Sequel Langit Senja Galata
Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.
Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.
“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.
Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.
“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”
Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan kecil
Alvin masuk ke dalam mobil begitu saja setelah memperingati orang-orang suruhan sang kakek, bukan hanya dirinya tapi ke dua orang tuanya juga tidak menyangka kakek Zekai sampai sejauh itu.
Alvin melajukan mobilnya untuk pulang, sepertinya dia memang harus segera mengambil tindakan. Dia tidak akan pernah bisa mempercayai keluarga Zekai, Alvin memang menjauh dari keluarga itu. Luka batin yang dialami sang kakak lah penyebabnya, meskipun Ayzel saat ini sudah tidak memikirkan hal tersebut. Namun tidak bagi Alvin, semua terekam jelas di memorinya saat sang kakak tidak pernah dianggap ada oleh sang kakek hanya karena dia adalah keturunan Devran.
Pernikahan ayah dan bunda mereka memang tidak diinginkan oleh sang kakek, hingga akhirnya kakek Zekai bersedia menjadi wali dengan syarat putrinya di keluarkan dari kartu keluarga dan berimbas pada Ayzel putri sulung mereka.
Lima belas menit kemudian mobil Alvin masuk ke dalam area parkir rumah keluarga Devran, bunda Anara menghela napas lega. Dia turun dari mobil lebih dulu meninggalkan suami dan putranya yang masih di dalam mobil.
“Bunda marah?” tanya Alvin pada ayahnya.
“Bundamu tidak marah. Hanya mungkin saat ini dia merasa bersalah padamu dan Zeze,” ayah Devran melepaskan sabuk pengamannya, lalu turun dari mobil.
Alvin mengerutkan dahinya, dia pikir kenapa juga bundanya harus merasa bersalah. Bundanya juga tidak ada urusan lagi dengan kekek Zekai, Alvin bergegas turun. Dia menyamai langkah sang ayah. “Kenapa bunda harus merasa bersalah, yah? Jika tentang aku, bunda tidak perlu khawatir. Aku bisa menangani kakek,” ucap Alvin.
“Kalau tentang mbak Zeze, dia pasti tidak akan mempermasalahkannya. Untuk Nana, aku pastikan kakek tidak akan menyentuhnya. Ayah dan bunda tidak perlu khawatir,” imbuh Alvin.
Ayah Devran tersenyum lembut, dia menepuk pundak putra bungsunya. “Kita akan hadapi semuanya bersama, nak. Ada kami, ayah dan bundamu. Kali ini biarkan ayah dan bunda membantu kalian, bundamu sudah cukup merasa bersalah pada kakakmu. Dia merasa tidak bisa berbuat banyak untuk Zeze, untuk kali ini biarkan dia membantu. Setidaknya beban rasa bersalah bundamu berkurang dengan seperti itu,” ayah Devran lantas masuk ke dalam mencari istrinya.
Alvin tidak menjawab, namun dia mengepalkan ke dua tangannya. Hidupnya dan sang kakak sudah cukup damai tanpa embel-embel keluarga Zekai, sang kakak bahkan selalu berusaha untuk tidak bersinggungan dengan mereka kecuali dengan sepupu mereka yang bernama Humaira.
Alvin menyusul masuk ke dalam rumah, ruang keluarga nampak sepi. Dia memilih langsung naik ke lantai atas tempat kamarnya berada, dia sempat menoleh kearah kamar Nana. Pintu kamar gadis itu juga tertutup rapat, mungkin dia istirahat setelah drama para penguntit kakek Zekai tadi.
“Sorry. Aku melibatkanmu dalam situasi rumit ini,” monolog Alvin menatap pintu kamar Nana, lantas dia masuk ke kamarnya untuk istirahat.
***
Kakek Zekai menerima kabar dari Fred sang asisten, kalau orang-orang suruhannya ketahuan.
“Aku membayar kalian mahal, tapi tidak ada satupun yang becus kalian kerjakan. Bagaimana bisa kalian ketahuan, haah?” kakek Zekai meluapkan emosinya pada mereka.
“Maaf, tuan. Cucu anda yang ini berbeda, tuan muda Alvin sangat cerdas. Dia bahkan mengecoh dan menggertak kami,” jawab pemimpin pengawal Zekai.
“Dia hanya anak ingusan, apa yang bisa dia lakukan. Kalian yang banyak orang kalah dengan Alvin yang hanya satu orang?” kakek Zekai tersenyum sinis pada mereka. “Kali ini aku maafkan, tapi tidak dengan lain kali. Awasi terus mereka!”
“Baik tuan. Kami tidak akan mengecewakan tuan Zekai,” jawab Sambo pemimpin para pengawal tersebut.
Kakek Zekai memijat pelipisnya, sepertinya tidak akan mudah membuat Alvin menyetujui apa yang dia inginkan. Padahal sang kakek sudah menyiapkan posisi sebagai memimpin utama di perusahaan Zekai, asal Alvin mau menikah dengan Yerin. Putra ke dua Devran dan Anara tersebut sepertinya tidak tertarik dengan iming-iming kedudukan tinggi.
Dia menatap foto usang dirinya dengan mendiang istri pertamanya, Syania Atala. Wanita lembut hati yang telah dia lukai karena keegoisan dan juga keserakahannya, Syania memilih pergi dari kediaman Zekai setelah tahu suaminya menikah lagi dengan wanita dari masa lalunya. Dia memilih tinggal bersama dengan Anara dan Devran, dan itu pula yang menjadikan Syania mengajukan syarat pada suaminya. Syania bersedia pulang bersama Zekai sang suami, asal sang suami memberikan nama Zekai di belakang nama Ayzel. Nama yang akhirnya Ayzel lepaskan dari hidupnya sesaat sebelum menikah dengan Alvaro.
“Apa ini hukumanmu untukku, sayang? Kamu tidak hanya meninggalkanku sendirian, tapi aku juga kehilangan Ana. Dia membuktikan bisa hidup bahagia bersama suami pilihannya sendiri,” kakek Zekai mengusap bingkai foto mendiang istrinya, menyesal atas kehilangan istri terbaiknya tersebut.
“Kita sudah punya cicit, sayang. Zeze sudah punya anak, dua putranya sangat tampan dan menggemaskan. Altezza bahkan sangat cerdas, dia tidak takut padaku. Dia mewarisi darah keberanian Zekai,” monolognya bicara dengan bingkai foto.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, kakek Zekai baru merasakan betapa berharganya Syania istri pertamanya setelah dia tidak lagi bisa memeluk raga sang istri. Dia kehilangan separuh jiwanya begitu Syania meninggal dunia, semua tidak lagi sama meskipun dia masih punya istri ke duanya. Nyatanya cinta terbesarnya hanya untuk Syania, bukan untuk wanita masa lalu yang dia nikahi setelah Anara menikah dengan Devran.
Namun pria tua itu memang punya gengsi dan ego yang setinggi langit, alih-alih meminta maaf pada putrinya. Kakek Zekai justru memaksa agar putrinya menuruti keinginannya menjadikan Alvin penurus utama Zekai Company, tentu dengan syarat-syarat yang membuat keluarga putrinya geram.
***
Di kamarnya, Alvin merebahkan diri memandangi langit-langit kamar. Dia menghela napas beberapa kali, dia lantas bangun. Alvin teringat sesuatu, dia lantas duduk di depan meja layar PCnya.
Jari-jari Alvin bergerak dengan lincah menerobos sistem keamanan perusahaan Zekai. Dia ingin tahu, apa yang sebenarnya kakeknya inginkan darinya. Ataukan memang ada sesuatu yang terjadi di perusahaan tersebut.
Tidak butuh waktu lama untuk Alvin membobol sistem keamanan perusahaan Zekai, bahkan bisa saja dia memindahkan dana yang di rekening perusahaan Zekai kalau dia mau. Tapi tujuan utama Alvin bukan itu, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan itu.
Alvin mengerutkan dahinya saat menemukan sesuatu. “Gi la ini sih. Ada perusahaan di dalam perusahaan?” Alvin menggeleng, sungguh mencengangkan. Perusahaan Zekai bisa kecolongan. “Bukan urusanku,” monolognya.
Dia lantas kembali menjelajah server milik Zekai Company, Alvin sedikit bermain-main dengan sistem keamanan server mereka. “Ini hanya peringatan kecil dariku karena kalian berani mengusik kakakku dan membuat bunda sedih. Kita lihat, kehebohan apa yang akan terjadi besok.” Alvin tersenyum penuh seringai, dia mengirimkan virus kecil untuk menelusup dalam server Zekai Company. Membuat sistem mereka akan mati sejenak, sampai ahli IT mereka bisa memperbaiki kerusakan yang Alvin timbulkan.
tapi aku suka gaya Nana sih
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
ga bisa nolak 🤣🤣🤣