NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjemputan Paksa Sang Nyonya

Kamar presidential suite yang semalam kerasa anget, pagi ini mendadak berubah jadi kayak kulkas raksasa bagi Kenzo. Sprei kasur yang masih berantakan jadi saksi bisu kalau pernikahan mereka baru aja dimulai dengan badai. Kenzo berdiri di depan cermin, kancing kemeja hitamnya udah kebuka setengah, penampilannya bener-bener berantakan—sesuatu yang nggak pernah terjadi dalam sejarah hidup seorang Kenzo Aditama.

Surya masuk dengan langkah super pelan, takut kalau napasnya aja bisa bikin bosnya itu ngamuk. "Pak... mobil sudah siap di bawah. Tim pengacara juga sudah meminta polisi buat ngebuka brankas pribadi Ibu Sofia sesuai omongan Pak Ardiansyah semalam."

Kenzo nggak nengok. Matanya cuma natap kosong ke arah dasi pernikahan yang tergeletak di meja. "Nabila gimana?"

"Nyonya Nabila masih di rumah Pak Ardiansyah, Pak. Penjagaan di sana ketat banget karena dijaga sama orang-orang X-Corp," jawab Surya hati-hati.

Kenzo ngepalin tangannya. "Dia pikir dia bisa sembunyi dari suaminya sendiri?"

Kenzo langsung nyambar jasnya. "Kita ke sana sekarang."

Sementara itu, di rumah Ardiansyah, Nabila lagi duduk di taman belakang sambil meluk lututnya. Matanya sembap, kantung matanya item banget karena semaleman nggak bisa tidur. Cincin berlian pemberian Kenzo masih melingkar di jarinya, berkilau kena sinar matahari pagi, tapi rasanya berat banget.

"Nabila, makan dulu, Nak. Ayah udah buatin roti bakar kesukaan kamu," Ardiansyah nyamperin sambil bawa piring, mukanya penuh rasa bersalah.

Nabila cuma ngegeleng pelan. "Nabila nggak laper, Yah. Nabila cuma kepikiran Kenzo. Semalam Nabila emosi banget sampai ngomong kasar ke dia."

Ardiansyah ngehela napas, dia duduk di samping anaknya. "Kenzo pria yang kuat, Sayang. Tapi dia juga terluka. Ayah tahu Ayah egois karena lari sepuluh tahun lalu, tapi Ayah mau kamu tahu kalau cinta Kenzo ke kamu itu tulus. Dia bener-bener nekat pas motong kabel bom kemarin."

Belum sempet Nabila ngejawab, tiba-tiba kedengeran suara derit ban mobil yang ngerem mendadak di depan rumah. Gak lama kemudian, suara ribut-ribut kedengeran dari arah ruang tamu.

BRAK!

Pintu belakang yang menuju ke taman didobrak kasar. Kenzo berdiri di sana dengan aura yang bener-bener serem. Beberapa penjaga dari X-Corp udah jatuh kesakitan di lantai setelah dihajar sama tim Alpha Kenzo.

"Kenzo?!" Nabila langsung berdiri, kaget banget liat suaminya dateng kayak gangster.

Kenzo gak ngomong apa-apa. Dia jalan cepet nyamperin Nabila, langsung nggenggam pergelangan tangan Nabila dengan erat tapi tetep hati-hati biar nggak sakit. "Pulang, Nabila."

"Kenzo, lepasin! Aku dibilang butuh waktu kan?!" Nabila berontak, tapi tenaga Kenzo gila banget.

Ardiansyah mau masuk ke tengah-tengah mereka. "Kenzo, tolong hargai keputusan anak saya..."

Kenzo langsung nengok ke Ardiansyah dengan tatapan mata elang yang tajem banget. "Om Ardi, saya hargai Om sebagai mertua saya sekarang. Tapi Nabila ini istri saya yang sah. Hak saya atas dia lebih tinggi daripada hak Om. Saya udah cukup sabar semalam ngebiarin dia tidur di sini. Sekarang, dia harus balik ke rumah gue."

Kata 'gue' yang keluar dari mulut Kenzo nunjukin kalau dia udah nggak main-main lagi sebagai bos.

Tanpa babibu, Kenzo langsung ngebopong Nabila ala bridal style di atas pundaknya. Nabila langsung teriak-teriak sambil mukul-mukul punggung Kenzo. "Kenzo! Turunin aku! Malu dilihat orang, Kenzo!"

"Gak peduli. Biar seluruh Jakarta tahu kalau lo itu punya gue," sahut Kenzo cuek sambil terus jalan ke arah mobil sport-nya.

Ardiansyah cuma bisa senyum tipis di belakang. Dia tahu, di balik sikap kasarnya, Kenzo cuma takut kehilangan Nabila. Dia sengaja nggak nyuruh anak buahnya buat nahan Kenzo lagi.

Begitu sampai di mobil, Kenzo nyemplungin Nabila ke kursi penumpang, terus dia masangin seatbelt-nya dengan protektif. Jarak muka mereka deket banget sampai Nabila bisa denger deru napas Kenzo yang masih emosi.

"Lo dengerin gue baik-baik, Nabila Aditama," bisik Kenzo, nadanya rendah tapi penuh penekanan. "Mau bokap lo salah atau bener, mau dunia hancur sekalipun, lo itu udah jadi istri gue. Kontrak kita udah selesai, dan sekarang ini nyata. Lo nggak bakal bisa lari dari gue, paham?"

Nabila diem, jantungnya marathon lagi. Di balik rasa keselnya karena diculik paksa, ada rasa anget yang nyelinap di hatinya. Kenzo bener-bener nggak ngelepasin dia meskipun tahu masa lalu keluarga mereka serumit itu.

Di dalam mobil sepanjang perjalanan balik ke apartemen mewah Kenzo, suasana hening banget. Nabila cuma bisa ngeliatin jalanan dari jendela, sementara Kenzo fokus nyetir sambil satu tangannya tetep nggenggam erat tangan Nabila, nggak dilepas sedikit pun seolah takut Nabila bakal loncat dari mobil.

Begitu sampai di apartemen, Kenzo langsung ngunci pintu utamanya. Dia nuntun Nabila ke kamar mereka.

"Mandi, ganti baju, terus makan. Surya udah beliin makanan kesukaan lo," kata Kenzo sambil ngelepas jasnya.

Nabila natap Kenzo lekat-lekat. "Kenzo... soal video itu..."

"Gue udah suruh tim legal buat cek sisa rekaman aslinya di kantor polisi. Kalau omongan bokap lo bener kalau dia cuma diancam Sofia, gue bakal bersihin nama dia," potong Kenzo sambil jalan mendekat, terus dia nangkep kedua pipi Nabila pakai tangannya yang anget. "Tapi kalaupun bokap lo salah, itu nggak bakal ngerubah status lo sebagai istri gue. Gue cinta sama lo, Nabila. Bukan sama masa lalu kita."

Air mata Nabila netes lagi, tapi kali ini karena terharu. Dia langsung meluk leher Kenzo kenceng banget. "Maafin aku ya semalam udah kabur..."

Kenzo ngebales pelukan itu, dia ngecup rambut Nabila lama banget. "Jangan kabur lagi. Gue bisa gila kalau nyariin lo terus."

Tapi, kebahagiaan mereka lagi-lagi keganggu. Kali ini bukan karena telepon Surya, melainkan karena layar televisi di kamar mereka yang tiba-tiba menyala sendiri. Di layar itu, muncul siaran langsung konferensi pers dari seorang pria misterius yang mukanya ditutupin topeng.

"Selamat siang publik Indonesia. Hari ini saya akan membongkar dokumen proyek nuklir Aditama Group yang katanya hilang. Tapi yang lebih menarik... saya punya bukti kalau CEO Aditama, Kenzo Aditama, sebenarnya adalah anak haram yang tidak berhak atas seluruh aset Aditama Group."

Mata Kenzo langsung membelalak. Rahangnya mengeras seketika. Musuh baru ini bener-bener tahu cara buat ngehancurin Kenzo dari akarnya: bukan cuma lewat perusahaan, tapi lewat harga dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!