NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-tujuh belas.

Melihat rencana pertama gagal, Monica memberikan kode mata kepada Jarot yang menyamar sebagai pramusaji untuk menjalankan rencana kedua, mencampurkan obat perangsang untuk mempermalukan Najwa, Namun, sebelum Jarot sempat mendekat, suami Rukayyah, sang pengusaha datang dengan beberapa pengawal pribadinya. Mereka berdiri melingkari Najwa dan para sepupunya seperti benteng yang tak tertembus.

"Malam ini penjagaannya sangat ketat, Nyonya," bisik Jarot yang tiba-tiba muncul di belakang Monica. "Saya tidak bisa mendekat. Sepupu-sepupunya itu bukan orang sembarangan. Jika saya tertangkap, mereka bisa menghancurkan saya dalam semalam, bukan Hanya saya nyonya, andapun akan hancur."

Monica menggeram pelan, giginya bergeletuk. "Mundur, Jarot. Jangan lakukan apa pun di sini. Kita tidak bisa menyentuh dia selagi dua wanita itu ada di sampingnya."

Monica menatap Najwa yang kini sedang dikelilingi oleh tamu-tamu penting yang berebut ingin berkenalan. Najwa yang cerdas, kini didukung oleh keluarga yang berpengaruh secara medis dan ekonomi. Posisi Najwa di keluarga Suhadi baru saja naik berkali-kali lipat.

"Sial!" desis Monica dalam hati. "Aku meremehkannya. Aku pikir dia hanya gadis desa miskin, ternyata dia punya pelindung yang lebih kuat dari suamiku sendiri."

Monica berpaling, menarik Raisa menjauh dari kerumunan. "Ayo pergi. Jangan tunjukkan wajah kalahmu di sini. Kita akan tunggu sampai sepupunya pulang. Di rumah , dia tetaplah tamu, dan aku tetap ratunya. Kita cari cara lain yang lebih rapi, tanpa melibatkan orang-orang hebat itu."

Raisa mengangguk ketakutan, namun matanya tetap menatap iri ke arah Najwa yang kini sedang tertawa bersama anak kecil ,putri dari dokter Anwar.Pesta yang seharusnya menjadi kehancuran Najwa, justru menjadi malam penobatan Sang Permata dari Pesantren. Namun sebelum kedua perempuan beda usia itu pergi, tiba-tiba Suasana ballroom mendadak hening saat lampu utama meredup dan hanya menyisakan satu sorot lampu putih ke tengah podium. Kakek Suhadi berdiri di sana dengan punggung tegak, memancarkan wibawa yang membuat para menteri dan pengusaha di ruangan itu menaruh hormat.

" ada apalagi itu mah?" tanya Raisa yang mulai berkeringat dingin, apalagi teman-temannya daritadi menunggu, pertunjukan yang di janjikan Raisa mengenai Najwa namun tak kunjung ada.

" diamlah, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kakek tua itu pasti akan pamer" jawab Monica dengan ketus.menatap benci pada Najwa yang terlihat sangat bersinar juga sangat cantik, tidak beda jauh dengan istri dokter Anwar yang cantik juga modis dengan gaun tertutup nya.

"Rekan-rekan dan sahabat sekalian," suara Kakek Suhadi menggelegar melalui pengeras suara. "Malam ini bukan hanya perayaan angka. Malam ini adalah pemenuhan janji saya kepada masa lalu. Selama 18 tahun, ada satu permata keluarga Suhadi yang hilang dari pandangan dunia. Namun, darah tidak pernah berbohong. Ia selalu menemukan jalan pulang."

Kakek Suhadi mengulurkan tangannya ke arah samping. "Malam ini, dengan bangga dan penuh rasa syukur, saya perkenalkan cucu perempuan saya, pewaris sah garis keturunan saya... Najwa Suhadi."

Gemuruh tepuk tangan pecah. Najwa melangkah maju dengan jubah perak yang berkilau lembut. Di bawah tatapan penuh dendam Monica dan Raisa, Najwa menaiki anak tangga podium dengan langkah yang pasti, tidak ada sedikit pun keraguan dalam geraknya.

Najwa mengatur mikrofon sejenak, memberikan senyum tenang yang memancarkan kecerdasan. Ia tidak membaca teks. Ia bicara dari hati dan pikirannya yang tajam.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam, para tamu yang terhormat."

Suara Najwa jernih, articulasi bahasanya sempurna. "Berdiri di sini, di hadapan orang-orang hebat yang membangun bangsa ini, membuat saya menyadari satu hal. Identitas seseorang bukanlah ditentukan dari seberapa megah panggung tempat ia berdiri, melainkan dari seberapa besar manfaat yang ia berikan saat ia turun dari panggung tersebut."

Beberapa tokoh penting di barisan depan mulai saling berbisik, terkesan dengan kalimat pembukanya.

"Saya besar di sebuah pesantren kecil, jauh dari hiruk-pikuk kemewahan kota. Di sana saya belajar bahwa diplomasi terbaik tidak lahir dari meja perundingan yang dingin, tapi dari hati yang bersih. Kakek saya sering berkata bahwa bisnis adalah soal angka, tapi bagi saya, bisnis adalah soal manusia. Jika kita kehilangan uang, kita tidak kehilangan apa-apa. Jika kita kehilangan kesehatan, kita kehilangan sesuatu. Tapi jika kita kehilangan karakter dan integritas, maka kita kehilangan segalanya."

Najwa menjeda kalimatnya, matanya menatap audiens dengan penuh keyakinan.

"Sebagai generasi muda keluarga Suhadi, saya tidak ingin dikenal hanya karena nama belakang saya. Saya ingin dikenal karena kontribusi saya. Saya percaya, kekuatan sebuah bangsa atau sebuah perusahaan besar bukan terletak pada akumulasi modalnya, tapi pada kejujuran visinya. Terima kasih atas sambutan hangat malam ini. Semoga kehadiran saya bisa menjadi warna baru yang membawa kebaikan bagi keluarga dan kita semua."

Najwa menutup pidatonya dengan menundukkan kepala sedikit sebagai tanda hormat.

Keheningan sesaat melanda sebelum akhirnya tepuk tangan berbunyi memenuhi ruangan. Seorang menteri senior menoleh ke arah rekan di sebelahnya. "Luar biasa. Pola pikirnya tidak seperti remaja 18 tahun. Dia bicara tentang visi dan integritas, bukan tentang gaya hidup. Suhadi benar-benar menyimpan 'senjata rahasia' yang mematikan."

Seorang pengusaha perbankan terkenal menghampiri Kakek Suhadi. "Suhadi, cucumu ini... dia punya karisma diplomat ulung. Cara bicaranya sangat tertata, tapi menusuk tepat ke inti masalah. Kamu harus menjaganya baik-baik."

Sementara itu, di pojok ruangan, wajah Monica tampak kuyu. Ia melihat Najwa yang kini sedang dikerumuni orang-orang penting yang ingin bersalaman.

"Ma, mereka semua menyukainya," bisik Raisa dengan suara bergetar. "Bahkan Pak Menteri memuji pidatonya."

Monica mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. "Ini baru awal, Raisa. Dia memang pintar bicara, tapi kita akan lihat seberapa pintar dia saat masalah yang sesungguhnya datang menghampiri. Kita akan hancurkan dia perlahan, saat para sepupu hebatnya itu tidak lagi menjaganya.

Adriansyah dan Alendra saling tatap, mereka tidak menyangka Kalau adiknya bisa seberani itu berbicara di hadapan para tamu penting, mereka saja belum pernah sekalipun berbicara di atas podium saat ada acara-acara penting, mereka sadar,kalau adiknya itu memang pantas menjadi pewaris dari pada mereka berdua yang sibuk dengan kuliah dan hanya bermain-main saja.

" kau lihat kak, umurmu yang lebih tua bisa kalah dengan dia yang baru lulus SMA?" ejek Adriansyah terkekeh.

" kau tidak mengaca, kau pun sama saja dengan ku, yang selalu bersembunyi di ketiak mama" sungut Alendra tidak suka.

" berati kita sama-sama tidak berguna" balas Adriansyah terkekeh, wajah dingin dan datarnya kalah dengan adiknya yang berwajah ramah.

" hemmm, sepertinya mulai sekarang kita harus belajar,agar tidak seperti papa, sudah tua tapi masih di bantu kakek mengelola perusahaan" kata Alendra.

" dan sepertinya,otak jenius kakek menurun pada Najwa" sahut Adriansyah yang di angguki oleh Alendra.

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!