# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Su Xing Vs Xiao Chen
Bab 32 Su Xing Vs Xiao Chen
Su Xing setelah berkata, langsung meraih satu potong daging kecil yang dilumuri minyak lezat. Sehingga ketika sepotong daging kecil langsung memasuki ke dalam mulutnya ledakan minyak langsung memenuhi mulut.
“Mmmmmm ini sungguh hebat,” seru Su Xing dia baru pertama kali memakan yang se enak ini, kali ini merasakan minyak yang dan lemak yang melumer langsung memasuki tenggorokan tanpa ada halangan apapun.
Bahkan Su Xing merasakan rasa daging yang tidak alot, bahan sangat lembut dan empuk.
Su Xing berkata lagi kepada Xiao Chen, “Masakan mu sungguh enak, akan jadi rutinitas ketika aku datang menemui mu maka buatlah hidangan.”
Xiao Chen yang sedang menikmati makanan yang dia olah hanya mengangguk dan berkata: “Baik murid ini akan membuat beberapa hidangan.”
“Hmmm baiklah setelah kita makan, guru ini akan menilai apakah kamu sudah mempelajari tinju Gajah Prajna Gong yang telah aku berikan kepada mu,” kata Su Xing sambil mengunyah makanan.
“Murid ini sudah mempelajari beberapa bagian sehingga sudah bisa membunuh beberapa murid,” kata Xiao Chen sambil memakan tanpa melirik ke arah Su Xing yang sedang menatapnya karena ingin tahu.
Sebenarnya Xiao Chen mengetahui tatapan Su Xing, akan tetapi dia menghiraukan bahkan ada perasaan rishih jika sedang menyantap makanan tiba-tiba ada seseorang yang memperhatikannya sehingga mod makan akan memburuk.
Untuk menghindari seperti itu, Xiao Chen langsung menghentikan makanannya dan berkata kepada Su Xing.
“Maaf murid ini sepertinya sangat kenyang, aku akan pergi dan mencari udara yang segar,”
Dahi Su Xing mengerutkan keningnya sepertinya ada yang salah dengan Xiao Chen bagaimanapun perubahan raut wajah begitu cepat sehingga membuat dirinya bingung, akan tetapi dia tidak berpikir lebih dan berkata, “Silahkan setelah menyelesaikan makanan ini, guru akan melawanmu karena ingin tahu bagai mana tinju Gajah Prajna Gong yang kamu gunakan.”
“Baik!” Xiao Chen berjalan tanpa melirik Su Xing yang sedang makan beberapa potong daging.
Setelah menjauh dari Su Xing, Xiao Chen berteriak didalam hatinya, ‘Sebenarnya aku masih lapar tapi sangat tidak nyaman jika guru Xing melihat ku terus menerus!’
Xiao Chen duduk walaupun masih lapar, namun sudah beberapa potong daging yang masuk di dalam perutnya. Dari pada bingung, Xiao Chen mengeluarkan beberapa potong daging yang sudah di sisakan untuk semut peliharaanya, ribuan semut keluar dari cincin penyimpanan Gu dan langsung mengeroyokki daging tersebut.
Satu tetes darah sudah cukup untuk ribuan semut karena sudah menjadi pendekar, hanya setu tetes bisa mencukupi untuk menjinakkan semut Rangrang.
Setiap semut memakan sepotong daging kecil, maka tubuh semut itu berkedip cahaya merah secara samar-samar. Sembari memberikan berapa pakan ke semut, Xiao Chen bermeditasi untuk menyempurnakan lebih dari teknik tinju Gajah Prajna Gong yang masih di lapisan manusia.
Tiba-tiba otaknya beroperasi sangat cepat memikirkan kemungkinan dan bagaimana jika satu persatu memiliki peluang yang sangat bagus sehingga, Xiao Chen yang dalam sedang bermeditasi tidak mengetahui bahwa Su Xing sudah selesai memakan daging tersebut hingga habis.
Dia mendekati Xiao Chen yang sedang bermeditasi sangat serius, bahkan dia juga melihat semut-semut yang bercahaya merah sedang memakan daging mentah.
Banyak lusinan semut yang terlihat oleh Su Xing per krungu di sekitar tubuh Xiao Chen, Bahkan dia juga mengenali jenis apa semut yang sedang mengerumuni Xiao Chen.
Namun, dia sendiri entah kenapa merasakan aneh ketika melihat semut tersebut yang sepertinya memiliki jejak agresif tertentu setelah dirinya mendekati Xiao Chen.
Su Xing bingung, sehingga dia berkata kepada diri sendiri, ‘Apakah semut ini hewan peliharaan Xiao Chen?’
Su Xing sungguh bingung, hanya dialah yang menjadikan semut menjadi hewan peliharaannya, jika itu orang lain hewan peliharaannya adalah monster yang ganas tapi, Xiao Chen hanya menggunakan semut untuk dijadikan hewan peliharaan.
Ketika Su Xing sedang menatap ke arah Xiao Chen, tiba-tiba Xiao Chen matanya langsung terbuka sehingga kedua orang itu, saling bertatapan wajahnya.
Su Xing langsung membuang wajah dan Xaio Chen masih tenang seperti biasanya. Xiao Chen percaya bahwa jika dirinya adalah seseorang pria bad boy akan sangat mudah untuk menaklukkan hati Su Xing. Namun, Xiao Chen tidak begitu mudah untuk menjadikan wanita yang ditemuinya akan menjadi wanitanya. Dia hanya menganggap Su Xing masih menjadi guru pertamanya.
Xiao Chen berkata, “Karena terlalu serius berlatih murid ini melupakan bahwa guru sudah menyelesaikan makanannya.”
“Hmmm begitulah,” ucap Su Xing kemudian mencoba menenangkan hatinya karena malu setelah itu berkata lagi, “Mari kita melanjutkan bagaimana guru ini melihat keterampilan tinju Gajah Prajna Gong milik mu yang sudah dipelajari.”
“Baik guru!”
Setelah itu, kedua orang langsung saling bertatapan dengan jarak 6 langkah manusia. Xiao Chen menatap Su Xing dengan serius, setelah itu berkata.
“Guru, aku akan mulai berhati-hatilah!”
“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan guru ini ayo! Gunakan kekuatanmu sepenuhnya!” teriak Su Xing.
“Baik!"
Xiao Chen bersiap-siap akhirnya berlari dengan kedua tangannya diarahkan ke belakang seperti ninja Konoha. Dalam pelarian, Xiao Chen sungguh sangat cepat hanya beberapa nafas sudah di hadapan Su Xing.
Xiao Chen setelah sudah dekat, menggunakan tangan kanannya untuk memukul Su Xing dengan cepat, akan tetapi Su Xing sepetnya sudah menebak sehingga tangan kirinya mengangkat ke atas untuk menghalau tangan kanan Xiao Chen.
Namun, tebakannya salah tepat tangan kanan Xiao Chen mengangkat seperti ingin memukul tiba-tiba kaki kirinya melangkah ke depan dan memutarkan badannya sehingga tiba-tiba setelah berputar tangan kirinya yang pertama memukul Xiao Chen.
"Bam!"
Su Xing masih bisa menghindari dengan panik dia memundurkan badannya sehingga hanya beberapa cm mungkin saja wajah yang cantik itu akan babak belur karena terkena pukulan tangan kiri Xiao Chen.
Setelah menghindar, tubuh Su Xing menunduk ke bawah dan kedua tangannya mencengkram ke tanah, setelah itu kaki kanannya menendang kaki Xiao Chen dengan tenaga yang sangat kuat.
"Swosh!"
Xiao Chen melompat ke atas dan bersalto ke belakang sehingga mendarat sekitar beberapa meter dengan mulus.
Su Xing tersenyum tipis dan berkata, “Ternyata kamu ini sungguh sangat berbakat bahkan guru sepertinya terkejut dengan keterampilanmu.”
”Terima Kasih pujianmu Guru, tapi ini masih lemah bagiku. Aku ingin menjadi kuat sehingga tidak mudah ditindas!” Setelah itu sosoknya menghilang hanya meninggalkan kilatan listrik berwarna biru sehingga Su Xing tiba-tiba matanya menusuk tajam langsung berjaga-jaga dengan kewaspadaan tinggi.
Dengan mengikuti arah angin tiba-tiba, Su Xing masakan di samping kanan pojok angin itu berhembus sangat cepat sehingga langsung meraih pedang dan menebas ke tempat tersebut.
‘Bajingan!’ Xiao Chen sungguh khawatir ketika hampir saja wajahnya hendak terkena tebasan pedang tersebut, sehingga sosoknya langsung terlihat oleh guru Su Xing.
“Guru, kecepatan gerak semu sangat tajam hampir saja mengenai wajah tampanku,” ucap Xiao Chen dengan emang ngelus-ngelus wajahnya.
“Hmm kamu murid yang narsis!” Su Xing tiba-tiba menghilang dan sudah tiba di hadapannya sehingga Xiao Chen kaget langsung menjatuhkan tubuhnya dengan terlentang untuk menghindari tebasan yang begitu sangat dahsyat.
"Sring!"
"Ahhh!"
"Sial!"
Xiao Chen ingin menangis tapi tidak ada air mata.
semangat terus thorrrr💪💪💪💪
semangat terus thorrrr💪💪💪💪💪
semangat terus thorrrrr💪💪💪💪