NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara cerdik dan licik

Di balik kelambu, Selir Yu mencoba membuka kedua matanya perlahan. 'Apa dia sudah pergi?' Melihat kesegala arah. 'Dia benar-benar sudah pergi.' Sebelum bangkit Selir Yu merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku. "Untung saja Guyi sudah mengajari ku membedakan setiap obat-obatan. Bahkan bau dupa wewangian setelah di campur dengan obat tidur. Pengalaman menjadi editor novel selama empat tahun. Sangatlah berguna."

Wanita itu mengeluarkan botol obat kecil terbuat dari porselen berwarna putih pucat. Yang ia simpan di balik lipatan gaunnya. Seringaian bercampur senyum percaya diri melintas di wajah cantiknya. Di dalam botol itu terdapat butiran obat khusus untuk mencegah obat tidur bekerja. Meksipun dia tertidur dan menghirup obat tidur. Dirinya tetap tidak akan terpengaruh dengan obat tidur dan bisa bangun sesuai keinginannya.

"Sepertinya sudah cukup lama aku tertidur." Tanpa alas kaki Selir Yu berjalan pelan menuju pintu rahasia. "Berpura-pura menjadi wanita bodoh cukup berguna untuk menyelamatkan nyawa." Melihat ke beberapa patung yang ada di rak ujung ruangan.

"Seharusnya di sini tempatnya. Tapi di mana benda yang di gunakan untuk menjalankan mekanismenya. Agar pintu dapat terbuka otomatis hanya dengan satu tarikan." Selir Yu memperhatikan setiap gesekan yang dapat ia lihat dari benda-benda yang ada di sana.

Hanya ada satu benda yang terdapat gesekan cukup ketara. Binar di matanya semakin cerah.

Perlahan wanita itu menyentuh patung singa sebesar telapak tangan. Dia coba menariknya tapi patung itu tidak bergerak. "Apa aku salah?"

Ia coba menariknya. Tetap tidak ada pergerakan.

Selir Yu menggosok kedua tangannya sembari memikirkan cara lain. "Ini yang terakhir." Patung di tekan sekuat tenang.

Kreekkk...

Pintu rahasia terbuka.

"Yyayahh... Ini baru mantap." Dia sedikit menjulurkan kepalanya masuk. Untuk memastikan jika di dalam jalur rahasia itu tidak ada bahaya yang mengintai. "Oh, sepatu."

Selir Yu berlari mengambil sepatu lalu memakainya sebelum berjalan menyusuri jalur rahasia itu. "Luar biasa." Melihat langit-langit bebatuan yang tidak merata. Lilin-lilin yang ada di sepanjang jalur menuntunnya menuju jauh lebih dalam.

Di ujung lorong itu terdapat enam jalur.

"Aku harus kemana?" Dia masuk ke jalur pertama dari bagian kanan. Tapi tidak berani meneruskan karena takut waktu yang ia miliki tidak akan cukup.

"Sudahlah. Besok-besok aku coba lagi. Jangan sampai Xiao Chen tahu aku tidak tertipu siasat liciknya." Selir Yu bergegas kembali lagi kedalam ruangan kamar.

Sebelum melangkah ke dalam kamar. Dia melepaskan sepatu yang ia kenakan. Wanita itu melangkah masuk tanpa alas kaki. Karena dirinya takut meninggalkan jejak yang dapat membuat Kaisar Xiao Chen curiga.

Ia mengambil satu tangan coklat dari satu yang ada di lengan kanannya. Sapu tangan di celupkan di dalam genangan air yang ada di baskom. Setiap inci pada alas sepatu di bersihkan sebersih mungkin. Setelah beres, Selir Yu berjalan menuju jendela yang ada di samping kamar.

Tokkk...

Ketukan dua kali ia lakukan.

Tokkk...

Dari luar terdengar juga ketukan dua kali sebagai balasan.

Mendengar itu Selir Yu segera membuka Jendela. Benar saja, Pelayan setianya Guyi sudah menunggu sesuai instruksi yang ia berikan beberapa waktu yang lalu. "Simpan ini dengan baik. Jangan sampai barang bukti di temukan." Memberikan sapu tangan kotor yang ia bawa kepada Pelayan Guyi.

"Baik." Pelayan Guyi dengan cepat menyimpan sapu tangan itu di antara lipatan gaunnya.

Sedangkan Selir Yu sendiri. Dia kembali ke posisi semula. Tidur di ranjang menunggu Kaisar Xiao Chen kembali dari jalur rahasia.

Hanya selang sepuluh menit. Pintu rahasia terbuka kembali.

Wanita yang ada di atas tempat tidur segera memejamkan kedua matanya.

Dari arah luar, suara langkah kaki terdengar semakin mendekat.

"Yang Mulia Ratu." Kasim kepala Gu memberikan hormat. "Saat ini Yang Mulia tengah beristirahat bersama Selir Yu. Dan tidak ingin di ganggu." Mencoba menahan.

"Kau yakin dia ada di dalam? Atau justru pergi keluar istana tanpa sepengatahuan ku." Tegas Ibu Ratu Jiao Juan.

Mendengar keributan yang ada di luar. Kaisar Xiao Chen langsung melepaskan jubah luarnya. Melepaskan sepatu juga ikatan pinggang yang ada di jubah dalam. Setelahnya dia ikut berbaring di atas tempat tidur bersama Selir Yu. Yang telah ia tinggalkan selama hampir semalaman.

"Minggir, atau kepala mu yang akan menjadi aksesoris di kamar ku." Ibu Ratu Jiao Juan menatap tajam.

Kasim kepala Gu mundur membiarkan Ibu Ratu Jiao Juan masuk ke dalam kamar.

Tapi tidak seperti dugaanya.

Wanita itu mendapati Kaisar Xiao Chen ada di dalam kamar bersama Selir Yu.

Kaisar Xiao Chen bangkit perlahan. Dia berpura-pura terkejut. Di saat melihat Ibu Ratu Jiao Juan sudah ada di dalam kamarnya. "Ibunda." Membenarkan jubah dalam yang telah memperlihatkan dadanya.

Selir Yu membuka kedua matanya. Di saat melihat ruangan kamar sudah sangat ramai. Dia juga ikut bersandiwara untuk menuntaskan kepalsuannya. Dia segera bersembunyi di balik tubuh kekar suaminya. "Yang Mulia." Suaranya terdengar sangat manja. Raut wajahnya berubah penuh ketakutan dan ketidaknyamanan.

Ibu Ratu Jiao Juan melihat kesegala arah yang ada di ruangan itu tanpa ada yang terlewat. Tapi tetap saja, dia tidak menemukan tanda-tanda seseorang keluar masuk di kamar itu. "Aku ingin mengabarkan, tiga jam yang lalu Jenderal besar Chun Li bersama istrinya juga putrinya. Dan seluruh pasukan Chunji di musnahkan. Di saat mereka masih berada di dalam hutan. Penyergapan besar-besaran terjadi di bawah kendali Kekaisaran. Yang Mulia, berita sebesar ini apakah anda tidak mendengarnya?" Suaranya menekan.

Kaisar Xiao Chen mengerutkan keningnya. "Aku belum menerima kabar apa pun."

Dia melirik kearah Kasim kepala Gu.

Kasim kepala Gu mendekat.

"Panggil Ketua Mahkamah Agung dan Ketua kehakiman Ibu Kota." Kaisar Xiao Chen berdiri tegak membuat jubah yang ia kenakan jatuh menjuntai sampai ke lantai. "Suaranya tegas namun di penuhi kekhawatiran.

"Baik." Kasim kepala Gu berjalan pergi melaksanakan perintah yang ia terima.

"Ibunda tenang saja. Aku pasti akan menemukan siapa dalang di balik pembantaian ini." Ujar Kaisar Xiao Chen mencoba meyakinkan Ibu Ratu Jiao Juan. Menghela napas dalam. "Sayang sekali, pejabat sebaik dia harus pergi dengan begitu mengenaskan."

Keraguan yang tertanam di hati Ibu Ratu Jiao Juan perlahan sirna. Tergantikan dengan amarah yang masih menekan di hatinya. Karena salah satu orang kepercayaannya terbunuh dengan mudah di bawah pengawasannya. Dia tersenyum tipis menatap kearah wanita yang masih bersembunyi di belakang Kaisar Xiao Chen. "Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Kalian bisa melanjutkan istirahat."

Membalikkan tubuhnya dengan sangat anggun. Lalu melangkah pergi di ikuti puluhan pelayan wanitanya.

Setelah ruangan kamar kembali sunyi.

Selir Yu bangkit berdiri di samping Kaisar Xiao Chen. Dia memperhatikan ke arah pintu yang telah tertutup rapat. 'Pengendalian diri yang sangat luar biasa. Amarah, kebaikan, dan kebencian bisa di tekan dalam satu waktu. Di ganti senyuman lembut seperti bidadari.'

Kaisar Xiao Chen menatap kearah Selir Yu dengan alis menyatu.

"Kenapa melihat ku seperti itu! Karena kau sibuk. Aku lebih baik kembali ke kamar ku. Bisa tidur dengan nyaman. Tanpa harus khawatir ada orang yang menerobos masuk." Melangkah pergi. "Aaaaa..." Menguap. Tangan kanannya ia gunakan menutupi mulut yang semakin melebar. "Jangan panggil aku jika tidak ada kepentingan mendesak." Melangkah melewati ambang pintu. "Ayo kita kembali. Aku masih ngantuk. Aaaaa..."

Selir Yu terus menguap.

"Baik."

Semua pelayan pribadinya mengikuti dari belakang.

Sedangkan Kaisar Xiao Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Di malam itu juga rapat darurat di lakukan di aula istana utama.

1
Dian Haerani
jadi g sabar nunggu momen gemes mereka, dan yang pasti terbukanya tabir kebenaran dari alasan kebencian sang kaisar pada selirnya /Slight/
Siti Maryah
Sangat bagus.
Ai
selir yu cerdik dan licik bagussss👍
Dian Haerani
masih ada dinding tebal diantara kaisar dan selirnya, tapi itulah prosesnya /Proud/
lanjut kak tetap semangat /Determined/
Sri wulandari: Siap.🤗
total 1 replies
Ai
ibu ratu itu ibunya kaisar trs ibu suri itu nenek nya kaisar?
Sri wulandari: Benar 100 %.🤗
total 1 replies
Ai
suka sch sama sikap tegas kaisar e yg tdk pandang bulu😄
Dian Haerani
lanjut kak, tetap semangat /Determined/
Susilawati
ditunggu kelanjutannya thor
Ai
harusnya diselidiki dulu kaisar klo bnr ayahnya selir yu bersalah, hukum ayahnya tp jgn benci anaknya yg tdk tau apa2
Ai
selidiki trs kaisar sebenarnya selir yu itu baik.. baik dulu maupun skr setelah jiwanya berganti jiwa modern
Susilawati
lanjut lagi thor
Susilawati
sebenarnya apa yg membuat kaisar begitu membenci selir Yu
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!