Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.
Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.
Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Rachel masih duduk di tempatnya. ia melihat teh di tangannya, lalu ia mencoba mendeteksi kandungan teh itu.
Tit.
Ia melihat layar hologram terdapat tulisan nilai gizi kandungan teh, bahkan jenis air yang di gunakan.
"Sudah 5 kali aku lihat informasi ini, hasilnya tetap sama. Benar-benar sebuah berkah bisa mendapatkan kekuatan seperti ini. Aku merasa tidak takut lagi dengan apapun."
Tak, ia menaruh gelas di atas meja.
"Hm, saatnya bergerak." katanya dengan raut wajah yang sangat serius.
.....
Pertemuan dengan para pejabat pun di adakan. Kali ini, rapat di lakukan di ruang persidangan langit.
Para pejabat negara pun sudah berkumpul disana menunggu Rachel. mereka saling berbisik dan menyebarkan rumor.
"Aku mendengar, Yang Mulia menghilang tadi malam. kenapa tiba-tiba kita di undang untuk menghadiri persidangan ini."
"Aku sendiri tidak tau, semoga tidak terjadi sesuatu pada kita semua."
Jhon yang mendengar nya hanya menghela nafas dengan raut wajah gelisah.
Tiba-tiba "Yang Mulia hadir"
Semua orang langsung berdiri di sana dan memberikan hormat.
"Selamat datang Yang Mulia."
"Duduk"
"Terimakasih Yang Mulia"
Rachel pun melihat mereka semua dengan serius, dari ujung ke ujung tidak ada satu orang pun yang tidak hadir. Semuanya lengkap berjumlah 20 orang.
"Lock." Rachel pun menargetkan mereka semua.
"Mungkin kalian sudah dengar tentang berita semalam. Apa ada yang tau tentang kejadian semalam.?"
Semua orang-orang mulai melirik satu sama lain, dan tidak ada satu pun orang yang berbicara. Bahkan Brian hanya terdiam sambil mengepalkan tangannya.
"Hmm." Rachel menghembuskan nafas
"Ada 5 penyusup yang ingin menculik ku. Lalu seorang dokter dan pelayan yang mencoba untuk membunuhku dengan Racun."
"Ha.?" semua orang langsung terkejut, bahkan Brian pun sangat terkejut, ia menoleh ke arah Jhon.
"Racun.? sudah aku pastikan, aku hanya menyuruh untuk menculik Yang Mulia Ratu, aku tidak meracuninya. Apa artinya ada menteri lain yang bergerak. Terlalu gegabah."
"Aku tidak menuduh siapapun, aku hanya ingin bertanya pada kalian. Mungkin sedikit ucapan kalian bisa memberikan petunjuk untuk menangkap dalangnya, tapi aku lihat, kalian tidak tau dengan masalah ini."
Salah satu menteri berdiri disana.
"Yang Mulia, tindakan ini sudah termasuk rencana pembunuhan kaisar, hukumannya sangat berat, bahkan dalangnya bisa di hukum sampai 3 keturunan."
"Menghukumnya pun, yang lain akan bertindak juga. Tinggalkan masalah ini, kita langsung membahas masalah intinya."
"Yang Mulia, kasus ini harus benar-benar tuntas, saya sarankan untuk mengambil tindakan untuk menyelidiki kasus penculikan dan percobaan pembunuhan pada kaisar. Karena ini termasuk kasus paling berat yang harus di selesaikan dulu." kata Brian dengan lantang, ia mencoba untuk menghindari pembahasan hutang.
"Aku tidak peduli, seberapa banyak orang yang ingin membunuhku, biarkan saja. Mereka pun tidak akan bisa membunuhku dengan cara licik. Jadi, abaikan kasus ini, dan lebih baik membahas negara."
"Yang Mulia, tuan Brian benar, jika peristiwa semalam terjadi lagi, Kekaisaran akan mengalami keruntuhan perlahan, mengingat sebelumnya tahta sempat berhenti selama 1 tahun, jadi kejadian ini tidak boleh terulang lagi." kata Jhon.
Rachel pun melihat mereka berdua, karena hanya merekalah yang menjadi tangan kanan dan kirinya.
"Saya setuju.", " Saya juga setuju", "saya setuju"
Dengan lantang, semua menteri menyetujui saran Brian dan Jhon. Tentu mereka semua juga ingin menghindar dari kasus korupsi.
"Aku sudah menyelidiki nya sendiri, jadi dalam persidangan ini, jangan ada yang membahas masalah ini lagi."
"Yang Mulia, anda tidak boleh menyelidiki kasus sendiri, masih banyak menteri yang bisa membantu kasus Anda. Berikan perintah pada kami, dan kami akan menyelidiki nya dengan benar." kata Brian.
"Hmm. bagaimana kalau pelakunya ada di antara kalian.? aku bisa percaya.?"
"Ha.?" semua orang langsung terkejut.
"Yang Mulia, Anda sebaiknya tidak menuduh kami tanpa bukti apapun. Kami disini bekerja sebagai pelayan kaisar untuk kepentingan Kekaisaran. Jika kami di tuduh tanpa bukti, harga diri kami seperti di injak-injak selama ini." kata Brian
"Yang Mulia, tuan Brian benar, kami sudah melayani kaisar sebelumnya selama puluhan tahun. Kami juga memiliki kontribusi besar untuk Kekaisaran, jadi saya harap Yang Mulia tidak mencurigai kami." kata Jhon.
"Siapa yang aku mencurigai kalian, ucapanku tadi hanya sebagai perumpamaan. Intinya, kasus penculikan dan percobaan pembunuhan tidak akan aku bahas dalam sidang kali ini."
Semua orang hanya terdiam tak bisa berkata-kata.
"Ini titah ku saat ini. Dilarang membahas peristiwa semalam."
Semua orang pun langsung memberikan hormat.
"Atas kehendak kaisar, titah kami terima dengan hormat." kata mereka semua dengan terpaksa.
"Baik, hari ini aku mengundang kalian semua untuk membahas masalah sebelumnya. Laporan hutang di setiap menteri, aku sudah menunggu sampai saat ini, tidak ada satu dokumen pun yang di kirimkan ke meja kerjaku. Jadi, aku butuh penjelasan kalian sekarang."
Semua orang terlihat ketakutan dan bingung. bahkan mulai melirik satu sama lain. Rachel pun memperhatikan mereka semua dan bergumam dalam hati.
"Sepertinya benar, ada sesuatu yang di sembunyikan dariku."
"Kenapa kalian diam saja."
Brian pun angkat bicara
"Yang Mulia, kami sebenarnya tidak paham dengan maksud Anda soal laporan hutang kementerian. Pada dasarnya, hutang di lakukan oleh negara, dan yang menerimanya adalah Kaisar sendiri. Kami tidak mengerti maksud Anda memberikan surat hutang kementerian."
Brak. Rachel memukul mejanya. Semua orang pun ketakutan.
"Aku memang baru menjadi kaisar, tapi bagaimana caranya aku memimpin negara jika aku sendiri tidak tau masalah negara. Aku tau kalau kaisar James memiliki hutang kepada Kekaisaran Romana, dan hutang itu belum terselesaikan sampai sekarang. Ayahku mewariskan tahta untuk menyelesaikan masalah ini juga, dan aku perlu tau berapa jumlah hutang yang di pinjam oleh Kaisar James, dan dimana uang itu."
Semua orang benar-benar sangat terkejut. mereka tidak menyangka kalau Rachel bisa berbicara seperti itu.
Sampai beberapa saat, ruangan menjadi senyap, tidak ada yang berani berbicara.
"Hmm, baiklah jika kalian tetap menyembunyikan nya, kita tinggal menunggu Romana datang ke Andorra dan memberitahuku sendiri. Sidang di tutup." kata Rachel dan langsung pergi dari sana.
"Atas kehendak Yang Mulia, sidang ditutup."
....
Rachel pun berjalan dengan cepat ke kamarnya, suasana hatinya benar-benar marah.
"Yang Mulia." sahut Mona khawatir.
"Tinggalkan aku sendiri." sahut Rachel dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Mona hanya melihat dengan cemas.
....
Didalam kamar, Rachel langsung duduk di meja dan meminum tehnya. lalu ia menarik nafas dalam-dalam. "Huh"
"Banyak sekali yang di sembunyikan dariku. Kenapa juga mereka tidak berani menyebutkan angka hutang, apa salahnya aku mengetahui ini semua. Toh mereka juga tidak akan di kenalan sepersen pun untuk membayar hutang. Kecuali uang hutang sudah berada di tangan mereka."
Dalam sekejap Rachel menyadari sesuatu.
"Ah, benar juga. Jangan-jangan mereka sudah menerima uang itu. Sialan kenapa aku tidak menyadarinya dari awal."
....