NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 3 ] » Kakak Tanpa Nama

Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala Desa Holy Spirit, menyebarkan semburat jingga di atas ladang-ladang gandum yang masih basah oleh embun. Di puncak sebuah bukit kecil di pinggiran desa, seorang bocah berusia lima tahun duduk bersila dengan punggung tegak, matanya menatap tajam ke arah matahari yang terbit. Bocah itu adalah Tang San, yang dengan tekun melatih Purple Demon Eyes, sebuah teknik rahasia dari sekte lamanya.

Namun, sekitar sepuluh meter di belakangnya, di bawah bayang-bayang pohon besar yang rimbun, sesosok tubuh kecil lainnya tampak tergeletak tidak beraturan di atas rumput. Itu adalah Tang Siyun, kakak angkat Tang San. Siyun tampak tertidur lelap dengan topi jerami menutupi wajahnya, dengkuran halusnya sesekali terdengar bersahut-sahutan dengan kicauan burung pagi.

Bagi penduduk desa, pemandangan ini adalah rutinitas harian. Mereka mengenal Tang San sebagai anak yang luar biasa rajin, membantu ayahnya yang pemabuk di bengkel pandai besi sejak usia dini. Sebaliknya, Siyun dikenal sebagai "Si Pemalas dari Keluarga Tang." Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menatap awan atau tidur di tempat-tempat yang tidak terduga.

"Ge, bangunlah. Matahari sudah tinggi," suara Tang San terdengar lembut namun penuh kedisiplinan saat ia menyelesaikan meditasinya. Ia menghampiri Siyun dan mengguncang bahunya pelan.

Siyun hanya menggeliat, menggeser sedikit topi jeraminya untuk mengintip dengan satu mata. "San kecil... bukankah dunia ini lebih indah jika dilihat sambil berbaring? Lagipula, kau sudah berlatih untuk kita berdua. Aku harus memastikan ada keseimbangan di dunia ini dengan tetap beristirahat".

Tang San hanya bisa menggelengkan kepala. Meski Siyun terlihat sangat malas, Tang San tidak pernah bisa benar-benar marah padanya. Ada sesuatu dalam tatapan kakaknya pada saat-saat langka ketika Siyun serius yang membuat Tang San merasa bahwa kakaknya melihat dunia dengan cara yang jauh lebih dewasa dan kompleks daripada anak seusia mereka.

Siyun sebenarnya tidak benar-benar tidur. Di balik kelopak matanya yang terpejam, ia sedang mengamati setiap gerakan Tang San dengan saksama. Sebagai mantan pengembang game di kehidupan sebelumnya, Siyun memiliki insting analitis yang tajam. Ia memperhatikan bagaimana energi di sekitar Tang San berfluktuasi saat bocah itu berlatih. Ia mengenali pola-pola itu bukan sebagai sihir mistis, melainkan sebagai "mekanisme sistem" yang sangat teratur.

Bagi Siyun, berpura-pura malas adalah strategi pertahanan. Luka pengkhianatan dari masa lalunya masih membekas; ia ingat bagaimana kerja kerasnya dicuri oleh orang-orang yang ia percayai. Di kehidupan ini, ia bersumpah untuk tidak menonjolkan diri jika tidak diperlukan. Menjadi si pemalas memberinya kebebasan untuk mengamati tanpa diamati, untuk belajar tanpa memikul beban ekspektasi orang lain.

Sambil berbaring, Siyun sering memainkan objek yang tidak terlihat oleh orang lain: Spirit-nya yang telah terbangun secara prematur di dalam jiwanya sebuah Pocket Watch perak yang elegan. Ia bisa merasakan detak jarum jam itu di dalam nadinya. Secara bertahap, ia mulai memahami bahwa kemampuannya berkaitan erat dengan manipulasi persepsi waktu.

Pernah suatu kali, saat Tang Hao sedang mabuk berat dan sebuah botol besi hampir jatuh menimpa kaki Tang San yang masih kecil, Siyun merasakan dunia di sekitarnya melambat secara drastis. Dalam detik yang berhenti itu, ia dengan tenang menggeser posisi Tang San. Ketika waktu kembali normal, botol itu menghantam lantai dengan keras, meleset hanya beberapa milimeter dari kaki adiknya. Tang Hao hanya menggerutu dalam mabuknya, sementara Tang San bingung bagaimana ia bisa berpindah tempat begitu cepat. Siyun? Ia sudah kembali mendengkur di pojok ruangan.

Kehidupan mereka di Desa Holy Spirit sangatlah sederhana, cenderung miskin. Tang Hao menghabiskan sebagian besar waktunya dengan minum arak murah dan tidur, jarang sekali menyentuh palu pandai besinya kecuali jika ada pesanan mendesak dari penduduk desa.

Meskipun Tang Hao bersikap dingin dan kasar pada dunia, Siyun menyadari bahwa pria itu memberikan perlindungan yang tulus bagi mereka. Siyun sering kali menjadi sosok yang bisa diandalkan di balik layar. Saat persediaan makanan menipis karena Tang Hao menghabiskan uang untuk arak, Siyun akan menemukan buah-buahan hutan yang matang atau entah bagaimana berhasil menukar barang-barang rongsokan dengan beras di pasar desa menggunakan lidahnya yang licin dan pesona kedewasaannya yang tersembunyi.

"Ayah, aku akan memasak bubur hari ini," ujar Tang San saat mereka kembali ke rumah kayu mereka yang reot.

"Hm," jawab Tang Hao singkat dari balik selimutnya.

Siyun melemparkan dirinya ke kursi kayu tua yang berderit. "Aku akan menjaga kursinya agar tidak lari, San. Itu pekerjaan yang sangat melelahkan."

Tang San tersenyum kecil. Ia tahu kakaknya hanya bercanda, karena semalam ia melihat Siyun diam-diam memperbaiki atap rumah yang bocor saat ia mengira semua orang sudah tidur. Siyun adalah paradoks; seorang pemalas yang sangat memperhatikan detail, seorang kakak yang tidak punya nama hebat namun selalu ada di saat-saat kritis.

Sepanjang masa kecil mereka, Siyun terus mengamati perkembangan Tang San. Ia tahu bahwa adiknya adalah tokoh utama di dunia ini. Ia melihat Tang San melatih teknik Mysterious Heavenly Skill dan Ghost Shadow Perplexing Step. Siyun tidak mencoba meniru teknik itu secara mentah-mentah. Alih-alih, ia menggunakan pengetahuan game-nya untuk membedah logika di balik teknik tersebut.

Jika Tang San menggunakan energi untuk mempercepat gerakannya, bisakah aku menggunakan Jam Saku-ku untuk memperlambat gerakan lawan? pikir Siyun sambil menatap langit langit-langit rumah. Memperlambat waktu satu detik saja dalam pertarungan hidup mati adalah perbedaan antara kemenangan dan kematian.

Rasa pahit dari masa lalu yang dikhianati perlahan memudar, digantikan oleh ambisi baru yang lebih santai namun pasti. Ia tidak ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia; ia ingin menjadi pria yang memiliki kendali penuh atas hidupnya sendiri, dikelilingi oleh kenyamanan, dan mungkin... para wanita cantik yang ia temui di masa depan.

"Siyun," suara berat Tang Hao tiba-tiba memecah lamunannya. Pria tua itu menatapnya dengan mata yang dalam dan penuh rahasia. "Besok adalah hari kebangkitan roh. Jangan terlambat bangun."

Siyun hanya menguap lebar. "Tentu, Ayah. Tapi jika Roh-ku adalah bantal, jangan salahkan aku jika aku langsung tertidur di depan Su Yun Tao".

Tang Hao tidak menjawab, tapi ada kilatan tipis di matanya. Ia tahu bahwa di balik topeng kemalasan itu, anak angkatnya ini membawa sesuatu yang jauh lebih besar dari yang bisa dibayangkan oleh siapa pun di desa ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!