NovelToon NovelToon
Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: TheDee

Judul:
Dijual 500 Juta: Istri Kontrak CEO Dingin

Deskripsi/Sinopsis:
Liana dijual bapak tirinya seharga 500 juta untuk jadi istri kontrak Arka Wijaya, CEO dingin yang lumpuh dan membenci semua orang.

Di rumah mewah itu, dia dipermalukan setiap hari. Disiram comberan, diusir ke gudang, dianggap sampah oleh Keluarga Wijaya.

Tapi yang tidak mereka tahu, di dalam tas lusuh Liana ada surat wasiat Ibu yang bisa mengguncang seluruh Keluarga Wijaya.
Surat yang menyebut nama Arka sebagai kunci atas kematian ayahnya 5 tahun lalu.

Dari gadis desa yang dihina, Liana akan berubah menjadi wanita yang ditakuti.
Dia datang bukan untuk tunduk. Dia datang untuk membalas dendam.

Pertanyaannya:
Apakah balas dendam itu akan membuat Arka jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TheDee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Bab 21: Nama Itu

Hendra ngelipat kertas itu pelan-pelan.

“Liana… kamu pikir kamu menang? Ini baru pembukaan.”

Pintu sel ditutup. Suara besi berdentang keras.

Tapi di luar sana, di apartemen kecil Liana di Singapura, perang baru aja dimulai.

---

Jam 6 pagi Liana dapet email.

Subjek kosong. Lampiran satu file PDF. Pengirim: hendra.r@mail.com.

Dia buka.

Foto dirinya di Wamena 2022.

Transfer 5.000 USD ke Yuli Mote.

Pengirim: Hendra Wijaya.

Jantung Liana turun ke perut.

Nama di kertas itu… Yuli.

Dia langsung forward email itu ke grup kecil yang cuma ada 4 orang:

[Tim Darurat] – Arka, Maya, Bram, Rara.

Liana: Ini masuk 3 menit lalu. Tolong cek. Sekarang.

Balasan pertama datang 47 detik kemudian.

Arka: Gue on. Ini IP dari mana?

Maya: Gue telpon Yuli di Chad. Jangan panik dulu.

Bram: Transfer ini beneran masuk. Tapi asal dananya aneh.

Rara: Liana, lo di mana? Gue ke tempat lo 20 menit lagi.

Liana nggak sempet balas. David udah chat:

“Datang ke kantor sekarang. Dana Phase 1 terancam dibekukan.”

---

Kantor Global Child Foundation jam 7 pagi udah kayak ruang sidang.

David ngehadapin layar, wajah tegang.

“Donor Jepang kasih kita 48 jam. Kalau nggak bisa jelasin asal uang ini, program Chad, Nigeria, Ethiopia stop.”

Liana duduk. Di sampingnya, 4 laptop terbuka.

Arka di Zoom dari Bandung, matanya merah karena begadang.

Maya video call dari Chad, Yuli ada di sampingnya.

Bram ngutak-atik jejak transaksi dari Jakarta.

Rara duduk di sebelah Liana, udah bawa kopi dan charger.

Arka: “IP email ini pakai VPN Malaysia. Tapi metadata file PDF-nya… ini dibuat di HP yang sama yang Hendra pakai buat kirim surat ke pengacara minggu lalu.”

Bram: “Transfer 5.000 USD itu beneran masuk ke rekening Yuli. Tapi uangnya masuk dari rekening perusahaan cangkang di Batam. Gue lagi telusuri pemiliknya.”

Maya: “Yuli nggak ngerti apa-apa. Dia kira itu dana dari kantor pusat. Dia udah pakai buat beli obat buat 200 ibu hamil.”

Rara: “Jadi ini jebakan. Hendra kirim uang biar kelihatan kayak kita nyogok.”

David menatap mereka.

“Kalian yakin?”

Liana mengangguk.

“Yakin. Karena Hendra bilang sendiri semalam. ‘Ini baru pembukaan.’”

---

Jam 3 sore, Liana masuk Lapas Salemba.

Rara yang ngatur lewat jalur pengacara. Katanya buat ‘penelitian etika’.

15 menit. Nggak lebih.

Hendra duduk di seberang. Senyumnya masih sama.

“Lama nggak ketemu, Kak Obat.”

Liana dorong amplop coklat ke meja.

“Surat pengunduran diriku dari program Afrika. Efektif besok.

Kalau kau cabut semua bukti dan kasih nama orang yang bayar kau.”

Hendra berhenti ketawa.

“Kau gila?”

“Aku serius. Kau mau aku hancur? Ambil kepalaku. Tapi jangan sentuh Yuli. Jangan sentuh 2.000 ibu di Chad.”

Hendra ngeliat amplop itu lama.

Terus dia nyimpennya di saku.

“15 menit habis, Kak Obat. Waktu kita habis.”

---

Liana keluar dari Lapas jam 4 sore.

Di luar, Rara udah nunggu.

Di grup [Tim Darurat], notifikasi nggak berhenti.

Bram: Gue dapet. Perusahaan cangkang itu terdaftar atas nama PT. Menteng Kapital. Anak perusahaan Hendra.

Arka: Gue udah simpen semua bukti. Siap kirim ke donor.

Maya: Yuli aman. Dia mau bikin video klarifikasi malam ini.

Rara: Liana, lo nggak sendirian. Kita bantu sampai beres.

Liana berhenti di trotoar.

Di HP-nya, email baru masuk dari donor Jepang:

“Funding Phase 1 ditahan sementara. Investigasi internal berjalan.”

Belum menang. Tapi belum kalah.

Dia balas ke grup:

“Makasih. Besok kita mulai serang balik.”

Hendra mau dia milih.

Tapi sekarang Liana nggak sendirian.

Bersambung

mohon dukung ya teman teman 🙏🤗

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!