk kuliah, " ucap kang Arfan.

"Iya kang, " balas ku.

Setelah itu kang Arfan pun pamit keluar dan aku pun memilih untuk berbaring karena lumayan lelah juga hari ini.

Keesokannya, setelah bangun dan siap aku langsung keluar dan Galang sudah membawa koper kami. Aku melihat semua orang sedang sarapan.

"Al, sarapan dulu yu! " ajak teh Aisyah istrinya kang Arfan.

"Iya Al, perjalanan kalian jauh, " tambah kang Arfan.

Ibu, Erika dan bapak mereka hanya diam saja, entah karena emang malu atau senang karena akhirnya aku pulang.

"Gak usah kang, nanti kita sarapan di jalan saja, " tolak ku.

"Bu, pak aku pamit, " ucap ku setelah menghampiri mereka di meja makan untuk menyalami mereka karena aku masih tau sopan santun.

"Ibu minta maaf, " lirih ibu.

"Sudah lah bu, lagian masalah itu sudah berlalu sekarang ibu fokus sama Erika jangan sampai di kembali bodoh, " balas ku menyindir Erika.

Aku bisa lihat Erika hendak membalas ucapan ki namun di tahan ibu.

"Kalian hati-hati, " ucap bapak.

"Kami pulang, " lirih ku lalu pergi.

Aku pergi meninggalkan rumah yang selama ini aku anggap rumah tapi dalamnya banyak penderitaan yang membuat aku merasa tak di hargai. Galang memegang tangan ku dan tersenyum manis seolah-olah berkata "ada aku, ".

Aku sangat bersyukur karena akhirnya aku bersama dengan orang yang sangat peduli pada ku walau awalnya dia pura-pura cuek dan dingin.

1
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!