NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:962
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Penangkapan Pencuri

Setelah Pak Hasan menelpon pihak berwajib kurang lebih tiga puluh menit aparat kepolisian datang ke rumah Pak Hasan . Pak Hasan menyambut kedatangan aparat dengan ramah .

“Selamat siang Pak Hasan ," sapa Pak polisi bernama Agus menjabat tangan Pak Hasan . “Selamat siang Pak Agus silahkan masuk , orangnya ada di dalam ,“ jawab Pak Hasan .

Setelah berunding aparat membawa orang bernama Pujianto masuk ke dalam mobil namun orang pelaku itu menahan mereka . "Pak sebentar , saya ingin menjelaskan sesuatu tentang rumah Samsuri ,“ kata Pujianto dengan wajah ketakutan .

Aparat dan beberapa warga heran begitu juga dengan Pak Hasan . Mereka menatap orang tersebut menunggu lanjutan kata-katanya.

“Apa yang ingin kamu katakan , cepat jangan berlama-lama," kata Pak Polisi .Pujianto menyapu pemandangan orang-orang yang ada di situ berharap ada yang menolongnya .

"Rumah Samsuri angker , ada sosok makhluk menyeramkan didalamnya , apakah kalian semua sudah tahu ?" katanya dengan wajah serius , ia sangat ingat bentuk makhluk tersebut membuatnya ketakutan .

Semua yang mendengar cerita pujianto terkejut , seolah tidak percaya karena mereka tidak pernah melihat makhluk lain di rumah Samsuri , setahu mereka hanya Manaf yang terlihat aneh waktu itu tanpa ada kecurigaan akan sosok makhluk lain .

Warga saling berbisik setelah mendengar perkataan orang itu . "Bohong kamu , paling itu hanya akal-akalan kamu saja agar dibebaskan karena ketahuan masuk di saat tidak ada orangnya , ngaku saja kamu mau mencuri pakai alasan ada makhluk lain segala ," kata seseorang dari belakang lalu berjalan maju ke depan karena ingin melihat pelaku pencurian tersebut .

"Aku tidak bohong kalian tadi lihat kalau aku keluar dari rumah itu ketakutan , dan kalian malah menghajar aku , sudah jelas bukti aku mencuri tidak ada ,“ Pujianto merasa geram dengan warga yang menuduhnya mencuri tanpa bukti .

"Penjarakan saja Pak jangan di kasih ampun kalau perlu seumur hidup ," sahut yang lain . "Aku berkata benar , memang di rumah Samsuri ada penghuni lain ," bentak Pujianto menatap benci kepada warga .

"Tenang kalian semua biar kami yang mengurus masalah ini , kalian kembali ke rumah masing-masing dan jangan ada yang keluar rumah , ini peringatan kalian mengerti ? " kata Pak polisi .

"Apa kamu bisa jelaskan lebih singkat namun jelas ," tanya pak polisi kepada Pujianto . "Itu sudah jelas simple dan jelas ," jawabnya dengan serius kali ini ia memang tidak berbohong .

Sepertinya ada hal yang menarik di desa ini suatu saat nanti aku akan menyelidiki rumah itu batin salah satu polisi setelah mendengar penjelasan dari Pujianto .

"Nanti kamu bisa ceritakan di kantor polisi mari ikut kami ," kata Pak Polisi keluar dari rumah Pak Hasan membawa Pujianto ke kantor polisi . Dengan terpaksa Pujianto nurut setelah berpamitan kepada Pak Hasan .

Seseorang merasa takut perbuatannya diketahui aparat kepolisian , ia segera mempersiapkan diri pergi dari tempat persembunyiannya dan pergi dari negara kalau perlu . Setelah selesai ia masuk ke dalam mobil dengan bersikap biasa agar tidak di curigai warga lalu pergi dengan segera .

Di kantor polisi Pujianto mendapat berbagai macam pertanyaan terkait pencurian di rumah Samsuri dan tidak kejahatan lainnya . Ternyata ada orang lain yang menyuruhnya dan sedang dalam pencarian .

Sial benar hidupku batin Pujianto menyesal telah menyetujui kesepakatan dengan orang kaya sedang dirinya apes . "Katakan dia tinggal dan dimana terakhir kalian bersama ," kata Petugas kepolisian bernama Samuel .

“Kami jarang bertemu terakhir kali kami bertemu dua bulan lalu di sebuah rumah mewah miliknya di daerah villa ," jawab Pujianto jujur . Ia merasa terdesak karena sudah ketahuan perbuatan jahatnya .

"Apa kamu tahu perbuatanmu bisa membuatmu mendekam di penjara seumur hidup dan kamu tidak bisa bertemu dengan keluargamu ," kata Samuel dengan wajah santai namun kesan serius .

"Saya sudah tidak punya keluarga karena saya anak satu-satunya dan kedua orang tua saya sudah meninggal Satu bulan yang lalu ," jawabnya membuat Samuel terkejut kemudian manggut-manggut paham .

"Baiklah kalau begitu ini memang hukuman untukmu dan kamu harus menanggungnya seumur hidupmu , " kata Samuel lagi . Pujianto hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini , mungkin inilah jalan takdirnya . “Iya , Pak saya akan terima apapun hukumannya ," kata Pujianto menunduk .

Semua perasannya sudah hilang bersama meninggalnya kedua orang tuanya , ia menjadi liar dan pergaulannya sangat bebas tak terkontrol .

Manaf dan Abdul pulang sekolah melihat pintu rumah terbuka langsung berlari masuk ke dalam , mereka terkejut melihat kondisi dalam rumah berantakan keduanya saling pandang .

" Pencuri ," teriak keduanya . Tetangga samping rumah semua berdatangan ke rumah Samsuri melihat Manaf dan Abdul sudah pulang merasa lega .

"Iya tadi ada pencuri masuk rumahmu sekarang pencurinya sudah di tangkap dan di penjara ," kata tetangga sebelah bernama Rami . Keduanya terkejut mendengar sudah di tangkap berarti kejadiannya sudah lama batin keduanya .

"Terimakasih Mbah ," kata Abdul , semua orang membubarkan diri . Abdul dan Manaf membersihkan rumah yang berantakan kemudian istirahat di kamar masing-masing sampai tertidur .

Selang satu jam Alif pulang langsung masuk ke kamar berganti pakaian lalu istirahat .

Menjelang sore Murni pulang membawa beberapa belanjaan diletakkan di dapur lalu ia membersihkan diri .setelah lelahnya hilang ia melanjutkan memask untuk keluarganya .

Menjelang makan malam satu keluarga berkumpul di ruang makan , mereka menikmati makan malam bersama tanpa ada obrolan .

Baru setelah selesai makan mereka pindah tempat di ruang televisi . "Pak , Bu tadi kata warga ada pencuri masuk di rumah kita ," kata Manaf sambil memainkan ponselnya .

Samsuri dan Murni terkejut begitu juga dengan Alif yang sedang menonton televisi , sedangkan Abdul diam saja karena sudah tahu . "Terus apa yang sudah di curi ?" tanya Samsuri menatap Manaf dengan serius .

"Katanya tidak ada yang di curi ," jawab Manaf santai . "Kita tanya sama warga atau Pak Hasan , aku akan ke sana ," Samsuri beranjak dari tempat duduk melangkah pergi keluar rumah menuju rumah Pak Hasan .

"Pak aku ikut ," seru Murni beranjak dari tempat duduk mengikuti langkah suaminya, Alif pun tidak ketinggalan .

Mereka sampai di depan rumah Pak Hasan mengetuk pintu . Pemilik rumah membukakan pintu terkejut melihat Samsuri beserta anak dan istrinya datang ke rumahnya .

"Silahkan masuk Pak Samsuri Meri silahkan duduk ," sapa Pak Hasan dengan ramah .

“Maaf mengganggu waktu istirahat Pak Hasan , saya ke sini ingin tahu apa benar tadi siang ada pencuri di rumah kami ," tanya Samsuri langsung pada inti permasalahan .

"Benar Pak Samsuri , tapi pencurinya belum sempat membawa barang apapun , karena katanya saat ia akan mencuri melihat makhluk astral di rumah Pak Samsuri , si pencuri itu langsung berlari keluar rumah ," jawab Pak Hasan .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!