Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zeus ke-dua Dimasa Depan
Yorinka menatap nanar ponsel hitam milik Vlad yang baru saja dia serahkan kembali kepada sang pemilik. Layar ponsel itu sudah sepenuhnya gelap, memutus bayangan wajah pria yang begitu dirindukannya. Sudah hampir dua bulan Yorinka berada di dalam mansion terisolasi ini, di tengah dinginnya kota Saint Petersburg yang bersalju, dan baru kali ini dia bisa mendengarkan serta melihat Zeus secara langsung.
Bohong besar jika Yorinka mengatakan dia tidak merindukan pria kejam itu. Setiap detik yang dilewatinya di Rusia selalu dipenuhi oleh bayang-bayang Zeus. Mengingat kembali masa lalu, awal-awal menikah dengan Zeus, begitu banyak ketakutan dan keraguan yang berkecamuk di dalam hatinya. Apalagi setelah mengetahui fakta bahwa Zeus adalah seorang pemimpin mafia yang kedudukannya sangat tinggi dan ditakuti di seantero Eropa. Namun, saat itu Yorinka memilih untuk tetap maju dan bertahan, meskipun dia tahu akan ada banyak rintangan berdarah di depan mereka.
Yorinka memang menyukai suasana mansion Vlad yang tenang, tetapi dia jauh lebih merindukan tingkah tidak jelas dan perhatian-perhatian kecil yang tak terduga dari Zeus. Meskipun kebersamaan mereka sebelum berpisah sementara ini terhitung sebentar, hal itu sudah lebih dari cukup untuk membuat hati Yorinka tersentuh. Apalagi sekarang ada bayi yang sedang tumbuh di dalam perutnya, seorang anak yang menjadi pengikat abadi bagi hubungan mereka berdua.
"Kau masih ingin berdiri di sana sambil melamun, Yorinka? Menatap ponselku tidak akan membuat suamimu tiba-tiba melompat keluar dari layar" celetuk Vlad memecah keheningan ruang medis tersebut
Dokter klan Cyrillus itu sedang merapikan beberapa berkas di atas mejanya, menggeleng-gelengkan kepala melihat ekspresi melankolis wanita di depannya.
Yorinka tersadar dari lamunannya, lalu mengulas senyum tipis yang tampak sedikit dipaksakan.
"Aku hanya sedang berpikir, dokter Vlad. Rasanya aneh saja melihatnya dari balik layar seperti tadi" jujur Yorinka
Vlad berjalan mendekati Yorinka, melipat kedua tangannya di dada dengan ekspresi cerewet yang hanya dia tunjukkan pada wanita itu.
"Jadi, sekarang katakan padaku. Apa tujuan utamamu datang ke ruang laboratorium dan medis ini tengah malam begini? Tadi Bi Maria berkata kau mengeluh sakit" tanya Vlad lebih ke arah memperjelas tujuan Yorinka
"Ah, itu..." Yorinka mengelus perut buncitnya secara perlahan
"Sebenarnya, tadi terjadi kontraksi yang cukup hebat pada perutku. Makanya aku berjalan ke sini sendiri" ucap Yorinka mengelus perutnya
Mendengar hal itu, Vlad mengerutkan keningnya, tampak tidak setuju.
"Lalu kenapa kau menolak saat bi Maria menawarkan diri untuk menyampaikannya padaku? Kau ini sedang hamil tua, Yorinka. Berjalan sendirian di lorong mansion malam-malam begini sangat berisiko" omel Vlad
"Tadi bi Maria memang bersikeras ingin mengatakannya padamu, Vlad, tetapi aku menolaknya" jawab Yorinka dengan nada santai seraya terkekeh pelan
"Sepertinya, bayi di dalam perutku ini sengaja mengetahui jika sang ayah sedang meneleponmu. Bayangkan saja, begitu aku melangkah masuk ke ruangan ini dan mendengar suara Zeus, kontraksinya langsung hilang seketika. Bahkan meskipun masih dalam kandungan, ikatan batin keduanya terasa sangat kuat" ucapnya tertawa kecil
Vlad tertegun sejenak, lalu tawa kecilnya terdengar di dalam ruangan medis yang sunyi itu. Namun, di balik tawa tersebut, Vlad sebenarnya sedang merutuki nasibnya di dalam hati. Dia menatap perut Yorinka dengan pandangan ngeri yang disembunyikan dengan baik.
"Ikatan batin, katamu?" Vlad mendengus, menggelengkan kepalanya pasrah
"Aku berani bertaruh, bayi di dalam perutmu itu akan mewarisi gen Zeus seratus persen. Belum lahir saja dia sudah bisa memanipulasi situasi agar bisa mendengarkan percakapan ayahnya. Mungkin tidak akan ada sedikit pun gen darimu yang manis, ceria, dan hangat ini yang tersisa padanya" ucapnya mengeluarkan kekesalan nya
Membayangkan akan ada dua sosok sekejam dan selicik Zeus di masa depan membuat wajah Vlad sempat memucat sesaat. Satu Zeus saja sudah cukup membuat dunia mafia gemetar, apalagi jika ada penerusnya yang memiliki sifat persis sama sejak dalam kandungan.
Tiba-tiba, pintu penghubung laboratorium terbuka. Muz, asisten laboratorium kepercayaan Vlad yang biasanya dikenal licik dan manipulatif di kalangan luar, melangkah masuk membawa sebuah nampan berisi segelas susu hangat. Wajah dingin Muz seketika melunak dan berubah hangat begitu melihat keberadaan Yorinka.
"Nyonya Yorinka, saya mendengar dari bi Maria tentang kontraksi anda" kata Muz dengan nada yang sangat ramah, meletakkan segelas susu itu di atas meja dekat Yorinka
"Saya sudah memeriksa indikator sensor kesehatan di kamar anda, dan semuanya menunjukkan angka normal setelah panggilan telepon tadi berakhir. Minumlah ini, susu hangat bisa membantu menenangkan otot-otot perut anda" ucapnya sopan
"Terima kasih banyak, Muz. Kau selalu tahu apa yang ku butuhkan" ujar Yorinka tulus, menerima gelas tersebut dan meminumnya perlahan
Vlad segera mengambil stetoskop dan beberapa alat pemindai ringkas untuk memeriksa kondisi fisik Yorinka secara langsung. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh selama beberapa menit, Vlad menghela napas lega.
"Kondisimu dan bayimu baik-baik saja. Kontraksi tadi hanya Braxton Hicks atau kontraksi palsu yang dipicu oleh rasa rindumu yang berlebihan pada si brengsek Zeus itu. Sekarang, kau harus kembali ke kamarmu dan beristirahat" ucap Vlad santai
"Baiklah, Dokter Vlad yang cerewet" goda Yorinka, meletakkan gelas kosongnya kembali ke nampan Muz
"Bi Maria!" panggil Vlad ke arah pintu luar
Bi Maria yang sejak tadi setia menunggu di ambang pintu langsung melangkah masuk dengan senyuman hangatnya yang menenangkan.
"Iya, tuan Vlad? Bagaimana keadaan nyonya?" tanyanya sopan
"Bawa nyonya kembali ke kamarnya, bi. Pastikan dia langsung tidur dan tidak melamun lagi di dekat jendela" perintah Vlad, kembali ke mode dokter klan yang tegas namun penuh perhatian khusus pada keselamatan istri sang ketua
"Mari, nyonya. Saya temani ke kamar" ajak bi Maria lembut, menuntun lengan Yorinka dengan sangat hati-hati. Yorinka mengangguk pelan, memberikan lambaian tangan perpisahan kepada Vlad dan Muz sebelum melangkah keluar dari ruang medis
Sesampainya di dalam kamar tidur utama yang bernuansa klasik Eropa, bi Maria membantu Yorinka untuk berbaring di atas ranjang besarnya yang empuk. Setelah menyelimuti wanita hamil itu, bi Maria berbalik hendak merapikan pakaian di gantungan, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara isakan kecil.
Yorinka memiringkan tubuhnya, menyembunyikan wajahnya di balik bantal besar. Air matanya mengalir deras, membasahi kain katun halus tersebut. Dia menangis tanpa suara, mencoba menahan sesak yang mendera dadanya.
Seperti itulah efek dari kehamilan tua yang sedang dialaminya. Rasa rindu yang teramat sangat terhadap sosok suami terkadang datang menyerang tanpa bisa dikendalikan. Di saat-saat seperti ini, ada bagian dari dirinya sebagai seorang wanita atau pasangan yang sangat ingin dimanja, didekap erat, dan ditenangkan oleh pasangannya sendiri.
Bi Maria menghela napas panjang, matanya memancarkan rasa iba yang mendalam. Dia berjalan mendekat, lalu duduk di tepi ranjang. Tangan tuanya yang hangat mulai mengelus punggung Yorinka dengan gerakan naik-turun yang lembut, mencoba memberikan ketenangan.
"Menangislah, nyonya... Keluarkan saja semuanya" bisik bi Maria dengan nada yang sangat hangat, menenangkan wanita hamil itu layaknya seorang ibu kepada putrinya sendiri
"Efek bawaan bayi memang sering membuat perasaan kita menjadi jauh lebih sensitif. Tuan Zeus pasti sedang berjuang keras di sana untuk memastikan tempat yang aman bagi anda dan calon penerus klan" terang bi Maria
Yorinka hanya bisa mengangguk di sela-sela tangisnya, mengeratkan pelukannya pada bantal.
"Aku hanya... aku sangat merindukannya, bi. Sangat merindukannya sampai dadaku terasa sakit" isak Yorinka
"Saya tahu, nyonya. Saya sangat tahu. Tidurlah, esok hari keadaan pasti akan terasa jauh lebih baik" hibur bi Maria terus-menerus hingga perlahan-lahan tangisan Yorinka mereda, digantikan oleh napas teratur yang menandakan bahwa wanita itu akhirnya terlelap karena kelelahan secara emosional
Sementara itu, di dalam kamar yang terletak tepat di samping kamar Yorinka, suasana justru berbanding terbalik. Pelayan muda bernama Vica dan Shela sudah tertidur sangat nyenyak di atas ranjang masing-masing, bahkan terdengar denguran halus dari arah mereka.
Seharian ini, kedua pelayan muda itu benar-benar dibuat cukup sibuk dan kelelahan demi menemani Yorinka berjalan-jalan berkeliling halaman mansion Vlad yang sangat luas dan tertutup salju tebal. Yorinka adalah tipe wanita yang sangat menyukai udara dingin, sehingga dia merasa sangat betah berada di luar ruangan. Padahal, saat itu Vica dan Shela rasanya sudah hampir membeku karena tidak kuat menahan tusukan angin musim dingin Rusia yang ekstrem.
Vica yang memiliki sifat agak sembrono beberapa kali hampir tergelincir di atas lapisan es saat mencoba mengejar Yorinka yang berjalan terlalu cepat, membuat Shela yang hangat dan ramah harus berulang kali memegangi lengannya sambil memperingatkannya agar tidak membuat kegaduhan. Jika bukan karena Vlad keluar ke halaman dan mengomeli Yorinka habis-habisan layaknya seorang kakak laki-laki yang sedang memarahi adiknya, sudah pasti Yorinka masih akan betah bermain di tengah hamparan salju putih itu sampai malam tiba.
Kembali ke ruang laboratorium, Vlad masih duduk di kursi kerjanya sambil menatap laporan medis terbaru milik Yorinka. Muz berdiri di sampingnya, mengamati ekspresi sang dokter.
"Kau benar-benar berpikir anak itu akan mewarisi seluruh kegilaan Zeus, Vlad?" tanya Muz, memecah kesunyian malam dengan nada bicaranya yang santai namun tetap terdengar manipulatif
Vlad menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu mengembuskan napas berat.
"Kau tidak melihat bagaimana grafik detak jantung janin itu melonjak stabil tepat saat Zeus berbicara di telepon tadi, Muz? Anak itu tahu siapa ayahnya. Dia merespons frekuensi suara Zeus dengan cara yang tidak biasa bagi janin seusianya. Karakter genetik klan Cyrillus sangat dominan, dan aku bisa memastikan... anak itu akan tumbuh menjadi sosok yang luar biasa dominan dan kejam di masa depan" terang Vale menghela nafas panjang
Muz tersenyum kecil, sebuah senyuman kelam yang penuh arti. Sedangkan Vlad yang melihat senyuman Muz hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Jika itu benar, maka masa depan klan Cyrillus akan berada di tangan yang sangat aman. Tapi setidaknya, biarkan nyonya Yorinka menikmati masa-masa manisnya sekarang" ucap Muz tenang
"Tentu saja" jawab Vlad dingin, matanya menatap tajam ke arah jendela yang menampilkan pemandangan luar yang gelap dan bersalju
"Tugas kita di sini adalah memastikan tidak ada satu pun bahaya yang mendekati wanita itu sampai Zeus datang sendiri untuk menjemputnya" ucap Vlad
Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing, yang pasti saat ini mereka sangat takjub dengan bayi Yorinka.
🔪🔪🔪
Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya