NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alexa

Transmigrasi Alexa

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / CEO / Cinta setelah menikah / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: waya520

Alya, wanita karir yang kesepian, mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat. Namun, saat membuka mata, dia sangat terkejut karena jiwanya malah masuk ke tubuh seorang wanita asing yang bernama Alexa. kagetnya lagi, dia melihat seorang pria duduk dengan seorang anak digendongannya dan memandangnya dengan tatapan tajam.

"Berhentilah berakting, aku tidak akan pernah tertipu lagi dengan trikmu." ucap Kevin Orlando yang merupakan suami dari Alexa sendiri.

"Ayah apa ibu akan memukulku lagi?" cicit seorang anak laki-laki yang berusia empat tahun, yang berada digendongan Kevin.

Satu yang baru dia ketahui: tubuh baru ini menyimpan banyak dosa.

Apa yang harus Alya lakukan setelah terjebak ditubuh seorang iblis seperti Alexa?.

Memperbaiki hubungan dengan orang-orang yang pernah disakiti Alexa, atau dia kabur dengan tubuh ini.

Jangan lupa like👍 dan vote nya ya teman-teman 🥰🫶, dan beri author bintang untuk karya yang sudah author selesaikan. terimakasih 🙇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hangatnya Pelukan Ibu

Klek....

Pintu kamarnya terbuka. Dia langsung menoleh ke sana untuk melihat siapa orang yang datang.

"Turun, ada ayahmu." ucap Kevin yang terkesan irit saat bicara dengannya. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mengekori langkah pria itu.

Mereka menuruni tangga dan netranya langsung tertuju pada tiga orang yang sudah duduk di ruang makan.

"Kakak, aku merindukanmu." seorang wanita yang usianya mungkin lebih muda darinya tiba-tiba datang dan memeluknya erat.

Tapi...

"Aku senang kau amnesia." bisik wanita itu ditelinganya. Tubuhnya tiba-tiba mematung.

Ada apa dengan wanita itu?.

"Jessica, cepatlah duduk, ajak kakakmu." ucap seorang wanita yang sudah terlihat berumur, terlihat sangat modis lengkap dengan perhiasan ditangannya.

Jessica cemberut lalu mengurai pelukannya. Sebelum dia menarik tangan Alexa, dia menyempatkan diri untuk menatap sinis kakak tirinya itu.

"Alexa, sini nak." lamunan Alexa seketika buyar, sepertinya itu ayahnya Alexa.

"Cepat duduk." perintah Kevin yang membuat tubuhnya tergerak dan mendekat ke arah pria itu dan mendudukkan dirinya tepat disampingnya.

"Kak Kevin, mana Kay?" tanya Jessica yang terdengar dibuat-buat.

"Ada di kamarnya." singkat jelas dan padat. Begitulah cara Kevin berbicara. Omong-omong dia tidak begitu akrab dengan keluarga istrinya.

Bram menoleh ke arah Alexa yang sejak tadi terdiam. "Alexa, ayah dengar kamu kecelakaan jatuh dari tangga, dan mengalami amnesia ringan." Alexa mengangguk.

Kevin tidak minat mendengar percakapan keluarga itu, dengan acuh dia mulai makan sendiri, begitupun dengan Jessica. Wanita itu diam-diam melirik ke arah kakak iparnya yang begitu tampan, sayang sekali terlalu dingin.

"Kalau begitu, ayah akan memperkenalkan diri, aku ayah kandungmu, itu ibu mu." tunjuk Bram pada Clarisa yang menatapnya sinis.

"Lalu itu Jessica, adikmu." lanjut Bram yang menunjuk ke arah Jessica yang sibuk makan tanpa menghiraukan ucapan ayahnya.

Alexa mengangguk mengerti. Di kehidupan ini, Alexa ternyata masih memiliki keluarga yang lengkap. Setidaknya ayahnya itu terlihat begitu hangat, berbeda dengan ayahnya yang asli.

Tapi perasaanya terasa Janggal, dia kembali memikirkan perkataan Jessica, kenapa adiknya itu senang jika dia amnesia?. Aneh kan.

"Cepat makan, lalu minum obatmu." Kevin melirik sekilas ke arah istrinya yang masih diam tidak bergeming. Jessica menatap interaksi keduanya dengan sinis. Apa bagusnya Alexa itu.

Dengan pelan Alexa mengambil sendoknya lalu mulai memasukan makanan itu kedalam mulutnya hingga makanan yang ada di piringnya habis tidak tersisa.

Kevin terpaku melihatnya. Dia terkejut dengan perubahan istrinya yang lagi-lagi mengejutkan nya. Sejak kapan wanita itu bisa menghabiskan makanannya.

Yang dia tahu, Alexa itu wanita pemilih dan tidak pernah menghabiskan makanannya dengan alasan diet.

...

Berita tentang Alexa yang mengalami amnesia menyebar di seluruh rumah ini. para pelayan mulai berbincang-bincang. Mereka sedang membicarakan perubahan nyonya mereka.

Di dapur, ada empat orang pelayan yang sedang berkerumun membicarakan Alexa.

"Kalian tahu, kemarin nyonya mengajakku berbelanja dan aku di belikan banyak makanan ringan." ucap seorang pelayan yang usianya masih tergolong muda.

"Cih, jangan sombong kau, aku kemarin malah dibelikan baju oleh nyonya." ucapnya tak kalah sombong.

"Aku senang nyonya bisa berubah." ucap salah satu dari mereka. Pasalnya, Alexa yang dulu benar-benar jahat. wanita itu memperlakukan pelayan disini sebagai hewan. Bahkan mereka pernah tidak diberi istirahat karena tidak sengaja memecahkan satu gelas kesayangannya.

Jangankan untuk menyapa, jika pelayan terlihat dimatanya langsung Alexa hukum. Dia tidak sudi melihat orang rendahan seperti pelayan-pelayan disini.

kenapa mereka tidak berhenti bekerja disini?, karena gajinya cukup besar. Rumah ini dihuni kurang lebih dua puluh pelayan, dua babysitter dan empat tukang kebun. Tidak lupa ada sepuluh lebih satpam yang berjaga diluar.

Bekerja disini memang gajinya besar, tapi mereka harus tahan dengan sifat buruk Alexa yang merupakan nyonya besar disini.

Seorang wanita muda mengintip percakapan empat pelayan itu dengan seksama. Entah kenapa dia tidak menyukai perubahan besar sang nyonya.

Jika nyonya berubah, bisa saja tuan mereka menyukainya. Selama ini dia berusaha keras untuk menjauhkan Alexa dengan suaminya sendiri. Tujuannya tidak lain agar dia bisa mendekati pria itu dan mengambil posisi Alexa dirumah ini.

...

Alexa bersenandung kecil di depan cermin riasnya. "Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan dirumah ini." monolognya sembari menatap pantulan dirinya di dalam cermin.

Wajah Alexa dan wajahnya yang dulu terlihat cukup mirip. Jadi dia tidak begitu kaget dengan perubahan hidupnya yang sekarang.

Setelah mengoleskan krim malam pada wajahnya, matanya kembali melirik ke arah buku milik Alexa yang asli. Sayangnya buku itu dikunci.

Apa dia rusak saja?.

Tok.. Tok...

Tubuh Alexa tersentak kecil saat mendengar pintunya yang diketuk dari luar.

"Siapa yang datang malam-malam begini." Dia kesal, karena sekarang waktunya dia tidur.

Klek...

Alexa terperanjat ketika melihat Kay, anaknya, eh maksudnya, anak dari Alexa sudah berdiri didepan pintu.

Wanita itu berjongkok agar menyamai tinggi pria mungil itu.

"Kenapa Kay?" Alexa mengelus rambut anak itu, terlihat mata kecil itu berkaca-kaca, sepertinya Kay baru saja menangis.

"Ibu hiks, Kay mau, tidur sama ibu." rengek Kay yang memelankan suaranya diakhir kalimat. Wajahnya menunduk dalam. Sejujurnya dia takut saat berhadapan dengan ibunya. Tapi rasa rindunya tidak terbendung lagi. Dia memang masih anak-anak dan sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang ibunya.

Selama ini dia menahan rasa itu sendirian, karena takut, ibunya pernah memukul tubuhnya dengan sapu, bukan hanya itu, dia pernah dikurung dikamar mandi dan ditemukan oleh pelayan, dia pernah mengadu dengan ayahnya dan seketika dia menyesal.

Sesaat setelah mengadu, ayahnya langsung murka dan menghampiri ibunya. Mereka bertengkar hebat didepannya. Itulah yang membuat hubungan mereka semakin menjauh. Apalagi setelah itu ibunya selalu menatapnya sinis.

Meskipun dia baru berusia empat tahun, tapi dia mengerti apa yang terjadi dirumahnya. Bagaimana hubungan antara ayah dan ibunya.

Tapi melihat perubahan ibunya yang semakin hari semakin baik, membuatnya memberanikan diri untuk mendekati wanita yang sudah melahirkannya dulu.

Grepp....

Mata Kay terbelak, ibunya memeluknya?, jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan dia. Hangat pelukan ibunya membuatnya menjadi lebih tenang.

"Kenapa menangis hm, kalau Kay mau tidur dengan ibu, bilang saja." dengan cepat Alexa mengangkat tubuh kecil itu dan membawanya masuk kedalam kamarnya.

Kay semakin menelusupkan wajahnya didada sang ibu. Rasanya nyaman sekali.

Alexa mengelus punggung anaknya dengan lembut hingga terdengar suara dengkuran kecil dari anak itu.

Tatapannya kosong. Dia bingung dengan semua ini. Entah kenapa dia merasa seperti harus menyelesaikan sesuatu didunia milik Alexa ini.

Tidak mungkin kan dia menggantikan hidup Alexa cuma-cuma.

1
William Shakespeare
Kelebihan:
1. Pertama-tama, tentu saja yang patut diapresiasi dari cerita ini ialah semangat dan konsistensi penulis dalam mengakhiri ceritanya dengan tuntas dan baik.

2. Bagi pembaca pemula yang masih malas untuk membaca cerita panjang, novel ini merupakan pilihan tepat disebabkan alurnya yang cepat dan jelas. Juga dari sisi konfliknya yang mudah dipahami.

3. Penokohan telah dilakukan dengan baik, sehingga pembaca mampu membedakan dengan jelas tiap-tiap karakternya.

4. Jenis plot pertukaran tubuh yang seperti ini (menurut saya) cukup unik dan berbeda. Jiwa yang tertukar tidak memiliki cerita masing-masing tapi dijadikan satu keluarga besar.
William Shakespeare: Kekurangan:
Oke, kita rileks kan pikiran terlebih dahulu, sebentar... apa tadi ya? oh, benar:
1. Plot ini memang unik, tapi perkembangan ceritamu agak mudah untuk ku tebak. Sejujurnya, ini kekurangan yang wajar, sih. Aku saja sulit untuk membuat inovasi baru. :)

2. Aku terkesan dengan plotwist yang kamu rancang, tapi entah kenapa, rasanya sedikit terlalu di paksakan menurutku. Seperti di bagian masalah Lia atau Bella misalnya.

3. Kemudian, Latar memang hanya pelengkap. Namun, ketika kamu mengabaikannya secara berlebihan, jadi terasa 'kosong' dan sulit dalam membayangkanhya.

4. Ini yang paling penting dan utama dari kritikku, dan aku akan menyampaikannya tanpa basa basi:
Drama dan emosi pada setiap adegan tidak terasa.
Kau hanya memberitahu aku dia marahlah, atau sedihlah, terus yaudah. Perasaanku tenang tenang saja. Kau kurang dalam penggambaran konflik setiap adegan sehingga aku bahkan tidak bisa terserap masuk kedalam setiap rasa takut jiwa alya, trauma jiwa Alexa, kekhawatiran Kevin, Obsesi Jessica dan Lia, serta yang lainnya.

Tolong jangan kau ambil hati. Aku hanya si bodoh yang tidak mengerti cara resensi novel, tapi... inilah yang si bodoh ini rasakan.

Maaf dan terimakasih, Wahai Penulis.💪💪💪😄😄😍😍🙏🙏
total 1 replies
William Shakespeare
/Smile/
Memyr 67
𝖺𝗅𝖾𝗑𝖺 𝖽𝗂 𝗍𝗎𝖻𝗎𝗁 𝖺𝗅𝗒𝖺, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗂𝖻𝗎. 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗍𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖺𝗒𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖺𝗒𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗋𝗄𝗂𝗍𝖺𝗋𝗇𝗒𝖺, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺𝗁 𝗏𝗂𝗋𝖺
William Shakespeare
Apakah kevin dan kay menyayangi raga Alexa atau jiwa Alya?
haunzz
hah?!
haunzz
luar biasa bagus sih😎👍
Diyah Agung
bagus
Nining Chili
👍👍
HelenLife Sihombing
lagian olang na matole otak bapak nya.lalai sama anaknya
ynt_
ada di bab brapa Cindy mati eh di pecat ges😏
Meli Meli ana
balasan bima bikin ngakak🤣
Meli Meli ana
apa bela saudara nya cindy bukan?
Alfia Amira
heh kepin 🤣🤣🤣
Fitri Sosianingsih
cerita bikin greget.. yg baca kebawa arus perasaan dgn pemerannya,, berarti penulis berhasil bikin yg baca emosi... makin sering nulis ya thor biar makin bagus ceritanya
Rusmini Mini
kenapa Kevin lemot yg satset mlh Bimo
Alexa mudah lelah dan sering sakit
lumayan novelnya menghibur thankyou thor /Pray//Pray//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
yg hamil duluan kan Alya kenapa skrg hamilnya sama 8 bln
Rusmini Mini
kok bisa Lia dpt pisau pasti di suruh Authornya...hayo ngaku aja thor
Rusmini Mini
Karina naksir Dimas kakak iparnya
Rusmini Mini
untung obat bius bkn obat perangsang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!