NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wulan Semakin Akrab Dengan Dimas

Senja semakin tenggelam, suara Adzan Maghrib mulai berkumandang. Dimas melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di mushola dekat mess nya. Usai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Dimas bersiap menuju rumah Azka untuk mengajar. Handphone nya bergetar bertanda ada pesan whatsApp masuk. Sekilas ia memandangi layar handphonenya tertera nama "Mamah Azka". Ia segera membuka chat whatsApp tersebut.

"Assalamualaikum mister Dimas, mohon maaf, malam ini Azka les nya off dulu yah karna Azka sedang gak enak badan" isi chat Wulan kepada mister Dimas.

"Yah mah gak papa, semoga Azka cepat sehat kembali yah" ketik balasan Dimas.

"Aamiin" ketik Wulan.

Selang beberapa menit kemudian, Wulan chat Dimas kembali.

"Mister, Sabtu malam ada waktu atau gak ? aku pengin ngobrol, ya sekalian ngenalin resto ku ke mister" chat WA Wulan.

"Insya Allah bisa mah, tempatnya dimana mah ?" ketik tanya Dimas.

"W-A Resto yang di Menteng"

"Nanti aku jemput yah malam Minggu jam 7 di mess nya mister Dimas" ketik Wulan kembali.

"Iya mah, aku ngikut aja" balas Dimas.

"Makasih ya mister Dimas" ketik Wulan dengan emoticon senyum.

"Sama-sama mamah Azka" balas Dimas dengan emoticon senyum.

Malam Minggu tiba, Wulan menghampiri mess Dimas dengan mobilnya yang ketiga, honda jazz warna merah. Wulan tampil begitu mempesona memakai gamis pink yang di kombinasikan dengan jilbab pashmina putih namun tetap menutupi dadanya.

"Masya Allah, mamah Azka cantik banget" puji Dimas untuk mamah Azka.

"Ah mister Dimas bisa aja" ucap Wulan sembari tersenyum tersipu malu.

"Mister udah siap belum ?" tanya Wulan.

"Sudah dong mah"

"Yuk mister, naik mobil ku !" seru Wulan.

Dimas duduk di samping Wulan yang mengemudikan mobilnya. Dimas curi-curi pandang ke arah Wulan.

"Mister Dimas kenapa ? kok lirik-lirik aku terus ?" ucap Wulan sambil mengemudikan mobilnya.

"Ih siapa juga yang lirik-lirik mamah Azka" respon Dimas.

"Tapi mamah Azka memang beneran terlihat cantik banget sih malam ini" ucap Dimas kembali.

"Ternyata guru privatnya Azka pinter gombal juga yah" respon Wulan sembari senyum.

"Mamah Wulan suka warna pink yah ?" tanya Dimas.

"Emang kenapa mister ?"

"Gak sih cuma mengingatkan aja sama seseorang yang juga suka outfit warna pink" respon Dimas kembali.

"Siapa ? Nayla mantan kamu itu yah ?" tanya Wulan dengan ekspresi wajah mulai cemberut.

"Iya mah" jawab singkat Dimas.

Tiba-tiba saja, Wulan memilih diam, wajahnya terlihat cemberut seolah ada rasa cemburu di hatinya.

"Mamah Wulan kenapa ?" Tanya Dimas.

"Gak papa"  jawabnya dengan ekspresi datar.

Dimas Akhirnya menyadari apa yang barusan ia sampaikan telah membuat Wulan merasa tidak nyaman.

"Mah, maaf yah mah, aku gak bermaksud menyamakan mamah Azka sama Nayla" terang Dimas.

"Terus kalau di suruh milih, mister bakal pilih aku apa Nayla ?" tanya Wulan dengan ekspresi wajahnya yang masih cemberut.

"Kenapa tiba-tiba mamah Azka bilang begitu yah ?", tanya Dinas dalam hatinya.

"Jawab dong mister Dimas ?" ucap Wulan layaknya wanita yang sedang ngambek.

"Iya aku bakal pilih mamah Azka lah" jawab Dimas.

"Alasanya apa ?" kembali Wulan bertanya.

"Alasannya karna Nayla kan udah jadi istri orang" jawab Dimas lagi.

"Berarti kalau Nayla masih sendiri, mister bakal pilih Nayla yah ? Iya kan ?" tanya Wulan masih dengan ekspresi wajah datarnya.

"Duh salah lagi deh aku" gerutu Dimas dalam hati.

"Tuh kan ga di jawab, berarti bener kan ?" ujar Wulan.

"Mamah Azka kenapa sih ? Kenapa tiba-tiba tanya begitu ?" Tanya balik Dimas.

"Enggak ..gak papa kok cuma tanya aja" respon Wulan masih dengan muka cemberutnya.

"Kita udah sampai mister, ini W-A Resto cabang menteng".

"Yuk turun mister !" seru Wulan.

Turun dari mobil, Dinas dan Wulan melangkah menuju restoran itu. Suara sambutan ramah dari karyawan mulai terdengar.

"Assalamualaikum, selamat malam, bu hajah Wulan", sapa salah satu Karyawannya.

"Walaikum sallam, mas, mba, tolong siapkan menu yang enak yah untuk tamu special saya !" pinta Wulan kepada karyawannya sembari duduk di kursi VIP.

"Siap bu hajah Wulan" respon salah satu Karyawannya.

Berada di dalam dapur, para karyawan resto saling berbisik.

"Eh itu, pacarnya bu Wulan yah ? sumpah ganteng banget, bu Wulan pinter banget pilihnya yang berondong" ujar salah satu karyawan wanita.

Di tempat makan VIP, Wulan dan Dimas duduk berdua.

"Ini restorannya mamah Azka yah ?" tanya Dimas kepada Wulan.

"Iyah mister, ini yang cabang menteng" respon Wulan.

"Emang ada berapa cabang mah ?" tanya Dimas kembali.

"Saat ini resto punya 12 cabang, 4 di antaranya ada di jakarta termasuk yang ini mister" kata Wulan.

"Wah mamah Azka hebat banget yah, bisnisnya banyak" puji Dimas kepadanya.

"Biasa aja kok mister" respon Wulan masih dengan wajah yang cemberut.

Melihat wajah Wulan terus cemberut , Dimas mencoba memecahkan suasana.

"Oh yah mah, di sini buka lowongan kerja gak sih ?" tanya Dimas.

"Emang mau buat siapa mister ?" jawab Wulan.

"Buat aku".

"Loh bukannya mister Dimas sudah mengajar di BFS yah ?" tanya Wulan dengan serius.

"Aku pengin cari loker di posisi lain mah", ucap Dimas.

"Emang posisi kerja apa yang mister inginkan ?" tanya Wulan kembali.

"Aku lagi cari ....loker yang kerjanya jagain hati kamu", canda Dimas di sertai tawa.

Seketika wajah Wulan yang semula mendatar berubah menjadi bahagia. Senyumnya kembali berbinar di wajahnya.

"Kamu tuh yah paling bisa buat aku tersenyum" ujar Wulan sambil tersenyum.

"Mamah Azka tau gak bedanya restoran ini sama hati aku ?" tanya Dimas.

"Engga, emang bedanya apa tuh ?" tanya balik Wulan.

"Kalau restoran ini isinya banyak orang, nah kalau hati aku isinya cuma satu orang" jawab Dimas.

"Siapa tuh ?" tanya Wulan penasaran.

"Kamu" jawab Dimas lalu tertawa.

"Oh Azka, guru privat mu ini loh ternyata tukang gombal" ucap Wulan sembari tersenyum malu.

Waiter datang mengantarkan pesanan Wulan.

"Mister, cobain deh, masakan di sini enak loh !" seru Wulan.

"Oh ya, aku cobain ya mamah Azka, bismillah" ucap Dimas.

"Emm..rasanya mantap mah, pantes aja resto ini ramai pembeli".

"Semoga ramai terus dan selalu memberikan keberkahan ya mah" ucap Dimas kembali.

"Aamiin, makasih doanya mister" sahut Wulan.

"Oh ya mah, aku boleh nanya sesuatu gak sih ?" tanya Dimas.

"Boleh, mister Dimas mau tanya apa ?" tanya balik Wulan.

"Mamah Azka apa ga ada keniatan buat menikah lagi ?" tanya Dimas.

"Sebenarnya pengin sih mister tapi belum nemu yang cocok aja"

"Kadang ada rasa trauma juga menikah, takut dapat yang kaya dulu lagi" respon Wulan.

"Emang kenapa dengan yang dulu ?" tanya Dimas.

"Ya kasar dan doyan selingkuh " jawab Wulan dengan ekspresi sedih mengingat masa lalunya.

"Maaf banget ya mah, jadi ngingetin masa lalu deh" ucap Dimas.

"Gak papa kok mister" sahut Wulan.

"Kenapa kok mister tanya begitu ?" tanya balik Wulan.

"Ya heran aja sih sebenarnya, masa iya sih wanita secantik mamah Azka gak ada yang mau" jawab Dimas.

"Emang mister Dimas mau ?" tanya Wulan.

"Ya aku mau...mau..mau makan dulu " respon Dimas di sertai tawa.

Entah mengapa berada di dekatnya, Wulan merasa nyaman. Ia seperti menemukan kembali semangat baru yang dulu sempat redup akibat rasa traumanya di masa lalu. Meskipun usia Dimas terpaut jauh lebih muda namun kehadirannya begitu menenangkan hati Wulan seolah Dimas adalah sosok pria yang selama ini ia cari. Ketampanannya, lemah lembutnya dan candanya satu paket menempel pada dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!