Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
Ternyata malam itu adalah hari ulang tahun Chan. Angel dan Aaron tidak mengetahui sehingga mereka tidak membawa hadiah. Aaron dan Angel melihat ke arah Dion yang memberitahukan undangan ini. Dion tertunduk karena dia tidak teliti membaca undangan temannya.
"Sori pak Chan."
"Jangan panggil pak dong, panggil saja Chan kita kan umurnya ngak berbeda jauh. Gimana istriku."
"Iya jel, panggil aku Tara, Tar, atau Ara. Itu akan membuat aku lebih akrab. Sama seperti suamimu lah kalau memanggil nama kami. Jadi terasa akrab begitu."
"Oke Ara, Chan karena kami berdua tidak dapat informsi lengkap, bahwa hari ini Chan ulang tahun. Berarti hadiahnya besok ya. Iya kan sayang."
"Iya dong. Kamu mau hadiahnya apa bro??"
"Kalau sudah di tanya begini, berarti ngak boleh tanggung - tanggung mintanya ya. Apalagi pengusaha tersukses nomor satu se asia."
"Tetapi harus yang wajar dan ngak kurang ajar kan Tara."
"Betul sekali. Jangan serakah deh suamiku."
Kami berempat tertawa. Karena semua sudah berkumpul maka makan malam pun terjadi. Meja panjang itu terisi dengan berbagai makanan. Angel memperhatikan gerak - gerik Kimberly. Tatapan pengharapannya membuat Angel sangat marah, namun dia tetap bersikap seperti perempuan terhormat.
Angel yang sedang menanti Tara dan duduk sendiri di sofa tepi kolam sambil melihat ke arah suaminya yang lagi asik berbicara dengan rekan-rekan bisnisnya. Di hampiri oleh Kimberly.
"Hai .... Boleh bergabung??"
"Silahkan??"
"Kenapa sendiri disini??"
"Oooo dari sini, pemandangannya bagus bisa melihat laki - laki hebat yang berbicara disana. Apalagi ada suamiku disana. Coba kamu lihat."
Kimberly yang kebingungan, pun melihat kearah sana.
"Benarkan???"
"Ehmmm iya."
"Tetapi sayang ya, mereka itu semua pria beristri."
"Iya. Ada suami kamu juga disana."
"Kamu ngak merasa bersalah menyukai suami orang??"
"Maksud kamu??"
"Jangan berlagak seolah - olah saya tidak tahu. Apa maksud kamu mengirim foto kamu bersama suamiku ke tempat kerjaku???"
"Foto???"
"Saya menyelidiki kamu Kim. Saya tahu apa obsesi kamu??? Kamu mau menyamai penampilan kamu dengan saya. Sampai semua baju yang aku kenakan kamu juga mau mengenakan. Membeli produk kosmetik yang aku pakai. Maksudnya??? Agar pada diri kamu Aaron melihat aku."
Aaron yang melihat istrinya sedang berbicara dengan Kimberly langsung mendekati mereka, disitu terlihat Kimberly berakting seperti orang yang tersakiti. Dia menangis, mencari perhatian Aaron. Angel yang kaget dengan akting Kimberly langsung panik. Namun tatapan Angel tertuju kepada Aaron, dia ingin tahu bagaimana respon Aaron suaminya, pada apa yang Kimberly lakukan.
Aaron langsung memeluk istrinya. Dan membawa Angel keluar dari tempat itu. Terdengar suara Kimberly yang berteriak. Dia putus asa. Beca sahabatnya langsung mendiamkan sahabatnya itu.
"Aku akan membalas perbuatanya."
"Sabar Kim."
"Aku tidak bisa di perlakukan seperti itu. Emang gue barang habis pakai terus di buang."
"Kim, lihat gue. Sabar."
Akhirnya Beca membawa sahabatnya ke halaman belakang menenangkan Kimberly, sebelum Tara mengusir mereka. Sebenarnya Tara tidak menyukai persahabatan antara mereka. Terlihat hanya Beca dan Kimberly yang berada di antara teman laki - laki mereka. Namun dia tidak bisa membantah suaminya.
Tara menahan Aaron membawa Angel pulang. Sebenarnya perselingkuhan antara Aaron dan Kimberly dia tahu, namun pada saat itu dia tidak tahu siapa istri Aaron.
"Kenapa sudah mau pulang??? Acaranya belum selesai??"
"Maaf Tara, kasihan anak - anakku, aku tidak terbiasa meninggalkan mereka sendiri dalam waktu yang lama. Apalagi sekarang tidak ada mami dan papi."
"Ooooooo i see. Oke. Senang bisa berkenalan denganmu Angel. Mungkin sesekali kita bisa bertemu???"
Angel memeluk Tara. Namun sebelum Angel pulang mereka sudah menukar nomor telepon. Sementara itu di halaman belakang Kimberly mulai tenang. Kimberly dan Beca adalah dua perempuan yang di bela oleh Chan maupun Aaron juga dengan yang lain. Jadi membuat perempuan - perempuan ini kepala besar. Bahkan Tara saja tidak bisa membantah jika sudah berhubungan dengan dua perempuan itu. Kata suaminya Chan mereka itu sudah seperti saudara.
Angel dan Aaron sudah sampai di apartemen. Selesai membersihkan diri, dia langsung ke kamar anak - anaknya. Selama Ethan di Jakarta dia belajar secara online. Rencana besok mereka akan kembali ke Bali siang hari. Makanya sebelum ke bandara mereka akan ke makam opa dan oma. Pulang ke Bali, mereka akan menggunakan pesawat jet pribadi. Semua sudah di atur oleh Dion.
"Sudah tidur anak - anak kita??"
"Sudah kak."
Aaron mendekati istrinya. Hasil pemeriksaan Aaron sudah keluar dan dia dinyatakan sehat. Malam ini Aaron ingin sekali menyentuh istrinya.
"Ade kakak mau??"
Angel menatap suaminya. Dia tahu, bahwa tugasnya sebagai istri adalah melayani suaminya.Maka mengesampingkan egonya dia pun mau disentuh oleh suaminya. Meski kadang jika mengingat kelakuan Aaron suaminya dia merasa jijik.
"Sayang..... Kamu tidak seperti biasanya. Kamu tidak menikmati penyatuan ini." Angel menatap suaminya. Air matanya mengalir dari matanya.
"Maafkan saya kak." Aaron memeluk istrinya. Dia mencium bibir istrinya.
"Kakak yang salah sayang. Kaka berjanji tidak akan mengulangi hal bodoh lagi. Boleh kaka melanjutkannya sayang."
"Am your honey."
"Terima kasih."
Aaron melakukan hubungan dengan Angel istrinya sambil menatap mata istrinya, air matanya jatuh membanjiri pipinya.
"I love you, i love you Angel istriku."
Penyatuan masih berlanjut, tetapi dia tetap memberi sentuhan mesra, agar kenikmatan itu milik mereka bersama. Dan Angel fokus kepada kebahagian dia dan Aaron yang perna mereka lalui, akhirnya puncak kenikmatan di gapai bersama. Peluh membasahi tubuh Angel, dan dia pun lemas. Aaron sudah berada di samping tubuh istrinya. Dia mencium kening dan bibir istrinya.
"Terima kasih sayang." Angel hanya tersenyum karena dia sudah sangat lemas. Pagi hari Angel bangun, dia sudah menggunakan pakaian. Berarti semalam Aaron yang mengurusnya.
Pagi - pagi sekali, Dion sudah datang ke apartemen. Ada hal yang harus dia lakukan sebelum bosnya berangkat le Bali. Ada beberapa surat yang harus dia tanda - tangani selaku CEO Benaya Company.
"Ron, sebentar ke Bali ada yang mau numpang?? Kamu sudah baca grup."
"Kenapa harus menumpang???"
"Penerbangan domestik full."
"Ooooo siapa yang mau menumpang Ion??"
"Kimberly, besok dia ada rapat dengan kliennya."
"Apa kalian berdua sudah mengijinkan dia ikut terbang bersama kami ???"
"Sayang.........."
"Kalau sebentar dia ikut, maka saya dan anak - anak tidak ikut." Angel langsung meninggalkan Aaron dan Dion. Aaron sangat marah.
"Goblok kamu, kamu tahu saya itu baru mendapat sedikit kepercayaan dari Angel."
"Saya kira masalah kamu dengan Angel sudah beres Ron."
"Matamu!!!"
Hampir saja bogam mentah Aaron melekat di pipi Dion. Namun, Dion sangat lincah pukulan itu berakhir di udara. Aaron mengikuti istrinya.
"Sayang, dengar..... Kaka ngak merespon."
"Kalau kamu masih ada harapan dan rasa dengan Kimberly. Aku mundur kak, aku akan membawa anak - anak."
"Kamu bicara apa sih. Tidak ada. Kamu dan anak- anak tetap bersamaku."
"