NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25.

Kapal induk.

Di ruang komando, Rudy melihat area istana dari satelit. Banyak orang-orang keluar masuk istana, termasuk dokter istana dan beberapa prajurit keamanan.

"Beraninya mereka menculik Rachel." kata Rudy sambil memukul meja. Lalu ia melihat data sensor yang menghubungkan Axiom ke tubuh Rachel.

Wing.

"Anestesi.?" sahut Rudy sambil melihat data.

"Ternyata dia di bius. Aku harus meningkatkan keamanan Axiom. Sensornya sekarang hanya mendeteksi benturan. Apa aku perlu mengaktifkan perisai plasma saat Rachel tidur."

Rudy berfikir keras.

"Hm, Melihat pengawalan istana semakin ketat, mungkin saat ini dia sudah aman. Aku harus memperbarui cincinnya besok."

....

Istana Kekaisaran Andorra

Mona sedang melihat dokter memeriksa denyut nasi Rachel, Lalu,

"Ehm, Yang Mulia terkena racun bius. Kondisi ini harus segera di obati."

"Cepat berikan obatnya."

"Baik Nona, bisa bantu untuk melarutkan resep obat ini.? Setelah larut, minumkan air kedalam mulut Yang Mulia. Ini untuk obat sementara, kami akan mencari penawar racunnya." kata dokter sambil memberikan resep obat.

"Ah terimakasih dokter."

"Saya akan kembali besok, jadi Nona segera minumkan obatnya kepada Yang Mulia. Setelah itu biarkan Yang Mulia istirahat."

"Baik."

"Kalau begitu saya pamit undur diri." kata Dokter itu dan langsung pergi dari sana.

Mona pun memberikan resep obat kepada pelayan istana. "Buatkan obat sesuai resep ini."

"Baik Nona." kata pelayan itu dan langsung pergi dari sana.

Davis pun menghampiri Mona. "Bagaimana keadaan Yang Mulia.?"

"Kenapa kau masuk kesini. Ini kamar Yang Mulia Ratu." kata Mona sambil menutup tirai kasur.

"Ah, aku hanya khawatir."

"Tugasmu di luar, apa kau sudah memeriksa semua tempat.? Pastikan untuk menangkap sisa-sisa penyusup di istana."

"Kondisi di luar sudah aman. Dan aku pastikan, hanya 5 orang saja yang menyusup kedalam istana."

"Apa kau yakin.?"

"Ehm" sahut Davis menganggukkan kepala.

"Lalu, apa yang terjadi dengan penyusul itu, aku lihat mereka tidak bisa berdiri lagi, dan satu orang meninggal di tempat. Apa para pengawal yang melumpuhkan mereka."

Davis pun menarik Mona menjauh dari kasur Rachel.

"Ini yang membuat ku sedikit terasa aneh. Dari semua prajurit keamanan, tidak ada yang mengaku sudah melumpuhkan para penyusup. Justru para pegawal baru sadar ketika para penyusup itu berteriak kesakitan."

"Lalu siapa yang menyerang mereka.? Apa Yang Mulia mencoba menyelamatkan diri sebelum pingsan.?" tanya Mona penasaran

"Entahlah, para penyusup juga tidak mengaku siapa yang sudah menyerang mereka."

"Mereka tidak mau mengaku.?"

"Ehm, tapi salah satu dari mereka berkata, roh pelindung Yang Mulia Ratu."

"Apa maksud nya.?"

"Aku gak tau, waktu aku tanya siapa yang menyerangmu, dia hanya menjawab pelan, Roh pelindung Yang Mulia Ratu, lalu ia berteriak kesakitan lagi."

"Roh pelindung.?

"Ya, itu yang dikatakan penyusup itu."

Mona berfikir keras disana sambil melihat ranjang Rachel.

"Tunggu, apa kau percaya ada roh bisa melukai orang.?"

"Hm, aku dengar sebuah roh hanya bisa merasuki tubuh, lalu mengontrol tubuh itu dengan leluasa. Mungkin Yang Mulia Ratu yang melukai mereka sebelum pingsan."

"Lalu, bagaimana caranya Yang Mulia melukai mereka.?" sahut Mona kebingungan

"Apa kau sudah memeriksa tangan dan kaki Yang Mulia Ratu.?" tanya Davis

"Yaa sudah, tidak ada tanda-tanda penyerangan dari Yang Mulia Ratu, dan tidak ada senjata ataupun benda di sekelilingnya tadi."

"Ini aneh banget, tidak mungkin Roh bisa melukai orang, dan tidak mungkin juga Yang Mulia Ratu melukai mereka tanpa senjata." sahut Davis berfikir

"Apa kau sudah tau siapa dalang dibalik penculikan ini.?"

"Tentu saja mereka gak ngaku. Tapi tenang aja, aku sedang menggali informasi dari mereka."

Mona hanya menganggukkan kepala.

.....

Kediaman Keluarga Harrington

Pyarr sebuah gelas di lempar ke lantai.

"Apa yang kau bilang.?"

"Maaf Tuan, kami sedang menyelidikinya lebih dalam lagi, tidak mungkin prajurit Elite Harrington bisa di kalahkan oleh prajurit keamanan Andorra. Meskipun sempat ada pertarungan didalam sana, prajurit kita seharusnya bisa melarikan diri, meskipun hanya 1 orang yang kembali. Tapi kali ini mereka tertangkap semua."

"Gagal tetap gagal, sekarang harus bagaimana? keamanan istana pasti sudah di perketat, dan kalian sudah merusak rencana ku."

"Maaf Tuan, aku pastikan misi selanjutnya tidak akan gagal lagi."

"Sudahlah, tidak ada kesempatan lagi. Aku harus membaca situasi istana dulu. Kembalilah."

"Baik Tuan."

.....

Istana Kekaisaran Andorra

Obat yang di larutkan pelayan sudah siap, ia pun memberikannya kepada Mona.

"Nona, obatnya sudah siap."

"Ah berikan padaku." sahut Mona sambil mengambil obat itu.

Ia langsung membuka tirai ranjang dan menyuapkan obatnya pada Rachel. Lalu, terlihat pelayan disana tersenyum saat melihat obat itu masuk kedalam mulut Rachel.

"Minumlah obatnya Yang Mulia." kata Mona sambil menyuapkan secara perlahan

Obat pun masuk kedalam tubuh Rachel, dalam sekejap saja, Rachel langsung terbatuk-batuk.

"Uhuk, uhuk"

"Yang Mulia, apa anda baik-baik saja.?"

Sebuah darah keluar dari mulut Rachel. "Huh, uhuk uhuk."

Davis yang melihat itu pun sangat terkejut, dan pelayan disana langsung pergi begitu saja.

"Dokter, Dokter." teriak Mona.

Davis pun langsung keluar kamar dan berteriak, "Kamu, cepat panggilkan dokter."

"Maaf komandan, semua dokter di istana akan kembali besok."

Davis pun langsung menarik kerahnya.

"Apa kau bilang.?"

"Sudah tidak ada lagi dokter di istana komandan. Mereka semua sudah keluar dari tadi."

"Aku tidak mau tau, sekarang juga carikan dokter untuk Yang Mulia Ratu."

"Baik komandan." sahutnya dan langsung pergi dari sana.

....

Didalam kamar, Mata Rachel mulai memburam, kepalanya seakan berputar-putar, dan telinganya mendenging cukup kencang.

Dadanya mulai sesak, bahkan ia merasakan sakit yang luar biasa disana. Tubuhnya mengeliat kesakitan. "Uuukkh, Aaargh"

"Yang Mulia." teriak Mona menangis.

"Aarrrgh" Rachel mengerang kesakitan, bahkan mulutnya terus mengeluarkan darah. Tangannya menggenggam kasur dengan keras, dan keringat nya keluar sangat banyak.

Davis masuk dan melihat kondisi Rachel disana benar-benar sangat mengerikan.

Mona masih berteriak. "Dokter, dokter."

Tiba-tiba, SUT SUT. dua suntikan di arahkan ke Mona dan Davis. Bruk, tubuh mereka pun langsung pingsan begitu saja.

Lalu, SUT. suntikan di berikan pada tubuh Rachel. Ia pun mulai tenang, rasa sakit yang di rasakan tiba-tiba hilang.

(Axiom, Bawa Rachel Lawrence ke rumah, masukkan kedalam Kapsul Penyelamat)

[Confirm]

WUNG. Axiom menaruh Kapsul penyelamat di sambil ranjang Rachel. Lalu tubuhnya di masukkan kedalam sana.

Dan Axiom pun membawanya keluar melalui balkon kamar. WOSHH.

....

Kapal Induk Orion.

Rudy duduk di kursi komando sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

"Sial, sialan. Untung saja aku sempat tepat waktu. Kalau tidak, dia benar-benar akan mati malam ini."

"Bajingan, setelah penculikan, mereka bahkan memberikan obat beracun mematikan. Aku tidak punya pilihan lain. Orion, komando pusat memberikan perintah kepada Axiom 01. Perintah penuh di buka, komando di berikan kepada Rachel Lawrence, pusat komando Jenderal Rudy Hosten. Kode perintah Axiom 01."

[Confirm, pemeriksaan suara di Terima. Komando kode perintah Axiom 01 di Terima, Pemeriksaan komando di temukan, Rachel Lawrence, mengidentifikasi wajah, Confirm, indentitas sidik jari, Confirm. identifikasi bentuk tubuh Confirm, identitas suara, Confirm. Semua perintah komando berhasil di perbarui, pusat komando utama Jenderal Rudy Hosten]

"Semoga kau tidak menjadikan Axiom sebagai bencana umat manusia"

....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!