NovelToon NovelToon
RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa / Aliansi Pernikahan / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Tom memilihnya karena Selene "aman". Selene menerima karena dia butuh uang. Mereka berdua tak siap untuk yang terjadi selanjutnya.

*

Warisan miliaran dollar berada di ujung sebuah cincin kawin. Tommaso Eduardo, CEO muda paling sukses dan disegani, tak punya waktu untuk cinta.

Dengan langkah gila, dia menunjuk Selene Agueda, sang jenius berpenampilan culun di divisi bawah, sebagai calon istri kontraknya.

Aturannya sederhana, Selene harus resign lalu menikah, dapatkan warisan, bercerai, dan selesai.

Selene menolak pada awalnya, tapi Selene tak punya pilihan karena hanya ada dua pilihan yang tak mengenakkan baginya.
1. Selene akan dipecat tanpa pesangon.
2. Selene harus resign, tapi akan dapat fasilitas mewah dan uang yang banyak sebagai istri dari sang CEO, serta mendapatkan uang perceraian yang juga besar.

Namun kehidupan di mansion mewah tak berjalan sesuai skrip Tommaso. Di balik rahasia dan kepura-puraan, hasrat yang tak terduga menyala.

Saat perasaan sesungguhnya tak bisa lagi dibendung, mereka harus memilih, berpegang pada kontrak yang aman, atau mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yang mungkin sebenarnya ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Selene berdiri di depan cermin besarnya yang usang, permukaannya dipenuhi bintik-bintik. Dia menarik napas dalam-dalam, bahunya naik turun.

Di dalam kamar kecil itu, dia memulai latihannya.

"Carino," ucapnya, suaranya datar dan hambar.

Dia menggeleng, frustrasi. Tangannya mengepal di samping tubuhnya. Selene menatap bayangannya sendiri di cermin, perempuan dengan rambut coklat emas sebahu, mata biru yang terlihat tajam setelah kacamatanya dibuka.

"Carino," cobanya lagi, kali ini dengan sedikit kenaikan nada di akhir kata, tapi tetap terdengar palsu dan kaku.

“Ck, susah sekali!” kesalnya.

Dia mengutuk dalam hati. Ini sangat sulit. Bahkan lebih sulit daripada saat dia harus menghadapi ayah pemabuknya.

Panggilan mesra ini terasa asing di lidahnya. Selene, yang hidupnya keras, tentu saja cukup sulit untuk memanggilnya dengan sebutan mesra dalam bahasa Italia itu. Apalagi dia tak pernah memiliki contoh figur mesra di keluarganya yang kacau.

Selene menghela napas lagi. Dia menutup mata, mencoba membayangkan Tom bukan sebagai bos yang dingin dan diktator, melainkan kekasihnya.

Tak lama, dia kembali membuka mata, menatap bayangannya lagi. "Carino," bisiknya, mencoba membayangkan kata itu keluar dengan hangat.

Tapi yang terlihat di cermin adalah seorang perempuan dengan tatapan waspada, bukan cinta.

Hidup Selene tidak pernah merasakan kelembutan. Sejak kecil, dia tak pernah menemukan cinta dalam hidup orang tuanya.

Ayahnya selalu lebih cepat mengangkat tangan daripada memeluk. Ibunya selalu menerima perlakuan buruk dari sang ayah yang dulunya sebenarnya merupakan pengusaha kaya.

Seorang wanita penggoda dan kebiasaan mabuk judi membuat hidup ayahnya menjadi merosot dan akhirnya bangkrut. Kebiasaan buruknya semakin menjadi setelah itu.

Pintu kamarnya terbuka. Selene berbalik dengan gerakan cepat, tangannya sudah mencapai pisau yang selalu ada di mejanya.

Selene selalu waspada jika ayahnya datang. Dan yang membuka pintu tanpa mengetuk itu pasti ayahnya.

Dia melihat ayahnya sedang menyesap rokok dengan wajahnya yang bengis. Tak hanya itu, ayahnya memeluk seorang wanita penggoda.

“Anakmu mengerikan sekali, Sayang,” ucap wanita itu menggoda, meskipun ada rasa takut di matanya.

“Apa yang kau lakukan di sini? Menghilanglah selamanya!” geram Selene.

“Aku akan menjual rumah ini. Di mana suratnya?” tanya Alfredo.

“Kau gila?” teriak Selene.

“Berikan suratnya, Bitch!! Aku akan menjualnya!” Alfredo membentak dan membuang rokoknya hampir mengenai wajah Selene jika dia tak menghindar cepat.

“Tidak! Ini rumah nenekku! Kau sudah menjual rumahmu sendiri!”

Lalu Alfredo melepaskan wanita di sampingnya dan melangkah maju. Selene mengacungkan pisaunya. “Kau mau membunuhku?” kata Alfredo dengan kening yang berkerut.

“Jika perlu, aku akan melakukannya,” geram Selene tak takut.

Alfredo tersenyum kecut dan mengangkat tangannya. Selene langsung menyabetkan pisau itu ke tangan sang ayah tanpa takut.

Tangan Alfredo tergores dan membuatnya berdarah. Wanita penggoda di belakang ayahnya langsung berteriak dan berlari pergi.

“Aku akan membalasmu! Lihat saja nanti. Rumah ini tetap akan kujual bahkan tanpa surat!” kata Alfredo dengan wajah bengisnya. Lalu pria itu berbalik pergi.

Selene masih mengacungkan pisaunya sampai sang ayah benar-benar keluar dari kamarnya. Lalu Selene berlari ke kamar ibunya.

Ketika membuka kamar ibunya, dia melihat kamar itu sudah berantakan. Tampaknya Alfredo tadi menggeledah kamar ibunya untuk mencari surat rumah.

Tapi ibunya tampak tertidur nyenyak, karena pengaruh obat dan penyakitnya. Selene menghela napas panjang.

“Sebentar lagi, Mom. Sebentar lagi. Aku akan membawamu pergi dari sini,” bisiknya sembari melihat ibunya yang semakin hari semakin lemah.

1
lia rahma
seperti biasa ceritanya ringan ga bertele-tele, suka bacanya n semoga tambah banyak novel tamatnya
Pandin Beatrix
Terpaksa kecewa ya Anthony
Pandin Beatrix
hmmm Tom mulai membara ❤️
Pandin Beatrix
Selene masih tidak percaya diri karena sikap Tom yang masih abu abu
Pandin Beatrix
rasain kau alen, memang sudah keterlaluan, kasar dan sombong
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
sabar mas bro..🤪🤪
Yenny Mok
tumben ceo satu ini, ngak sediain kostum buat ceweknya?
Endang Sulistia
keren..masabodoh dengan harga diri yg penting cuan bos...🤣🤣🤣
Pandin Beatrix
kejutan yang sangat membahagiakan untuk Selene ❤️ Tom mengakui dengan terang terangan bahwa dia istrinya 😍❤️
Pandin Beatrix
uuuh belum tau saja si alen kalau yang berdiri dihadapannya dan yang dihinanya adalah istri bos besar 😀😜
Pandin Beatrix
bagaimana respon karyawan di divisi itu melihat Selene ya ? apa mereka bisa mengenalinya yang sudah sangat berubah ?
Pandin Beatrix
Selene sudah mau berubah menyetujui usulan kakek tapi Tom masih bingung 😕, tidak mau mengakui kata hatinya ❤️
Pandin Beatrix
Rencana Selene berubah arah setelah kematian ibunya, mungkin kata kata kakek Lorenzo masuk dalam hatinya untuk bisa hamil dan melahirkan bayi yang akan menjadi sumber kebahagiaannya ?😍
Pandin Beatrix
sedihnya Selene 😭 ikutan nyesek juga 😭
Pandin Beatrix
lho apakah selama ini Selene tidak pernah datang ke rumah sakit membesuk ibunya ? 😭
Pandin Beatrix
kasian Selene dia setuju dengan persyaratan nikah kontrak dari Tom ya salah satunya supaya ibunya bisa mendapat pengobatan yang layak 😭, tapi takdir berkata lain 😭
Pandin Beatrix
sedihnya Selene turut berdukacita 😭
Pandin Beatrix
walah Tom tidak mungkinlah Selene mau mengungkap kan secara jujur keinginan terdalamnya, bahwa dia sudah punya rasa padamu
Pandin Beatrix
weits harus punya anak nich 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!