NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Kesempatan dan Sebuket Mawar

Setelah pagi tidak ditemukan di rumah, malam hari Woojun juga 'tak pulang, atau belum. Anjani tak bisa menerka apa pun, atau tak ingin.

Kehidupan yang selalu berpacu dengan waktu kini terasa malas dia jalani. Semua yang dibela-bela seakan tidak lagi ada harganya.

Di dalam kamar yang tanpa ranjang, di atas matras tipis yang digelar di atas lantai, Anjani memeluk lututnya sendiri dengan kepala terbenam.

Sudah jam 10.23 malam.

Ponselnya selalu sepi, kini semakin sepi ketika hubungannya dan Ahn Woojun mendadak renggang. Masalah yang sangat klasik tapi menyita banyak bagian dari hidupnya.

Tentu saja! Kata klasik itu berlaku hanya saat dia menanggapi berita selebriti di televisiーdulu. Sekarang kegiatan itu tak pernah lagi dia lakukan karena terbentur sibuk.

Lalu sekarang ... Anjani tak menyangka benar-benar mengalaminya sendiriーdiselingkuhi, dan itu benar-benar sakit.

Sampai tak terasa dia tertidur dalam posisi tidak berubah. Cukup lama sampai membuat dirinya memimpikan sosok sang ayah yang sudah pergi sedari lama.

Saat yang lena demikian, tiba-tiba dia merasakan sesuatu bergerak di atas kepala, seperti sebuah belaian telapak tangan.

Wajahnya yang sembab melengak, menyipit mata untuk menatap wujud di hadapannya.

Seraut wajah milik Ahn Woojun.

Kemunculannya sepertiーentah bisa disebut keajaiban, atau justru petaka yang berikutnya.

Wajah itu biasa dilihatnya setiap hari, namun mendadak asing sejak kemarin.

"Anja ... maafkan aku. Aku salah. Aku khilaf. Maafkan suamimu ini. Aku bersalah karena melakukan hal yang menjijikkan." Woojun menurunkan badan, duduk di hadapan Anjani. Dua tangan Anjani diraihnya lalu digenggam.

Tatapan mendalam saling bertemu.

Kalimat Woojun itu seharusnya terasa hangat. Permintaan maaf adalah hal yang dibutuhkan Anjani sekarang. Tapi anehnya, itu malah terasa menggores di ulu hati. Dia jadi bingung dengan dirinya sendiri hingga sulit menentukan sikap.

"Anja, aku hanya tak bisa mengendalikan diriku, aku sungguh tidak berniat menyakitimu."

Bening mata Anjani sudah berkaca-kaca, menggenang, lalu menitik jatuh menimpa pipi.

Dia terus diam dan Woojun terus menunggu.

Sampai di saat kediaman itu menjadi muak, Anjani yang sudah berpikir berlama-lama waktu, buka suara, “Ahn Woojun! .... Kesempatan itu hanya satu kali datang, jika ada yang berikutnya lagi, mungkin kau harus terlahir kembali."

Entah hiperbola atau sarkasme, yang jelas kata-kata itu langsung bisa dipahami Woojun tanpa bertanya lagi maksudnya. Dia menelan ludah, bingung bagaimana membalas dan menjawab kalimat yang sejujurnya terdengar jelas sedang memberi peringatan, untuk dirinya dan segenap sikap yang tidak benar belakangan ini.

"Aku akan tidur. Terserah kau mau apa."

Pasang mata Woojun mengikuti pergerakan Anjani, dari mula istrinya itu menarik selimut, membalutkan ke badan lalu meringkuk membelakanginya.

Dengan suara pelan dia menanggapi, "Ya, Anja. Istirahatlah. Dan ... terima kasih.”

Anjani memberinya kesempatan sekali lagi.

*

*

Esok pagi.

Meskipun semalam kesempatan telah diberikan pada Ahn Woojun dan dia tetap menyiapkan sarapan pagi, kenyataannya, hati Anjani belum cukup baik untuk bertukar kata mana biasa dia lakukan sebelum masalah perselingkuhan pria itu mencuat ke permukaan.

Menekan rasa, Anjani pergi bekerja lebih dulu sebelum suaminya terbangun.

Sekarang sudah berada di dalam bus yang mengantarkan ke kawasan tempatnya melakukan tiga pekerjaan sekaligus.

Jalanan yang terlewat jarak demi jarak ditatapnya dengan pikiran sesak.

“Aku sungguh belum berniat memaafkannya. Aku hanya memberi kesempatan untuk diriku sendiri. Apakah akan membaik karena dia bersungguh-sungguh dengan maafnya, atau malah memburuk karena dia bisa saja berbohong. Aku hanya perlu menyiapkan hatiku.”

Di posisi Ahn Woojun.

Perasaannya cukup terasa kosong saat terbangun tanpa Anjani yang biasa dilihatnya sedang berbenah atau sekedar mencuci piring bekas sarapan, rumah kecilnya terasa sepi.

Di hadapannya, sweater milik Anjani tergantung, ditatapnya dengan kepala membayang bagaimana sosok itu mengenakannya.

"Anja ... aku semakin bimbang, tapi aku tak bisa meninggalkanmu."

.

.

"Anja! Kau dapat kiriman bunga!" Nyonya Juーpemilik kedai makan tempat Anjani bekerja di paruh waktu pertama, berseru dari arah luar dengan menenteng sebuket mawar merah yang masih segar.

"Bunga?" Anjani mengerut kening, sampai bunga itu jatuh ke tangannya, dia menatap lalu menyesap aroma wangi yang menenangkan. Ada secarik kertas kecil terselip di tengah bunga, dia mengambil lalu membacanya di dalam hati.

Ɱαɯαɾ ιɳι ƈαɳƚιƙ, 'ƙαɳ? Ƚҽɳƚυ ʂαʝα!

Tαρι αƙυ ƚιԃαƙ ʂυƙα. Αƙυ lҽbιh ʂυƙα ʂҽɳყυɱɱυ. Ɱααϝ ʂҽlҽɾα ƙιƚα ႦҽɾႦҽԃα.

Anjani tersenyum tipis setelah membaca tulisan itu.

"Apakah itu dari suamimu?" tanya Nyonya Ju, ingin tahu, diselipi senyuman menggoda.

Senyum di bibir Anjani meluruh, lalu tatapannya terdiam di buket mawar dalam genggaman juga secarik tulisan tadi.

Benar, tidak ada nama pengirim.

"Ah, i-iya. Sepertinya dari suamiku, Nyonya. Kami baru saja berbaikan," katanya beralasan. Daripada menimbulkan pertanyaan besar jika dia jawab dari orang lain atau tidak tahu sama sekali.

"Ah, kalian romantis sekali." Nyonya Ju ikut senang. "Jangan lupa kalian makan malam berdua. Itu bagus untuk menghilangkan semua perasaan buruk."

Ditanggapi Anjani dengan senyuman kaku. "Iya, seperti memang harus, Nyonya Ju. Terima kasih."

"Kau ini benar-benar manis.” Pemilik kedai itu pun berlalu karena seorang pelanggan akan membayar.

Kembali Anjani menatap mawar di genggamannya. “Tapi benarkah Ahn Woojun yang mengirimnya?" tanyanya pada diri sendiri, lalu menggeleng tak lama kemudian. Dia tak yakin karena Woojun bukan tipe pria yang akan menggunakan bunga untuk mengajak baikan. “Dan lagi ... tulisan ini ... sangat berbeda.”

Mengalah pada ketidakjelasan tentang siapa yang mengiriminya bunga sepagi ini, Anjani beranjak untuk melanjutkan saja pekerjaannya.

Namun saat akan meletakkan bunga di atas meja, pandangannya tercuri oleh seseorang yang berdiri melambai tangan padanya dengan binar senyum dalam matanya, di luar kedai terhalang kaca.

"Dia!"

Jantung dan mata Anjani satu warna terkejut.

"Tidak!" sangkalnya dengan satu gelengan. Tapi ... “Sepertinya memang dia.”

Tanpa bermain pikir lagi, gegas dia berlari keluar kedai untuk menghampiri sosok yang tak lain adalah 'Tuan Berkaki Panjang'. Namun tak sempat temu, dalam sekejap pria itu sudah 'tak nampak.

"Ah, sial. Kemana perginya dia?“

.

.

Di jam kerja paruh waktu kedua, toko roti 'Smile' milik Nam Jisu.

Anjani sempat diolok-olok oleh Jisu karena aneh saja membawa sebuket bunga ke tempat kerja. Tapi kemudian Jisu berubah penasaran saat Anjani mengungkapkan jika bunga itu kiriman seseorang yang tidak tahu siapa sosoknya.

Tentang Tuan Berkaki Panjang, Anjani belum bisa memastikan orang itu pengirimnya atau bukan. Jadi dia tidak cerita pada Jisu soal dirinya yang melihat sosok itu di depan kedai Nyonya Ju, ataupun pertemuan kemarin di taman ketika pagi.

Semua menjadi tumpukan pertanyaan di kepalanya sekarang, belum bisa dipecah.

"Ah, senangnya. Nasib orang cantik sepertimu memang luar biasa. Suamimu tampan dan kau punya banyak penggemar.”

"Aku tidak sebersinar itu, Jisu,” sanggah Anjani, lalu menyambung di dalam hati, “Bahkan Ahn Woojun saja menganggapku terlalu membosankan.”

“Ya, setidaknya kau tidak buntu seperti aku! Suami tidak punya, pacar tidak, apalagi penggemar! Padahal umurku sudah mau kepala tiga, rasanya memalukan sekali." Bibir Jisu sampai mengerucut menyesali diri sendiri.

“Maaf, aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja ... aku sungguh sedang menyesali diriku yang seperti itu ... Nam Jisu."

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!