Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.
Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.
Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gema yang Meruntuhkan Iblis
"SSSHHAA!"
Hei She dalam wujud iblis ular meluncur dengan kecepatan yang menyalahi akal sehat. Ekornya yang setebal pohon beringin menyapu tanah, menghancurkan bebatuan kapur menjadi debu.
WUSH!
Ren Zhaofeng melompat vertikal ke udara, menghindari sapuan ekor maut itu. Namun, Hei She sudah memperhitungkannya. Tubuh ularnya melilit pilar batu, dan dia melontarkan tubuh bagian atas manusianya ke arah Zhaofeng yang sedang melayang.
Cakar tangan Hei She yang bersisik menebas.
TRANG!
Zhaofeng menahan serangan itu dengan Pedang Hitam. Namun, perbedaan tenaga antara Penempaan Tubuh Tahap 5 dan Pengumpulan Qi Tahap 5 terlalu besar.
Zhaofeng terlempar seperti layang-layang putus tali. Dia menabrak dinding tebing dengan keras.
BRAK!
"Ugh..." Zhaofeng memuntahkan darah segar. Tulang punggungnya terasa seperti mau patah. Jubah tempurnya sudah hancur lebur.
"Lemah! Terlalu lemah!" teriak Hei She dengan suara ganda manusia dan ular. "Kau hanya seekor serangga yang melompat-lompat!"
Hei She membuka mulutnya lebar-lebar. Bola Qi hitam pekat mulai memadat di tenggorokannya. "Meriam Racun Iblis!"
Zhaofeng jatuh berlutut. Telinganya berdenging.
Di sisi lain, Ye Qingyu berteriak panik, "Zhaofeng! Lari!" Dia sendiri sedang kewalahan menahan Ular Piton Besi yang mengamuk.
Zhaofeng tidak lari. Dia memejamkan mata di balik kainnya yang sudah robek separuh.
Dia mendengarkan.
Bukan mendengarkan serangan Hei She. Dia mendengarkan tubuh Hei She.
Transformasi Iblis Darah adalah teknik terlarang yang memaksa penyatuan dua spesies berbeda: Manusia dan Siluman. Secara visual, itu terlihat sempurna dan mengerikan. Tapi secara auditorial?
"Suaranya... berantakan," gumam Zhaofeng, menyeka darah di dagunya.
Dia mendengar dua detak jantung yang berbeda ritme di tubuh Hei She. Satu di dada manusia, satu di bagian perut ular. Keduanya saling bertabrakan, menciptakan disonansi (ketidakharmonisan) pada aliran Qi-nya.
Ada satu titik di pinggang—tempat di mana kulit manusia bertemu sisik ular—di mana suaranya paling kacau. Tulang belakang di sana retak karena tekanan transformasi.
Itu adalah titik terlemahnya. Simpul yang menahan wujud monster ini.
"Satu serangan," batin Zhaofeng. "Aku hanya punya kesempatan untuk satu serangan."
BOOM!
Hei She menembakkan Meriam Racun itu. Bola energi hitam meluncur membakar udara.
Zhaofeng tidak menghindar ke samping.
Dia menerjang maju, langsung menuju bola racun itu.
"Dia gila?!" Ye Qingyu membelalak.
Zhaofeng mengangkat Pedang Hitam-nya. Dia mengalirkan seluruh sisa tenaga fisiknya, seluruh pemahamannya tentang getaran, ke dalam bilah pedang itu.
"Seni Pedang Tanpa Wujud: Gema Pembelah Ombak!"
Zhaofeng menebas bola racun itu tepat di tengah.
Pedang Hitam meraung. Sifat Melahap-nya aktif maksimal. Pedang itu memakan sebagian energi racun, sementara getaran Zhaofeng memecah struktur kestabilan bola energi itu.
BLARR!
Bola racun itu terbelah dua, meledak di kiri dan kanan Zhaofeng, menciptakan lautan api hitam.
Zhaofeng meluncur keluar dari balik asap ledakan, tubuhnya hangus di beberapa bagian, tapi telinganya terkunci pada satu titik.
Pinggang Hei She.
Hei She terkejut melihat Zhaofeng masih hidup dan menerobos serangannya. Dia mencoba mencakar Zhaofeng.
Tapi Zhaofeng menggunakan Langkah Pedang Hantu terakhirnya. Dia membuang tubuhnya ke tanah, meluncur di bawah ketiak Hei She.
"SEKARANG!"
Zhaofeng menusukkan Pedang Hitam-nya ke atas, tepat ke celah antara sisik ular dan kulit manusia.
JLEB!
Pedang itu masuk sampai ke gagang.
Zhaofeng tidak berhenti di sana. Dia memutar gagang pedangnya dan mengirimkan gelombang Qi getaran ke dalam tulang belakang Hei She.
"HANCUR!"
KRAAAK!
Suara tulang patah yang mengerikan bergema di seluruh lembah.
Simpul penghubung tubuh Hei She hancur. Transformasinya gagal total.
"AAAAAARRRGHHHH!"
Hei She menjerit kesakitan. Tubuh bagian atas manusianya mulai terlepas dari tubuh ular, menyemburkan darah hitam yang membanjir.
Qi-nya menjadi liar dan meledak dari dalam.
BOOM!
Zhaofeng terlempar mundur oleh ledakan Qi itu, jatuh berguling-guling di lumpur.
Asap hitam mengepul.
Ketika asap menipis, Hei She tergeletak di tanah. Dia kembali ke wujud manusia, tapi kondisinya mengenaskan. Bagian pinggang ke bawahnya hancur. Dia masih bernapas, tapi hanya sisa-sisa.
Di sisi lain, Ular Piton Besi yang kehilangan tuannya menjadi bingung. Ye Qingyu memanfaatkan momen itu untuk menusukkan Pedang Beku-nya ke mata ular tersebut, menembus otak, dan membunuhnya seketika.
Hening.
Pertarungan berakhir.
Zhaofeng terbaring telentang menatap langit lembah yang berkabut. Seluruh tubuhnya sakit. Dia tidak bisa menggerakkan jari.
"Hei..." suara serak Hei She terdengar dari kejauhan. "Kau... siapa kau sebenarnya?"
Zhaofeng tidak menjawab. Dia terlalu lelah.
Hei She tertawa lemah, lalu terbatuk darah. "Aliansi... tidak akan melepaskanmu. Tuan Besar... akan datang..."
Napas Hei She berhenti. Dia mati dengan mata melotot penuh dendam.
Ye Qingyu berlari tertatih-tatih menghampiri Zhaofeng. Dia berlutut, memeriksa nadi pemuda itu.
"Zhaofeng! Kau masih hidup?"
"Sayangnya... masih," bisik Zhaofeng, tersenyum lemah. "Kakak Senior... kau berhutang nyawa padaku. Lagi."
Ye Qingyu menghela napas lega, air mata menggenang di pelupuk matanya yang dingin. Dia mengeluarkan pil penyembuh terbaik yang dia miliki dan memasukkannya ke mulut Zhaofeng.
"Diamlah. Makan ini."
Ye Qingyu kemudian berjalan ke mayat Hei She. Dia mengambil cincin penyimpanan di jari mayat itu, lalu kembali ke Zhaofeng.
"Ini milikmu," kata Ye Qingyu, menyerahkan cincin itu. "Kau yang membunuhnya. Ini jarahanmu."
Zhaofeng menerima cincin itu dengan tangan gemetar. Cincin milik Tuan Muda organisasi rahasia? Isinya pasti luar biasa.
"Dan..." Ye Qingyu mengambil Pedang Hitam Zhaofeng yang tergeletak di tanah, membersihkannya, lalu menyarungkannya kembali ke pinggang Zhaofeng. "Pedangmu ini... dia haus darah. Hati-hati."
"Aku tahu."
Zhaofeng mencoba duduk. Luka-lukanya mulai menutup berkat pil Ye Qingyu dan regenerasi tubuh Tahap 5-nya.
"Ujian selesai," kata Zhaofeng. "Kita punya cukup token dari mayat-mayat ini. Ayo pulang."
Mereka berdua berjalan keluar dari pusat lembah, meninggalkan bangkai iblis ular dan konspirasi yang gagal.
Namun Zhaofeng tahu, kematian Hei She hanyalah awal. Dia telah membunuh seorang "Pangeran" dari dunia bawah tanah. Badai yang lebih besar akan datang.
Tapi setidaknya untuk sekarang... dia menang. Dan namanya akan terukir sebagai legenda baru di Sekte Awan Hijau.
💪